Kamus Madura-Indonesia Kontemporer

  • 0 0 0
  • Like this paper and download? You can publish your own PDF file online for free in a few minutes! Sign Up
File loading please wait...
Citation preview

KATA PENGANTAR Menyusun sebuah kamus bukan pekerjaan yang mudah. Hal ini disadari penulis mengingat pembuatan sebuah kamus membutuhkan pengetahuan ilmu bahasa yang cukup, ketekunan, dan keseriusan, selain waktu yang relatif panjang. Akan tetapi, semua itu bukanlah halangan yang tidak bisa diatasi. Kamus ini ditulis pada waktu-waktu senggang dan dilakukan tanpa beban sehingga tidak merupakan sebuah perjuangan yang sangat berat. Dengan pola penulisan ini, disadari bahwa kamus bahasa Madura ini akan memiliki kelemahan-kelemahan, kekurangan-kekurangan, dan kekeliruan-kekeliruan. Namun, hal itu tidak menyurutkan penulis untuk tetap mengumpulkan kosa kata demi kosa kata yang mengisi tiap baris kamus ini. Dengan cara ini tidak berarti bahwa penulisan kamus ini asal-asalan dan tidak dilakukan dengan serius. Penulisan dengan cara tersebut dimaksudkan untuk memberi semangat penulis untuk mencipta sambil belajar dan sedikit demi sedikit menyempurnakan apa yang telah ditulis. Kosa kata dalam kamus ini dikumpulkan dari sumber-sumber tertulis dan lisan yang diambil dari momen-momen dalam kehidupan sehari-hari. Kosa kata-kosa kata tersebut kemudian diproses menjadi entri-entri dan bentuk turunan. Contoh-contoh penggunaan diambil dari pengucapan sehari-hari dalam konteks tertentu disesuaikan dengan bahasa tulisan. Contoh penggunaan juga diambil dari sumber-sumber tertulis dan juga lisan. Peribahasa atau ca‟-ocaan disajikan sebagai bagian dari isi kamus ini disusun alfabetis dengan menafikan kata-kata perumpamaan, partikel, dsb. yang ada di depannya. Alasan utama dimasukkannya peribahasa ke dalam bagian ini mengingat peribahasa merupakan bentuk yang mirip dengan frase idiomatis yang merupakan susunan majemuk yang artinya tunggal dan tidak bisa ditelusuri berdasarkan unsur-unsur pembangunnya. Alasan kedua berkenaan dengan posisi bahasa Madura yang mulai terpinggir bahkan di kalangan orang Madura sendiri. Hal ini ditunjukkan dengan maraknya penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu di kalangan orang Madura. Motif ini tidak berkenaan dengan politik bahasa nasional sebaliknya semacam konservasi bahasa Madura yang harus segera diberikan media sebagai tempat penyimpanan abadi. Selain itu, bersama perkembangan bahasa ternyata peribahasa Madura tidak tercatat secara optimal dalam buku-buku kumpulan peribahasa yang jumlahnya memng tidak seberapa. Karena merupakan sebuah “eksperimen”, kamus ini pasti memiliki banyak kelemahan. Salah satu kelemahan dalam penulisan kamus ini adalah penulisan yang didasarkan pada dialek Bangkalan. Dialek lain – sampang, pamekasan, dan sumenep hanya disajikan sebatas yang bisa diketahui dan bisa dijangkau. Penulisan dengan dialek Bangkalan tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan satu dialek di antara dialek lain. Hal ini sesuai denga pertimbangan bahwa jika ingin membakukan sebuah bahasa memang harus mengambil satu dialek yang dianggap paling baik. Akan tetapi, proses selanjutnya adalah pembakuan bahasa tersebut, bukan meninggikan

i

satu dialek di antara dialek lain. Peristiwa ini pernah terjadi pada bahasa melayu yang kemudian menjadi bahasa Indonesia. Dengan menimbang peristiwa tersebut, pembakuan bahasa Madura seharusnya sudah tidak membedakan dialek-dialek lagi tetapi mengembangkan berdasarkan bahasa Madura yang sudah dibakukan. Selama ini bahasa Madura yang diajarkan cenderung berpegang pada dialek Sumenep. Selain itu jika kita benar-benar mau konsisten, pembakuan bahasa Madura hanya pada bahasa tinggi sebagai bahasa formal. Sedangkan bahasa nonformal tetap diserahkan pada dialek-dialek bahasa Madura. Dengan demikian, pelajaran bahasa Madura lebih bisa dijangkau dan dengan demikian mempermudah pembelajaran di sekolah. Karena latar belakang tesebut, saran dan masukan sangat diharapkan. Bagi Anda yang peduli dengan bahasa Madura, mohon mengirimkan saran, kritik, dan masukan ke email [email protected] Bangkalan, 1 Januari 2010

Muhri Mohtar, M.A.

ii

PETUNJUK PENGGUNAAN Daftar Singkatan

adj adv bd

: adjektiva/kata sifat : adverbia/kata keterangan :

bentuk bentuk

dasar

(hanya

bd

turunan,

berdasarkan

ditemukan ini

beberapa

ditulis bentuk

turunan)

n num p perib pron

: nomina/kata benda

(R)

: bahasa rendah/kasar

: numeralia : partikel : peribahasa : pronomina/kata ganti

fig. fn hrf idm

: makna figuratif

sin.

: sinonim

: frase nominal

(T)

: bahasa tinggi/halus

: arti secara harfiah

: ungkapan

(M)

: bahasa menengah

ungk v vi vt vp

ǝ

: bunyi pada kertas, perjaka,

: idiom

(MB) : Madura barat (Bangkalan, Sampang) (MT) : Madura timur (Pamekasan, Sumenep)

: verba/kata kerja : verba intransitif : verba transitif : verba pasif

Daftar Simbol Fonetik „...‟

: menunjukkan arti denotatif

“...”

: peribahasa dalam bahasa Indonesia

(...)

: penjelasan peribahasa

ɛ

: bunyi

ɐ

: bunyi pada sedang, kode, sesal

pada

senter

memang,

e

: bunyi pada tape, konde

ŋ

: bunyi pada ngadimin, bangau,

ñ

: bunyi pada nya, penyamun

ɔ

: bunyi pada kopi, soda, mosi

kontemporer, colek

lubang

iii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR

i

-

ii

PETUNJUK PENGGUNAAN

iii

-

iii

DAFTAR ISI

iv

-

iv

A

1

-

6

B

6

-

16

C

16

-

19

D

19

-

22

E

22

-

24

F

24

-

24

G

25

-

28

H

28

-

29

I

29

-

29

J

29

-

32

K

32

-

39

L

40

-

43

M

43

-

47

N

47

-

48

O

48

-

52

P

52

-

59

Q

59

-

59

R

59

-

62

S

62

-

67

T

67

-

76

U

76

-

76

W

76

-

76

Y

77

-

77

Z

77

-

77

DAFTAR PUSTAKA

78

-

78

iv

A a-

[a]

prefiks

yang

jika

dihubungkan

dengan bentuk dasar menjadi kata kerja misalnya tokar ‗perkelahian; pertengkaran‘ menjadi atokar ‗berkelahi‘ -a

[a]

misalnya

atokarra

menjadi

aba [aba] {Ar.} n 1 bapak 2 panggilan untuk yang

lebih

tua

[abɐk] bâk-abâk v membasahi badan

abân [abɐn] adv siang (antara pukul 10.00 – 13.00) bân-abân adv waktu siang

‗hendak atau akan berkelahi‘ orang

‗sedikit agak sakit‘ 2abâk

sebelah atas (ttg. Mandi setengah badan)

suffiks yang berarti akan atau

hendak,

bâk-abâk sedikit agak bâk-abâk sakè‘

yang

sudah

1abâng

[abɐŋ]

ngabâng

v

terbang,

mengangkasa ngabângaghi v menerbangkan

melaksanakan ibadah haji abâ [abɐ] i seruan keheranan, kekaguman

pangabângnga n cara terbangnya bâng-abâng n angkasa; langit; awing-

seperti aduh, ko‘?, dsb. abâ‘ [abɐʔ] n 1 diri abâ‘eng ‗dirinya‘ 2 badan lo‘ nyaman abâ‘ ‗tidak enak badan‘ saabâ‘ sebadan

awang [abɐŋ] ebang-abange v ditakut-

2abâng

takuti 3abâng

bâ‘-abâ‘ân 1 sendiri 2 diriku sendiri bâ‘-saabâ‘ hanya sendiri

[abɐŋ] abanganna v kelihatannya,

tampaknya, sepertinya

abâ‘ dhibi‘ diri sendiri

abâr [abɐr] bâr-abâr hawar; awar-awar;

abâ‘ dhiri‘  aba‘ dhibi‘

nama pohon yang getahnya menyebabkan

abâ‘ sampayan ‗diri/badan penjemuran‘

gatal bila terkena kulit; Fiscus septica abâs [abɐs] v pandang

kelihatan pantas memakai apa saja abâ‘ kamondurân ‗badan/diri bunglon‘

ngabâs vt memandang (dengan maksud

selalu

mengagumi dsb) Tadâ‘ orèng ngabâs arè

senang

di

mana

pun;

mudah



menyesuaikan diri abâ‘

kèsa

cèţak

gherrâng

dikatakan

ta‘

solap.

‗tak

ada

orang

memandang matahari tanpa silau‘

kepada orang yang sangat miskin

ngabâssâ v hendak melihat

abâ‘ seggher kakowadhân abâli polè, rassa

pangabas(sa) n cara memandang

sakè‘ pas èlang badan segar kekuatan

pangabâsân n penglihatan

kembali

lagi,

kemudian

rasa

sakit

menghilang

abây [abɐi] tandan pisang (ttg. tangkai panjang

pada

buah-buahan

abâ‘na [abɐʔna] pron [R] kamu

bertumpukan)

aba‘en [abɐʔən] pron [R] kamu

ngabây v memotong tandan pisang

pron [R] kamu bilâ abâ‘eng sè amaèna ka roma? ‗kapan kamu

aba‘eng

[abɐʔəŋ]

main ke rumah‘ abad [a.bad] n abad (masa seratus tahun) 1abâk

[abɐk] a agak; sedikit abâk sakè‘

‗agak/sedikit sakit‘

yang

yang

abbhâ [abbhɐ] n bau mulut abbhâna baceng ‗bau mulutnya busuk/tidak enak‘ wang-lowangè/ngalowangè abbhâ ‗hanya menghabiskan bau mulut saja‘ nasehat yang percuma karena tidak digubris mowang abbhâ bâceng ‗membuang bau mulut yang busuk‘ mempengaruhi orang

Halaman 1 dari 78

lain

melakukan

sesuatu

yang

meng-

abdhi [abdhi] n abdi, sahaya (pelayan, orang

untungkan bagi diri sendiri abbhâng

[abbhɐŋ]

bhâng-ngabhângè

v

[abbhəŋ]

ngabbhengngè

v

abdhi dhâlem pron [T] saya abek [abək] a sejuk (segar)

menghalangi kaabbhengngan

v

terhalang

(ttg.

perempuan yang meninggal karena bayi

bek-abek adv amat sejuk bek-ngabek v menyejukkan diri abhâng [abhɐŋ] a merah Kaka‘ lèbur ְdâ‘

tidak bias keluar) abbher [abbhər] ngabbher v (dengan

bawahan) abdhina pron [T] saya

menakut-nakuti abbheng

bo-abbo wah wah wah

kepakan

sayap

1 terbang atau

tenaga

dorong mesin) Lamon mano‘ ngabbher,

jhuko‘ alangngoy. ‗jika burung terbang, ikan berenang‘ 2 melayang Lajangnga samot la ngabbher e langnge‘. ‗layanglayang samot melayang di langit‘

mano‘ sè abulu abhâng. ‗kakak senang pada burung yang berbulu merah‘ 1abhu

[abhu]

intj

aduh

(ungkapan

keterkejutan, keheranan, dsb) Abhu! Ma‘

bariya? ‗aduh, kok begitu?‘ [abhu] a agak keropos

2abhu

karena

dimakan usia

mangabbher v menerbangkan

abit [abit] a lama

mangabbherraghi v menerbangkan untuk

maabit v memperlama

orang lain

abidhân a lebih lama

pangabbherrâ n cara terbangnya

bit-abit adv lama-lama

bher-ngabbher v beterbangan

bit-maabit berpura-pura lama

ngabbherrâ ta‘ tèngghi, akoro‘a ta‘ dâlem

acan [acan] n terasi

‗mau terbang ta‘ tinggi, menggali pun tak

acar [acar] n acar

dalam‘ tidak memiliki kekuasaan sama

accem [accǝm] n (buah atau pohon) asam

sekali

accèn [accɛn] a asin

abbhlâk

[abbhlɐk]

ngabbhlâk v membuka

cèn-accèn n ikan asin

pintu lebar-lebar

adâ‘ [adɐʔ] adv depan

a kelihatan kelihatan jelas Mon ngangghuy kalambhi abârna mèra èkatèla‘ abbhrâ.

adâ‘ [adɐʔ] v tidak ada; tiada  tadâ‘

abbhrâ dan

[abbhrɐ]

tajam/mencolok

Kalau

memakai

baju

berwarna

merah

kelihatan mencolok. [abbhrəŋ]

abbhreng

aְdd̩hâng [adɖhɐŋ] v hadang pangadd̩hâng n nelayan pembeli yang menyusul nelayan pencari ikan ketengah

n

brem;

sejenis

makanan yang terbuat dari tepung dan sari tapai 1abbhut

maadâ‘ v menghabiskan

laut untuk membeli hasil tangkapan aְdd̩hep [adɖhǝp] v menghadap ke ְdhep-aְdְdhebbhan v saling berhadapan

[abbhut] a berat (sukar, susah,

ngadd̩hep v menghadap

payah, muskil, sulit) cè‘ abbhuddhâ ‗berat

ngaְdְdheppaghi v menghadapkan

sekali‘

ngadd̩hebbhi v menghadapi

2abbhut

[abbhut]

ngabbhuddhi

v

me-

minjamkan abbo [abbo] p aduh; wah (kata seru sebagai ungkapan keheranan)

addhu [addhu] v adu addhuân n aduan dhu-ngaddhu v mengadu domba ngaddhu v mengadu

Halaman 2 dari 78

addhu adâ‘ idm adu muka dhu-addhu

bâlâkang

kebenaran orang kecil akan memberikan

‗adu

punggung‘

perlawanan yang sama

saling bermusuhan

besar

addhu terrang idm saling jujur

ajam

mènta

dengan orang

sasengngèt

perib

adhâd [adhɐt] n adat; kebiasaan

meminta

adhân [adhɐn] n,v 1 azan

sesuatu yang mengundang bahaya

ngadhânè v mengadzani

rempah-rempah‘

‗ayam

melakukan

Ajâm mon ngakana ghi‘ ngarkar kaadâ‘

aèng [aɛŋ] n air

peribahasa yang senada dengan ‗ibarat

kaaèngan v terkna air

ayam, tiada mengais tiada makan‘

ngaèngè vt mengairi

ajâm tokong mènta monteng perib ‗ayam

aèng mata air mata

kutung minta tulang ekor‘ menginginkan

Aèng èpaghili ècello‘ perib ‗air dialirkan

sesuatu yang tidak mungkin

diciduk‘ meminta sesuatu sedangkan yang

Mon ajâm ghi‘ endâ‘ ka jhâghung perib

diminta tersebut sangat dibutuhkan oleh

‗selama ayam masih suka pada jagung‘

orang yang diminta tersebut

sifat alami manusia, yaitu masih bisa

Aèng èpeddhâng ta‘ apèsa perib ‗air

dipengaruhi godaan harta, kedudukan,

ditetak pedang tidak terpisah‘ hubungan

dan wanita

keluarga yang sangat erat sehingga tidak

wa-towa ajâm perumpamaan yang secara

terganggu dengan masalah dari luar

harfiah ‗tuanya seperti ayam‘ dijadikan

Aèng

perumpamaan pada orang yang semakin

sondhâng

nand̩hâaghi

perib

lèmbung

menandakan

‗air

dâlemma

mengalir

balik

lubuk‘

orang

dalamnya

tua semakin cantik/tampan ajhâk [ajhɐk] ngajhâk v mengajak

n

berilmu tidak banyak bicara

jhâk-ajhâk

Mara aèng è daunna tales perib ‗ibarat air

membantu kebutuhan tetangga, misalnya

di daun keladi‘ orang yang tidak bisa

dalam membangun rumah, hajatan dsb.

dinasehati

pangajhâk n ajakan

Mara aèng ebâdd̩hâi kèrèng perib ‗seperti

undangan

untuk

saling

ajhâr [ajhɐr] v belajar

air diwadahi keranjang ikan‘ harta yang

jhâr-ajhârân v mengulang pelajaran

cepat habis

ngajhâr v mengajar

aghung [aghuŋ] a agung; amat besar

ngajhârè v mengajari

ahad [ahat] n nama hari pertama dalam

pangajhârân n pelajaran; pengajaran

penanggalan Madura yang mengadopsi

ngajhârè bhibhik alangngoy ‗mengajari

dari penanggalan Hijriyah

bebek berenang‘ melakukan pekerjaan

ahadhân

diadakan

misalnya

pasar

setiap

ahadhan

hari

Ahad,

‗pasar

yang

diadakan setiap hari Ahad‘ ahli [ahli] n ahli li-maahli v sok ahli ajâm [ajɐm] n ayam jâm-ngajâmè v memanas-manasi ajâm katè ta‘ kala kalèְtְtègghâ perib ‗ayam katai tidak kalah gemerusuknya‘ untuk

yang sia-sia; menggarami air laut 1ajhi

[ajhi] n harga awal yang dipatok

penjual untuk kemudian ditawar oleh pembeli ngajhii v

memberi harga awal untuk

ditawar 2ajhi

[ajhi] ngajhi v mengaji

pangajhiyân n pengajian akal [akal] n akal

Halaman 3 dari 78

kal-ngakalè v menipu

lok-alok

n

acara

perlombaan

mem-

akal bukong idm ‗akal burung betet‘

perkenalkan sapi pada lomba kecantikan

mengumpulkan

sapi betina

sedikit

demi

sedikit

alos [alɔs] a halus

sehingga menjadi banyak akanta [akanʈa] p seperti

maalos v menghaluskan

Akhèrat [ahɛrat] n alam setelah mati yang

ambâ‘ [ambɐʔ] 1 jemput 2 hadang

menurut kepercayaan tempat pembalasan

ba‘-ambâ‘ n sejenis hantu yang menurut

perbuatan selama hidup di dunia; akhirat

kepercayaan menghadang orang di jalan

ako [akɔ] v aku

bâ‘-ambâ‘ân v menunggu lama

ngako v mengaku

ngambâ‘ vt 1 menjemput 2 menghadang

ko-ngako v mengaku-ngaku

pangambâ‘

pangakoan n pengakuan

menyusul nelayan pencari ikan ketengah

alang [alaŋ] v halang

n

nelayan

pembeli

yang

laut untuk membeli hasil tangkapan

ngalang v menghalangi jalan; melintang

ambhâ [ambhɐ] v lepas, masuk dan merusak

alas [alas] n hutan

lahan tanaman dengan memakan atau

alas rajâ hutan belantara

menginjak-injak

alèm [alɛm] a 1 pandai 2 alim; tidak banyak

tanaman

(hewan

peliharaan) ambhu [ambhu] v usah; perlu: lo‘ ambhu

tingkah lèm-maalèm v bersikap atau bertindak

tidak usah ambu [ambu] v berhenti

seolah-olah alim alèng [alɛŋ] bd

bu-ambuwân 1 adv sering berhenti Pantes

v 1 tidak mau mengaku 2

lèng-alèng n pelindung atau penutup agar

lo‘ dhik dâpa‘, bu-ambuwân. ―Pantaslah tidak sampai-sampai, sering berhenti.‖ 2 n tempat berhenti Gardu ghellâ‘ sala sittong bu-ambuwânna orèng sè lèbat. Gardu tadi

tidak terkena cahaya, terlihat, dsb

salah satu tempat berhentinya orang yang

ngalèng

berlindung dari pandangan, cahaya dsb. ngalèngè v menutupi supaya tidak terlihat

alès [alɛs] n alis

lewat.

alip [alip] n huruf pertama tulisan Arab

maambu v menghentikan

lip-alibhân n berkenaan dengan alif atau

amèt [amɛt] v pamit

huruf hijaiyah yang maksudnya pelajaran

amok [ŋamɔk] ngamok v mengamuk

membaca ‗belajar

ajhâr

al-Quran: membaca

huruf

lip-alibhân Arab—untuk

belajar membaca al-Quran‘ ana‘

lo‘

ngalle

ampal [ampal] n sejenis kumbang yang keluar malam hari, berwarna putih atau

allè [allɛ] ngallè v 1 memindah 2 naik kelas Tang

pangamog(gha) adv cara mengamuknya

polana

ce‘

abu-abu dengan ukuran sedikit ampon

karena sangat nakal.‘

lastare ‗sudah selesai‘ saamponna p setelah ana‘ [anaʔ] n anak nganaè v menghasilkan

alok

[alɔk]

ngalokaghi

mengunggulkan

v

memuji

dan

[ampɔn]

adv(T)

mellèngnga. ‗Anak saya tidak naik kelas allèyan n kenaikan kelas

lebih

besar dari ibu jari tangan. sudah:

ampon

anak

(dalam

pernikahan); tidak mandul

Halaman 4 dari 78

ana‘ malang sara ‗anak sangat malang‘

angghit [aŋghit] ngangghit v menyusun

anak yang tidak mendengar atau patuh

angghu‘ [aŋghuʔ] n pencabut bulu/rambut

pada perkataan orang tua

akanț a angghu‘ ta‘ epencèt perib ‗seperti

mon ana‘ labu ka somor emma‘ alonca‘,

pencabut

mon emma‘ sè labu ana‘ nyarè andhâ

mulut yang selalu menganga untuk bicara;

perib ‗kalau anak jatuh ke sumur orang

banyak bicara

tua melompat, kalau orang tua yang jatuh

mara angghu‘ tadâ‘ mècet perib ‗seperti

anak mencari tangga‘ besar kasih sayang

pencabut bulu tidak ditekan‘ mulut yang

orang tua terhadap anaknya.

selalu menganga untuk bicara; banyak

anca

[añca]

nganca

v

memancing

tidak

ditekan‘

bicara angghuy [aŋghuy] v pakai

kemarahan

v

ca-nganca

memancing-mancing

ke-

marahan

angghuyân n pakaian kangghuy (dipakai) untuk ngangghuy v memakai

anco‘ [añcɔʔ] nganco‘ v menyetubuhi co‘-anco‘ v bersetubuh nganco‘

bulu/rambut

colo‘

‗menyetubuhi

mulut‘

ngangghuy

èlmona orèng

‗memakai

ilmunya

menyabit

memotong pembicaraan orang yang lebih

rumput‘

tua atau dituakan. Hal ini dianggap sangat

dengan sabar akhirnya terkumpul banyak

tidak sopan

anjhu

n tangga n andal

and̩hâ

[andhə]

andhel

[andhǝl]

andhellân n andalan dhel-andhel n sering dijadikan andalan ngandhellaghi v mengandalkan andi‘ [andiʔ] vi punya Kaula andi‘ bur-

mengumpulkan

idm

ngarè‘

orang

[añjhu]

nganjhu

sedikit-sedikit

v menjaga dan

merawat anak kecil atau bayi angka‘ [aŋkaʔ] ngangka‘ v mengangkat angkès [aŋkɛs] v angkis ngangkès v mengangkis angko [aŋkɔ] a angkuh angko‘ [aŋkɔʔ] ngangko‘ v mengangkut

leburan duwa.‘ ‗saya punya dua hal yang

angkreng [aŋkrəŋ] a gagah perkasa

menyenangkan‘

antèng [antɛŋ] n anting

andi‘ jhâlu mandhi tajhem ‗punya susuh

antos [antɔs] ngantos v (T) menunggu

bertuah tajam‘ memiliki kemampuan bela

anyar [añar] a baru

diri

nganyarè vt memperbarui

andus [andus] ngandus v menyeruduk

nyar-nganyarè v melakukan sesuatu yang

angèn [aŋɛn] n angin

tidak

angen [aŋǝn] v angan

sekitar

menjadi

kebiasaan

lingkungan

ngen-angen v angan-angan

nganyarè kabin kebiasaan sebagian orang

ngen-ngangen v mempertimbangkan

Madura untuk memperbarui akad nikah

anggheb [aŋghǝp] v anggap nganggheb 1 v menganggap 2 a setia

dengan

mengulang

akad

nikah

sebelumnya tanpa memberi maskawin lagi

Maskèa ghun kèbân, adhâddhâ patè‘ cè‘

apèl [apɛl] n kepala kampung di Madura

nganggebbhâ bân cè‘ èstona. ‗meskipun

apes [apǝs] n nasib yang buruk; sial Apessâ

hanya binatang, adat anjing sangat setia

abâ‘ tadâ‘ se tao bilâ dâtengnga. ‗tak ada

dan tulus‘ anggher [aŋghǝr] p asalkan

yang tahu kapan datang nasib buruk‘ apoy [apɔi] n api

Halaman 5 dari 78

poy-ngapoyè v memanas-manasi

arta [arta] n harta

akadi‘ apoy kalaras/kalarè perib ‗seperti api

daun

kering‘

pisang

kering/daun

semangat

yang

artè [artɛ] n arti ngartè v mengerti

kelapa

asat vi habis airnya (sungai, sawah, danau,

menyala-nyala

tetapi segera padam dalam waktu sekejap

dsb.)

mara apoy sekkem perib seperti api dalam

asèl [asɛl] n hasil  hasèl

sekam

asma [asma] n (T) nama

tadâ‘ apoy ta‘ akokos perib ‗tak ada api

assim [assɪm] n bersin

tak berasap‘ rahasia yang disembunyikan

asta [asta] n(T) tangan ngastanè v memegang

pasti akan terkuak ara [ara] n arah

ata‘ [ataʔ] n atap

ngara 1 adv mungkin 2 v membidik

aata‘ v beratap

ngaraaghi v mengarahkan

ngata‘è v memberi atap atè [atɛ] n hati

pangara n maksud; tujuan pangara bâdâ, pangaro tadâ‘ ‗maksud ada,

tè-ngatè v hati-hati

tetapi

Orang

atè abulu ‗hati berbulu‘ bersifat pendengki

tidak

ate kadungdung ‗hrf hati kedondong‘ hati

pengaruh

memiliki

tidak

keinginan

punya‘

besar

tetapi

sanggup mewujudkannya

orang yang berwatak buruk

ara‘ [araʔ] n arak (sejenis minuman keras)

atè malan hati yang cepat sedih atau

arè [arɛ] n 1 matahari bâjâ mangkèn dung-

sabar; sensitive

odung arè ‗saat sekarang matahari ditutup awan‘ 2 hari arè Slasa: hari Selasa arè‘ [arɛʔ] n(MB) arit; sabit; clurit ngarè‘ vt menyabit arep [arǝp] ngarep v mengharap ngarepaghi v mengharapkan pangarep n harapan rep-ngarep v mengharap-harap; sangat

ta‘ kennèng èberri‘ atè pas nèddhâ‘ cètak

perib ‗tak dapat diberi hati lalu mau menginjak kepala‘ tidak tahu balas budi atèng [atɛŋ] ngatèng v mengangkat ator [atɔr] ngatoraghi v menyampaikan; menghaturkan kaator v dihaturkan atos [atɔs] atosân n ratusan attas [attas] n atas ngattas/ngaattas agak

mengharap arghâ [arghɐ] n harga

ke atas

ngarghâi v 1 menghargai hak, pendapat

awwâl [awwəl] awal, mula ngawwâli v memulai lebih dahulu

dsb. 2 memasang harga arjhu, ngarjhu

[arjhu]

v menjolok

ayo [ayo(h)] inj ayo

B bâ' [bɐʔ] n bentuk singkat dari abâ‘

bâ‘eng

[bɐʔǝŋ]

bâ‘â [bəʔə] n banjir

abâ‘eng

bâ‘âng [bɐʔɐŋ] a getir

kedua; kamu

bâ‘na [bɐʔna] pron(R) pelesapan dari aba‘na yang menunjukkan persona kedua; kamu

yang

pron(R)

pelesapan

menunjukkan

dari

persona

bâb [bɐp] n bab bâbâ [bɐbɐ] n bawah

Halaman 6 dari 78

ta‘ kèra bâְdâ keccengnga idm ‗tak pernah

ngabâbâ v agak ke bawah bâbi [bɐbi] n babi bâbi

ada pekatnya‘ selalu habis tanpa sisa

edheddhel

ka

perib

ara‘

‗babi

bâdbâdhân [bɐdbɐdhɐn] n tempat lewat

dicelupkan ke dalam arak‘ perbuatan dosa

nemmo bâdbâdhân ‗menemukan tempat

yang berlipat-lipat

lewat‘

bâbinè‘ [bɐbinɛʔ] n perempuan; betina bunga-bunga

dalam

jalan

keluar

dari

masalah

bâbur [bɐbur] n irisan daun pandan sebagai campuran

menemukan

ritual

bâdd̩hâ [bɐdɖhɐ] n wadah abâdd̩hâ v berwadah mâddhâè v mewadahi

tertentu bâburughân [bɐburughɐn] n petuah; nasihat bâbutto n wasit pertandingan ojung yang biasanya diperankan salah satu tokoh

ojhung

bâdd̩hâk [bɐddhɐk] a terus terang dhâk-bâddhâghân adv terus terang apa adanya bâddhung [bɐddhuŋ] n sejenis kapak besar

bâca [bɐca] mâca v membaca

dhung-bâddhungan

vi

1

mengapak

ca-mâca v membaca sesuatu (doa, dsb.)

sesuatu 2 n kapak mainan

can-bâcan n bacaan

mâdhdhung v memotong menggunakan

bâcca [bɐcca] a basah

kapak

aca-bâcca v berbasah-basah

mâdhdhung

mabâcca v membasahi

berkesantunan; tahu tata krama

bâceng [bɐcǝŋ] a bau busuk/tidak enak

to‘ot

‗mengapak

lutut‘

bâgi [bɐgi] mâgi v membagi

saceng-bâcengnga acan ghi‘ èdhulit perib

abâgi v terbagi Bakto dapa‘ roma, Saat

‗sebusuk-busuknya terasi masih dicuil‘

nemmo jhajhan se la abagi tello‘. ‗Saat

pertolongan

sampai rumah Saat menemukan jajan yang

atau

bantuan

terhadap

keluarga atau kerabat pasti dilakukan

telah terbagi tiga.‘

meskipun hubungan sedang renggang

agi-bâgi v

saceng-bâcengnga

bagi

buri‘

ècetto‘/

‗sebusuk-busuknya

bâgiyân n 1 bagian; hasil bagi; jatah

dubur ditelusuk/diceboki juga‘ seburuk-

saparapat bagiyan ‗seperempat bagian‘ 2 pembagian (matematika) Sitti ghellâ‘ ajhâr bagiyân è sakolana. ‗Tadi siti belajar

ecalot

perib

ghi‘

1 terbagi-bagi 2 membagi-

kèya

buruknya anak akan disayang dan dibela juga bâְdâ [bɐdɐ] v ada

pembagian di sekolahnya.‘ 3 penggalan

abaḍai v menyediakan; meng-ada-kann

dari bagian yang utuh E bâgiyân ceṭ ak

ְdâ-mabâְdâ v mengada-ada kabâְdâân n keadaan

sasat apolong salèmpang. Di

mabâְdâ v mengadakan

menyatu dengan tali kekang dipasang

bâְdâ

angka-angkèna

caranya‘

segalanya

idm

‗ada

teratur

tata sesuai

eabâs,

dipandang,

tongarra

bagian

kepala

epasang seberti

selempang kabâgiyân v kebagian sabâgiyân n sebagian

ketentuan bâְdâ

bi‘

tadâ‘

tiada

etegghu

ditonton‘

sesuatu yang tidak dapat dipakai

‗ada

memiliki

bâjhân [bɐjhɐn] n wajan bâjâ [bɐjɐ] n saat; waktu; saat bâjâ malem ‗waktu malam‘

Halaman 7 dari 78

bâjâng

[bɐjɐŋ]

n

1

wayang

2

bâli [bɐli] bd kembali

bayangan/gambar

abâli vi kembali

abâjâng vi terbayang Bulâ ta‘ bisa tèdung

mabâli v mengembalikan

karna abâjâng raèna dhika. ‗Saya tak bisa

li-bâliyân adv berkali-kali bâli‘ [bɐliʔ] v balik

tidur karena terbayang wajahmu.‘ abâjângaghi vi membayangkan

abâli‘ v berbalik (tidur terlentang menjadi

jâng-bâjângan n bayangan yang terbentuk

telungkup atau sebaliknya)

karena cahaya

mabâli‘ v membalikkan

n baja

1bâjhâ

[bɐjhɐ]

2bâjhâ

[bɐjhɐ] n(T) gigi

li‘-bâli‘na dâdâr ‗berbaliknya daun kering‘ perubahan nasib

bâjhân [bɐjhɐn] n wajan; penggorengan bâjhi‘

[bɐjhiʔ]

bâjhit

bâlibis [b(ɐ)libis] n belibis

a 1 benci 2 jijik

[bɐ.jhit]

bâlibis abâli ka rabâna ‗balibis kembali ke

n makanan yang sejenis

dodol yang berbahab dasar ketan tanpa digiling

dicampur

gula

dimasak

pada

santan yang mendidih. bâko‘

bâlijjhâ [bɐlijjhɐ] n pedagang yang menjual dagangannya

dengan

berkeliling

bâllu‘ [bɐlluʔ] n delapan bân [bɐn] p kalabân

menangis dsb. bâkto [bɐktɔ] n waktu

bândhil [bɐndhil] n duri

abâkto v berwaktu; ada saatnya

martabhât

abâktoè v memberi waktu

meminta tidak mau memberi; pelit

bâlâkang [b(ɐ)lɐkaŋ] n punggung

‗ibarat

onak‘

mau

bângalan n pemberani

lâng-bâlângan n tempurung lutut lâng-bâlânganna

bândhil

bângal [bɐŋal] a berani

bâlâng [bɐlɐŋ] n belalang mara

desa,

kampung, dsb

a mata bengkak karena

[bɐkɔʔ]

rawanya‘ pulang kampung

to‘ot

ngal-mabângal v pura-pura berani ‗seperti

bângal

ajhuwâl,

bângal

mellè

‗berani

tempurung lutut‘ orang yang tidak bisa

menjual, berani membeli‘ bisa menasihati

dipegang

dan

perkataanya

karena

selalu

berubah-ubah pendiriannya

bisa

melaksanakan

apa

yang

dinasihatkan

bâlânjhâ [blɐñjhɐ] n (uang) belanja

bangal ka tonding tako‘ ka tajhem ‗berani

abâlânjhâ v berbelanja

pada

mâlânjhâi v memberi belanja; membiayai

tajamnya‘ sok berani dibelakang lawan

hidup

ketika berhadapan nyalinya menciut

bâlâtţang [bələtʈaŋ] n yuyu; sejenis ketam yang hidup di air tawar martabhât

bâlâtt̝ ang

punggung

yuyu‘

pada

perib

‗kalau

tidak

berani

bercarok jangan mengaku orang Madura‘

menekan bawahan untuk dipersembahkan

ungkapan

pada atasan

orang

bâles [bɐlǝs] mâles v membalas

takut

mon lo‘ bângal acarok jhâ‘ ngako orèng madhurè

‗ibarat

pisau

untuk

Madura

menegaskan yang

harus

jatidiri mampu

membela harga diri

abâles vi membalas

ngal-bangal mardâ ‗beraninya seperti bara

bâlessân n balasan

api‘ berbicara besar tetapi penakut

les-bâlessân v saling membalas; berbalasbalasan

Halaman 8 dari 78

bângatowa

n

[bɐŋǝtɔwa]

ghârubhek

dan

1

orang

diatasnya;

tua

pitarah

2

bârâs [bɐrɐs] a 1 sehat 2 sembuh mabârâs v menyembuhkan bâri‘ [bəriʔ] adv kemarin

sesepuh bângon [bɐŋɔn] n bangun (datar; ruang,

bârikkèng [bɐrikkɛŋ] a pelit

dsb); bentuk; rupa

bâringèn [briŋɛn] n beringin

abângon v berbentuk; memiliki bentuk

bârinto [bɐrintɔ] adv seperti ini/itu

bangonan v bangunan

bâta‘ [bɐtaʔ] mâta‘ v mengangkat masakan

banjir [bañjir] n banjir

dari tungku atau alat memasak

bânnè [bɐnnɛ] adv bukan

bâtek [bɐtǝk] n watak

ne-bannean a berlainan

abâtek v berwatak

bânynya‘ [bɐñ.ñaʔ] adv banyak Rasulillah

ampon bânynya‘ aparèng ajhârân-ajhârân bân tuntunan-tuntunan. ‗Rasulillah telah banyak

memberi

ajaran-ajaran

dan

abâtek ajâm idm ‗berwatak ayam‘ jika berjauhan

merasa

rindu,

tetapi

jika

berdekatan (selalu) bertengkar bâto [bəto] n batu

tuntunan-tuntunan.‘

abato v membatu; keras (kepala) seperti

kabânynya‘an n kebanyakan

batu

mabânynya‘

bâto tèpa‘ n batu bata

Mabânynya‘

vt

ana‘

memperbanyak

tojjhuna

akabin

on-so‘on

perib

‗Memperbanyak keturunan adalah tujuan

‗(seperti)

menikah

dimaksudkan untuk pekerjaan berat yang

nya‘-bânnya‘an a paling banyak

dilakukan menghasilkan tidak seberapa

bâto

secara

menjunjung

harfiah

batu‘

yang

bârâ [bɐrɐ] a bengkak

atau tidak seimbang antara perjuangan

bârâ‘ [bɐ.rɐʔ] n barat

dan penghasilan bâto‘ [bɐtɔʔ] n batuk

ngabârâ‘ agak ke barat ka bârâ‘ ta‘ kacapo‘, ka tèmor ta‘ kacapo‘

abâto‘ v batuk

‗ke barat

tadâ‘ bâto‘ tadâ‘ assim perib ‗tidak ada

terkejar‘

tak terkejar, ke timur tak karena

serakah

semua

yang

batuk tidak ada bersin‘ orang yang tidak

diinginkan tidak berhasil atau menemui

banyak

kegagalan

kejutan

bârâghât [bɐrɐghɐt] n pembiayaan

bicara

tetapi

sering

membuat

bâtton [bɐttɔn] n pinggiran balai-balai atau

abârâghâdhi v membiayai

langgar panggung yang berupa bambu

bârâkay [bərəkay] n biawak

utuh, kayu aren, atau balok kayu

martabhât bârâkay/mara tellorra bârâkay

ta‘ tao bâttonna langghâr ‗tidak tahu

‗ibarat

pinggirnya

biawak/seperti

telur

biawak

langgar‘

sarkasme

untuk

(telurnya disukai, dagingnya tidak)‘ suami

mengibaratkan orang yang tidak tahu

istri yang berhubungan harmonis satu

aturan karena tidak pernah menjadi santri

sama lain, namun tidak harmonis dengan

atau belajar agama

mertua bârâmma [bərəmma] pron bagaimana; kata tanya yang menanyakan cara bârâmpa [bɐrɐmpa] pron berapa; kata tanya yang menanyakan jumlah

bâu [bɐu] n bau abâu vi berbau u-bâuân n bau-bauan baung [baʊŋ] n makhluk siluman berwujud gabungan harimau dahan, serigala, dan

Halaman 9 dari 78

kera yang menurut kepercayaan muncul setelah

40

hari

sebelumnya

menjadi

jarangkong

kaberdhâân n kekenyangan; terlalu banyak makan

beccè‘ [bɐccɛʔ] a baik

v

abeccèan

berdhâ [bərdhɐ] v kekenyangan

berka‘ [bərkaʔ] v (ber)lari

(figuratif)

melakukan

ka‘-berka‘an v berlari-lari berrâ‘ [bǝrrɐʔ] a berat

hubungan haram atau diluar nikah cè‘-beccè a baik-baik; baik semua

maberrâ‘ v

cè‘-beccè‘an a paling baik

mengandung

mabeccè‘ v memperbaiki

râ‘-berrâ‘ân a paling berat

beddâl [bǝddɐl] n hasil; keluaran

1

memberatkan 2

hamil;

râ‘-maberrâ‘ v berpura-pura berat

meddâl v 1 mengeluarkan hasil 2 tumbuh

berrâ‘ jhuwângan ‗berat ke atas‘ terlalu

(tanaman)

banyak beban daripada kemampuan

beddâlan n keluaran; hasil produksi dari

râ‘-berrâ‘

[bǝdɖhɐʔ]

bedd̩hâ‘

n bedak

v

berri‘ [bǝrriʔ] v beri terkena

(getah,

begghâ

megghâ v merendam

aberri‘

abegghâ v terendam; direndam 1bellâs

long-ellongan

tembus‘

[bǝllɐs] a belas; puluhan

‗memberi

membantu

orang

dengan

berrit [bǝrrit] n,a (tempat) keramat atau

[bǝllɐs] a baik; penyayang; welas

lâs-mabellâs v pura-pura baik

angker èkennèng berrit v terkena tulah atau

bellât [bǝllət] n sembilu

gangguan

belli [bǝlli] vd beli

keramat atau angker

mahluk

halus

mellè [mǝllɛ] vt membeli

berta [bǝrta] n berita; kabar

mellèaghi v membelikan

bessè [bǝssɛ] n besi

lin-bellin n barang-barang yang dibeli belli‘ [bǝlliʔ] n atap rumbia belli‘

jalan

memberi jalan keluar

bellâsân n belasan 2bellâs

aberri‘ vi memberi merri‘ vt memberi

kotoran, dsb) [bəgghɐ]

gula‘

satu atau kedua sahabat tersebut

medd̩hâ‘è v membedaki [bǝddhɐk]

‗berat-berat

persahabatan yang terganjal oleh sifat

abedd̩hâ‘ v berbedak beddhâk

ghulâ

potong jhâjhâluna

besse

koneng

n

besi

dari

kuning;

tempat

jimat

kekebalan ‗atap

rumbia

patah bambu pengikatnya‘ orang tua yang

bettes [bǝttɛs] n betis bhâbâng [bhɐbɐŋ] n bawang

masih

bâng-bhâbâng a (anak kecil) yang ikut

dibutuhkan pemikiran dan pengalamannya

mengerjakan suatu pekerjaan tetapi tidak

sudah

berfisik

lemah

tetapi

bellu‘ [bǝlluʔ] n belut bellu‘ abângbâng ‗belut bersayap‘ orang

diperhitungkan bhâbbhâl [bhɐbbhɐl] n buah nangka yang

yang pandai menipu dengan cara halus

masih sangat muda biasa dimakan dengan

bellu‘ abunto‘ arè‘ ‗belut berekor celurit‘

garam atau bumbu rujak

orang yang semula bersifat baik hati,

lo‘-tao bhâbbhâl ‗tidak tahu bhâbbhâl‘

berbudi luhur, pemurah, dan penolong

orang yang masih belum pengalaman atau

berubah menjadi sebaliknya bengko [bǝŋkɔ] n rumah

belum memiliki kecakapan bhâbhâr [bhɐbhɐr] v lahir

Halaman 10 dari 78

abhâbhâraghi v melahirkan bhâbhâsan n

[bhɐbhɐsan]

mengandung kepada

kiasan

keadaan,

bhâko

tetap

nemmo

lemmessâ

‗tembakau diangkat menunggu lemasnya‘

untuk

mengacu

ada

perilaku,

ditunggu

sifat,

atau

pemakaiannya,

pokolan

ngantos

n peribahasa yang

dengan kalimat yang sering tidak lengkap tetapi

ètolong

misalnya

‗mendapat

durian

runtuh‘, abujâi saghârâ ‗menggarami laut‘,

kalanya

waktu

agar

yang

baik

pekerjaan

harus

terlaksana

dengan baik bhâktè [bhɐktɛ] n bakti abhâktè v berbakti ngabhâktè v membaktikan diri bhâlâ [bhɐlɐ] n kaum, golongan, kerabat

dsb.

abhâlâ v berkerabat

bhâbhâtang [bhɐbhɐtaŋ] n bangkai Bhâbhâtang mengajak

ngajhâk mati‘

matè

‗bangkai

kejahatan

selalu

melibatkan orang baik-baik bhâbur [bhɐbur] n irisan daun pandan wangi sebagai campuran bunga (untuk ritual tertentu)

bhâlik [bhɐlik] n belakang; sisi lain abhâlik v berbalik mâlik v membalik

p kèya apèyara bârâghâddhâ tabhâligghâ

Tabhâligghâ sapè kerrabhân rowa larang. ‗sebaliknya

sebaliknya

memelihara sapi karapan biayanya mahal‘

bhâdhân [bhədhən] n badan

bhâlingkang [ˋbhəliŋkaŋ] abhâlingkang v

bhâdhân kaulâ pron [T] saya bhâghus [bhɐghus] a bagus; baik

terjungkal; jatuh terlentang dengan pantat

bhâi [bhɐi] adv saja: Mèlè sè mèra bhâi. Pilih

terlebih dahulu menyentuh bumi bhân [bhɐn] p setiap  sabbhân

yang merah saja.

bhândhâ [bhɐndhɐ] n 1 modal 2 harta

bhâin [bhɐin] adv saja  bhâi bhâjâ [bhɐjɐ] n 1 buaya 2 mata keranjang

abhândhâ v bermodal

bhâjâng [bhɐjɐŋ] n bentuk singkat dari

abhandhai v memberi modal mândhâi v memodali

sembhâjâng (sembahyang) abhâjâng vi bersembahyang mâjângagi vt menyolati (jenasah)

bhândheng [bhɐndhǝŋ] n ikan bandeng bhândheng sabhâlânan èpatadâ‘ rongkerrong

bhâjhâk [bhɐjhɐk] n perompak; jagoan

a rajin jheng-mabhâjheng v pura-pura

bhâjheng

rajin;

bersikap atau berbuat seolah-olah rajin mabhâjheng

v

membuat

jadi

sèttong

‗bandeng

setambak

dihabiskan kerung-kerung satu‘ ulah satu

[bhɐjhǝŋ]

rajin;

merajinkan bhâji‘ [bhɐjiʔ] n bayi bhâkal [bhɐkal] 1 adv akan: Jhâ‘ bong-

sombong. Sakabbhina manossa bhâkal matèa. Jangan terlalu sombong. Semua manusia akan mati 2 n tunangan abhakalan v bertunangan kal-bhâkal n acara pertunangan mabhâkalè vt menunangkan bhâko [bhɐkɔ] n tembakau

anggota keluarga dapat merusak nama seluruh anggota keluarga

n bandingan; tandingan: Cekcek bannè bhândingnga bârakay. ‗Cecak bukan tandingan biawak.‘ abhândhing v berbanding mândhingaghi v membandingkan bhângka [bhɐŋka] v mati (kasar) Bhângkalan [bhɐŋkalan] n Bangkalan; bhând̩hing

[bhɐnɖhiŋ]

kabupaten paling barat pulau Madura Bhângkalan

ta‘

korang

wâ‘-buwâ‘ân

‗Bangkalan tidak kurang buah-buahan‘ 1 Negeri sendiri (bagi orang Madura) tetap

Halaman 11 dari 78

masih memiliki kelebihan dibandingkan daerah

lain

2

Anjuran

untuk

pulang

bhâruma

[bhǝruma/bhruma]

n

kolong

tempat tidur bhâsa [bhɐsa] n bahasa

kampung bhângsalan [bhɐŋ.sa.lan] n frasa pendek

bhâsa [bhəsa] a pecah

mengandung permainan kata-kata untuk

mabhâsa vt memecahkan

menyembunyikan

arti

sa-bhâsa

sebenarnya

dikatakan,

ingin

maksud

yang

misalnya

sa-bhâsana

pecahan

pèrèng

pecahan piring

konyè‘ ghunong ‗kunyit gunung‘ adalah

bhâta [bhɐta] n batu bata

tanaman temmo maksudnya sanemmona

bhâtang [bhɐtaŋ] n bangkai

‗seketemunya apa adanya‘, gumo‘ dâdâ ‗

bhâְtè [bhɐʈɛ] n untung (niaga); laba

adalah soso maksudnya kasoso ‗terburu-

bhâtèk [bhɐtɛk] n batik; motif kain abhâtèk v berbatik; bermotif

buru‘, dsb. bhânta [bhənta] abhânta v 1 berbantahan; 2

bhâְtok [bhɐʈɔk] n batok; tempurung kelapa bhâu [bhɐu] n bahu

membantah bhântal [bhəntal] n bantal

bheddhuk [bhǝddhuk] 1 n beduk; jidor 2 v

abhântal vt memakai bantal; berbantal

tiba waktu shalat (dhuhur)

tal-bhantalan n sakit pada leher setelah

bhellâk [bhǝllɐk] a belang

bangun tidur

bhelli [bhǝlli] vd sembelih

abhântal ombâ‘, asapo‘ angèn, apajung

abelli vi menyembelih untuk keperluan

langngè‘

tertentu

‗berbantal

ombak

berselimut

angin‘ menunjukkan jiwa bahari orang

melli vt menyembelih bhelling [bhǝlliŋ] n beling; pecahan kaca

Madura abhântal syahâdât, asapo‘ iman, apajung

kadi‘ bhelling kaojhânan ‗seperti beling

Islam

terkena hujan‘ tidak bisa dinasehati; keras

‗berbantal

syahadat,

berselimut

iman, berpayung Islam‘ menunjukkan rasa keberagamaan termanifestasi

orang dalam

Madura setiap

yang

kegiatan

kepala bhellu [bhǝllu] n anak kuda bhellu noro‘ asennèn ‗anak kuda ikut

sampai hal-hal terkecil

manggung‘ anak kecil yang ikut bekerja

bhântal patè idm teman sehidup semati

(biasanya untuk belajar)

bhântèng [bhɐntɛŋ] mântèng v membanting bhântèng [bhɐntɛŋ] n banteng bhântèng matè amoso na‘-kana‘ ngowan ‗banteng mati melawan anak gembala‘

bhendem

[bhǝndǝm]

mendem

v

membenamkan; menanam kedalam tanah abhendem v membenamkan diri bhender [bhǝndǝr] a benar

musuh yang kuat kalah dengan lawan

mabhender v membenarkan; menjadikan

yang lemah karena kecerdikan

benar

bhânto [bhɐntɔ] v bantu

kabhenderran n 1 kebetulan 2 kebenaran

abhânto v membantu

der-bhender

bhântoan n bantuan

benar-benar

bhârânca

[bhɐrɐñca]

a lancar dan bisa

berbicara dengan siapa saja

n barang; sesuatu bhârenteng [bhɐrǝntǝŋ] a sangat giat bhârâng

[bhɐrɐŋ]

adv

dengan

sebenarnya;

bhentor [bhəntɔr] mentor v membentur; menabrak bherkat

[bhǝrkat]

n

makanan

berkat;

makanan yang dibagikan pada pendoa

Halaman 12 dari 78

dalam acara selamatan (tahlilan, rokat

bhubu

[bhubu]

v

abhubu

memberikan

buwuh atau bhubuwân

dsb.) bherrâs [bhǝrrɐs] n beras

n uang atau barang yang

bhubuwân

bherrâs sè la dhâddhi tajhin ta‘ abâli

disumbangkan pada tuan rumah hajatan

bherrâs polè ‗beras yang sudah jadi bubur

yang harus dikembalikan dalam jumlah

tak

yang

akan

menjadi

beras

lagi‘

serupa

dengan peribahasa ―Nasi telah menjadi

sama

saat

pemberi

mengadakan hajatan; buwuh bhuco [bhucɔ] n sudut, ujung (biasanya yang

bubur‖. bhersè [bhǝrsɛ] a bersih

berbentuk kerucut)

asè-bhersè/sè-bhersè v bersih-bersih

bhucor [bhucɔr] v bocor

kabhersèan n kebersihan

bhudhu [bhu.dhu] a bodoh

mersèè v membersihkan

dhu-mabhudhu v pura-pura bodoh

bheְtְtok [bhǝtʈok] n ikan betok bhibhik

[bhibhik]

n bebek

bhuju‘ [bhujuʔ] n 1 buyut; kakek dari bapak ego

bhighâl [bhighɐl] n rampok; perampok

2

makam

sesepuh

atau

leluhur

untuk

kakak

kampung yang dikeramatkan

mighâl, abhighâl v merampok bhindhârâ

memperbodoh;

membodohkan

belibis‘ musuh yang tidak sebanding

[bhinar]

v

mabhudhu

bhibhik amoso bâlibis ‗bebek melawan

bhinar

sumbangan

Bhuk

a berseri-seri n 1 calon kiai yang

[bhindhɐrɐ]

[bhuk]

n

panggilan

perempuan. embhuk bhuk-embhughân v memanggil dengan

terdiri atas putra kiai atau mantan santri

panggilan embhuk

yang telah mengabdi di masyarakat tapi

bhuk tuwan n panggilan (penghormatan)

belum dianggap pantas untuk menjadi kiai

untuk orang yang telah menunaikan Haji bhullong [bhullɔŋ/bhulloŋ] v bolong

oleh masyarakat bhirâng bhiru

n parang atau golok a biru: Morsidi akalambhi

[bhirɐŋ]

[bhiru]

bhiru. ‗Morsidi berbaju biru.‘

mabhullong v membolongi long-bhullongan n bolongan bhundhu‘ [bhundhuʔ] v bungkus abhundhu‘ v berbungkus

bhiru dâun hijau bhisan [bhisan] n besan

dhu‘-bhundhu‘ n bungkusan

abhisan v berbesan

mundhu‘ v membungkus

bhisan sakatèdungan ‗besan seranjang‘

bhunga [bhuŋa] a senang; bahagia

janda dan duda yang masing masing

anga-bhunga v bersenang-senang

memiliki keturunan melakukan pernikahan

mabhunga

kemudian

nyenangkan

menjodohkan

menjadi

besan

karena

masing-masing

anak

mereka dari pernikahan sebelumnya. bhludhru [bhludhru] n beludru

vt

membahagiakan;

me-

nga-mabhunga v berpura-pura senang bhungka [bhuŋka] n 1 pohon; batang pohon 2 pangkal

n bentuk singkat dari ebhu

abhungka v berbatang: Moskèl rassasna

Bhu, pa‘, bhâbhu‘, ghuru, rato ‗ibu, bapak,

bâdâ nyèor abhungka lebbi dâri sèttong.

sesepuh, guru, raja‘ urutan ketaatan orang

‗Musykil

Madura, yaitu kepada ibu, lalu bapak,

berbatang lebih dari satu.‘

Bhu

[bhu]

rasanya

ada

pohon

nyiur

sesepuh, guru, dan terakhir pada raja

Halaman 13 dari 78

ka‘-bhungka‘an

n

[kaʔbhuŋkaʔan]

bilis [bilIs] n semut bilu‘ [biluʔ] a bengkok

pepohonan bhungkel [bhuŋkɛl] n sisa penebangan di

mabilu‘ v membengkokkan binè [binɛ] n istri

atas akar. bhunten [bhuntǝn] p (T) tidak

abinè v beristri

bhuru a baru

mabinèè v mengawinkan anak laki-laki

bhuru kaluar dâri eddussâ ‗baru keluar

nè-binèan n laki-laki yang gemar menikah

dari dosnya‘ yang menunjukkan orang

lebih dari sekali dengan poligami atau

yang

belum

berpengalaman

bergaul

sehingga kaku seperti barang masih baru.

kawin cerai. binè‘ [binɛʔ] n perempuan

bhurus [bhurus] n anjing

mon binè‘ matè arèmbi‘, mon lakè‘ matè

[bhuta]

n raksasa bhuto v butuh abhutoaghi v membutuhkan kabhutoan n kebutuhan mutoaghi v membutuhkan bi‘ [biʔ] prep dengan sin moso; kalabân bibir [bibir] n bibir

acarok

[bhutɔ]

melahirkan, laki-laki mati karena carok‘

bhuta

‗perempuan

mati

karena

sudah dianggap biasa di Madura jika perempuan meninggal karena melahirkan dan laki-laki karena melakukan carok. bintang [bintaŋ] n bintang birâ [birɐ] n birah; sejenis talas yang bisa

bibir attas bân bibir bâbâ ghâmpang

dimakan setelah direbus dsb; alocasia

akebbi‘

indica

‗bibir

atas

dan

bibir

bawah

gampang berkata‘ sindiran bahwa kalau

birjhi‘ [birjhiʔ] v memisah-misah menjadi

hanya menasihati gampang

bagian-bagian kecil

bibir nolak, atè mellak ‗bibir menolak, hati

mirjhi‘

rakus‘

bagian-bagian kecil

pura-pura

menolak

meski

biddhâng [biddhɐŋ] n wedang

v

mencelup

pada

1

[bigghiʔ]

membuat air

wedang

panas

2

untuk

bermacam-macam

bitongan n hitungan mitong v menghitung tong-bitongan

n

menjadi

bitong [bitɔŋ] v hitung

membersihkan bulu bigghi‘

memisah-misah

birnyè [birñɛ] a gampang menangis

sebenarnya sangat ingin abiddhâng

vt

kata benda

penggolong

tellor

satos

bigghi‘ ‗telur seratus buah‘ bighi [bighi] n isi (umbi-umbian) abighi v berisi bighilân [bighilɐn] n biji nangka

hitungan;

1

v

melakukan

menghitung-hitung

peng2

n

pelajaran berhitung èbitong ghânep, èbirjhi‘ ghânjhil ‗dihitung genap, diperinci ganjil‘ 1 orang yang sangat dibutuhkan orang lain 2 keadaan

sin

serba tidak berkesesuaian bitta‘ [bittaʔ] mitta‘ v membeber

manjhilân akantha bighilân è pèrèng ‗seperti biji

mitta‘ buri‘ è tengnga jhâlân ‗membeber

nangka di piring‘ orang yang tidak bisa

pantat di tengah jalan‘ membuka aib

dipegang

sendiri di depan umum

perkataanya

karena

berubah-ubah pendiriannya

selalu

biyasa [biyasa] a biasa

bijjhân [bijjhɐn] n wijen

abiyasaaghi v membiyasakan

bilâ [bilɐ] p bila; ketika; jika

kabiyasaan n kebiyasaan

Halaman 14 dari 78

sa-biyasa v biasa-biasa

ta‘ kennèng pèntaè bujâna ‗tidak dapat

blatèr [blatɛr] n 1 orang yang ikut remo 2

dimintai garamnya‘ pelit; kikir

jagoan

bujhel [bujhǝl] n pusar

ablatèr v menjadi blater

bukka‘ [bukkaʔ] mukka‘ v membuka

n pedagang kecil yang

abukka‘ v 1 membuka: abukka‘ kalambhi

membeli barang (biasanya dari pasar atau

‗membuka baju‘ 2 terbuka Labangnga

langsung

abukka‘. ‗Pintunya terbuka‘ ka‘-bukka‘an v saling terbuka

blijjhâ

[blijjhə] ke

produsen)

untuk

dijual

kembali di tempat lain bubudhân [bubudhɐn] n muatan

mukka‘ bârâna ‗membuka papan tabir‘

buccol [buccɔl] muccol v melepaskan

membuka

buddhâk [buddhɐk]  beddhâk

maksud dipergunjingkan

budhu‘ budhun

[budhuʔ]

n nasi uduk n bisul

rahasia

seseorang

dengan

bukot [bukɔt] n alat pelindung kepala yang

[budhun]

dibuat

ètemmo budhun ‗ditemukan budhun‘ kena penyakit bisul

dari

anyaman

daun

kelapa

kemudian dibungkus karung goni, diikat dengan tali sehingga membundar

mara budhun sè ghi‘ ta‘ teddhâs ‗seperti

buku [buku] n buku

bisul yang belum pecah‘ masalah yang

mukuaghi v membukukan; menjadikan

berlarut-larut

buku

tidak

terselesaikan

dan

bulâ [bulɐ] pron(M) saya

terkatung-katung budi [budi] n belakang

bulân [bulɐn] 1 n bulan 2 n kumpulan hari

di-budi adv paling belakang

dalam penanggalan yang terdiri atas 28,

di-budina adv akhirnya

29, 30, atau 31hari yang membagi tahun

kabudian v bergerak lebih kebelakang lagi

menjadi 12

makabudi v membelakangkan; memin-

kènè‘ ta‘ korang bulânna ‗kecil tidak

dahkan kebelakang

kurang bulannya‘ orang yang kelihatan

sabudian a yang lebih belakang

lemah tetapi mampu mengatasi masalah

budu‘ [budʊʔ] n 1 anak (biasanya untuk hewan)

budu‘eng ajam anak ayam 2

yang besar bersinonim dengan kecil-kecil cabe rawit

panggilan untuk anak untuk merendah

mara

saat mengacu pada anak sendiri

purnama‘ wajah yang berseri-seri

abudu‘ v beranak (hewan)

bullâ‘

mabudu‘ v 1 memelihara supaya beranak-

bulân [bullɐʔ]

pornama

‗seperti

v merasa panas karena

terkena api, bara, air panas dsb.

pinak 2 menggandakan dengan bunga

bulu [bulu] n bulu

atau rente: mabudu‘ pesse ‗meminjamkan

abulu v berbulu

uang dengan bunga‘

bulu kèjhâ‘ [kɛ.jhɐʔ] n bulu mata

bugghik [bugghik] n punggung

bulan

bun-embunan [bunǝmbunan] n ubun-ubun

abugghik v berpunggung

bungkelang [bʊŋkelaŋ] n semacam akronim yang bentuk panjangnya Tabu‘ kembung

bujâ [bujɐ] n garam abujâi vi memberi garam; menggarami

tongkeng èlang ‗perut kembung pantat

abujâi aèng tasè‘ secara harfiah berarti

hilang‘

‗menggarami

sehingga menarik pantatnya menjadi kecil

air

laut‘

maksudnya

melakukan pekerjaan yang sia-sia.

bayi

yang

berperut

gendut

yang merupakan ungkapan kebahagiaan

Halaman 15 dari 78

maburu v melepaskan

orang tua yang bahagia akan kesehatan

buta [buta] a buta

anaknya bunglè [buŋlɛ] n semacam akronim yang

mabuta v acuh, tidak mau melihat ta-mabuta v pura-pura buta

bentuk panjangnya mon la kembung pas molè

‗kalau

sudah

kembung

butèr [butɛr] n 1butir 2 butir (nasi)

(ke-

kenyangan) lalu pulang‘ tamu yang pulang

abutèran v membiarkan butir-butirnasi

setelah

terbuang

diberi

makan

kepulangannya

seolah-olah

menunggu

suguhan

tanpa

dimakan

saat

makan

aburu butèr, adhina tompeng ‗mengejar

dahulu

butir nasi, meninggalkan tumpeng‘ karena

bunglon [buŋlɔn] n rambutan

serakah mengambil yang kecil sedang

bungo [buŋɔ] a ungu

yang besar yang dimiliki hilang karenanya

bunter [buntǝr] a bentuk bulat seperti

buwâ [buwɐ] n buah abuwâ v berbuah

lingkaran bunto‘ [buntɔʔ] n ekor

wa‘-buwaan n buah-buahan

abunto‘(an) v berekor

buwâ kaalèngan dâun ‗buah terhalang

burgu‘ [burguʔ] n sejenis kerudung

daun‘ membantu kepentingan orang lain,

buri‘ [buriʔ] n anus; dubur

tetapi dia sendiri tidak mendapat apa-apa

buru [buru] v 1 lari Ayo, dhuli buru. ‗ayo

buwi [buwi] a bisu

cepet lari‘ 2 melarikan diri: Polana tako‘

mabuwi v acuh, tidak mau berbicara;

èokom matè, Mat Rai buru dèri penjara

membisu

(Karena takut dihukum mati, Mat Rai

wi-mabuwi v pura-pura bisu; bersikap

melarikan diri dari penjara.) 3 lepas

atau

bertindak

seolah-olah

bisu

C cabbhi [cabbhi] n cabai

acaca duwâ‘ ‗berkata dua‘ sama dengan

cabbhi lètè‘ cabe rawit

lidah bercabang atau munafik

nè‘-kènè‘ cabbhi lètè‘ peribahasa yang

cacca [cacca] v cincang

bersinonim ‗dengan kecil-kecil cabe rawit‘

nyacca vi mencincang

cabbhur [cabbhur] v cebur

cacemmer [cacǝmmǝr] n air pelimbahan; air

acabbhur vi menceburkan diri

kotor

nyabbhur vt menceburkan

cacèng [cacɛŋ] n cacing

tacabbhur vi tercebur cabhul

[cabhul]

n

orang

mara cacèng nglodu‘â komèrè ‗seperti yang

sangat

cacing

hendak

pendek; cebol

menginginkan

mara cabhul è jhurâng ajhângoa langngè‘

mungkin

menelan

sesuatu

yang

kamiri‘ tidak

‗seperti cebol di jurang hendak menggapai

cakang [cakaŋ] a cekatan

langit‘ orang yang berkeinginan sangat

cakkong [cakkɔŋ] n parang yang ujungnya

tinggi

sehingga

tidak

tercapai caca [caca] n perkataan

mungkin

bisa

runcing dan membengkok calaṭak [claʈak] acalaṭaghân v berserakan tidak teratur

Halaman 16 dari 78

calè [calɛ] n cela

acarèta v bercerita

nyalè v mencela

nyarètaaghi v menceritakan

lè-calèan v saling mencela

nyarètaè menceritakan

lè-calè bellât ‗cela-cela sembilu‘ sesuatu yang dicela tetapi dipakai juga calèpèr

a

[calɛpɛr]

tak

carok [carɔk] n perkelahian antar laki-laki secara berhadapan dengan menggunakan

henti-henti

berkomentar dan selalu berbicara

senjata

(terutama

celurit)

didasari

perasaan terhina atau dendam.

calo‘ [calɔʔ] n cakkong yang perutnya agak dilebarkan

vi melakukan carok. Klèbun Jhâddih acarok kalabân klèbun Tana Mèra.

calo‘ kodhi‘ calo‘ yang pelebaran perutnya

‗Kepala

sangat mencolok sehingga membundar,

dengan kepala desa Tanah Merah‘.

sangat sesuai untuk mengupas kelapa dari

Mon lo‘ bângal acarok, jhâ‘ ngako orèng

tempurungnya

Madhurâ ‗Kalau tidak berani melakukan

camplang [camplaŋ] a hambar/aneh kerena kurang tepat ramuannya (makanan) campor

[campɔr/campor]

acampor

Jaddih

menerima

lemparan,

pemberian,

barang jatuh dsb.

carok, jangan mengaku orang Madura‘ kehormatan

an

harga

diri

carompèng

[cǝrɔmpɛŋ]

n

lapisan

pembungkus bambu muda yang dipenuhi

nyangcang

v

cathak n (potongan) ranting yang bercabang

menambatkan hewan ternak pada patok

dua

atau batang pohon

acathak v bercabang

[caŋcaŋ] n siput yang hidup di

cè‘ [cɛʔ] adv sangat cekcek [cǝkcǝk] n cicak

pohon cangghik

[caŋghik]

acangghik v cekcok;

cèkèl [cɛkɛl] n mata kaki cekka‘ [cəkkaʔ] v melekat Sè cekka‘ coma

bercekcok cangka [caŋka] n cabang

congor bi‘ talè laènna sè ngalèlèt bhâdhânna. Yang melekat cuma tali

acangka v bercabang cangkaro‘ [cǝŋkarɔʔ] n kerak nasi yang digoreng

kekang (sapi) dengan tali lainnya yang melilit badannya.

cangkèm [caŋkɛm] n dagu

cèlèng [cɛlɛŋ] n babi rusa; celeng

cangnga‘ [caŋŋaʔ] acangnga‘ v membantah

celleng [cǝllǝŋ] a hitam

cantͅèng [canʈɛŋ] n gayung

macelleng v menghitamkan

capcap [capcap] n tetes; bunyi tetesan air

ngacelleng v menghitam

acapcabhân vi menetes

celleng modhus sangat hitam

nyapcap vi menetes capo‘

sekaligus

miang

[caŋcaŋ]

2cangcang

melakukan carok

menghindari perasaan malo

candhâk [candhɐk] nyandhâk v menangkap

1cangcang

desa

Orang Madura harus berani membela

v

bercampur atau

acarok

[capɔʔ]

nyapo‘

cellet [cǝllǝt] nyelletaghi v membenamkan

v

melampaui;

menyusul carakan [carakan] n abjad/huruf jawa

(ke dalam kubangan lumpur dsb) tacellet v terbenam; terperosok (ban) cello‘ [cǝllɔʔ] v ciduk

carèk [carɛk] n carik; sekretaris desa

nyello‘ v menciduk

carèta [carɛta] n cerita

lo‘-cello‘ n alat untuk menciduk; gayung

Halaman 17 dari 78

cellot [cǝllɔt] n 1 lumpur 2 tanah liat

ciyom [ciyɔm] cium

cèlo‘ [cɛlɔʔ] a asam; kecut

nyiyom vt mencium

cèmeng [cɛmǝng] acèmeng v tidak bisa diam

cobbhu‘ [cɔbbhʊʔ] n perkakas dari anyaman bambu yang digunakan untuk mencuci

cempaka [cǝmpaka] n cempaka

beras

Cèna [cɛna] n (orang, bahasa) Cina

cobik [cɔbik] n cobek; cowek

Cèna èjhuwâli jhârum ‗Cina dijuali jarum‘

cocco‘ [cɔccɔʔ] n paruh

melakukan pekerjaan sia-sia

nyocco‘ v mematuk

cèndhul [cɛndhul] n (es) cendol

cocok [cɔcɔk] v sesuai

cèngè [cɛŋɛ] n sambal

cocor [cɔcɔr] n paruh

cengkal [cǝŋkal] a membandel

acocor v berparuh

cengkèr [cǝŋkɛr] n cengkir; kelapa yang

acocor/cor-cocor

masih muda; mumbang

bunto‘

idm

berbaris

teratur ke belakang menghadap satu arah

cèngkol [cɛŋkɔl] n siku; sikut

codhut [cɔdhut] n sejenis kelelawar

nyèngkol v menyikut

cokka [cɔkka] n cuka

kol-cèngkolan v saling sikut

coko‘ [cɔkɔʔ/cokoʔ] n sejenis kerudung

cèntong [cɛntɔŋ] n centong

yang menutupi rambut, biasanya ditambah

nyentong v menyenduk dengan centong ceppet [cəppət] a cepat

kerudung dibagian luar acoko‘ v berkerudung

maceppet v mempercepat

ako‘-coko‘ tae ‗berkerudung tahi‘ terkenal

pet-ceppet a terlalu cepat Jhâ‘ pet-ceppet.

karena sifat dan perangai yang buruk cokop [cɔkɔp] a cukup

‗jangan terlalu cepat‘ cepplo‘an [cǝpplɔan] n pemilihan kepala

nyokobhi v mencukupi nyokopaghi v menyukupkan

desa cerrè‘ [cǝrrɛʔ] a pelit

colo‘ [cɔ.lɔʔ] n mulut

cerrèng [cǝrrɛŋ] n jerit

acolo‘ vi (kas) menyangkal tuduhan yang

acerrèng vi menjerit rèng-cerrèngan

sudah terbukti.

menjerit

main-main

berkali-kali dan mengganggu

kacolo‘an

suka

memperbesar

masalah

dengan menyampaikan kepada orang lain

cèţak [cɛʈak] n kepala

sesuatu yang sepele

acèţak v berkepala

acolo‘ songai ‗bermulut sungai‘ rakus

cèţak bâto keras kepala/kepala batu

colo‘ bâlijjhâ ‗mulut penjual keliling‘ suka

ajhuluaghi

berbohong

bunto‘na

pas

kepalanya, bergeliat

cètagghâ,

alè‘-palè‘

kalau

berjanji

berkelit

dengan

ètegghu‘

‗menjulurkan

dipegang

mencoba

mudah

bilâ

ekornya

melepaskan

namun

membesar-besarkan

sesuatu mengenai dirinya colo‘ ebblèk

‗mulut

kaleng‘ gampang

menangis; birnyè

ditagih

colo‘ morbhur ‗mulut bercuap‘ orang yang

untuk

perkataanya suka mencela dan menjelek-

menutupi ketidak sanggupannya menepati

jelekkan orang lain yang belum jelas

janji

kebenarannya

banyak

ketika

diri‘

dan

alasan

cèְtè [cɛʈɛ] n periuk

coma [cɔma] p cuma

cetto‘ [ceʈʈɔʔ] nyetto‘ v mencungkil

Halaman 18 dari 78

comantaka [cɔmantaka] n cara bicara yang

acopa v meludah nyopaè v meludahi

lancang dan bukan pada tempatnya compo‘ [cɔmpɔʔ] n(T) rumah

copa

congar [cɔŋar] n tali kekang pada sapi,

èkennèng jhilât polè ‗ludah yang sudah

kerbau yang dimasukkan melalui hidung

jatuh ke tanah tidak bisa dijilat kembali‘

 tongar

janji yang sudah terlanjur diucapkan harus

congor [cɔŋɔr] n tali kekang pada sapi dan



ella

ghâgghâr

ka

tana

ta‘

ditepati

kerbau  tongar

copè‘ [cɔpɛʔ] a sempit

conto [cɔntɔ] n contoh

copet [cɔpǝt] a sempit

nyontoaghi v mencontohkan

corok

copa [cɔpa] n ludah

[cɔrɔk]

tacorok

rugi

dan

harus

nomboki

D dâ‘ [dɐʔ] p ke

adântè‘ v menunggu

ḍâ‘iyâ [dɐʔiyɐ] p begitu

(lo‘) kadântèn v (tidak) sabar menunggu

dâdâ [dɐdɐ] n dada

ְdâpa' [dɐpaʔ] v sampai, tiba

adâdâ v berdada

madâpa' v 1 menyampaikan (pesan, titipan

dâdâ ghulâ bâlâkang mèmbhâ perib ‗dada

dsb.) 2 mengantar sampai tempat tujuan

gula, punggung mimba‘ baik di muka (umum),

namun

di

belakang

tampak

ְdâpor [dapɔr] n dapur por-dâpor v mengerjakan pekerjaan dapur dârâ [dɐrɐ] n darah

keburukannya dâdâr [dɐdɐr] n daun kering

adârâ v berdarah

dâdu [dɐ.du] n dadu

âkadârâ

adâdu vi melakukan perjudian dadu

èkadhâghing

mendarah

mendaging

dâi [dɐi] n dahi

dâri [dɐri] p dari

dâjâ [dɐ.jɐ] n utara

dâteng [dɐtǝŋ] v datang

makadâjâ v menjalankan, mengarahkan,

adâtengngan v berdatangan

menghadapkan, dsb ke utara

adâtengngè v mendatangi

ngadâjâ v agak ke utara

kadâtengan v kedatangan; didatangi

dâkka [dɐkka] a tamak; loba; serakah Dâkka

bhibbhiddhâ

‗tamak/serakah serakah

nèyat

bibit

menyebabkan

niat

madâteng v mendatangkan ngèco‘

mencuri‘

mnghalalkan

berbagai cara

padâtengnga a cara datangnya

v tiba-tiba: Teng-dateng ngamok, ta‘ etemmo marghana. Tiba-tiba teng-dâteng

mengamuk tak jelas sebabnya.

dânga [dəŋa] adanga v mendongak

dâun [dɐun] n daun

dângdâng [dɐŋdɐŋ] n burung gagak

adâun v berdaun

mara dângdâng nyocco‘ samangka ‗seperti

un-dâunan n dedaunan

gagak mematuk semangka‘ melakukan

lèng-ngalèng

pekerjaan

‗berlindung pada daun beringin‘ mengaku

dengan

tidak

sungguh sungguh dântè‘ [dɐntɛʔ] v tunggu

atau

kurang

ka

dâunna

bâringèn

sedikit demi sedikit deppa [dǝppa] n depa

Halaman 19 dari 78

adeppaè v mengukur dengan depa d̩hâ‘âr

[dhɐʔɐr]

sè adhâgâng, adhâghing ‗yang berdagang,

v (T) makan

berdaging‘ yang berusaha (berdagang)

adhâ‘âr v (T) makan

akan

dhâ‘ârân n (T) makanan

(berdaging)

berhasil

dan

hidup

dhâghing [dhɐghiŋ] n daging

dhâbâ‘ [dhɐ.bɐʔ] n berudu; anak katak nga‘-ènga‘ dhâbâ‘ ‗ingat-ingat berudu‘

adhâghing v berdaging; gemuk d̝hâkd̝hâk [ɖhɐkɖhɐk] nâkd̝hâk v mengetuk

lupa-lupa ingat d̩hâbu [ɖhɐbu] n(T) kata

pintu dengan keras; menggedor

ad̩habu v berkata

dhâlâ [dhɐlɐ] adv  dhâghâ

d̩habuan n perkataan

dhalang [dhələŋ] n dalang

d̩hâְdd̩hâ‘ [ɖhɐɖɖhɐʔ] n pohon dadap d̩hâdd̩hâ‘

nyaman

sanajjhân

adhâlâng v mendalang

èeccèddhâ

ghi‘

dhâlâng èkarobbhui pangghung ‗Dalang

pagghun dhâddhâ‘ kèya ‗sekalipun dicat,

kerobohan panggung.‘ Pemimpin yang

dadap masih tetap dadap juga‘ kenyataan

celaka karena ulah sendiri.

yang

tadâ‘ dhâlâng kakorangan lakon ‗Tak ada

ditutup-tutupi

lama-lama

akan

ketahuan juga dhâddhi

[dhɐddhi]

1

vi

menjadi

Moga

dhaddhi

samporna. ‗semoga menjadi sempurna‘ 2 p jadi Dhâddhi, mon èbitong sataon sakalèyan kalè bârâghât jiya bârâmpa? ‗jadi kalau dihitung setahun sekali dikali biaya tersebut berapa‘

dalang kehabisan cerita.‘ Pemimpin yang baik

selalu

keluar

dari

permasalahan

dengan baik. dhâlem [dhɐlǝm] n (T) rumah; kediaman dhâlika [dh(ɐ)lika] n geladak tempat tidur nâlikaè v memberi atau membuat geladak tempat tidur

adhâddhiagi vi menjadikan

dhâlko‘ [dhɐlkɔʔ] n burung bangau; burung

dhin-dhâddhin n hantu orang yang sudah

kuntul

meninggal dengan wajah asli orang yang

dhâlmos [dhɐlmɔs] a malas bekerja

meninggal tersebut, biasanya datang tiba-

dhâmar [dhɐmar] n lampu; pelita

tiba dalam waktu sekejap; jadi-jadian

adhâmaran v memakai lampu

kadhâddhiân n kejadian

d̩hâmmang

madhâddhi v menjadikan

[ɖhɐmmaŋ]

1

a

ringan

2

mendingan

dhâghâ [dhɐghɐ] adv sampai: Coma karna

d̩hâmmangan a lebih ringan

adantè‘ pèssè saèbu ropèa dhâghâ ta‘ abhâjâng. ‗Hanya karena menunggu uang

mad̩hâmmang v meringankan

seribu rupiah lagi sampai tidak shalat.‘

mang-d̩hâmmang a ringan-ringan; rata-

dhâghâng

[dhɐghɐŋ]

n pedagang

mang-d̩hammangan a paling ringan rata ringan

adhâghâng v berdagang

dhândhân

[dhɐndhɐn]

dhâghângan n (barang) dagangan

berdandan

dhâghâng tona adhu‘um bhâtè ‗pedagang

dhândhânan n dandanan

rugi membagi-bagi untung‘ orang yang

nândhânè v mendandani

melakukan sesuatu yang tidak wajar untuk memamerkan dimiliki

kelebihan

yang

tidak

adhândhân

v

dhâpa‘, pa‘-dhâpa‘an [paʔ.dhɐpaan] n tapak kaki dhârâka [dhɐrɐka] a durhaka

Halaman 20 dari 78

d̝hârd̝hâr [ɖhɐrɖhɐr] nârd̝hâr v mengetuk pintu dengan keras; menggedor

dhulit [dhulIt] nulit 1 v mencuil 2 mencolek, menowel

dhâurân [dhɐ.u.rɐn] n kayu untuk pikulan

lit-dhulidhân v 1 saling mencolek atau

uang biasanya dibuat dari bambu dan

menowel

bersifat lentur

dengan

[dhǝddhǝl]

dheddhel

v

mencelupkan

makanan untuk dicampur dengan sedikit saos, kecap dsb. sebelum dimakan neddhel v melakukan deddhel dhibâsa [dhibɐsa] a dewasa dhibi‘ [dhibiʔ] 1 n diri; ego 2 pron sendiri kadhibi‘ adv sendirian ngadhibii v mau menang sendiri d̩hidd̩hi‘ dhika

[ɖhidɖhiʔ]

[dhika]

2

menowel

usil

Jhâ‘

atau

mencolek

lit-dulidhân,

bânnè

pettès. Jangan colak-colek, bukan petis. dhungèng [dhuŋɛŋ] n dongeng adhungèng v mendongeng dhungngèng [dhuŋŋɛŋ] n dongeng adhungngèng v mendongeng dhunynya [dhuñña] n 1 dunia 2 harta: ta‘ andi‘ dhunynya tidak punya harta; miskin 3 alam fana, yaitu alam sebelum akhirat

adj sedikit

adhunnynya v berharta

pron(M) kamu; anda

dhupa [dhupa] n dupa

dhimèn [dhimɛn] n dahulu: Maos dhimèn

adhupaè v membakari dupa

dâlem atèna. ‗Baca dulu dalam hati.‘ 1dhina [dhina] n hari: dhina Kemmès ‗hari

padhupaan n tempat membakar dupa; dhurin [dhurin] n durian

Kamis‘ 2dhina

pedupaan dhusa [dhusa] n dosa

[dhina] bd, inj biar

adhina v menyisakan d̩hingd̩hing

[ɖhiŋɖhiŋ]

sa-dhusae hanya menyebabkan berdosa

n daging

saja

dhisa n desa

dhuwâ [dhuwə] n doa

dhlubâng [dhlubɐŋ] n kertas

adhuwâ v berdoa

dhrâjhât dhu‘um

[dhrɐjhɐt] [dhuʔum]

n derajat v membagi

adhuwâaghi v mendoakan nuwâi v mendoai; berdoa untuk atau pada

adhu‘um v berbagi

nuwâaghi v mendoakan

adhu‘uman v berbagi (kebahagiaan, harta,

dhuwâ atamba, bherkaddhâ korang ‗doa

dsb.) dengan orang lain

bertambah, makanan berkatnya kurang‘

nu‘um v membagi

tugas

dhuddhing

[dhuddhiŋ]

nuddhing

v

[ɖhukɔn]

ad̩hukon

v

n dukun

tetap

atau

berkurang

menggunakan

dhuwâ‘ bato pohon atau buah jamblang pertolongan

dukun nukonè v bekerja sebagai dukun dhulâng [dhulɐŋ] nulâng v menyuapi

dhuwâ‘ butèr pohon atau buah salam dimma [dimma] pron dimana man-dimman (dari) mana-mana dinna‘ [dinnaʔ] pron disini; penunjuk dekat

adhulâng v menyuapi

diyâ [diyɐ] adv di sini

lâng-dhulâng(an) v saling menyuapi

dokar [dokar] n dokar

adv segera Ta‘ tako‘ matè, sapè dhuli nyalèp. ‗tidak takut mati, sapi segera

duccol [duccɔl] v lepas

dhuli

upah

dhuwâ‘ [dhuwəʔ] n

menunjuk d̩hukon

bertambah

[dhuli]

menyusul/menyalip‘

aduccol v melepas (pakaian dsb.) nuccolè v melepaskan

Halaman 21 dari 78

dumalem [dumalǝm] adv dua hari yang akan

aduri v berduri

datang

aduri pandân/martabhât durina pandân

kadumalemma adv dua hari yang lalu

‗berduri pandan/ibarat duri pandan‘ mau

dumpa [dumpa] v tumpah

meminta tidak mau memberi; pelit

madumpa v menumpahkan

duwâ‘ [duwɐʔ] n dua

duri [duri] n duri

E è [ɛ] p di

dari

ebbis [ǝbbis] n bis; bus

digunakan untuk melecehkan

èbhu [ɛbhu] n ibu

desa

terpencil.

Ungkapan

ini

èlang [ɛlaŋ] vi hilang

èbir [ɛbir] a sifat pamer

kaèlangan v kehilangan

èbo‘ [ɛboʔ] n ibu  èbhu

maèlang 1 vi menghilang: Maleng sakte se

èbu [ɛbu] ribu

madhibu dhisa bisa maelang. Maling ‗sakti

èbuan n ribuan

yang

eccèt [ǝccɛt] n cat

menghebohkan

desa

bisa

menghilang.‘ 2 vt menghilangkan Ustadz

aeccèt v bercat

adhabu jha‘ bato bisa maelang najis.

ngeccèt v mengecat

ngèlangngaghi vt menghilangkan Tello‘

eddus

[ǝddʊs]

n

karton

pembungkus

barang produksi; dus

bato bisa ngelangngaghi najis. Èlang tamparra

èdhi [ɛdhi] n ijin

ghi‘

karè

tembâna

ngèdhinè v mengijinkan

hilang

èding [ɛ.diŋ] dengar

segala

keuntungan

dan

hanya

tersisa modalanya

ngèding vt mendengar

ella [ǝlla] adv sudah

ngedingngaghi v mendengarkan

ellong [ǝllɔŋ] long-ellongan n jalan tembus

ngèding

èlmo [ɛlmɔ] n ilmu

sakopèngan

‗mendengar

aèlmo v berilmu; pandai

sekuping‘ mendengar selintas egghung [ǝgguŋ] n gong to‘-koto‘

amonyè

egghung

mara ‗berbisik

èlmona

menabrak‘

berbunyi gong‘ karya besar yang hanya

sendiri

berasal dari kabar atau rencana yang

orang lain

sayup-sayup èjhâân n ejaan èjhin [ɛjhin] a individual, sendiri-sendiri ejjhâm

tagghuk

orang

tanpa

yang

‗seperti mau

memikirkan

ilmu

enaknya

kesusahan

èlong [ɛlɔŋ] n hidung

èjhâ [ɛjhɐ] ngèjhâ v mengeja

[ǝjjhɐm]

v

‗hilang tamparnya, masih ada timbanya‘

n jam

ta‘ tao jhâ‘ konco‘na èlongnga bâdâ lesengnga

‗tidak

tahu

bahwa

ujung

hidungnya belepotan‘ orang yang tidak sadar akan keburukan sendiri

aejjhâman v memakai jam tangan

ollè èlong mènta pèpè ‗dapat hidung

lo‘ tao ngèding monyena ejjhâm ‗tidak

minta pipi‘ tidak pernah puas atau cukup;

pernah mendengar bunyi jam‘ orang yang dianggap tidak tahu aturan karena berasal

tamak; loba èman [ɛman] a sayang

Halaman 22 dari 78

emanan

a pelit; terlalu sayang pada

emmas towa èsempo ‗emas tua disepuh‘

sesuatu

orang yang sekalipun keturunan orang

ngaemanè v menyayangi

terpandang tetapi mau berguru kepada

emba [ǝmba] n kakek/nenek embhân

[ǝmbhən]

siapa saja

v

ngembhân

emmas towa ta‘ ambhu eseppo ‗emas tua

menggendong (bayi dsb) di depan

tidak usah disepuh‘ orang yang matang

bhân-embhân n kain untuk menggendong

kepintaran dan kebijaksanaannya tidak

abhân-embhân v memakai kain untuk

perlu dinasehati

menggendong

ngemmasè

sè la abhân-embhân ghi‘ âghândhungè

emas seraya berpandai besi‘ dua atau

‗yang

lebih

sudah

menggendong

di

depan

digendongi lagi di punggungnya‘ orang

ngèras

mandhi

‗berpandai

pekerjaan yang dilakukan dengan

baik secara bersamaan

yang sudah menanggung beban masih

empa‘ [ǝmpaʔ] n empat

diberi tambahan beban lagi

empo [ǝmpɔ] n empu (pembuat senjata)

embhuk

[ǝmbhuk]

n saudara perempuan

yang lebih tua; kakak perempuan embi‘ [ǝmbiʔ] n kambing

èmpon [ɛmpɔn] vi lumpuh èmpor [ɛmpɔr] aèmpor v berkubang lumpur endâ‘ [ǝndɐʔ] vi mau

embi‘ ambhâ ka pakacangan ‗kambing

dâ‘-mata‘endâ‘, di-budina èkala‘ ngendâ‘

terlepas ke kebun kacang‘ menghabiskan

pura-pura tidak hendak, padahal sangat

semua makanan yang disuguhkan

berkehendak

embi‘ kenynyang ghi‘ ngandus ‗kambing

ta‘

kenyang masih menanduk‘ tamak; loba;

endâ‘

katompangan

‗tidak

mau

tertumpangi‘ tidak mau berhutang budi ènga‘ [ɛŋaʔ] 1 v ingat 2 p seperti

tidak pernah merasa cukup mara embi‘ ngantor ghunong ‗seperti

makènga‘ v  maènga‘

kambing menanduk gunung‘ pekerjaan

maènga‘ v mengingatkan

sia-sia karena tidak mungkin berhasil

nga‘-enga‘an v ingat sesuatu tapi belum

èmbu [ɛmbu] n tambahan

jelas

bu-embu n yang ditambahkan

ngenga‘è v mengingat sso

ngèmbui v menambah

èngghi [ɛŋghi] p (M/R) iya

ngala‘ èmbu ‗mengambil tambahan‘ suatu kondisi

ketika

seseorang

bertingkah

èngghi panèka ialah engghun [ǝŋghun] n tempat

melebihi yang seharusnya misalnya orang

engghunna bhândheng epatabâri kènduy

miskin

menghambur-

‗tempatnya

bandeng

ditawari

hamburkan uang, orang ―jelek‖ yang sok

melakukan

pekerjaan

yang

cantik dsb.

menggarami air laut

yang

suka

embu‘ [ǝmbʊʔ] n ibu

engko‘ [ǝŋkɔʔ] pron(R) aku, saya

emmas [ǝmmas] n emas

enjâ‘ [ǝñjɐʔ] (R) tidak

ngemmasè v memberi atau memasang

sia-sia;

ènjhâm [ɛñjhɐm] ngènjhâm v meminjam ènjhâman n hasil meminjam; pinjaman

emas emmas

teri‘

tabhendem

‗emas

terpendam‘

orang yang memiliki kemampuan tetapi

ennem [ǝnnǝm] n enam enneng [ǝnnǝŋ] neng-enneng v diam

tidak terlihat atau diketahui orang lain

Halaman 23 dari 78

errat [ərrat] rat-errat/erradhân n geretan/

neng-ennengnga bessè tataèn ‗diamnya besi berkarat‘ diam karena memang tidak

rautan pensil

mampu (tahu dsb)

ngerradhi v meraut untuk menajamkan

èntar [ɛntar] v pergi ngèntarè v mendatangi

pensil èsak [ɛsak] a baik

entèk/tèk-entèghân [ǝntɛk/tɛkǝntɛghɐn] n

èssè [ɛssɛ] n isi

jari kelingking

v

ngentèkaghi

aèssè v berisi

‗mengelingkingkan‘

ngèssèè v mengisi

meremehkan enten [ǝntǝn] (M) tidak

èsto

ènten [ɛntǝn] n intan Ènten

èbâddhâi

[ɛstɔ]

a

tulus;

sungguh-sungguh;

serius; ikhlas kalontongan

ngèstoaghi vt melakukan sesuatu untuk

‗intan

orang

(bangsawan

dsb)

undangan ‗menghadiri undangan dengan

meskipun

bergaul

akan

tetap

terlihat

dengan

orang

lain

dengan

tulus

ngestoaghi

diwadahi kelongkong‘ orang yang mulia

tulus‘ ètèk [ɛtɛk] n anak bebek

kebanyakan ènten nyèllem ka cellot ta‘ bhâkal orem

ètèk

‗intan yang tenggelam dalam lumpur tidak

ècocoraghi ka pacarrèn kèya ‗itik diberi

akan suram‘ keluhuran sifat (orang) mulia

paruh emas akan disusupkan ke air limbah

pasti tampak meski disembunyikan

juga‘

ènter [ɛntǝr] ènterran n baling-baling

ècocorè

orang

emmas

yang

ghi‘

bhâkal

sudah

terbiasa

berperilaku buruk sulit dibawa ke dalam

aènter v berpusing; berputar

kebaikan

ènthok [ɛnʈɔk] n entok; bebek manila

ètèk sè atellor, ajèm sè ngèrremmè ‗itik

èpon [ɛpɔn] pron (T) nya

yang bertelur, ayam yang mengerami‘

eppa‘ [ǝppaʔ] n bapak

seseorang

èrèng

[ɛrɛŋ]

ngèrèng

v

1

mengiring;

n

pengiring

saronen. ‗Pengiringnya saronen.‘ èrèt [ɛrɛt] v seret ngèrèt v menyeret èrok [ɛrɔk] ngèrok v

melakukan

kebaikan,

tetapi orang lain yang mendapat pujian

mengarak 2 ikut 3 ayo; mari pangèrèng

yang

sesuai dengan peribahasa ‗kerbau punya

Pangerengnga alat

susu, sapi dapat nama‘

musik

èter [ɛtǝr] aèter v berputar ètong [ɛtɔŋ] ngètong v menghitung ètongan n hitungan ettong [əttoŋ] num satu  sittong

mengganggu;

mengacau

F faèdâ [faɛdɐ] n faidah; manfaat; kegunaan faham/fahâm

[faham/fahɐm]

mengerti

v

faham;

foto [foto] n foto afoto v berfoto ato-foto v berfoto-foto

fardu [fardu] n fardu; kewajiban

moto v memfoto

fitna [fitna] n fitnah

to-fotowân v saling berfoto

Halaman 24 dari 78

G gâji [gɐji] n gaji

kebagusannya

agâji v memiliki gaji atau penghasilan

dsb)‘

ghâdhu [ghɐdhu] ngâdhu vt memakan lauk

gâjiân n gajian

tanpa nasi

orèng gâjiân n orang gajian; pegawai

ghâdhebbhung

gâlânon [gɐlɐnɔn] n ungkapan permisi; kula nuwun mengucapkan

permisi;

berpermisi

n

batang

lotţo‘

‗batang

[ghɐdhǝbbhuŋ]

pisang; gedebung ghâdhebbhung

v

ngajhâk

pisang mengajak busuk‘ kejahatan selalu menarik keterlibatan orang baik-baik

galbas [galbas] n toples

ghâgghâr [ghɐgghɐr] v jatuh

galbas baddhâna dhupa, (blas tadâ‘ pa-

aghâgghârân v berjatuhan

apa) ‗toples tempat dupa, kosong tidak

maghâgghâr v menjatuhkan

ada

Ghâgghârâ

apa-apa‘

omongan

yang

tidak

menghasilkan bukti apa-apa

bâr-gâlebbâr amacem bârna mossa‘è sakobângnga lon-alon. ‗Begitu juga panjiwarna

memenuhi

sekeliling alun-alun.‘ gâlundung

[gəlunduŋ] [gəlundur]

kèra

jhâu

dâri

berbeda dari orang tuanya ghâjâ‘ [ghɐjɐʔ] n gurauan; canda aghâjâ‘ v bergurau; bercanda ngâjâè v menghibur (bayi) supaya tenang jâ‘-ghâjâ‘

agâlundung

v

menggelinding gâlundur

ta‘

pohonnya‘ seorang anak tidak akan jauh

bâr-gâlebbâr n panji-panji Dâ‘iyâ kèya

bermacam

dâdâr

bhugkana ‗daun jatuh tidak jauh dari

gâlebbâr [gɐləbbɐr] agâlebbâr v berkibar

panji

yang

menyenangkan bila dilihat

ngâji v membayar gaji

agâlânon

barang

patè‘

‗gurau-gurau

anjing‘

gurauan kecil yang sangat berpotensi menjadi pertengkaran

agâlundur

vi

menggelinding

ghâjâ‘

kembhângnga

kembang

magâlundur vt menggelindingkan

perkelahian‘

tokar

‗gurauan

nasihat

untuk

berhati-hati dan menjaga batas gurauan

gândhuru n sejenis santet yang berupa benda terang melayang di udara; sin. pana gânteng [gɐntəŋ] a ganteng; tampan

ghâjhâ [ghɐjhɐ] n gajah ghâlâghâs [ghɐlɐghɐs] ` gelagah ghâlâghâs

magânteng v membuat jadi ganteng teng-gânteng a ganteng-ganteng

katonon

‗gelagah

terbakar‘

cepat naik darah tetapi cepat reda ghâlâta [ghɐlɐta] n kutu busuk

teng-magânteng v berbuat atau bersikap

martabhât

seolah-olah ganteng

busuk kurus‘ tuan rumah yang menyajikan

gessa [gǝssa] agessa v berbicara santai

ghâlâta

koros

‗ibarat

kutu

oleh-oleh tamunya sebagai suguhan

asa-gessa v berbicara santai (intensitas)

ghâlijek [ghɐlijǝk] ngâlijek v menggelitik

v buat aghâbây, ngâbây v membuat ghâbâyân n buatan; produksi dari

ghâlincap [ghɐliñcap] n ketiak

ghâbây

[ghɐbɐy]

ghâliyâ‘ [ghɐliyɐʔ] n geli ghâllu [ghɐllu] adv terlebih dahulu

eghabay

bas-abasan ‗dijadikan barang

lu-ghâllu

yang

dipandang-pandang

pertama

(karena

a yang paling dhulu; yang

Halaman 25 dari 78

ghâltè‘ [ghɐltɛʔ] n burung gelatik

ghântèan adv bergantian

akanţa ghâltè‘ nemmo padi ‗seperti gelatik

ngântè v mengganti

menemukan padi‘ menghabiskan semua

ngântèè v mengganti (kerusakan, bagian

suguhan yang diberikan; kemaruk

yang rusak, kerugian, dsb)

ghâludhuk [ghɐludhuk] n geledek

tè-ghântè v berganti-gantian

rajâ ghâludhugghâ ta‘ kera rajâ ojhânna/ kabânynya‘an ghâludhuk korang ojhân ‗besar

geledeknya

tidak

peribahasa

besar

ghâmpang

ghâmparan

kurang

ngântong v menggantung

dengan

tong-ghântong n gantungan (baju, dsb.)

ghân

a gampang; mudah

[ghɐmparan]

[ghɐn]

aghântong v bergantung

geledek

‗Tong kosong nyaring bunyinya.‘ [ghɐmpaŋ]

ghântong [ghɐntɔŋ] v gantung

yang mirip

hujannya/kebanyakan hujan‘

akan

tèn-ghântèn n pengganti; cadangan

n [T] bakiak

èghântong

tèngghi,

èbhendem

dâlem

‗digantung

tinggi,

ditanam

dalam‘

hukuman yang setimpal dengan kesalahan

p sampai batas (jarak, waktu,

dsb.) tertentu.

yang diperbuat ghârâp

tadâ' ghân-engghânna tidak ada batasnya ghâncang [ghɐñcaŋ] a cepat

[ghərəp]

aghârâp

v menggarap;

menyelesaikan suatu pekerjaan ghâris [ghɐris] n garis

ghâncèras [ghɐncɛras] n nama warangka

agharis v bergaris kalambhi potè aghâris

keris Madura yang serat bagian atasnya

celleng ‗baju putih bergaris hitam‘ ghârisân n penggaris ngâris v menggaris ris-ghâris n alat menggaris ghârubhek [ghɐrubhǝk] n moyang; kakek

tidak melintang seluruh bagian sarung keris tersebut terbuat dari kayu utuh ghânding

[ghɐndhɪŋ]

a

saghândhing

sebanding ghândhu‘ [ghɐndhuʔ] aghandhu‘/ngandhu‘ v

dari kakek

mengandung

ghârubhuk [ghǝrubhuk] n gharubhek

aghandhu‘ tae kerreng ‗mengandung tahi

ghâtel [ghɐtǝl] a gatal

kering‘ mempunyai maksud jahat terhadap

gheddhâng [ghǝddhɐŋ] n pisang

orang lain ghândhung [ghɐndhuŋ] aghândhung v digendong di punggung ghânep [ghɐnǝp] a genap

v

1

menggenapkan

2

yang

memiliki

[ghǝllɐʔ] n tawa

aghellâ‘ vi tertawa lâ‘-ngellâ‘è vt menertawakan

melengkapkan tidak stabil; berubah-ubah ghânjhil [ghɐñjhil] a ganjil maghânjhil v mengganjilkan ghânta‘

pendiam

pengetahuan dan pengalaman yang luas 1ghellâ‘

ghânjhâl [ghɐñjhɐl] jhâl-ghânjhil a goyang;

[ghəntaʔ]

gheddhâng bhiru 1 pisang hijau 2 fig orang

ngândhung v menggendong di punggung maghânep

tel-ghâtel n gatal-gatal

n jangkrik

ghântè [ghɐntɛ] n penggganti: nyarè ghântè

2ghellâ‘

[ghǝllɐʔ] adv tadi

ghellâng [ghǝlləŋ] n gelang aghellâng(an) v memakai gelang; bergelang ghendhâk [ghǝndhɐk] a sombong ghendhâk bârângka, sala ghendhâk tadâ‘

‗mencari pengganti‘

pa-apa

aghântè v berganti

sombong

‗sombong tidak

melompong, ada

sudah

apa-apanya‘

Halaman 26 dari 78

peribahasa

yang

mirip

dengan

‗Tong

kosong nyaring bunyinya‘

orang yang peran atau hasil pekerjaannya

ghendhâng [ghǝndhɐŋ] n gendang

serba

aghendhângan v bermain gendang gendhâng

ètabbhu

râ-gerrâ pèkolan ‗kaku seperti pikulan‘

salajâ

tanggung

sehingga

tidak

memuaskan

‗gendang

ditabuh sebelah‘ berat sebelah atau tidak

gherrâng [ghǝrrɐŋ] n sejenis ikan yang dikeringkan gherrem [ghǝrrǝm] n geraham

adil ghendhi [ghǝndhi] n kendi

gherring [ghǝrriŋ] n sakit parah

ghenna‘ [ghənnaʔ] a lengkap

ghi‘ [ghiʔ] adv masih

maghenna‘ v melengkapi

ghibâ [ghibɐ] v bawa  kèbâ

na‘-ghenna‘ n pelengkap ghentang

[ghǝntaŋ]

ngibâ vt membawa: Ca‘na Ka‘ Morsid

aghentang vi terlentang

maghentang vt menelentangkan tang-ghentangan

Kak Morsid kalau tidak membawa uang

tidur-tiduran

dengan

tidak boleh ikut‘ bân-ghibân n 1 barang bawaan 2 oleh-

posisi terlentang ghentang

lamon ta‘ ngibâ pèssè ta‘ ollè noro‘ ‗Kata

nèngngep

‗terlentang

oleh

telungkup‘ pernikahan antara dua pasang

ghighi [ghighi] n gigi

saudara, misalnya A dan B saudara, C dan

ghiling [ghiliŋ] aghiling v menggiling

D saudara. A menikah dengan C, B dengan

ghilingan n gilingan

D, atau A dan D, B dengan C

ghilir [ghilir] v satu persatu berdasarkan

ghentong [ghǝntɔŋ] n gentong/tempayan ghentong

ekarobung

‗gentong/tempayan

dirubung

orang

tetap

tua

yang

urutan; bergilir

canteng

aghilir v bergilir

gayung‘

ghilirân n giliran

disambangi

keturunannya

ghilir tampar ‗gilir tambang/ tali/ tampar‘ menyerahkan tanggung jawab diri sendiri

ghentong

nyarè

tempayan

mencari

canteng

‗gentong/

gayung‘

meminta

kepada orang lain sehingga orang lain tersebut yang memiliki tanggung jawab ghilo‘ [ghilɔʔ] adv masih belum; bentuk

pertolongan pada yang lebih lemah tadâ‘ ghentong nyello‘ ka cantèng ‗tak ada

singkat dari ghi‘ lo‘

gentong menciduk gayung‘ 1. orang tua

ghindhung [ghindhuŋ] v gendong

tidak meminta balasan dari anak 2. yang

ghingsèr [ghiŋsɛr] a bergeser

kuat yang bisa membantu yang lemah

ghir [ghir] n bentuk pendek dari penggjir;

gherrâ

[ghǝrrɐ]

a kaku

sisi; bagian; pinggir

magherrâ v membuat jadi kaku

ghita‘ [ghitaʔ] adv masih belum; bentuk

râ-gherrâ a kaku seperti gherrâ

atèna

‗kaku

singkat dari ghi‘ ta‘ hatinya‘

mudah

ghubâng [ghubəŋ] aghubâng v melubangi

merajuk atau ngambek

atau membuat

gherrâ montengnga ‗kaku tulang ekornya‘

hewan pembuat lubang di dinding atau

orang yang tata tutur dan gerak geriknya

tembok bagi orang jahat yang masuk

sangat kaku dan tidak mau berkompromi

secara

atau keras kepala

aghubang

paksa);

lubang (ditanah untuk

membobol

romana

Mèlan.

Maleng ‗Maling

melubangi rumah Melan.‘

Halaman 27 dari 78

èghubâng v dilubangi ghucè

[ghucɛ]

ghun [ghun] cuma

n guci

ghundul [ghʊndʊl] a gundul

ghucè èkennèng kodungè ‗guci dapat

aghundul v memotong gundul rambut

ditutupi‘ perkara rahasia sekali pun tidak

ghundulân n tuyul ghung [ghuŋ] n gong

dapat ditutup-tutupi ghudd̩hu

[ghudɖhu]

pisang,

ketela,

n kue yang terbuat dari sukun

dsb.

martabhât ghung tèma ‗ibarat gong timah

yang

– yang tidak ikut bergema kecuali ditabuh

dicelupkan pada adonan tepung sebelum

secara khusus‘ orang yang diam jika tidak

digoreng.

ditanya

ghud̩hâ [ghuɖhə] v ganggu; goda

n

ghungsèng

aghud̩hâ v mengganggu; menggoda

giring-giring;

kelintingan;

sejenis bel kecil yang dikalungkan pada

n gula n gerak

ghulâ

[ghulɐ]

binatang peliharaan atau bayi yang mulai

ghuli

[ghuli]

bisa berjalan

aghuli v bergerak

ghunong [ghunɔŋ] n gunung

ali-ghuli v bergerak-gerak

ghunong na‘nong bâto klèְtְtak ‗gunung

maghuli v menggerakkan

udik

berbatu

putih kering kerontang‘

ghulu [ghulu] n (T) leher

tempat yang sangat terpencil dan sangat

ghulu‘ [ghuluʔ] aghulu‘ v berguling-guling

sulit didatangi, pernyataan ini digunakan

di tanah

untuk melecehkan

ghumo‘ [ghumo‘] n gundukan tanah angghumo‘

dâdâ

‗gundukan

ghuru [ghuru] n guru aghuru v berguru

dada‘

terburu-buru, bhângsalan yang berarti

ngurui v mengajar

soso ‗susu‘ yang berarti kasoso ‗kesusu;

paghurun n tempat berguru atau bertanya;

terburu-buru‘

perguruan

ghulung [ghuluŋ] v gulung

ghusè [ghusɛ] n gusi

aghulung v bergulung

ghuttè [ghutteɛ] n paman

ngulung v menggulung

ghuwâ [ghuwɐ] n goa

ngulunggaghi v menggulungkan

godèk [gɔdɛk] n bulu rambut depan telinga

H haְdir [hadir] v datang; hadir; ada ngadirè v menghadiri haְdirat [hadirat] n orang-orang perempuan yang hadir haְdirin [hadirin] n orang-orang laki-laki yang hadir halwa [halwa] n halwa (mara) halwa èkakan kocèng ‗ibarat halwa dimakan kucing‘ wanita yang secara sosial memiliki derajat lebih tinggi menikah

dengan

laki-laki

yang

secara

sosial

derajatnya lebih rendah Hampèyan [hampɛyan] pron  Sampèyan Hèְdâ [hɛdɐ] pron (R) Sèְdâ hol [hɔl] n peringatan tahunan kematian seseorang yang diisi dengan membaca doa; haul ngeholè v mengadakan haul untuk sso hormat [hɔrmat] n hormat kahormadhan n kehormatan ngormat v menghormat

Halaman 28 dari 78

ngormadhi v menghormati

hotèl [hɔtɛl] n hotel

I ikhtiyar [ikhtiyar] v berusaha sekuat tenaga

Islam [islam] n Islam

iman [iman] n iman

iyâ [iyɐ] (R) iya

J jâgâ [jɐgɐ] v jaga

jhâjhâr

ajâgâ v menjaga

bâjâng

‗jajaran

wayang‘

menempatkan sesuai aturan tempatnya

jago [jago] a jago

jhâjhuluk [jhɐjhuluk] n julukan

go-majago vi sok jago

vi berjuluk Sè pangdâlem ajhâjhuluk Sè Ghâmbhu. ‗yang kanan ajhâjhuluk

jagowân n jagoan jârèya [jɐrɛya] n penunjuk jauh atau dekat;

berjuluk Si Ghambhu‘ jhâjjhâlâng [jhǝjjhɐlɐŋ] n laron

ini atau itu jârângkong

[jɐrɐŋkɔŋ]

n

hantu

yang

jhâjjhâlâng

nyandâr

ka

apoy/dhâmar

menurut kepercayaan muncul selama 40

‗laron bersandar ke api/lampu‘ melakukan

hari sejak kematian berbentuk manusia

pekerjaan

dengan wajah menyerupai orang yang

sendiri

yang

telah meninggal dan mengenakan kain

jhâlâ [jhɐlɐh] n jala

kafan; jembalang

jhâlân [jhɐlɐn] n jalan

membahaya-kan

jendèla [jǝndɛla] n jendela

ajhâlân v berjalan

jhâ‘ [jhɐʔ] adv jangan

ajhâlânè v menjalani

Jhâbâ

[jhɐbɐ]

jhâbhâr

n Jawa n harakat (fatha) dalam

[jhɐbhɐr]

[jhɐghɐ]

v 1 bangun (tidur) 2 bangkit

(berdiri) nyâghâè v membangunkan (tidur) [jhɐghɐt]

jhâghung

n dunia; jagat n jagung

[jhɐghuŋ]

jhâi [jhɐi] n jahe jhâi‘ [jhɐiʔ] ajhâi‘/nyâi‘ v menjahit i‘-jhâi‘ân v sedang menjahit sesuatu jhâil [jhɐil] n iler ajhâil v mengiler jhâjâ

alân-jhâlân v berjalan-jalan jhâlu [jhɐlu] n susuh; tanduk pada kaki ayam

majhâghâ v membantu bangkit berdiri jhâghât

ajhâlânaghi v menjalankan lân-jhâlân n tengah jalan

tulisan Arab jhâghâ

diri

[jhɐjɐ]

a jaya; beruntung; sukses;

berhasil jhâjhâr [jhɐjhɐr] n jajar

jhâmang [jhɐmaŋ] n jambul ajhâmang v berjambul Sapèna ajhâmang,

tandu‘eng èbhundhu‘ bhludhru celleng. ‗Sapinya

berjambul,

tandu‘nya

ditutup

beludru hitam.‘ jhâmo [jhɐmɔ] n jamu ajhâmo v minum jamu ajhâmoè v memberi jamu (sapi dsb) jhângghel [jhɐŋghǝl] n tongkol jagung ajhangghel v bertongkol jhângghirâng [jhɐŋghirɐŋ] n sejenis lele yang ukurannya lebih kecil

ajhâjhâr v berjajar

Halaman 29 dari 78

akantha jhângghirâng nemmo cacemmer

Jhârân

‗seperti

memakan muatannya‘ orang (tamu) yang

lele

menemukan

kotoran‘

memperebutkan barang yang tak berharga

ngakan

bubudhânna

‗kuda

ikut makan oleh-olehnya sendiri jhârum [jhɐrum] n 1 jarum 2 orang dalam

karena ketamakan mara jhângghirâng nemmo taè ‗seperti

penunjuk jalan bagi orang luar yang akan

lele

mencuri di suatu daerah

menemukan

tahi‘

berebut

saling

mendahului untuk mendapatkan sesuatu

mara jhârum amoso bâddhung ‗seperti

yang tidak layak diperebutkan

jarum

jhangka‘

[jhɐŋkaʔ]

n dingklik

melawan

kapak‘

pertandingan

dengan lawan yang tidak seimbang

ajhângka‘ vi memakai dingklik

jhâruppen [jhâruppǝn] v kelilipan

jhângkèras [jhɐŋkɛras] n nama warangka

jhâtè [jhətɛ] n (pohon/kayu) jati

keris Madura yang serat bagian atasnya

jhâtè kasosobhân lojung ‗jati tersusupi

tidak melintang seluruh bagian sarung

kayu aren‘ wanita yang secara sosial

keris tersebut terbuat dari kayu utuh

memiliki derajat lebih tinggi menikah

jhângo

[jhɐŋɔ]

v gapai; jangkau

dengan

ajhângo v menggapai; menjangkau jhângsèra

[jhɐŋsɛra]

n

peralatan

untuk

tempat tidur yang terdiri atas bantal dan guling

yang

berasal

jhâng-

dari

laki-laki

yang

secara

sosial

derajatnya lebih rendah

dhunjângnga sera ‗penunjang kepala‘ jhânjhi [jhɐñjhi] n janji ajhânjhi v berjanji jhin-jhânjhin v saling berjanji parjhânjhian n perjanjian jhânor [jhɐnɔr] n janur jhârâbâ‘ [jhɐrɐbɐʔ] n jerawat ajhârâbâ‘ân v berjerawat jhârân [jhɐrɐn] n kuda ajhârânan v naik kuda; berkuda

jhâu [jhɐu] a jauh ajhâui v menjauhi majhâu v menjauh u-majhâu v pura-pura menjauh jhebbhing [jhǝbbhɪŋ] n anak perempuan jhekjhek [jhǝkjhǝk] a ajeg; istiqamah jhelli‘ [jhǝlliʔ] n klitoris; klentit jhelling [jhǝlliŋ] v lihat ajelling v melihat nyellingngaghi v memperlihatkan; mengamati pajhellingan n penglihatan ling-jhellingan v melihat kesana-kemari

Jhârân celleng ghusè, èsemma‘è ngokop,

jhembhâdhân [jhəmbhɐdhɐn] n jembatan

èjhauè

jhembhâr [jhəmbhɐr] n luas atau jembar

ngettè‘

‗kuda

bergusi

hitam,

didekati menggigit, dijahui menendang‘

dalam penghidupan

bercampur baur dengan orang yang sudah

majhembhâr v meluaskan

terkenal bermoral bejat dan bertabiat busuk

pasti

akan

mencelakakan

ajhemmor v berjemur

keseluruhan lingkungannya jhârân

èkalèburè

lorana

perib

‗kuda

disenangi tuannya‘ seorang bawahan yang karena

kecakapannya

disenangi

majikannya sehingga meningkatkan taraf hidupnya

karena

kajhembhârân n keluasan jhemmor [jhǝmmɔr] v jemur

diperhatikan

nyemmor v menjemur mor-jhemmor n jemuran jherruk [jhǝrruk] n jeruk jhilâ [jhilɐ] n lidah

oleh

tuannya tersebut

Halaman 30 dari 78

jhilâ ta‘ atolang ‗lidak tak bertulang‘

ko‘-jhuko‘an n 1 berbentuk seperti ikan

berbicara sangat gampang, tetapi harus

lajângan

dipertanggungjawabkan

berbentuk seperti ikan‘ 2 ikan mainan

jhilât [jhilɐt] nyilât v menjilat

ko‘-jhuko‘an

‗layangan

ko‘-jhuko‘an karèt ikan mainan dari karet

n kependekan dari

Jhuko‘ kènè‘ kakanna jhuko‘ rajâ ‗ikan

tajhin mera yang artinya bubur merah.

kecil makanan ikan besar‘ suatu kebiasaan

Bentuk ini digunakan untuk bulan Shafar

bahwa orang lemah ditindas oleh yang

dalam penanggalan Madura karena pada

lebih kuat

bulan ini dianggap bulan penuh berkah

rajâ jhuko‘na rajâ ghulina ‗besar ikannya,

dan diperingati dengan bersedekah tajhin

besar

mera.

keadaannya

Jhinmèra

[jhinmɛra]

Jhinpedd̩his [jhinpǝdɖhis]

n kependekan

gerakannya‘

untuk

pedas. Bentuk ini digunakan untuk bulan

menyodorkan

dalam

penanggalan

Madura

karena pada bulan ini dianggap bulan

memberi

atau

menerima;

nyuluaghi v menjulurkan (tangan, dsb) Jhuma‘at [jhumaʔat] n hari keenam dalam

penuh berkah dan diperingati dengan

penanggalan Madura; Jumat.

bersedekah tajhin peddhis.

ajhuma‘adhân

n bentuk terikat yang berarti jari jhu‘ dhuddhing n jari telunjuk jhu‘ empol n jari jempol jhu‘ enְtèk n jari kelingking jhu‘ manes n jari manis jhu‘ tengnga n jari tengah jhubâ‘ [jhubəʔ] a jelek; buruk jhudhu [jhudhu] n takdir tentang pasangan jhu‘

[jhuʔ]

dengan

jhulu [jhulu] ajhulu v menjulurkan tangan

dari tajhin peddhis yang artinya bubur Muharram

sesuai

v

pergi

melaksanakan

shalat Jumat. jhumaadhân n shalat Jumat. jhung [jhuŋ] p berebut atau merasa menjadi paling: jhung rajâân ‗berebut menjadi paling besar‘ jhungjhung

[jhuŋjhuŋ]

v

nyungjhung

1

mengacungkan tangan 2 menjunjung jhungka‘ [jhuŋkaʔ] nyungka‘aghi v men-

hidup; jodoh

dorong untuk menjatuhkan

ajhudu v berjodoh

ka‘-jhungka‘an v saling mendorong untuk

nyudhuaghi/ajhudhuagi v menjodohkan

menjatuhkan

jhugghlâng [jhugghlɐŋ] n lubang besar di tanah

a

[jhuntrɔŋ]

mulus

tanpa

hambatan

jhujhur

[jhujhur]

a jujur

jhurâng [jhurɐŋ] n jurang

kajhujhurân n kejujuran

jhurâng èkallè, ghunong ètèmbhuk ‗jurang

pajhujhur v berbuatlah jujur jhujjhu,

nyujjhu

[jhujjhu]

digali,

v

menyodok,

menusuk

gunung

ditimbun‘

meminta

pada

kegiatan

orang

tidak

jhuwâl [jhu.wɐl] vt jual ajhuwâl vi menjual

(ikan, dsb.) [jhukɔʔ]

percuma

punya, menyumbang pada orang kaya

jhujjhu‘, nyujjhu‘ [jhujhuʔ] memakan umpan jhuko‘

jhuntrong

n 1 ikan: jhuko‘ tasè‘ ‗ikan

ajhuwâlân vi berjualan

laut‘ 2 lauk: jhuko‘ ajâm ‗lauk ayam‘

nyuwâl vt menjual

ajhuko‘ v berlauk: Mon tellasân ajuko‘

wâl-jhuwâl vi berjualan

ajâm Kalau hari raya berlauk ayam

Halaman 31 dari 78

wâl-jhuwâlân

vi

bermain

jual

jigjig [jigjig] n joging; lari-lari kecil untuk

beli

(permainan anak) ajhuwâl

bhâghus

kesehatan ‗menjual

ajigjig v melakukan joging

bagus‘

mengedepankan keunggulan penampilan

jijib [jijip] a tertib

atau kemampuan diri

jikar [jikar] n pedati

ajhuwâl bibir ‗menjual bibir‘ 1 mengada-

jiya [jiya] n ini

ada untuk menggunjing 2 memuji-muji

junèl [junɛl] a memiliki keterampilan (dalam

dengan menyimpan maksud tertentu

kesaktian) kajunèlan n kesaktian

Ajhuwâl bujâ ka rèng Ghirpapas ‗menjual garam

pada

orang

Ghirpapas—sebuah

juta [juta] juta

desa temoat produksi garam‘ melakukan

jutaan jutaan

pekerjaan sia-sia; menggarami air laut

K ka [ka] prep ke; kepada

akaca v berkaca

Ka‘ [kaʔ] n bentuk panggilan untuk kakak

kaca kebbhâng cermin besar kacang [kacaŋ] n kacang

laki-laki. ka‘dinto n ini

pakacangan n lahan kacang

kabâbâ [kabɐbɐ] a sanggup mengangkat

ghilir kacang idm sistem giliran yang

atau membawa

tertib berdasarkan aturan

kabâdanan [kabɐdanan] n kecamatan

kacong [kacɔŋ] n anak laki-laki

kabâsa [kabɐsa] a  kobasa

kadhibi‘ [kadhibiʔ] pron sendiri

kabbhi

[kabbhi]

kabhâr

[kabhɐr]

num semua n kabar

kadi‘ [kadiʔ] p seperti kaè‘ [kaɛʔ] bd

akabhâr v mengirim kabar

ngaè‘ v mengait

ngabhâraghi v mengabarkan

makaè‘ v mengaitkan (pada kait)

kabhuru [kabhuru] a terburu-buru

takaè‘ v terkait (pada kait)

kabin n kawin

endâ‘ ngaè‘ ta‘ endâ‘ èkaè‘ perib ‗mau

akabin v menikah Ana‘eng klèbun towa

mengait tetapi tidak mau dikait‘ mau

akabin bi‘ randhâ. ‗Anak kepala desa-lama

meminta, tidak mau dipinta; pelit

menikah dengan janda‘.

kaen [kaen] n kain

kabinan n acara akad nikah.

kaju [kaju] n kayu

makabin v menikahkan Samad makabin

ju-kajuân n pohon-pohonan

Siti bi‘ orèng jhâu. ‗Samad mengawinkan

Mon kaju rajâ robbhu, kabbhi med-

Siti dengan orang jauh‘.

dhângnga. ‗Jika pohon besar tumbang,

kabit

[kabit]

mulai

kabit

bâri‘

‗mulai

semua akan memotongnya‘ Jika seorang

kemarin‘

berpangkat tinggi jatuh, kehormatan dan

kabidhân adv mula(i)nya

penghargaan (akibat pengkatnya) akan

kabupaten [kabupaten] n kabupaten

dengan cepat menghilang.

kaca [kaca] n kaca

Halaman 32 dari 78

kaka‘ [kakaʔ] n 1 saudara laki-laki yang

atau

tampan,

tidak

dianggap

lebih tua, 2 orang laki-laki yang lebih tua

calon menantu yang diinginkan

kakan [kakan] v makan: Kakan, pa tadâ‘.

kalampok [kalampɔk] n jambu air

sebagai

kalanceng [kalañcǝŋ] n serangga kecil yang

‗Makan, habiskan.‘ akakan v menggerogoti; memakani

mengumpulkan

kakanan n makanan

biasanya bersarang pada lubang pohon

makanè v memberi makan

bambu

madu

dari

bunga,

ngakan vt makan

kalaras [klaras] n daun pisang kering

ngakan asella arè ‗makan bersela hari‘

kalarè [kǝlarɛ] n daun kelapa kering

kadang makan kadang tidak

kalè [kalɛ] n kali: Jhâ‘ sampè‘ tello kalè,

makanè ènthok lakè‘ ‗memberi makan

sabbhâr bâdâ bâtessa. ‗Jangan sampai tiga

entok jantan‘ memodali usaha yang tidak

kali, sabar ada batasnya.‘ kalèbun [klɛbun] n pemimpin atau kepala

bisa diharapkan hasilnya makanè ètèk lakè‘ ‗memberi makan itik jantan‘ memodali usaha yang tidak bisa diharapkan hasilnya

desa di Madura kalèlès [kalɛlɛs] n perlengkapan kerapan sapi

yang

melekat

pada

pangonong

kakè [kakɛ] pron(R) kamu

tempat penunggang sapi memacu sapi

kala [kala] a kalah

karapan

ngala v mengalah

kalènְtèng [klɛnʈɛŋ] n buah ubi rambat

makala v mengalahkan: Kana‘ juwa lakar

kalèttèk [kalɛtʈɛk] n bunyi keletik

kene‘, tape bisa makala se raja. ‗Anak itu

kallè [kallɛ] ngallè v menggali

memang kecil, tetapi bisa mengalahkan

kalodu‘ [kalɔduʔ] ngalodu‘ v menelan

yang besar‘

kalong [kalɔŋ] n kalung

kalaan/kaladhân [kaladhɐn] n selalu kalah

akalong

atau sering kalah

bhludhru,

kala‘ [kalaʔ] v ambil ngala‘

vt

nangka

Akalong kaen benang emmas.

berkalung

asolam

‗Berkalung kain beludru, bersulam benang

mengambil

e

v

budina

Mat Rai ngala‘ roma. ‗Mat Rai

mengambil nangka di belakang rumah‘

emas‘ ngalongè v mengalungi kaluwang [kǝluwaŋ] n sejenis kelelawar

ngala‘aghi vt mengambilkan

kaluwang

ngala‘an n suka mencuri

menginginkan

ngala‘ atè mengambil hati

menginginkan sesuatu yang sangat sulit

ngala‘

karebbâ

dhibi‘

suka

menang

durian‘

‗kelelawar

orang

kaluwar [kǝluwar] v keluar

kalak,

tekka‘a

‗kuning-kuning

konèng

kambâng

[kambɐŋ]

ngambâng

mengapung

untuk

bâng-kambângan v terapung-apung

perempuan/laki-laki lajang yang ditampik

kamondurân [kamɔndurɐn] n bunglon

kuning

buah

ngamar v masuk rumah sakit dirawat inap kalak,

meskipun

yang

kamar [kamar] n kamar

kalak [kalak] n sejenis buah mundu katolak

dhurin

makaluwar v mengeluarkan

sendiri; egois kalabân [kalabɐn] p dengan; bersama nèng-konèng

terro

tertolak‘

karena sikap dan kelakuan yang tidak

ngamonduraghi

menyenangkan meskipun berwajah cantik

menyesuaikan diri

vt

v

membunglon;

Halaman 33 dari 78

kampowan [kampɔwan] perapian di luar rumah yang terdiri atas sampah kering

akaok v berkeok kapa [kapa] pa-kapa n pelana

digunakan untuk menghangatkan hewan

sot-ngosot

ternak atau hanya mengabukan sampah

‗mengelus-elus

mara

kampowan

ditunggangi‘

dalam

sekam‘

sekkem

‗seperti

menyimpan

api

tenaga/

pa-kapa

lajhu

pelana

ètompa‘

kuda

memuji-muji

lalu karena

memiliki maksud tertentu kapal [kapal] n kapal

kekuatan agar bertahan lama kampong [kampɔŋ] n kampung

akapalan vi naik kapal

kampong mèji [mɛji] kampung yang terdiri

kapala [kapala] n kepala; pimpinan

atas beberapa rumah yang penghuninya

kapalang

masih berkerabat dan letaknya terpisah

[kapalaŋ]

a

tanggung;

tidak

cukup; kurang kapètèng [kapɛtɛŋ] n kepiting

dari kampung (mèji) lain kana‘ [kanaʔ] 1 n anak kecil 2 a masih kecil

kapor [kapɔr] n kapur

dan belum dewasa Kana‘ kene‘ juwa

ngapor n mengapur dinding (rumah).

akabin ghi‘ kana‘. Anak kecil itu menikah

por-kapor

saat masih kecil.

pengapuran (rumah).

na‘-kana‘ 1 n anak-anak 2 teman-teman

Bâ‘na ngakan kapor, sèngko‘ ta‘ noro‘a

(sepergaulan): Na‘-kana‘ kamma kabbhi?

bâ‘âng ‗Engkau makan kapur, aku tidak

Teman-teman pada ke mana? 3 orang(-

akan merasakan getirnya‘ sikap tidak

Sèngko‘ marè èntar dâ‘ kennengngan sè èjhânjhiaghi tapè tadâ‘ na‘-kana‘. Saya telah datang ketempat

mencampuri

yang dijanjikan tetapi tidak ada orang.

sadhembil

orang):

kanca [kañca] n teman

vi

akanca

v

melakukan

urusan

pekerjaan

orang

lain;

pènang,

bân

individualis sakapor

sèrè,

sakacèp

ghâmbir

digunakan sebagai

perumpamaan pengantar atau sambutan

melakukan

pertemanan,

sekedarnya.

berteman

kappra [kappra] a kaprah, lumrah

ngancaè v menemani

karaddhu [karaddhu] a laku; disukai

sakancaan sepertemanan

karaksak [karaksak] n bunyi berisik yang

kand̩hâ [kanɖhɐ] vd berbicara

merupakan tiruan bunyi daun-daun kering

akand̩hâ v berbicara

yang terinjak(-injak) atau bunyi benda

ngand̩hâi v memberi tahu

jatuh di antara daun-daun pohon

dhâ-kandhâ n percakapan

karaksagghâ è diyâ, tabbhugghânna è

kand̩hâng

[kanɖhɐŋ]

n kandang

kandung [kanduŋ] ngandung v hamil

dissa ‗suara berisiknya di sini, bunyi jatuhnya di sana‘ janji yang disebarkan ke

kandungan n kandungan

mana-mana, namun kenyataannya tidak

mangandung v menghamili

terpenuhi

kantok

[kantɔk] ngantok

v mengantuk;

perasaan ingin tidur

karamas [karamas] n keramas akaramas v berkeramas

kantos [kantɔs] v sampai; hingga

akaramas sambi mandi ‗keramas sambil

kanyot [kañɔt] v terbawa arus

mandi‘

kaok [kaɔk] n tiruan bunyi ayam saat

dilakukan secara bersamaan dengan hasil

beberapa

pekerjaan

yang

ditangkap

Halaman 34 dari 78

yang

baik

serupa

denga

peribahasa

―sambil menyelam minum air‖

kata‘

nèddhâ‘â

kerbhuy/sapè

katak

hendak menginjak kerbau/sapi‘ keinginan

karè [karɛ] n sisa

yang tidak mungkin berhasil

akarè v bersisa

katebbhung [kǝtǝbbhung] n batang/pohon

rè-karè n sisa-sisa

pisang

kareḍḍhâp [karəɖɖhɐp]

n keredep; berkelip-

kat̩èl [kaʈɛl] n usungan jenasah; keranda katkat [katkat] n cecak terbang

kelip; berkilau-kilau ngareḍḍhâp v berkelip-kelip; berkilau-

akantha

kilau

‗seperti cecak terbang menggoyang pohon

karep [karǝp] n keinginan; hasrat

katkat

ngondhu

nanggher

randu alas‘

akarep vi berkehendak

kato [katɔ] akato vi memanggil

ngareppaghi vt mengharapkan

ngatoaghi v memanggilkan

kareppek [kǝrǝppǝk] n piyut atau canggah;

ngatoe vt memanggil to-katoan v memanggil-manggil

anak dari peyo‘ karèt [karɛt] n karet

kato‘ [kaʈɔʔ] n celana pendek

akarèt v diikat, dipasang, dsb. Karet

akato‘(an) v memakai celana pendek

karèt ghellâng n karet gelang

ngato‘è v memakaikan celana pendek

karobung

[karɔbuŋ]

vt

ngarobung

merubung

ngaton v memperlihatkan diri

karopok [kǝrɔpɔk] n anak dari kareppek; karkar [kar-kar] v 1 mencakar-cakar tanah mengais

kaulâ [kaulɐ] pron(T) saya kèbâ [kɛbɐ] vd bawa

anggas untuk

katon [katɔn] v kelihatan

mendapat 2

makanan

membeber

rata

(ayam):

vt membawa Marlèna ngèbâ lessong ‗Marlena membawa lesung‘ ngèbâ

untuk

1kèbân

karkaran n tempat mendinginkan nasi

2kèbân

yang sambil dibolak-balik dikipas

kebbi‘ [kǝbbiʔ] akebbi‘ v menggerakkan dua

dijemur/didinginkan (padi/nasi)

[kɛbɐn] n tempat mandi wanita yang

baru melahirkan [kɛbɐn] n hewan

kar-ngarkar colpè‘ menunjukkan bahwa

bibir

untuk makan harus bekerja

berbicara

karsa [karsa] n (T) kehendak kasap [kasap] n sumber penghasilan akasap v bekerja; mencari penghasilan kaso [kasɔ] a terburu-buru kasombhâ

[kasɔmbhɐ]

n kesumba

kecca‘

membuka [kǝccaʔ]

menutup

saat

a suka memperkatakan

keburukan orang lain seolah-olah dirinya tidak memiliki keburukan sama sekali kecceng [kǝccǝŋ] a pekat; kental kèco‘ [kɛcɔʔ] v curi

v

kasombhâ sarè ka adâ‘ ‗kesumba seri di

co‘-ngeco‘

awal‘ orang yang bersenang-senang pada

kesempatan, dsb)

waktu muda, sengsara pada waktu tua

ngèco‘ v mencuri

kasoso [kasɔsɔ] v terburu-buru

dan

mencuri-curi

(waktu,

ngèco‘an a suka mencuri

kasta [kasta] 1 v menyesal 2 n sesal

kèddhâng [kɛddhɐŋ] n kijang

kata‘ [kataʔ] n katak

kèka [kɛka] n aqiqah; memotong satu kambing dengan syarat tertentu untuk kelahiran anak perempuan dan dua untuk

Halaman 35 dari 78

anak

laki-laki

sebagai

tuntunan

dari

kembung [kǝmbuŋ] a kembung

v

Rasulillah

makembung

akèka v melakukan aqiqah

seorang sehingga perutnya membesar dan

kèkèt [kɛkɛt] n gelut

mengguna-gunai

menderita.

akèkèt v bergelut

kemèrèn [kmɛrɛn] n mata kaki

ngèkèdhi v menggeluti; bergulat dengan

kemmè [kǝmmɛ] n kencing

kèkkè‘ [kɛkkɛʔ] ngèkkè‘ v 1 menggigit 2 membuka

mulut

tentang

keterlibatan

akemmè v buang air kecil; kencing ngemmèè v mengencingi Kemmès [kǝmmɛs] n hari kelima dalam

seseorang kèkkè‘an

se-

n

sakèkkè‘an

gigitan:

‗satu

penanggalan Madura; kamis kènca [kɛñca] n makanan pelengkap untuk

gigitan‘ kè‘-kèkkè‘an v saling menggigit

makan

kèla [kɛla] akèla v membersihkan dubur atau kubul setelah buang air; istinja‘

nasi

ketan

yang

terbuat

dari

parutan kelapa yang dimasak dengan gula (bilâ kènca palotan,) bilâ kanca tarètan

kèlan [kɛlan] n jengkal

‗(jika

kenca

nasi

ketan,)

jika

teman

ngelane v menjengkali

saudara‘ peribahasa yang berasal dari

èberri‘ sakèlan mènta sadeppa ‗diberi

sejenis pantun yang maksudnya bahwa

sejengkal minta sedepa‘ tidak pernah puas

kedekatan seorang teman bisa seperti

atau cukup; tamak; loba

saudara kenceng [kǝñcǝŋ] a bersemangat

kèlap [kɛlap] n halilintar kellar

[kǝllar]

v

kellar

mampu:

mellè

kènè‘ [kɛnɛʔ] a kecil

‗mampu membeli‘ ta‘

kellar

kènduy [kɛnduy] n ikan teri

ngèba

abâ‘

‗tidak

mampu

makènè‘ v membuat jadi kecil

membawa badan/diri‘ tidak mempunyai

nè‘-kènè‘ a kecil-kecil

kemampuan atau kekuatan sama sekali

nè‘-kènè‘an a paling kecil

kellas [kǝllas] n kelas

kèngèng [kɛŋɛŋ] adv bisa; dapat

akellas v berkelas

kennal [kǝnnal] v kenal

kembhâng [kǝmbhɐŋ] n bunga

akennalan v berkenalan

akembhâng v berbunga

ngennalaghi v mengenalkan

bâng-kembângan n bunga-bungaan

nal-makennal v bersikap atau bertindak

ngembhâng v berbunga

seolah-olah kenal

èberri‘ kembhâng mâles cacemmer ‗diberi

kenneng

kembang membalas air limbah‘ ‗susu

kennengnga

dibalas air tuba‘

berbelanja‘

ngembhâng apèra

lalang

masana

‗berbunganya

kapètèng

alang-alang

saat

n tempat: Pasar abalanjha. ‗pasar tempat

[kǝnnǝŋ]

akenneng v ada tempatnya kennèng [kǝnnɛŋ] v 1 kena 2 dapat

kepiting bertelur‘ datangnya masa yang

ngennèng v 1 mengenai 2 boleh (tidak

menyenangkan banyak orang

bahaya)

kembhâr

[kǝmbhər]

a kembar

lo‘

ngennèng

akembhârân v berpakaian sama (corak,

menyebabkan

motif, dan warna)

shalat

masa

perempuan

haid

yang

tidak

boleh

kembu [kɐmbu] n kembu

Halaman 36 dari 78

kennèng

talèè

cacana

‗dapat

diikat

kerrap [kǝrrap] n balap; lomba adu cepat ngerrap v melomba kecepatan

ucapannya‘ dapat dipercaya kento‘ [kǝntɔʔ] n kentut

kerrabhân n karapan sapi

akento‘ v berkentut

kerras [kǝrras] a watak keras, kerras atèna:

ngento‘è v mengentuti

keras hatinya.

kenynyang [kǝññaŋ] a kenyang

Mon kerras paakerrès. peribahasa yang

kakenynyangan n kekenyangan

secara

makenynyang v mengenyangkan

berkerislah‘

nyangkenynyangan a paling kenyang

menyatakan bahwa kalau ingin berwibawa

keppè‘ [kǝppɛʔ] ngeppè‘ v mengepit 1kèra

harfiah

berarti

yang

‗kalau

keras

ditujukan

untuk

harus mempersenjatai diri dengan laku

[kɛra] v kira

utama.

ngèra v mengira

kerrèk [kǝrrɛk] v bunyi jangkrik

ra-kèra adv kira-kira

akerrèk v berbunyi jangkrik

ra-ngèra v mengira-ngira

ngerrèk v 1 kerik; kerok 2 menghaluskan

2kèra

[kɛ.ra] adv (biasanya digabung dengan

bentuk penyangkalan ta‘) mungkin: ta‘

kèra ‗tak mungkin‘ kerbhuy [kǝrbui] n kerbau

dengan mengikis dengan pisau 3 bunyi kerik dari jangkrik kerrèng [kǝrrɛŋ] a kering kerrès [kǝrrɛs] n keris: Kerrès Mandirada

minta ikut membajak‘ meminta tanggung

mandhi polana empona mandi sabellunna mandhi. ‗Keris Mandirada ampuh karena

jawab lebih (karena mengharap pangkat,

empunya mandi sebelum menempa.‘

jabatan, gaji, dsb.) padahal tidak sanggup

Kerrès alompa‘ pamorra ‗keris melampaui

menanggung

pamornya‘

kerbhuy molè ka kandhângnga ‗kerbau

sekehendak hati tanpa memikirkan akibat

pulang ke kandangnya‘ pulang kampung

ucapannya kelak

kerbhuy koros mènta èsaè‘è ‗kerbau kurus

kercet [kǝrcǝt] v 1 ciut; mengkerut 2

orang

yang

kertas [kərtas] n kertas

(keong, siput, kura-kura, dsb.) masuk

kèsa [kɛsa] n keranjang ayam

kedalam tempurung

keְtְtang [kətʈaŋ] n kera

kèrè‘ [kɛrɛʔ] rè‘-kèrè‘ 1 n anak anjing 2 n,a seperti anak kecil; kekanak-kanakan kèrèm

[kɛrɛm]

akèrèm

v

titip

kettang

makong

menurut untuk

membelikan

berbicara

n

kera

kepercayaan

putih

sebagian

yang orang

Madura merupakan transformasi hantu orang mati setelah empat puluh hari

ngèrèm v mengirim

kettè‘ [kǝttɛʔ] n kaki belakang serangga

ngèrèmaghi v mengirimkan

seperti

kèrèng [kɛrɛŋ] n keranjang ikan tempat ikan dipindang; besek

belalang,

jangkrik

dsb

yang

digunakan untuk melompat menendang dsb.

kerra‘ [kərraʔ] v potong (tali, daging, dsb) akerra‘ v terpotong

ngettè‘ v menendang kebelakang ketteng [ketteŋ] n putus (jari)

ngerra‘ v memotong

Tanang ketteng terro asello‘a. ‗tangan

ra‘-kerra‘ n ikan laut yang dijual berupa

putus pun ingin bercincin‘ Peribahasa ini

potongan-potongan

digunakan

dipanggang

yang

sudah

untuk

menyatakan

bahwa

siapapun pasti ingin yang terbaik.

Halaman 37 dari 78

ketto [kǝttɔ] a keruh

kocèng [kɔcɛŋ] n kucing

maketto v mengeruhkan; memperkeruh

cèng-kocèngan v kucing-kucingan n ku-

kèya [kɛya] adv juga

cing mainan

kilo [kilo] n kilo; ukuran berat 1000 gram

mara kocèng bullâ‘ ‗seperti kucing terkena

ngiloaghi v mengikilokan; menjual perkilo

barang panas‘ terburu-buru

klabu [klabu] a abu-abu

Mara kocèng èkalèburi na‘-kana‘ ‗seperti

klèbun [klɛbun] n kepala desa

kucing disenangi anak-anak‘ disenangi

ko‘ol [kɔʔɔl] n keong sawah

tapi tidak dijaga kebutuhannya

mata ko‘ol ‗mata keong‘ sebutan untuk

Mara kocèng èkaèn-maènan na‘-kana‘

orang yang terlalu mudah tertidur

‗seperti

kobâl [kɔbɐl] n tampar mara

kobâl

tampar

kecil‘

èkemmèè

dikencingi

patè‘

‗seperti

anjing‘

selalu

membantah tidak mau kalah

kucing

dimain-mainkan

disenangi

tapi

tidak

anak dijaga

kebutuhannya kodhi‘ [kɔdhiʔ] n sejenis calo‘/cakkong ma‘ kodhi‘ tataèn kolan rarèngkan ‗kok

kobâsa [kɔbɐsa] a kuasa; sanggup

parang

berkarat

banyak

tingkah‘

sa-makobâsa v bersikap, berbicara atau

meremehkan orang yang banyak tingkah

bertindak

sebagai orang yang tidak mempunyai

seperti

atau

seolah-olah

berkuasa

kepandaian

v sempat atau ada waktu kocèng [kɔcɛŋ] n kucing cèng-kocèngan v kucing-kucingan kobher

kodhu [kɔdhu] adv harus

[kɔbhǝr]

kodung [kɔduŋ] 1 n kerudung 2 n tudung

v

adung-kodung

melakukan

sesuatu

kocèng calaka‘ kucing garong

dengan berpakaian kerudung

du‘-nondu‘

akodung 1 v berkerudung 2 v bertudung

kocèng

‗tunduk-tunduk

kucing‘ sikap diam yang mengandung

ngodungè v menutupi dengan tudung;

maksud dan niat tidak baik

menudungi

kocèng

aghâjâ‘

moso

dâun

‗kucing

bergurau dengan daun‘ pekerjaan yang sia-sia

kojhu‘ [kɔjhuʔ] n burung kutilang koko [kɔ`kɔ] n kuku nga‘-anga‘ koko hangat-hangat kuku

kocèng

along-kalong

tasbhi

‗kucing

berkalung tasbih‘ terlihat alim atau suci di luar,

tetapi

penuh

kemaksiatan

di

makoko v menguatkan; mengukuhkan kokos [kɔkɔs] n asap akokos/ngokos v berasap

dalamnya kocèng

koko [kɔkɔ] a kukuh; teguh; kuat

kala

ka

tèkos

‗kucing

kalah

kolè‘ [kɔlɛʔ] n kulit

dengan tikus‘ ungkapan untuk yang kuat

akolè‘ v berkulit

kalah dengan yang lemah

le‘-kole‘ n kulit melulu

kocek [kɔcǝk] ngocek v mengulek (bumbu

ngolè‘è v 1 memberi kulit 2 (rumah)

dsb)

memberi lapisan dinding dengan adonan

cek-kocek n ulekan

mortar, campuran semen, kapur, tanah,

du‘-nondu‘

cek-kocek

‗tunduk-tunduk

dan air

ulekan‘ orang yang bersikap diam dan

Man-èman kolè‘na ghedd̩hâng ‗Sayang-

tidak

sayang

banyak

bertingkah

tetapi

dapat

melakukan sesuatu yang mengejutkan

kulit

pisang.‘

Terlalu

hemat

sehingga menjadi kikir

Halaman 38 dari 78

kolek [kɔlǝk] n kolak

kopi [kɔpi] n kopi

akolek v memasak atau membuat kolak

akopi v (biasa) minum kopi

dem-ngeddem kolek ‗pekat seperti kuah

pi-kopiyân v sedang minum kopi

kolak‘ orang yang kelihatan diam dan

kora [kɔra] v membersihkan alat dapur

kelihatan tidak banyak berbuat tiba-tiba

terutama alat makan setelah dipakai

mendapat hasil yang sangat besar

akora/ra-kora v membersihkan alat dapur

komèrè [kɔmɛrɛ] n kemiri

terutama alat makan setelah dipakai

komkom [kɔmkɔm] v rendam

korang [kɔraŋ] a kurang

ngomkom v merendam

akorang v berkurang

komkoman n air rendaman bunga

ngorangè v mengurangi

kompoy [kɔmpɔi] n cucu

korbhi [kɔrbhi] n induk

kona [kɔna] a kuno

pangorbhi n indukan

konci [kɔñci] n kunci

korong [kɔrɔŋ] n kurungan; sangkar

ngonci v mengunci

akorong v bersangkar

konco‘ [kɔñcɔʔ] n ujung

koros [kɔrɔs] a kurus

akonco‘ v berujung (tumpul, tajam, dsb.)

makoros v menguruskan

ngonco‘ v mencapai ujung

ngorosaghi v menyebabkan kurus

ta‘

ètemmo

konco‘

bhungkana

‗tidak

ros-koros a kurus-kurus

ketemu ujung pangkalnya‘ pembicaraan

ros-korossa

tidak teratur dan kemana-mana

orang yang memiliki keagungan akan

konèng [kɔnɛŋ] a kuning

ghâjhâ

korsè [kɔrsɛ] n kursi

nèng-konèngnga mondhu maskèa konèng

kosong [kɔsɔŋ] a kosong

ta‘ karaddhu ‗kuning-kuning buah mundu, kong-rokong v sejenis serangga kecil yang pada

makosong v mengosongkan kakosongan n kekosongan

sekalipun kuning tidak laku‘ berkelompok

gajah‘

tetap dihormati meskipun jatuh melarat

konèng konyè‘ jingga

terbang

‗kurusnya

sore

hari

menjelang maghrib

1kotak

[kɔtak] akotak v berkotek (ayam)

ngotak v menggigil karena ketakutan akotak ta‘ atellor ‗berkotek tidak bertelur‘

kontͅol [kɔnʈɔl] n testis, buah dzakar

banyak bicara tetapi tidak menghasilkan

konyè‘ [kɔñɛʔ] n kunyit

apa-apa

mara konyè‘ bân kapor ‗seperti kunyit dan kopa‘ [kɔpaʔ] n tepuk tangan

kotang [kɔtaŋ] n pakaian dalam perempuan

akopa‘ v bertepuk tangan ta‘

nombhuk

[kɔtak] n kotak

kotaghân n kamar santri

kapur‘ jodoh yang langgeng

akopa‘

2kotak

sebagai penutup payudara; kutang. ‗bertepuk

tidak

akotang vi memakai kutang

menyumbang‘ menyumbang saran tetapi

akotangan vi memakai kutang

tidak disertai tanggung jawab dukungan

koto‘ [kɔtɔʔ] ngoto‘è v membisiki

yang nyata kopèng [kɔpɛŋ] n telinga

to‘-koto‘ v berbisik(-bisik) kottong [kɔttɔŋ] n putus karena dipotong

ngopèng v mencuri-curi dengar

kuwa [kuwa] n kuah

ta‘ èkopèng v tidak didengar; diacuhkan

kuwa‘ [kuwaʔ] n asap

Halaman 39 dari 78

L la [la] adv sudah: bentuk pendek dari ella

jân-lajjân v tidak sesuai pasangannya;

la‘as [laʔas] n bulir-bulir padi yang sudah

sendiri-sendiri; misalnya kanan dengan

lepas dari tangkainya dan belum digiling;

kanan kiri dengan kiri laju [laju] a butut (karena lama disimpan

gabah; antah labân [labɐn] v lawan

atau dipakai)

alabân v melawan

lakar [lakar] adv memang: Mon lakar abâ‘na

labâng [labɐŋ] n pintu

dhikdhâjâ, jârèya seppur soro kasabbhu‘.

alabâng v berpintu

‗Kalau dia memang hebat, itu kereta api

bâng-labâng n posisi tempat pintu berada

suruh jadikan ikat pinggang.‘

labâng koarè [kɔarɛ] pintu gerbang yang

lakè [lakɛ] n suami

terbuat dari kayu dan atau bambu dengan

alakè n 1 melakukan pernikahan dengan

hiasan-hiasan

seorang

tempat

pengantin

pria

masuk rumah pengantin perempuan

lelaki;

menikah

(sitti

alakèya

mènggu sè bhâkal dâteng) 2 memiliki

labu [labu] n labu

suami; bersuami (Satiya sitti la alakè)

labu [labu] v jatuh

Sekarang Siti sudah bersuami.

bu-malabu v pura-pura jatuh

kè-lakèan berganti-ganti suami karena

bu-talabu v terjatuh-jatuh; jatuh bangun

sering kawin cerai.

labuan v mudah jatuh

malakèè

v

menikahkan

anak/saudara

malabu v menjatuhkan

perempuan dengan seorang lelaki: Mat

ladd̩hing [ladɖhiŋ] n pisau

Norsam malakèè Nurhayati bulân Rasol.

laèn [laɛn] a lain; beda

Mat Norsam menikahkan Nurhayati bulan

alaèn vi berpisah

Rabiul Akhir.

èn-laènan a berbeda satu sama lain

alake

laènan a berbeda

perempuan yang menikah dengan laki-laki

malaèn vt memisahkan laèp [laɛp] n paceklik laep cacana ‗paceklik ucapannya‘ tidak banyak bicara lajângan [lajɐŋan] n layang-layang alajângan v bermain layang-layang lajâr [lajar] n layar

matong

‗bersuami

yang beristri lakè‘ [lakɛʔ] n 1 laki-laki 2 jantan lako [lakɔ] n kerja alako vi bekerja ngalakonè vt mengerjakan kalakoan n pekerjaan akon-lakon

vi

(sedang)

alajâr v 1 berlayar; berperahu atau kapal

sesuatu (biasanya hajatan)

layar 2 bekerja sebagai pelaut (biasanya di

alako ghâbây ‗bekerja‘

kapal asing sebagai cleaning service, bar

tender, koki, dsb) lajhu [lajhu] 1p lalu 2 v masuk bertamu malajhu v menyilakan masuk tamu lajjân [lajjɐn] n pasangan alajjânè v melayani

patungan‘

laksana

[laksana]

mengerjakan

alaksanaaghi

v

melaksanakan lalang [lalaŋ] n ilalang lama‘ [lamaʔ] n alas alama‘ v beralas lambhâ‘ [lambhɐʔ] a pemurah; dermawan

Halaman 40 dari 78

lamès [lamɛs] a suka meminta

lanjhâng ta‘ kollè ghâbây talè ‗panjang tak

lamon [lamɔn] p jika

bisa dibuat tali‘ sia-sia

lampa [lampa] n jalan, cara, tuntunan hidup;

Jhang-lanjhangnga

jejak

lanjhangnga

ngalampaaghi

v

menjalani

hidup

berdasarkan ajaran tertentu; menjalankan lampat [lampat] n bekas

dari Lamdaur seorang raja Sri Lanka yang sangat tinggi.

a tumbuh subur (tanaman) landu‘ [landuʔ] n cangkul alandu‘ v mencangkul du-landu‘ân v melakukan pekerjaan langghâr [laŋghɐr] n langgar sesuai

dengan

tata

kesopanan terhadap orang yang lebih tua langka‘ [laŋkaʔ] n periuk perumpamaan

untuk

terhadap

cepat atau lambat lanyo [lañɔ] a (kendaraan) berjalan mulus

lao‘ [laɔʔ] n selatan ngalao‘ agak ke selatan o‘-lao‘ yang paling selatan lapar [lapar] v lapar

larangan a lebih mahal malarang v memahalkan rang-malarang v jual mahal lastarè [lastarɛ] v selesai ngalastarèaghi v menyelesaikan lè‘èr [lɛʔɛr] n leher

pengantin baru langkong [laŋkɔŋ] a (T) lebih

alè‘èr v berleher

langngè‘ [laŋŋɛʔ] n langit

lèbât [lɛbɐt] v lewat

langngè‘ jhâu bi‘ somor ‗langit jauh dari sumur‘ sesuatu yang tidak mungkin langngoy [laŋŋɔy] alangngoy v berenang

v berenang untuk

bermain

lanjhâng colo‘ ‗panjang mulut‘ orang yang gunjingan

dengan seseorang

kepada orang yang dipergunjingkan lanjhâng mara landaur ‗panjang seperti Landaur‘ sangat tinggi

lebbhu [lǝbbhu] n masuk alebbhu vi masuk

lebbi [lǝbbi] a lebih

jhâng-lanjhâng a panjang-panjang domba

telalu masak (pada buah)

lebbhur [lǝbbhur] lebur

malanjhâng v memperpanjang

mengadu

alèbâdhi v melewati lebbâs [lǝbbɐs] a terlalu lembek karena

malebbhu vt memasukkan

lanjhâng [lañjhəŋ] a panjang

menyampaikan

pembalasan

ketemu

laris [larɪs] a laris

langka‘ anyar polo‘ anyar ‗periuk baru

suka

akan

larang [laraŋ] a mahal

langka [laŋka] a bersikap, berbicara, atau

ngoy-langngoyan

akhir-akhinya

kalaparan n kelaparan

menggunakan cangkul

baru‘

bulan,

lanyo‘ [lañɔʔ] alanyo‘aghi v menghanyutkan

[lanɖhu]

tutupnya

nemmo

meluncur dengan lancar

Landaur mara Bâlândhâ sangat tinggi

tidak

po‘-capo‘

ketidakadilan pasti datang suatu saat,

landaur [landaur] a sangat tinggi berasal

bertindak

jhang-

moso ‗bersama jalannya hari dan jalannya musuhnya‘

alampat vi berbekas

land̩hu

bulan,

are,

alebbii v melebihi ngalebbii v memberi lebih lèbur

[lɛbur]

v

menyenangkan;

meng-

gembirakan ngalèburè v menyenangi lèbur

mata

‗senang

di

mata‘

menyenangkan atau senang saat melihat –

Halaman 41 dari 78

karena penampilan luar – tetapi saat dicoba tidak suka lècang [lɛcaŋ] n getah yang sangat lengket, misalnya getah nangka lecca‘ [lǝccaʔ] alecca‘ v meremas-remas untuk mencampur leccèng

malempo

v

menggemukkan:

malempo

abâ‘ ‗menggemukkan badan sendiri‘ po-lempo a gemuk-gemuk po-lempoan a paling gemuk lèncak [lɛñcak] n balai-balai; tempat tidur lèncak rajâ, bhârumana rajâ ‗ambin besar

[lǝccɛŋ]

aleccèng

v

berlari

meloncat-loncat karena terkejut, takut, atau jijik

kolongnya besar‘ besar pendapatan, besar pengeluaran lèngka

[lɛŋka]

v

alengka

melangkahi,

lècèk [lɛcɛk] a tidak jujur; bohong; khianat

melewati, menyeberangi: alèngka tasè‘

leddhu‘ [lǝddhuʔ] ledak

‗menyeberangi laut‘

aleddhu‘ vi meledak legghâ

[lǝgghɐ]

ngalèngkaè v melangkahi

a lega

lenglang [leŋlaŋ] v (mata) juling

lèkè [lɛkɛ] n selokan

lènglèng [lɛŋlɛŋ] alènglèng v berputar

lèkè ta‘ nampèk ka bâ‘â ‗selokan tidak dapat

menolak

banjir‘

seorang

anak

ngalènglèngè v memutari; mengelilingi lengngen [lǝŋŋǝn] n lengan

remaja tidak dapat menolak perjodohan

alengngen v berlengan: alengngen pandâ‘

yang diatur orang tuanya

‗(baju) berlengan pendek‘

lèkko [lǝkkɔ] a keruh

lènta [lɛnta] n lintah

malèkko vt mengeruhkan

lèntè [lɛntɛ] n lidi

lèlèt [lɛlɛt] alèlèt v melilit

lèpek [lɛpǝk] a (badan) lemah

lèma‘ [lɛmaʔ] num lima

leppet [lǝppǝt] n lepat

lembâr [lǝmbɐr] n lembar

lèrè [lɛrɛ] a lambat

alembârân num berlembar-lembar lembhâjung

[lǝmbhɐjuŋ]

n tunas/daun muda

kacang panjang yang biasa dijadikan sayur lembu‘ [lǝmbuʔ] a lunak

lèsan [lɛsan] n(T) mulut alèsan v bermulut alèsan ghulâ abugghik mèmbhâ ‗bermulut gula,

berpunggung

mimba‘

bermanis-

lembu‘ bun-embunnanna ‗lunak ubun-

manis saat berhadapan, tenyata terlihat

ubunnya‘ orang yang terlihat tenang saat

keburukannya di belakang

disindir,

dikata-katai,

atau

diganggu,

tetapi sebenarnya sangat marah lemma‘ [lǝmmaʔ] a enak; lezat lemmes [lǝmmǝs] a lemas

lèseng [lɛsǝŋ] n jelaga lesso [lǝssɔ] a lelah; capai; penat lessong [lǝssɔŋ] n lesung akanta lessong

burto‘

‗seperti

lesung

malemmes v melemaskan

bolong‘ harta yang cepat habis karena

mes-malemmes v bersikap atau bertindak

pemborosan

seolah-olah lemas

lo‘ [lɔʔ] adv(MB) tidak

mes-lemmes a lemas seperti

lobâng [lɔbəŋ] n lubang

mes-lemmes kobâl ‗lemas seperti tali ijuk‘

alobang v berlubang

bersikap seolah mendengar dan patuh

alobângè v melubangi

tetapi mengabaikan atau mengacuhkan

lobâng landâ‘ liang lahat

lempo [lǝmpɔ] a gemuk lempoan a lebih gemuk

locèr [lɔcɛr] a loncer loghâbâ [lɔghɐbɐ] a, v (ber)besar hati

Halaman 42 dari 78

lojung [lɔjuŋ] n kayu pohon aren dan pohon

lorèk [lɔrɛk] a loreng lorghâ [lɔrghɐ] a 1 longgar; 2 mendingan

kelapa lomarè [lɔmarɛ] n lemari

(batuk, nafas, dsb.)

lombhung [lɔmbhuŋ] n lumbung

malorghâ v melonggarkan (ikatan, dsb.) lorong [lɔrɔŋ] n jalan yang tinggi kedua

mara lombhung katoro‘ ‗seperti lumbung bocor‘ lekas habis karena pemborosan

sisinya lotèng [lɔtɛŋ] n (rumah) tingkat: roma

(harta, dsb)

loteng ‗rumah tingkat‘

lompa‘ [lɔmpaʔ] v terpa alompa‘ v menerpa

lotto‘ [lɔtʈɔʔ] a busuk (daun, buah. dsb)

lon-alon [lɔn.a.lɔn] n alun-alun

luwang [luwaŋ] v sudah (bekas) pernah

lonca‘ [lɔñcaʔ] alonca‘ v melompat

dipakai, dimakan, dinikmati dsb.

ca‘-lonca‘an v berlompat-lompatan

wang-luwangè

abbhâ

‗buang-buang

lopot [lɔpɔt] v 1 luput; tidak kena

nafas‘ nasihat yang percuma karena tidak

lora [lɔra] n 1 tuan; orang terhormat/

digubris

berpangkat 2 panggilan pada santri 3 panggilan untuk anak kiyai

M ma‘ [maʔ] kok

negghu‘ bunto‘na macan ‗memegang ekor

ma‘lum [maʔlʊm] v maklum

harimau‘

ma‘mom [maʔmɔm] n makmum

mengundang bahaya atau celaka

ama‘mom vi bermakmum

melakukan

sesuatu

yang

tadâ‘ macan ngakan budu‘na ‗tidak ada

ma‘na [maʔna] n makna

macan memakan anaknya‘ tidak ada orang

ama‘na vi 1 memaknai 2 memiliki makna ma‘siyat [maʔsiyat] n maksiyat

tua yang tidak sayang pada anaknya macem [macəm] n macam

ama‘siyat vi bermaksiyat

acem-macem v bermacam-macam

maaf [maaf] n maaf

maddhu [maddhu] n madu

macan [macan] n macan; harimau

maèn

[maɛn]

amaèn

v

1

bermain

can-macanan n peran macan dalam tradisi

(permainan) 2 berkunjung; bertandang

seni pertunjukan Madura yang diperankan

èn-maènan n (alat) permainan

oleh seorang laki-laki bertopeng macan

maghi‘ [maghiʔ] n biji buah asam

macan kala ka embi‘ ‗macan kalah dengan

Mahrib [mahrɪb] n maghrib

kambing‘ diungkapkan bila yang kuat

makam [makam] n makam; kuburan

kalah dengan yang lemah macan

ngèkkè‘

bunto‘na

amakamaghi ‗macan

menggigit ekornya (sendiri)‘ orang tua

vt

memakamkan;

menguburkan pamakaman n 1 pekuburan 2 penguburan

yang mencelakakan anaknya sendiri

makhlok [mah.lɔk] n makhluk

macan

makro [makrɔ] a makruh

ngerrep

kokona

‗macan

menyembunyikan kukunya‘ orang yang

maksod [maksɔd] n maksud

lebih banyak diam, tetapi pada saat yang

malaèkat [malaɛkat] n malaikat

tepat dapat bertindak cepat dan jitu

malang [malaŋ] a melintang

Halaman 43 dari 78

malar moghâ [malar mɔghɐ] semoga Malar

nès-mamanès v bersikap, atau bertingkah

moghâ ana‘ bhâdhân kaulâ sè kaduâ kèngèngah jhud̩hu salamet molaè dhunnya kantos akhèrèpon. ‗Semoga

mangkana [maŋkana] p oleh karena itu

seolah-olah manis

kedua anak saya tersebut menemui jodoh

Mangkana arghâna sapè kerrabhân è attas sajuta sampè‘ lèma ratos juta. ‗oleh

yang selamat mulai dunia sampai akhirat.‘

karena itu harga sapi karapan di atas

malarat [malarat] a sulit; melarat

sejuta sampai lima ratus juta‘

malathè [malaʈɛ] n melati malekko‘

[mǝlǝkkɔʔ]

melingkarkan

tangghiling.

mangkara‘

v

‗Tidur

tidur

Malekko‘

tubuh

melingkar

berbicara tidak mau kalah dengan nada meninggi, membentak, dan menyentak

seperti

seperti orang marah mangkèn [maŋkɛn] n 1 sekarang: Baja

malèng ngako cèț ak ‗maling mengakui menyatakan

kehadiran

untuk

mengakui kesalahan

a

[malɔ]

mangken dung-odung are ‗saat sekarang matahari ditutup awan‘ 2 nanti Mangken dhimen jha‘ ru-kabhuru. ‗nanti dulu jangan terburu-buru

amat

sangat

malu

manjheng [mañ.jhǝŋ] v berdiri

(menyangkut martaat, harga diri, dan

mamanjheng v memberdirikan

kehormatan)

pamanjengga cara berdirinya

manara [mǝnara] n menara

manjhilân [mañjhilɐn] n biji buah nangka

a luar negeri, daerah, kampung, dsb.: oreng manca ‗orang luar‘ amanca v pergi keluar daerah, negara dsb. mandhâr-mandhâr [mandhɐr] semoga; sin. mogha-mogha mandhi [mandhi] a 1 (senjata) bertuah, 2

manjhing

manca

[mañca]

mandi [mandi] v mandi

waktunya

(biasanya untuk shalat) mannè [mannɛ] n air mani; sperma mano‘ [manɔʔ] n burung saor

mano‘

sahut-menyahut

sehingga

gaduh

maot [maɔt] n maut; kematian

Mandilahir [man.di.la.hɛr] n bulan keenam penyebutan

tiba

pamaosân n pembacaan

pamandian n tempat pemandian Madura

v

maos [maɔs] v membaca

mandii v memandikan

penanggalan

[mañjhiŋ]

manossa [ma.nɔs.sa] n manusia

(nasihat) sia-sia; tidak mempan

pengganti

v

mara

malèng [malɛŋ] n maling

malo

ara‘-mengkara‘

dengan

trenggiling.‘

kepala‘

[mǝŋkaraʔ]

yang

merupakan

bulan

hijriyah

Jumadil Akhir. Mandimawwâl [man.di.maw.wɐl] n bulan

mara [mara] p seperti mara [mara] ayo; mari mardâ [mardɐ] n bara api mard̩hika [maɖhika] v merdeka marè [marɛ] adv sudah

kelima dalam penanggalan Madura yang

mamarè v menyelesaikan

merupakan pengganti penyebutan bulan

ren-maren n makanan pencuci mulut sin.

hijriyah Jumadil Awal. manè‘ [manɛʔ] n manik-manik

tambhâ amès samarèna p sesudah

manès [manɛs] a manis

lo‘ dͅhik kamarèantidak selesai-selesai

mamanès v memaniskan

marghâ [marghɐ] n sebab

Halaman 44 dari 78

amarghâ vi bersebab: Amarghâ asa-pèsa,

ètèmbhâng potè mata, angoan apotèa

robâ messom ta‘ kabâbâ ‗karena terpisah,

tolang

wajah muram tak kuasa menanggung

‗daripada putih mata lebih baik berputih

beban‘

tulang‘

marhum [marhʊm] n orang yang telah meninggal dunia martabhât

perib yang

harfiah

berarti

dimaksudkan

untuk

menyatakan bahwa dari pada merasa malu lebih baik mati

[martabhɐt]

1n martabat 2 p

seperti

mella‘ matana gerrâng sebuah ironi yang ditujukan kepada seseorang yang tak

Mas [mas] n gelar dari Belanda untuk

melihat

dan

pejabat yang tidak berasal dari keturunan

lingkungan

ningrat

sangat

Mas

secara

tuwan

panggilan

(penghormatan)

mempertimbangkan

sekitar

jelas

yang

sehingga

sebenarnya melangkahi

kepentingan orang lain dan menyebabkan

untuk laki-laki yang telah menunaikan

perselisihan

ibadah haji

ngangghuy mata buta, kopèng tèngel,

masa [masa] n masa; waktu

colo‘ buwi ‗memakai mata but, telinga tuli,

masana katonon bhuru aghâbâyâ somor

mulut bisu‘ tidak suka mencampuri urusan

‗saat

orang lain

kebakaran

baru

akan

membuat

sumur‘ pekerjaan yang terlambat dan sia-

norotè

sia

‗mengikuti mata menyesal, mengikuti kata

masana mok-amok bhuru nèttèa kerrès

hati mati‘ mencita-citakan yang terlalu

‗saat

muluk-muluk dan berpikiran yang bukan-

terjadi

kerusuhan

baru

akan

menempa keris‘ perkerjaan yang terlambat

bukan

dan sia-sia

celaka

masèghit [mǝsɛghit] n masjid mashur [mashʊr] a mashur; terkenal masjid [masjid] n masjid maskè [mas.kɛ] p meski, meskipun maso‘ [masɔʔ] v masuk

mata

kasta,

norotè

menyebabkan

atè

penyesalan

matè

dan

matè [matɛ] v mati matèè v mematikan mator [matɔr] v(T) menyampaikan pamator n penyampaian mawar [mawar] n mawar

amaso‘aghi v memasukkan

mayyit [mayyit] n mayat; jasad orang mati

kamaso‘an v kemasukan; dimasuki

mè‘ [mɛʔ] cak mengapa; kenapa Bâ‘eng mè‘

mamaso‘ v memasukkan

lo‘ dâteng bâri‘? ―Mengapa kamu tidak

so‘-maso‘an n lubang untuk masuk

datang kemarin?‖

maso‘ akal masuk akal

mè‘-amè‘ [mɛʔamɛʔ] adv mungkin; siapa

mastèka [mastɛka] n mustika; mestika; batu

tahu Talèna pangonong èparèksa mè‘-

bertuah yang diperoleh dari tubuh hewan yang dianggap keramat ([raja] ular, [raja]

amè‘ bâdâ sè ram-ram otabâ lorghâ. ―Tali pangonong diperiksa mungkin/siapa tahu

ikan, kerang, dsb)

ada yang terlalu besar atau longgar.‖

mata [mata] n 1 mata 2 batu cincin matana

Mè‘rad [mɛʔrad] n Mikraj

sello‘ batu cincin amata v bermata 2 berbatu (zamrud,

mègghi' [mɛgghiʔ] n buah: tello megghi‘

intan, kecubung, dsb.)

mella‘ [mǝllaʔ] vi terbuka mata

‗tiga buah‘

ta-mataan v memaki dengan kata mata.

Halaman 45 dari 78

la‘-mella‘ 1 adv dalam keadaan sadar,

Mèskèn dhâghing, tona pèkkèr ‗miskin

melihat, atau tahu 2 acara malam sebelum

daging, tuna pikiran‘ selain tidak punya

pesta pernikahan yang dihadiri oleh sanak

harta juga tidak punya kepintaran

saudara

dan

tetangga

untuk

mempersiapkan acara dan beramah tamah mellak [mǝllak] a rakus

mellèng [mǝllɛŋ] a nakal

mo‘mèn [mɔʔmɛn] n orang yang beriman

mèlmèl [mɛlmɛl] amèlmèl v mengulangdengan

cerewet

dan

suara monoton mèmbhâ

kepada Allah modhin

[mɔdhin] n petugas KUA yang

bertugas menikahkan sebagai penghulu

mèlo [mɛlɔ] vi kebagian [mɛmbhɐ]

mesin perontok padi messom [mǝssɔm] a (wajah) muram

tidak mempan nasihat dan teguran

perkataan

amessin v bekerja menggunakan mesin:

amessin padi merontokkan padi dengan

mellak da‘ oca‘ ‗rakus pada kata-kata‘

ulang

messin [mǝssɪn] n mesin

n sejenis pohon yang

daunnya sangat pahit, biasanya digunakan sebagai jamu; mimba

moghâ-moghâ

[mɔghɐ]

Mogha

semoga

dhaddhi sampornana. ‗semoga menjadi kesempurnaan‘ mohal [mɔhal] a tidak masuk akal

mènangka [mɛnaŋka] p sebagai

Moharram [mɔharram] n bulan Muharram

mencol [mencol] 1 v benjol 2 n benjolan

mohrèm [mɔhrɛm] n anggota keluarga dan

kejatuhan atau terlempar benda keras mendhem

[mǝndhǝm]

v a mabuk

amendhemaghi v memabukkan mennang [mənnaŋ] v menang

kerabat yang menurut agama Islam tidak boleh dinikahi; muhrim mokenna [mɔkǝnna] n mukenna mola [mɔla] mulai

kamennangan n kemenangan

amolaè v memulai

mamennang v memenangkan

molana adv mulanya

mennem [mǝnnǝm] num enam

amolaè dâri alip polè ‗mulai dari alif lagi‘

mènynya‘ [mɛññaʔ] n minyak

berusaha dari awal lagi

amènynya‘ v berminyak

molè [mɔlɛ] v pulang

mènynya‘ gas minyak tanah

mamolè v memulangkan

menynya‘ lettèk minyak goreng

molèan n 1 hewan yang selalu pulang ke

mara mènnya‘ bân aèng ‗seperti minyak

rumah 2 (santri) pulang ke rumah saat

dan air‘ tidak pernah menyatu; tidak

liburan

pernah akur

pamolèan n tempat untuk pulang

mèra [mɛ.ra] a merah mamèra v memerahkan

Molod [mɔ.lɔd] n bentuk ini berasal dari Maulid,

yaitu

Maulid

Nabi,

yang

mèrè [mɛrɛ] n kemiri

merupakan pengganti Rabiul Awal dalam

mereng [mɛrǝŋ] v(T) mendengar

penanggalan

merengaghi v mendengarkan

dimeriahkan

Madura dengan

biasanya selamatan

merrak [mǝrrak] n burung merak

memperingati kelahiran nabi Muhammad

merras [mǝrras] a bernas

Saw.

mèskèn [mɛskɛn] n orang miskin; a miskin

Molodhan n ritual peringatan maulid Nabi Muhammad Saw.

Halaman 46 dari 78

Molos [mɔlɔs] a polos; satu warna: celleng

amoso SDN Langkap 3. ‗Dalam lomba tadi

molos ‗hitam polos‘

SDN Langkap 5 bertanding melawan SDN

mon [mɔn] p jika  lamon

Langkap 3.‘

monafèk [mɔnafɛk] a munafik

amosoan v (saling) bermusuhan: Sebâb

monajât [mɔnajɐt] n permohonan kepada

sittong dhisa torè jhâ‘ amosoan. ‗Karena

Tuhan dalam ibadah; munajat

satu desa mari jangan bermusuhan.‘

n mundu monteng [mɔntǝŋ] n tulang ekor monyè [mɔñɛ] n bunyi amonyè vi berbunyi mamonyè vi membunyikan nyè-monyèan n bunyi bunyian mopakat [mɔpakat] a mufakat morèd [mɔrɛd] n murid; siswa; pelajar mortad [mɔrtad] n orang yang keluar dari mondͅhu

mostajhâb [mɔstajhɐb] a dikabulkan Tuhan;

[mɔn.ɖhu]

mustajab moț ak [mɔʈak] n monyet motèk [mɔtɛk] a pelit mowa [mɔwa] n muka mugut [mʊgʊt] n hantu orang yang sudah meninggal dengan wajah asli orang yang meninggal tersebut muslim [mʊslɪm] n orang Islam

agama Islam; murtad

muslimat

mosafèr [mɔsafɛr] n musafir

[muslimat]

n

orang

Islam

perempuan

mosakkat [mɔsakkat] a yang menyulitkan

muslimin [muslimin] n kaum muslim

mosèbâ [mɔsɛbɐ] n musibah

muwa [muwa] n muka

moseng [mɔsǝŋ] n musang

maskèa

mosna [mɔsna] v musnah

ètèndes kèya ‗mskipun muka, jika ada

moso [mɔsɔ] 1 n musuh 2 p bersama

jerawatnya akan dipencet juga‘ lebih baik

dengan Pak Samad dâteng moso binèna.

melakukan kesalahan tapi berbuat sesuatu

‗Pak

daripada tidak salah tapi tidak berbuat

Samad

datang

bersama

dengan

istrinya.‘

muwa,

mon

bâdâ

jhârâbâ‘na

apa-apa

amoso v 1 (bi‘) bertanding melawan:

Dâlem lomba ghellâ‘ SDN Langkap 5

N Na‘ [naʔ] n bentuk singkat dari ana‘ yang digunakan dalam panggilan na‘-enna‘an [naʔǝnnaʔan] n boneka akanְta na‘-enna‘an kaju ‗seperti boneka kayu‘ ditujukan untuk orang yang tindak tanduknya dalam bergaul terkesan kaku nabbhi

n nabi

anabbhi v bernabi; memiliki nabi naghârâ

‗negara membawa tata, desa membawa cara‘ setiap daerah memiliki adat dan kebiasaan sendiri-sendiri nakso [naksɔ] n nafsu amarah anakso v menuruti nafsu amarah nakto [naktɔ] n titik

dan kasar [nabbhi]

naghârâ ngèbâ tata, dhisa ngèbâ cara

[nǝghɐrɐ]

n negara

anaghârâ v bernegara

anakto v bertitik anaktoè v memberi titik nalèka [nalɛka] p ketika namong [namɔŋ] p namun

Halaman 47 dari 78

nangèng [naŋɛŋ] p namun; tetapi; akan

nya‘nya‘ [ñaʔñaʔ] anya‘nya‘ v membantah

tetapi

dengan

nanggher [naŋghǝr] n pohon randu alas

mengulang-ulang

perkataan

orang yang dibantah

nangka [naŋka] n nangka

nya‘nyang

naong [naɔŋ] a teduh

membantah

anaong v berteduh

[ñaʔñaŋ] dengan

anya‘nyang

v

mengulang-ulang

perkataan orang yang dibantah

manaong v membawa ke tempat teduh

nyabâ [ñabɐ] n 1 nyawa 2 nafas

ong-naongan n tempat berteduh (dari

anyabâ v 1 bernyawa 2 bernafas nyalèndhâ [ñalɛndhɐ] v bersikap, berpikiran,

panas, hujan, dsb.) nasè‘ [nasɛʔ] n nasi

dan atau berbeda dari orang kebanyakan nyaman [nyaman] a enak; nyaman; sedap

nasè‘ kembhâng nyamplong ‗nasi bunga nyamplung‘ nasi putih campur jagung

manyaman v membuat enak

nasè‘ satangonan èlettè‘è palotan ètem

kanyamanan n keenakan

sabutèr ‗nasi seperiuk kecipratan sebutir

nyaman bâdâ neng orèng ‗enak ada di

ketan hitam‘ sumber kejahatan yang kecil

orang lain‘ perasaan tidak puas dengan

dapat merusak tatanan suatu lingkungan

yang diperoleh diri sendiri menciptakan

yang besar

perasaan bahwa orang lain kelihatan lebih

nembhârâ‘ [nǝmbhɐrɐʔ] n musim hujan

beruntung

nembhârâ‘ kembhâr musim kemarau yang

nyanglè [ñaŋlɛ] n semacam akronim yang

masih turun hujan sehingga seperti ada

bentuk panjangnya mon la kenynyang pas

dua musim hujan

molè ‗kalau sudah kenyang lalu pulang‘

nèmor [nɛmɔr] n musim kemarau

tamu yang pulang setelah diberi makan

nèmor kara kemarau berkepanjangan

seolah-olah kepulangannya hanya me-

nènèt [nɛnɛt] a (lampu) redup

nunggu suguhan dahulu

neng [nəŋ] p di

nyang-manyang

nèngkè‘ [nɛŋkɛʔ] a dangkal

sejenis

nyanyi [ñañi] anyanyi v bernyanyi

anèyat v berniat

nyanyiyân n nyanyian nyi-nyanyiyân v bernyanyi-nyanyi

ngara [ŋara] mungkin ngodâ [ŋɔdɐ] a muda

v

n

serangga terbang dan menyengat

nèyat [nèyat] n niat

dâ-mangodâ

[ñaŋmañaŋ]

nyata [ñata] a nyata bersikap

anyataaghi v menyatakan

seolah-olah

nyèllam [ñɛllam] vi masuk Islam (untuk

masih muda niyat [niyat] n niat

muallaf)

aniyat v berniat

nyèlo [ñɛlɔ] v linu; ngilu

nomer [nɔmər] n nomor

nyessel [ñəssəl] v menyesal

anomer v bernomor

nyo‘nyo‘ [ñɔʔñɔʔ] v linu; ngilu

anomerrè v memberi nomor

O obân [ɔbɐn] n uban

obâng [ɔbɐŋ] n (T) uang

aobân v beruban

ngobângè v membeli

Halaman 48 dari 78

obbhâr [ɔbbhɐr] ngobbhâr vt membakar

ojhan tanges v ‗hujan tangis‘ kemalangan

aobbhâr vi terbakar: aobbhâr konco‘eng

yang menimpa banyak orang sekali gus

‗terbakar ujungnya‘

mara ojhân dherres ‗seperti hujan deras‘

bhâr-obbhâr v membakar-bakar (sampah

suara (gaduh) orang banyak

dsb)

ngojhânnaghi

obi [ɔbi] n ubi rambat

bujâna

dhibi‘

‗menghujankan garam sendiri‘ orang yang

neng-ennengnga obi aèssè ‗diamnya ubi

membual untuk menunjukkan kebaikan

berisi‘ diam yang bermanfaat

budi pekerti sendiri

obu [ɔbu] ngobu v memelihara

Sasat ojhân ghâgghâr ka tasè‘ ‗seperti

bu-obuan n hewan peliharaan

hujan jatuh ke laut‘ tidak bisa dinasehati

obuân a peliharaan: macam obuan ‗macan

atau diajarkan kebaikan

peliharaan‘

okep [ɔkǝp] ngokep v memeram buah

obu‘ [ɔbuʔ] n rambut

dengan

aobu‘ v berambut

cara

dimasukakan

kedalam

lubang, diberi karbit, dsb agar cepat

oca‘ [ɔcaʔ] n ucap, perkataan

masak

ngoca‘ v mengatakan

aokep v fig diam di rumah dan jarang

ca‘-ngoca‘ v berbicara

keluar

ca‘-oca‘an n semua bentuk peribahasa

okebbhân n masak hasil peraman oker [ɔkǝr] ngoker v mengilik-ngilik untuk

Madura oca‘ pasaran ‗omongan pasaran‘ omongan

memancing kemarahan (jangkrik dsb) 2

yang tidak perlu dilayani

memancing kemarahan

ocol [ɔcɔl] v lepas (terbang atau lari)

ker-oker v benda yang digunakan untuk

ngocol vt melepas agar bisa terbang atau lari

mengilik-ngilik okèr [ɔkɛr] ukir

odâng [ɔdɐŋ] n udang

aokèr v berukir

ghâ-raghâ odâng ‗seperti meraba-raba

ngokèr v mengukir

udang‘ mencoba dan menjajaki

okèran n ukiran

kabbhina udang

odâng

asongodhân

berkumis‘

maksudnya dijelaskan

menyatakan pun

‗semua

ngoker ‗mengukir geladak tempat tidur‘

yang

melakukan pekerjaan sia-sia (ukiran tidak

bahwa

tanpa

akan terlihat karena tertutup tikar dan

orang

tahu

meremehkan semua

begitulah sebenarnya; kalau cuma begitu

atau kasur) okom [ɔkɔm] n hukum aokom v menyerahkan diri untuk dihukum

semua orang juga tahu odi‘ [ɔdiʔ] v hidup

ngokom v menghukum

maodi‘ v menghidupkan

okoman v hukuman

ngodii v menghidupkan

okor [ɔkɔr] v ukur

ojhân [ɔjhɐn] n hujan

kor-okor

v

alat

aojhân v berhujan-hujan

meteran dsb.

kaojhânan v terkena hujan

ngokor v mengukur

ngojhânnaghi

v

membiarkan terkena hujan

menghujankan;

mengukur

misalnya

okoran v ukuran kadi‘ sè èokor ‗seperti sudah diukur‘ tepat sekali

Halaman 49 dari 78

ola [ɔla] aola v mengolah bahan menjadi sst:

ondhu [ɔndhu] v menggoyang batang atau

aola tajhin ‗mengolah bahan menjadi

cabang

bubur‘

buahnya

ngola v mengolah bahan: ngola bherrâs

ngondhu v menggoyang pohon untuk

‗mengolah beras‘

menjatuhkan buahnya

la-ola v mengolah sesuatu (biasanya tidak

pohon

untuk

menjatuhkan

ondhur [ɔndhur] v pergi

disebutkan)

ondhur

sa‘ang

dâteng

ola‘ [ɔlaʔ] n ulat

merica

datang

cabai‘

cabbhi

‗pergi

bawahan

yang

mara ola‘ samennèt ‗seperti ulat bulu‘

ditinggalkan pemimpin yang keras untuk

lekas marah

kemudian diganti pemimpin yang lebih

olar [ɔlar] n ular

keras lagi

lar-olaran n ular-ularan

onèng [ɔnɛŋ] v tahu

olar ngèntarè kol-tokol ‗ular mendatangi

ngaonèngè v mengetahui

pemukul‘

pangaonèngan n pengetahuan

melakukan

sesuatu

yang

onga‘ [ɔŋaʔ] aonga‘ v mendongak

membahayakan diri sendiri olar

ngontal

ekornya

bunto‘na

sendiri‘

‗ular

orang

menelan

tua

yang

mencelakakan anaknya sendiri oleng [ɔlǝŋ] olengngan/leng-oleng n kain

ongghâ [ɔŋghɐ] vi 1 naik 2 naik kelas lo‘

ongghâ ‗tidak naik kelas‘ 3 berangkat bekerja ke Jawa: Ongghâa bila? ‗Kapan mau berangkat?‘

panjang yang digunakan sebagai ganjalan

ngongghâi

saat membawa sesuatu di kepala dengan

berperkara atau musuh untuk meminta

cara dilingkarkan sehingga melingkar dan

keadilan dengan menuntut (permintaan

berbentuk pipih

maaf, ganti rugi dsb.), membalas, atau

ollè [ɔllɛ] v menerima; memperoleh; dapat

dsb)

ollè ngemmèn èemmèn polè ‗dapat dari

ongghâ

memimta,

ibadah haji

pernyataan

yang

menunjukkan orang serakah yang suka meminta

mendatangi

orang

yang

menyelesaikan dengan kekerasan (carok,

lè-ollè n oleh-oleh; buah tangan diminta‘

v

onjhep

hajji

‗naik

[ɔñjhəp]

haji‘

mengerjakan

ngonjhepaghi

v

membanting

olo [ɔlɔ] n 1 bagian atas tubuh (kepala) saat berbaring 2 hulu

onjhur [ɔñjhur] n bagian bawah (kaki) saat orang terbujur

oman [ɔman] ngoman v membujuk

ngonjhur v duduk atau tidur dengan kaki

ombâ‘ [ɔmbɐʔ] n ombak

lurus; membujur

ombhul

[ɔmbhul]

bhul-ombhul

ongkabhan [ɔŋkabhɐn] n susunan ungkapan

ombhut [ɔmbhut] n semak belukar

yang

omor [ɔmɔr] n umur; usia

terkait pada yang dimaksudkan, misalnya

aomor v berumur saomorra adv sepanjang hayat ompang [ɔmpaŋ] ngompang v membayar

arti

unsur-unsurnya

tidak

jelas

sa kaddhu‘ ra‘ra‘ ‗banyak sekali‘, nga‘enga‘ dhaba‘ ‗lupa-lupa ingat‘, dsb. ontal [ɔntal] ngontalagi v melempar dengan

bhubuwan (abhubu) melebihi jumlah yang

dilambungkan

diterima

ngontal v minum (obat); menelan tanpa

ondhâk [ɔndhɐk] n tingkatan; level

mengunyah

Halaman 50 dari 78

orem [ɔrǝm] a suram

nama

orèng [ɔrɛŋ] n orang

membayar pajak dalam setahun

dengan

jumlah

kewajibannya

ngorèngè v menemui tamu dalam acara

mara oreng akento‘ ‗seperti orang kentut‘

hajatan

orang yang hanya menuruti kehendak

rèng-orèngan n 1 orang-orangan sawah 2

hatinya tanpa memikirkan orang lain atau

mainan atau boneka berbentuk manusia

keadaan sekitarnya

orèng dhumè‘ orang atau kelompok orang

mara orèng nabbhu canang ‗seperti orang

yang berada pada stratifikasi terendah

menabuh

terdiriatas petani kecil, nelayan dan yang

memuji-muji dirinya sendiri

sejenis

Mara orèng nabbhu

orèng dhâddhi tarètan, tarètan dhâddhi

orang menabuh gong.‘ Orang yang jika

orèng ‗orang menjadi saudara, saudara

baik pekerjaannya tidak dipuji karena

menjadi orang‘ yang menunjukkan tidak

memang sudah tugasnya, tetapi kalau

begitu berartinya hubungan darah

salah dimarahi.

orèng jhujhur matè ngonjhur ‗orang jujur

Mara

mati membujur‘ orang jujur hidupnya

‗seperti orang makan rujak cengkir kelapa‘

tenang dan bahagia sehingga meninggal

perkataan yang manis tetapi menyakitkan

dengan damai

kerena mengandung sindiran

orèng kong-rokong orang gembel

martabhat orèng èlanyo‘ bâ‘â ‗seperti

Orèng madhurâ ta‘ tako‘ matè, tapè tako‘

orang terhanyut banjir‘ digunakan untuk

kalaparan ‗orang Madura tidak takut mati,

mengumpamakan hakikat manusia dalam

orang madura takut kelaparan‘ ungkapan

hidup pasti memikirkan kepentingan diri

yang

sendiri sebelum memikirkan kepentingan

menunjukkan

perjuangan

orang

Madura dalam bertahan hidup.

canang‘

orèng

orang

yang

selalu

egghung

ngakan

rojhâk

‗Seperti

cengkèr

orang lain

orèng majâng èjhuwâli pènd̩hâng ‗nelayan

osong [ɔsɔŋ] ngosong vt mengusung

orèng ngakan ghi‘ bâdâ butèrra ‗orang

v mengusung dirinya sendiri: Cè‘ cerrè‘eng. Mon matè aosongnga dhibi?‘ ‗Pelit sekali. Kalau mati

makan masih menyisakan butir nasinya‘

mau mengusung diri sendiri?‘

kesalahan atau kekurangan adalah sifat

song-osong 1 n usungan jenasah, keranda

yang manusiawi

2 v mengusung sst

dijuali pindang‘ mealkukan pekerjaan siasia

orèng ngantok èjhului bhântal

aosong

(dhibi‘)

‗orang

song-osong

lombhung

‗bersama-sama

mengantuk disodori bantal‘ bantuan yang

mengusung

lumbung‘

bekerja

diberian pada orang yang benar-benar

tolong-menolong

membutuhkan

otabâ [ɔtabɐ] p atau

orèng sabbhâr nompa‘ jikar ‗orang sabar

otama [ɔtama] a utama

naik cikar‘ orang yang menerima takdir Allah

akan

mendapat

kebahagiaan

di

dunia dan akhirat orèng

sarèyal

pa‘polo

sama

ngotamaaghi v mengutamakan otang [ɔtaŋ] n utang aotang vi berutang

‗orang

se-Real

empat puluh‘ rakyat jelata yang diberi

maotang vi mengutangkan; membolehkan pembelian dengan cara utang ngotangè vi memberi utang

Halaman 51 dari 78

parotangan n hal-hal yang berhubungan

ghilir

dengan utang biasanya berupa jasa atau

berdasarkan urutan (dari atas ke bawah,

utang budi otang dârâ ‗hutang darah‘

dari depan ke belakang, dsb)

oto‘

sistem

giliran

yang

tertib

owan [ɔwan] ngowan v menggembala

hutang nyawa yang harus dibayar dengan nyawa

ngowan

oto‘ [ɔtɔʔ] n kacang panjang

bakto

mengelola

‗menggembala

atau

mengatur

waktu‘ waktu

P pa‘a‘ [paʔaʔ] n pahat

diurus, pagar sendiri tidak diurus‘ suka

ma‘a‘ v memahat

mencampuri urusan orang lain

pa‘a‘ mènta ètokol/pa‘a‘ nyandar ka tokol

pajhânten [pajhəntǝn] n pejantan

‗pahat minta dipalu/pahat menyandar ke

pajhânten

palu‘

‗pejantan

orang

yang

betanggung

jawab

jhubâ‘ jelek

ana‘na anaknya

iyâ

jhubâ‘

tentu

jelek‘

terhadap perbuatan salahnya, misalnya

seorang anak tidak jauh beda dengan

orang

orang tuanya

yang

menang

menyerahkan

diri

dalam

dengan

carok

suka

rela

pajhât [pajhət] adv [T] memang paju [paju] a laku

kepada pihak yang berwajib pa‘po‘ [paʔpoʔ] n tidak untung tidak rugi

mapaju vt membuat laku, melariskan

pacca‘ [paccaʔ] n bakiak

mapaju

apacca‘an v memakai bakiak pacol

n

[pacol]

cangkul

kecil

untuk

‗melariskan

kerabat dekat pajung [pajuŋ] n payung

paḍâ [padɐ] a sama

apajung vst berpayung

mapadâ v menyamakan padd̩hâ

dhibi‘

jualan sendiri‘ mengambil menantu dari

menyiangi tanaman

[padɖhɐ]

wâl-juwâllâ

apajungan vi berpayung; memekai payung

a setara; sebanding

majungè vt memayungi

padi [padi] n padi

paka‘ [pakaʔ] a sepat/sepet

paè‘ [paɛʔ] a pahit

pakan [pakan] n pakan

paghâr [paghər] n pagar

makanè v memberi pakan

apaghâr vi 1 memiliki pagar; berpagar 2

pakèbu [pakɛbu] a rasa dan sikap yang sulit

melindungi

diri

yang

dan membingungkan sehingga tidak thu

bersifat magis Mon terro hasella kodhu

apa yang harus dikerjakan karena merasa

apaghar.

serba salah berhadapan dengan orang

‗Kalau

dengan ingin

sesuatu berhasil

harus

‗berpagar‘‘ ghâr-maghâr n melakukan pekerjaan yang

yang memiliki kelebihan pako [pakɔ] n paku

berhubungan dengan pagar.

mako v memaku

maghâre vt memagari; memberi pagar

mara pako ngennèng ka kaju ‗seperti paku

paghâr alas n rumah yang penghuninya

kena ke kayu‘ orang yang teguh pada

tidak disukai karena melakukan hal yang

pendirian

tidak baik paghârrâ orèng èrèksaghi, mon paghèrrè

pakon [pakɔn] n(T) perintah makon v memerintah

dhibi‘ ta‘ èrèksaghi perib ‗pagar orang

Halaman 52 dari 78

bâdâ pakon, bâdâ pakan ‗ada perintah, ada makan‘ ada kerja harus ada imbalan palappa

[palappa/pǝlappa]

n

rempah-

panggher [paŋghǝr] manggher v mengikat hewan pada pohon, tonggak dsb agar tidak lepas pangghi [paŋghi] mangghi v(T) menemukan

rempah malappaè v memberi rempah-rempah atau

mangghii v menemui (tamu, dsb.)

bumbu

pamangghi n pendapat

malappaè mano‘ ngabâng ‗membumbui

pangkèng [paŋkɛŋ] n kamar

burung terbang‘ menghayalkan sesuatu

pangonong

[paŋɔnɔŋ]

n

bagian

depan

kaleles atau bajak berupa kayu panjang

yang sia-sia palèng [palɛŋ] adv paling; ter-

yang menyatukan sepasang sapi

palotan [palɔtan] n (beras) ketan

pangpang [paŋpaŋ] n tiang panjhennengngan [panjhǝnnǝŋan] pron (T)

palotan ètem ketan hitam paman [paman] n paman

anda

pana [pana] n 1 sejenis santet yang berupa

panjhilân [panjhilɐn] n biji nangka

benda terang melayang di udara; sinonim:

Mara panjhilân èbâddhâi pèrèng ‗seperti

gandhuru 2 panah

biji nangka diwadahi piring‘ orang yang

panapa [panapa] pron apa

tidak bisa dipegang perkataannya karena

pancal [pañcal] mancal v (binatang) lari

selalu berubah-ubah pendiriannya. panyakèt [pañakɛt] n penyakit

tunggang-langgang karena terkejut pandâ‘ [pandɐʔ] a pendek

apanyakèdhân v berpenyakit pao [paɔ] n mangga

mapandâ‘ v memendekkan pandân [pandɐn] n pandan

papareghân [paparɛghɐn] n peribahasa yang

pandhi [pandhi] n pandai (besi)

mirip gurindam, yaitu memiliki satu atau

mandhi v menempa (besi/logam)

dua baris dengan rima tengah dan akhir,

panebbhâ [panǝbbhɐ] n seikatan lidi (sekitar satu genggam), yang ujungnya dibiarkan panjang, digunakan untuk membersihkan isi rumah dari kotoran (debu, sarang laba-

misalnya long-polong rombu, bit-abit ollè

sakembu. papèyar [papɛyar] mapèyar v menempeleng (berasal dari tiruan bunyi atau onomatope)

laba, dsb.)

pappa [pappa] n pelepah daun pisang

mara panebbhâ èsèmpay ‗seperti sapu lidi

pappa‘ [pappaʔ] mappa‘ vt mengunyah

diikat‘ persatuan menyebabkan kekuatan pangaro [pǝŋarɔ] n 1 pengaruh 2 tuah atau hal

yang

binatang,

terdapat benda

pada

dsb.

anak,

yang

istri,

dipercaya

(makanan

dsb)

untuk

diambil

sarinya

kemudian ampasnya dimuntahkan pappa‘an n sisa tembakau setelah digunakan untuk susur

dapat membawa keberuntungan Bungsona

(mara) pappa‘an takaè‘ ‗sisa tembakau

èangghep andi‘ pangaro sebâb molaè laherra usaha eppa‘na atamba lancar.

sesudah susur yang dikaitkan‘ makian

‗Anak bungsunya dianggap mempunyai

bahwa

pengaruh karena sejak kelahirannya usaha

berguna

bapaknya bertambah lancer.‘

untuk

merendahkan orang

yang

dengan

maksud

dimaksud

tidak

para‘ [paraʔ] adv 1 kurang sedikit; nyaris 2 dekat apara‘ v mendekat

Halaman 53 dari 78

parabân [prabɐn] 1n perawan; gadis 2a

paro

[parɔ]

paruh

(pembagian)

saparo

masih suci; belum pernah melakukan

‗separuh‘

hubungan badan

maro v memaruh

marabânè v 1 memrawani; melakukan

paron n system bagi hasil (terutama dalam

hubungan seksual dengan gadis perawan

bidang pertanian) dengan masing-masing

2 memakai pertama kali

dari dua pihak mendapat bagian yang

parabânan

n

seserahan

pengantin

perempuan

dari

pihak

sama

kepada

pihak

paro

pengantin pria sebagai balasan

n paruh laba; bagi laba

bhatè

masing-masing separuh

parao [paraɔ] n perahu

ngala‘

v (bagi pemilik

paron

aparao(an) vi naik perahu; berperahu

melakukan

mara parao sarat ‗seperti perahu sarat

dengan system bagi hasil

muatan‘ kekenyangan sehingga tidak bisa bergerak

parocabhân

[parɛbhɐsan]

n peribahasa yang

menggunakan bahasa

kias

atau

bukan perumpamaan, misalnya manggu‘

ka karsana Allah, tada‘ jhaghung obi dhaddi nase‘, dsb. parèkas [parɛkas] a penuh prakarsa parèksa [parɛksa] v periksa marèksa v memeriksa pamarèksaan n pemeriksaan parem [parǝm] n param aparem v berparam; memakai param

bandingkan

dengan

yang

pihak

lain

n

adalah

langsung

mem-

[parɔcabhɐn]

peribahasa

parèbhâsan tidak

usaha

modal)

persamaan

keadaan,

sifat,

atau perilaku dengan sesuatu dengan menggunakan

pembanding,

seperti

akanta, mara, martabhât, marabhut yang berarti ‗seperti‘, misalnya mara kettang mèghâ‘ bâlâng ‗seperti kera menangkap belalang‘, martabhât durina pandân ‗seperti duri pandan‘ marabhut buwâna ghâ‘-saghâân ‗seperti buah saga‘ parsèko [parsɛkɔ] a merasa tidak enak karena tahu berada pada posisi salah

‗berparam

parsemmon [parsǝmmɔn] n peribahasa yang

setelah hilang benjolannya‘ melakukan

berisi kiasan yang bersifat menyindir,

aparem

samarèna

mencol

pekerjaan yang terlambat dan percuma

mirip bidal, misalnya ta‘ tao lèbât è

parèmpen [pǝrɛmpǝn] a hemat dan cermat

bâbâna bringèn korong ‗tak tahu lewat di

parèng [parɛŋ] v(T) beri

bawah bringin kurung‘

aparèng vi memberi Beliau ampon bennya‘

pas [pas] p kemudian; lalu

aparèng ajhârân-ajhârânèpon bân tuntunan-tuntunanèpon dâ‘ bhâdhân kaulâ sareng para Ajunan sadhâjâ. ‗Beliau

pasa [pasa] n puasa

(Rasulillah)

telah

ajaran-ajaran

banyak

dan

memberikan

tuntunan-tuntunan

kepada saya dan Anda sekalian.‘ marèngè vt memberikan paparèng n pemberian; anugerah parènta [parɛnta] n perintah

apasa vi berpuasa masaè vt berpuasa untuk suatu maksud

masae katerbi‘eng ‗berpuasa untuk hari kelahiran‘ pasaan n bulan (ber)puasa Pasa [pasa] n bulan kesembilan dalam penanggalan Madura sebagai pengganti penyebutan bulan hijriyah Ramadlan. Pasa

marènta v memerintah

berarti

pamarènta n pemerintah

kewajiban puasa bulan ramadlan

puasa

yang

sesuai

dengan

Halaman 54 dari 78

pasang [pasaŋ] v pasang

tingkah di hadapan orang banyak, tetapi

masang v memasang

dibelakangnya sebaliknya

masangè v memasangi

pècet

sang-masang vi memasang

[pɛcǝt]

v

mècet

1

memijat

2

memencet

pasar [pasar] n pasar.

apècet v memijatkan diri (pada tukang

pasar patemmonan n pasar yang diadakan

pijat)

setiap dua hari sekali, yaitu berjeda satu

cet-pècet n saling memijat (gantian) peddhâng [pǝddhəŋ] n pedang

hari sepanjang tahun kadi‘ pasar tada‘ acannana peribahasa

meddhâng v menebas dengan pedang

yang arti harfiahnya ‗seperti pasar tak ada

dhâng-peddhângan n pedang-pedangan;

terasi‘. Peribahasa ini digunakan untuk

pedang mainan

menyimbolkan kelompok yang berbicara sendiri-sendiri

di

sebuah

pertemuan

(kelas, rapat, musyawarah dsb.) pasarèan

[pasarɛan]

n

pedd̩hâs, medd̩hâs [pǝddhɐs] v mempan; bias melukai, memotong, dsb.; ampuh lo‘

makam

orang(-

meddhâs

lâ-bâlâ

pasang [pasaŋ] 1 v pasang 2 n pasangan apasangan v berpasangan masang v memasang patè [patɛ] n santan patè‘ [patɛʔ] n anjing patè‘ celleng! sejenis makian yang artinya

nasihat‘ tidak bias dinasehati

peddhis. ‗rasa cabai pedas‘ pegghâ‘ [pǝgghɐʔ] v putus megghâ‘ v memutuskan (tali dsb.) mapegghâ‘ v memutuskan (tali dsb.) ghâ‘-pegghâ‘ a putus-putus; banyak yang putus pèghâ‘ [pɛghɐʔ] v tangkap

anjing hitam Mara patè‘ arebbhu‘ tolang ‗seperti anjing

mèghâ‘ vt menangkap

berebut

èpèghâ‘ vp ditangkap

tulang‘

ribut

memperebutkan

makanan

èpèghâ‘

Mara patè‘ bân kocèng ‗seperti anjing dan

disembelih‘

kucing‘ tidak pernah akur Mara patè‘ nemmo tolang ‗seperti anjing menemukan tulang‘ serakah Patè‘ kaaddhângan tètè ‗anjing terhadang titian‘ bingung dan tidak tahu apa yang harus diperbuat karena malu atau takut ketahuan berbuat sesuatu yang tidak tepat [patɔŋ]

matong

v

mendapat

patungan

matè

‗pura-pura

tenggiling mati‘ orang yang kelihatan tenang,

tolong

untuk

dengan tenggat waktu yang sangat singkat

sehingga

tanpa

persiapan

memadai mèghâ‘

jhuko‘

‗menangkap

ta‘

ikan

buddhâgghâ tidak

ingin

cellot terkena

lumpur‘ menginginkan sesuatu dengan tanpa bersusah payah

dan

menulis

Sekarang

pè-apè [pɛ-apɛ] v berpura-pura

pendiam,

dimintai

untuk

melakukan sesuatu secara mendadak

untuk

paya [paya] a payah tangghiling

‗ditangkap

kaoghân

pèghu [pɛghu] n huruf arab yang digunakan

patongan n patungan

pè-apè

mempan

pedd̩his [pǝdɖhis] a pedas Rassana cabbhi

orang) mulia

patong

‗tidak

tidak

banyak

sastra

masih

lama

digunakan

Madura. dalam

pesantren untuk memaknai kitab kuning; pegon pejjhu [pəjjhu] n air mani; sperma

Halaman 55 dari 78

pèkang [pɛ.kaŋ] vi mencubit dengan agak besar bagian dalam paha biasanya untuk

bulan biasanya dilakukan pada malammalam terang bulan pellèr [pǝllɛr] n alat kelamin jantan atau

menghukum kenakalan anak. kang-pèkangan n paha bagian dalam

laki-laki; penis

tempat mekang.

peltèng [pǝltɛŋ] n gentong

mèkang vt melakukan pekerjaan pekang

peltong [pǝltɔŋ] n tempat rumput dari daun

pèkkèr [pɛkkɛr] mèkkèr v berpikir

kelapa

kèr-mèkkèr v merenungkan

pènang [pɛnaŋ] n (pohon, buah) pinang

mekkere v memikirkan

mon andi‘na dhibi‘ pènang/di‘-andi‘na

pèkol [pɛkɔl] v pikul

orèng

bijjhân/mon

dunynyana

dhibi‘

mèkol vt memikul

èman/mon andi‘na orèng dhujân ‗kalau

pekolan n pikulan

miliknya sendiri pinang, milik orang lain

kol-pekol n pikulan

wijen, kalau milik sendiri sayang, kalau

sapèkol, saso‘on secara harfiah berarti

milik

‗sepikul, sejunjung‘ yang dimaksudkan

berasal dari pantun yang ditujukan untuk

untuk

orang yang pelit

menunjukkan

kodrat

laki-laki

bekerja dengan ‗memikul‘ dan permpuan

orang

doyan‘

peribahasa

pènd̩hâ‘ [pɛnɖhɐ‘] a mendingan pendha‘an adv lebih mendingan

‗menjunjung‘ akanta pèkolan ta‘ èrao‘ ‗seperti pikulan

pènd̩hâng [pɛnɖhɐng] n ikan pindang

tidak diserut‘ untuk mengibaratkan orang

pendhusa [pǝndhusa] n peti mati

yang dalam tindak tanduknya kaku dan

pèngghir [pɛŋghir] n tepi; sisi; pinggir mèngghir v minggir; menepi

kikuk mèkol

tuwa‘

la‘jân

rè‘-kèrè‘,

tuwa‘na

dumpa rè‘-kèrè‘na buru ‗ibarat memikul tuak berpengimbang anak anjing, tuaknya tumpah anak anjingnya lari‘ pekerjaan yang

yang

kurang

dipertimbangkan

dengan

pèngghirân n pinggiran; tepi pengko [pǝŋkɔ] a keras kepala (tentang pendapat dsb) pènjhung [pɛñjhuŋ] n kemben apènjhungan v memakai kemben pènta [pɛnta] v pinta

baik menyebabkan kegagalan pèlak [pɛlak] a terampil dan cekatan; cakap

mènta v meminta

lak-mapèlak v berbicara atau bertindak

tan-pèntan

seolah-olah terampul dan cekatan

pertunangan

pèlè [pɛlɛ] v pilih

v

lamaran

dalam

acara

pènter [pɛntǝr] a pintar

mèlè v memilih

mapènter v membuat jadi pintar

lè-pèlèan v suka pilah-pilih

mènterrè v menipu dengan kepintaran

pèlèan n pilihan

ter-mapènter

mèlè

dhâghing

‗memilih

daging‘

bersikap,

v sok pintar; berbicara,

atau

bertindak

memutuskan dengan tidak adil karena

pintar

uang, kekuasaan, dsb.

ter-pènterran a paling pintar

pele' [peleʔ] a sipit pèlèt [pɛlɛt] mèlèt v memijat pèlèt kandung rangkaian selamatan untuk kandungan yang telah mencapai tujuh

seolah-olah

pèpè [pɛpɛ] n pipi: Lamon ghun coma

abhâkalan gi‘ ta‘ ollè nyiom pèpè. ‗kalau hanya tunangan, belum boleh cium pipi‘ pèra [pɛra] apèra v bertelur

Halaman 56 dari 78

pèrak [pɛrak] v senang; gembira

mèssè vi membayar [mɛs.sɛ.ɛ] vt membayar Bhuk Mariam mèssèè bhâko sè èbelli bâri‘. ‗Buk

kapèraghân merasa sangat senang

mèssèè

percajâ [pǝrcajɐ] vi percaya mercajâaghi v mempercayakan

Mariam membayar tembakau yang dibeli

kapercajâân n kepercayaan

kemarin

pèrèng [pɛrɛŋ] n piring apèrèng

pèssè budu‘ bunga uang, rente

v berpiring: apereng emmas

Mon ta‘ èman pèssè sa sèn, ta‘ kèra tao

‗berpiring emas‘

andi‘ sajhâmpel ‗kalau tidak sayang pada

pèrèng bhâsa ta‘ èkennèng raghum polè

uang satu sen, tidak akan pernah punya

‗piring pecah tidak dapat diutuhkan lagi‘

satu rupiah‘ orang yang boros tidak punya

wanita yang sudah pernah menikah (janda)

apa-apa

akan memiliki nilai sangat kurang menurut

pessen [pǝssǝn] n pesan apessen v berpesan

laki-laki

messen v memesan

perkara [pǝrkara] n perkara perrèng [pǝrrɛŋ] n bambu

pessennan n pesanan

perrèng norè [nɔrɛ] sejenis bambu yang

pètè‘ [pɛtɛʔ] n anak ayam

bagian bawah rumpunnya dipenuhi duri

pètè‘ sa patarangan ta‘ kèra padâ buluna

pada cabang-cabangnya

‗anak ayam sepeteluran tidak akan sama

mara perreng tale ‗seperti bambu tali‘

bulunya‘ sekalipun saudara kandung tidak

memiliki banyak kecakapan

akan sama rupa dan kelakuannya

perres [pǝrrǝs] v peras

pètodhu [pɛtɔdhu] n petunjuk

merres vt memeras

petͅta ͅ [pǝtʈha] n (R) perkataan

merres pello

konèng

‗memeras peluh

kuning‘ memeras keringat untuk bertahan hidup perro‘

‗besar

perro‘

topona

v

membuat

jadi

usus‘

mudah

pettengngan n mati lampu teng-metteng v gelap-gelapan

‗tidak

ada

usus

pètto‘ [pɛttɔʔ] n tujuh

buntunya‘ orang yang hanya memikirkan

peyo‘ [pɛyɔʔ] n cicit

diri sendiri

piyo‘ [piyɔʔ] n peyo‘

pèsa [pɛsa] n pisah

po‘lot [pɔʔlɔt] n pensil

apèsa vi berpisah

pobu [pɔbu] v pasang

asa-pèsa vi berpisah-pisah

mobu v 1 memasang 2 membubuhi

mèsa vt 1 memisah 2 membeli Purnomo

mobui v memasangi

mesa sapeda montor langsung dari dealer. ‗Purnomo

membeli

langsung dari dealer‘ pèso [pɛsɔ] n makian apèsoan vi memaki mèsoè vt memaki pèssè [pɛs.sɛ] n uang

gelap;

menggelpakan

tersinggung dan marah tadâ‘

petteng [pǝttǝŋ] a gelap mapetteng

perro‘ [pǝrrɔʔ] n usus rajâ

apeṭta ̣ v berkata-kata

sepeda

motor

poְdhâk [pɔɖhɐk] n pudak; bunga pandan yang wangi pojhi [pɔjhi] n puji jhi-pojhiân n puji-pujian mojhi v memuji pojhiân n pujian pojhur [pɔjhur] a mujur

Halaman 57 dari 78

pokang [pɔkaŋ] n paha

sebagai suami istri. Makanan ini terdiri

pokè [pɔkɛ] n alat kelamin betina atau

atas ponar dan sekkol yang diberi irisan

kemaluan perempuan; vagina 1pokol

telur

[pɔ.kɔl] v pukul

Selamatan

ini

dilakukan

dengan mengundang tetangga sekitar.

mokol vt memukul 2pokol

dadar.

pondhuk [pɔndhuk] n pondok pesantren

[pɔkɔl] n saat yang menyatakan

mondhuk vi belajar di pondok pesantren

waktu

pongpong [pɔŋpɔŋ] adv senyampang

pokpak [pɔk.pak] apokpak vi 1 sibuk atau

pora-Alla [pɔraalla] ungkapan keterkejutan

cerewet karena hal yang tidak penting 2

yang

repot mengerjakan beberapa pekerjaan

‗astaghfirullah‘

sekaligus

berasal

pornama

dari

[pornama]

lafadh

a

istighfar

purnama;

bulan

pola [pɔla] ala-pola v bertingkah polah

nampak bulat sempurna pada tanggal 14

polana [pɔlana] p karena

dan 15 penanggalan Kamariyah

polè [pɔlɛ] adv lagi

poro [pɔrɔ] n borok

polo [pɔlɔ] puluh

kakona mara poro ‗kekakuannya seperti

polowan n puluhan

borok‘

orang

yang

polo‘ [pɔlɔʔ] n tutup periuk

perilaku

polong [pɔ.lɔŋ] kumpul

sekitarnya sehingga dibenci

apolong vi berkumpul

kakunya

sifat,

sikap,

menyakiti

dan orang

porop [pɔ.rɔp] v tukar

long-molong vt mengumpulkan sedikit

morop vt menukar

demi sedikit

taporop vi tertukar

mapolong v mengumpulkan

porop

molong vt memetik; memanen

menukar pemakaian, misalnya A memakai

Apolong

bân

orèng

ngobbhâr

dhupa

angghuy

‗tukar

tukar-

milik B dan B memakai milik A.

nyoprè mèlo ro‘omma ‗berkumpul dengan

possa' [pɔssaʔ] v penuh

orang membakar dupa agar kebagian

mossa‘è v memenuhi

harumnya‘ bergaul dengan orang baik

pakai‘

potè [pɔtɛ] a putih

akan membawa pengaruh yang baik

mapotè v memutihkan

Apolong bân orèng ngobbhâr taè tanto

ngapotè v memutih: Ngapotè, wa‘ lajârâ

mèlo

dengan

ètangalè. ‗Memutih, itu layarnya terlihat‘

orang membakar tahi pasti kebagian bau

akantha potèna tellor ‗seperti putih telur‘

busuknya‘ berteman dengan orang yang

baik lahirnya, buruk batinnya

buruk perangainya pasti

mapotèa dângdâng potè, macellengnga

bâcengnga

‗berkumpul

pon [pɔn] adv sudah  ampon

dhâlko‘ celleng ‗memutihkan gagak putih,

ponar [pɔnar] n makanan dari beras ketan

menghitamkan

burung

kuntul

hitam‘

berwarna kuning karena dimasak dengan

hitam putih nasib bawahan ditentukan

kunyit. Makanan ini sering ditemui pada

kebijakan atasan

perayaan-perayaan

hari

besar

potong [pɔtɔŋ] v patah

agama/selamatan

motong v menggunting rambut

ponar asekkol makanan yang disajikan

mapotong v mematahkan

pada selamatan karena pasangan yang

powa [pɔwa] a mudah digigit; lunak

menikah

powasa [pɔwasa] n puasa

telah

bergaul

dengan

baik

Halaman 58 dari 78

apowasa vi berpuasa

Q Qur‘an [qurʔan] n al-Quran

R ra‘a [raʔa] n kutu air

raji [raji] n (T) istri

râ'-dherrâ‘ [rɐʔdhǝrrɐʔ] n burung tekukur

raka [raka] n (T) suami

mara râ‘-dherrâ‘ bâbinè‘ ‗seperti tekukur betina‘ berlagak berani tetapi penakut

rako‘ [rakɔʔ] arako‘ v mengambil sebanyakbanyaknya dengan dua belah tangan

ra‘yat [raʔyat] n rakyat

rambhut [rambhut] n(T) rambut

rabâ [rabɐ] n rawa

rambing [ram.biŋ] n kain (terutama kain

rabet [rabǝt] n liana

sisa); perca.

rabu [rabu] v (T) datang

bing-rambingnga Kor‘an ‗perca al-Quran‘

ngarabui v datang; mendatangi

orang yang selalu dihormati sampai usia

raddhin [raddhin] a cantik

tua, misalnya orang tua, sesepuh, dan

dhin-maraddhin v bersikap seolah-olah/

guru,

seperti orang cantik; sok cantik

kebijaksanaan orang tersebut

raè [raɛ] n wajah; muka raghâ

[raghɐ]

yang

berhubungan

bing-rambingnga

v raba

sotra

‗perca

dengan sutra‘

bangsawan sejati yang tetap berwibawa

araghâ v meraba

meskipun tidak berpenampilan sebagai

aghâ-raghâ v meraba-raba

bangsawan

aghâ-raghâ odâng ‗meraba-raba udang‘

rammè [rammɛ] a ramai

mencoba-coba kemungkinan atau sesuatu

marammè v meramaikan

yang tidak pasti

mèn-rammèn n keramaian

rajâ [rajɐ] a besar: dhusa rajâ ‗dosa besar‘ rajâ bhâdhuk ‗besar lambung‘ banyak

ramo‘ [ramo‘] n akar aramo‘ v berakar

makan sedikit kerja

rampa‘ [rampaʔ] a rimbun

rajâ karep ‗besar hasrat‘ angan-angan

ramram [ramram] a terlalu besar

tinggi

randhâ [randhɐ] n janda

yang

biasanya

tanpa

mempertimbangkan kemampuan diri rajâ pakèbânna, rajâ pacarrènna ‗besar

rao‘ [raɔʔ] v serut; raut arao‘ v meraut; menyerut

pelimbahan

raop [raɔp] araop v cuci muka

comberannya‘ besar pemasukan, besar

araobhi v mencucikan muka

pula pengeluaran

araobhi taè ‗mencuci muka (seseorang)

rajâ cètak, korang otek ‗besar kepala,

dengan kotoran‘ mempermalukan orang

kurang otak‘ bersikap seolah-olah pintar,

lain (orang tua, saudara, kerabat, teman

padahal sebenarnya bodoh

dekat, dsb.) dengan perbuatan yang tidak

kamar

rajhâ

mandinya,

[rajhɐ]

besar

n raja

rajhang [rajhɐŋ] n linggis

baik dan memalukan raprap [raprap] n rayap

Halaman 59 dari 78

rasol [rasɔl] n tumpeng

arebbhu‘ vi berebut; merebut

arasol vi mengadakan selamatan dengan

arebbhu‘ jhuccong ‗berebut depan‘ tidak

tumpeng

mau antre

muwâng

rasol,

ngala‘

butèr

perib

‗membuang tumpeng, mengambil butir

rèjhekkè [rɛjhǝkkɛ] n rejeki kè-rèjhekkèan n untung-untungan

nasi‘ karena serakah mengejar yang kecil

Rejjheb [rǝj.jhǝb] n nama bulan ketujuh

sedang yang besar yang dimiliki hilang

dalam penanggalan Madura yang menjadi

karenanya

pengganti penyebutan dari bulan Hijriyah

Rasol

n

[rasɔl]

bulan

keempat

dalam

penanggalan Madura sebagai pengganti bulan hijriyah Rabiuts Tsani.

Rajab. rèken [rɛkən] v hitung; kalkulasi areken,

ratos [ratɔs] ratus

v

ngarèken

1

mengkalkulasi;

menghitung 2 mempedulikan; memper-

ratosan n ratusan

hitungkan

rè‘-kèrè‘ [rɛʔkɛrɛʔ] n 1 anak anjing 2 anak-

(biasanya

dalam

kalimat

negatif) lo‘ arèken ‗tidak mempedulikan‘ reksak [rɛksak] v mengurus; memelihara

anak rebba [rǝbbɐ] n selamatan berupa makanan yang maksudnya dikirimkan kepada orang

areksaghi v mengurus; memelihara rembhak [rǝmbhək] n musyawarah

yang meninggal biasanya dilakukan pada

arembhâk v bermusyawarah

setiap malam Jumat

bhâk-rembhâk

arebba vi melakukan rebba

musyawarahan

Rebba [rǝbbɐ] n nama bulan kedelapan dalam penanggalan Madura yang menjadi pengganti

penyebutan

bulan

Hijriyah

Sya‘ban. Nama Rebba berasal dari tradisi bersedekah

makanan

diperuntukkan

bagi

yang

orang

pahalanya yang

telah

v,n

(melakukan)

per-

rèmerrè n serangga yang sangat kecil yang menyebabkan gatal remrem [rǝmrǝm] aremrem v merendam rèmo

[rɛmɔ]

n

semacam

arisan

yang

diadakan oleh orang-orang blater dengan pembayaran yang tidak sama bergantung

meninggal dari sebuah keluarga karena

pembayaran

dipercaya bahwa pada bulan ini adalah

seseorang

bulan yang penuh berkah karena catatan

pernikahan, sunatan, dan terutama to‘-

amal satu tahun dikumpulkan dan catatan

oto‘

amal baru dimulai.

arèmo v melakukan remo

n rumput rebbhâng [rǝbbhɐŋ] a berkobar; menyala rebbha

[rǝbbhɐ]

besar Rebbhu [rǝbbhu] n hari keempat dalam

yang pada

pernah acara-acara,

diterima seperti

èrèmoaghi v dirayakan dengan remo rèmo carok remo yang diadakan dengan maksud

menggalang

dana

untuk

melakukan carok

penanggalan Madura; Rabu.

rempa‘ [rǝmpaʔ] n ambruk atau sempal

rebbhuan diadakan setiap hari Rabu.

rendem [rəndəm] arendem v merendam

Rebbu Bekkasan hari Rabu terakhir bulan

reng [rɛŋ] n bentuk singkat dari oreng

Muharram yang dipercaya sebagai hari semua bala atau cobaan diturunkan dalam satu tahun rebbhu‘ [rǝbbhuʔ] v rebut

oreng rèngkes [rɛŋkǝs] a ringkas; rapi arèngkes v meringkas; merapikan diri untuk berangkat

Halaman 60 dari 78

rengngè‘ [rǝŋŋɛʔ] n nyamuk

taretan. Jika kamu tidak sanggup mintalah

Rengngè‘ ngalèng ajâgâ kaju. ‗Nyamuk

tolong pada saudara (kerabat).

berlindung

kayu‘

robbhu

maksudnya naymuk yang berlindung dari

saudara

tiupan

berjasa

saudara perempuan, misalnya A dan B dua

karena menjaga kayu agar tidak tumbang.

orang laki-laki bersaudara dan C dan D

Peribahasa ini meggambarkan orang yang

dua

terlalu memandang tinggi kemampuan

menikah dengan C, B dengan D atau A

menjaga

angin

pohon

merasa

dirinya

dirinya

perjodohan

laki-laki

orang

dengan

perempuan

dua

orang

dua

orang

bersaudara,

A

dengan D, B dengan C

rèpot [rɛpɔt] a repot; sibuk

roghâ [rɔghɐ] a salah urat yang dibiarkan

marèpot v merepotkan Rerajah

bhâta

tanpa dipijat dsb. sehingga menjadi parah

n bulan kedua belas

[rɛrajɐh]

penanggalan Madura yang berarti ‗hari besar‘

yang

merupakan

pengganti

penyebutan bulan Hijriyah Dzul Hijjah. Disebut Reraja karena dalam bulan ini terdapat

hari

besar

Idul

Adha

yang

merupakan tanda selesainya ibadah haji.

dan menyebabkan sakit rojhâk v rujak arojak v membuat rujak rokat [rɔkat] n ruwatan (untuk keselamatan bersama) roko [roko] n mukenna roko‘ [rɔkɔʔ] n rokok

rèsè' [] v hujan rintik-rintik

aroko‘ v merokok

ressek [rǝssɛk] n/a hidup bersih dan rapi

ko‘-roko‘an v sedang meroko‘

paressek vi bersihkan dan rapikan Sek-ressek

odang

terlalu

menghargai

ngaroko‘è v membiayai rokok rokong

[rɔkɔŋ]

kong-rokong

n

sejenis

kebersihan sehingga mengganggu orang

serangga yang muncul menjelang petang

sekitar.

dan terbang bergerombol

rèya [rɛya] ini/itu

roma [rɔma] n rumah

ro‘om [rɔʔɔm] a harum

roman [rɔman] n merang padi

om-ro‘om n sesuatu yang berbau harum roba [rɔbɐ] n wajah

romasa [rɔmasa] aromasa v merasa rombu [rɔmbu] a kotor

aroba vi berwajah

long-polong

robbâna [rɔbbɐna] n semacam akronim

kembu

rombu,

bit-abit

mengumpulkan

olle

barang

sa

sangat

yang penjangnya È dimma bâdâ tatarob

sedikit dan tidak berarti, lama-lama penuh

abâ‘na bâdâ è bâbana. ‗Di mana pun ada

dan berarti; sedikit demi sedikit lama-

tenda pesta dia ada di bawahnya.‘ Orang

lama jadi bukit

yang selalu hadir pada keramaian meski tidak diundang

rompi [rɔmpi] arompi v memakai rompi arompi buluna merrak ‗berrompi bulu

robbhu [rɔbbhu] vi roboh; tumbang karobbhuân v terkena robohan pohon,

merak‘

kebagusan

penampilan

yang

menyembunyikan kemiskinan ronjhângan [rɔñjhɐŋan] n lesung panjang

tiang, dsb marobbhu vt 1 merobohkan 2 mencari

tè‘-lettè‘

sandaran untuk masalah yang dihadapi;

menarik lesung‘ pertengkaran anak kecil

Lamon marobbhu ka

yang menyebabkan per-tengkaran orang

meminta

ba‘eng

pertolongan

ta‘

sangghup,

penuh:

ngèrèt

ronjhângan

‗serangga

tua

Halaman 61 dari 78

rong-kerrong

n

[roŋ-kǝrroŋ]

kerong-

ropèya

kerong; sejenis hewan laut; therapon

[rɔpɛya]

n

rupiah

(mata

uang

Indonesia)

ropa [rɔpa] n rupa

roso‘ [rɔsɔʔ] n rusuk

aropa v berupa

rote [rɔtɛ] n roti

aropaaghi v berupa

rowa [rɔwa] itu

ropek [rɔpǝk] a sempit

S sa‘ang [saʔaŋ] n merica

Sabto

sa‘ar [saʔar] n ijuk pohon aren

[saptɔ]

n

hari

ketujuh

penanggalan Madura.

akantha sa‘ar gherrana ‗seperti ijuk pohon aren kekakuannya‘ orang yang dalam

sabu [sabu] n sawo sabu kecce‘ [kǝcceʔ] n sawo kecik

bergaul kaku dan kasar tutur kata dan

sacca [sacca] a tulus setia

tindak tanduknya

sada‘ [sadɐʔ] n arit; sabit; clurit

sabâ [sabɐ] n sawah

sadhâjâ [sadhɐjɐ] num semua

sabâ‘ [sabɐʔ] v meletakkan

saduhuna [saduhuna] adv apa adanya

bâ‘-sabâ‘ n sesaji untuk makhluk halus

saè [saɛ] a (T) baik

yang diletakkan pada tempat keramat

saellana [saəllana] adv sesudah

untuk mengobati tulah akibat melanggar

saghara [saghɐrɐ] n laut nyaghara v sangat luas nyaghara ngen-

pantangan tempat tersebut

vt

nyabâ‘

dalam

meletakkan;

menaruh;

memasang

angennna

‗sangat

luas

(seperti

laut)

angan-angannya‘

nyabâ‘ oca‘ melamar perempuan oleh

sajân [sajɐn] adv makin; semakin

keluarga

sakè [sakɛ] nyakè v (binatang) menjantani

dekat

(acara

ini

dilakukan

kè-sakè v (binatang) kawin

sebelum upacara pertunangan) nyabâ‘

songghâ

‗memasang

ranjau

èterjhâk

dhibi‘

diterjang

sendiri‘

senjata makan tuan sabbhân [sabbhɐn] 1 p setiap: sabbhân arè

adv dahulu: Sabbhan sengko‘ la messen. ‗dahulu saya sudah ‗setiap

hari‘

2

sabbhil

asakola v bersekolah masakola v menyekolahkan sakolaan n sekolahan sakonè‘ [sakɔnɛʔ] adj sedikit saktè [saktɛ] a sakti kasaktèan n kesaktian

memesan‘ [sabbhil]

sakola [sakola] n sekolah

asabbhil v berusaha keras

sabbhrâng [sabhrɐŋ] n singkong sabbhu‘ [sabbhuʔ] n sabuk; ikat pinggang

tè-saktèan a paling sakti sala [sala] 1 a salah: Sè èlakonè bâ‘eng jelas

bersabuk

sala. ‗Yang kamu lakukan jelas salah.‘ 2 n kesalahan: Jiya lakar tang sala. ‗Itu memang kesalahanku.‘ 3 p sudah (untuk

asabbhu‘ karet ‗bersabuk karet‘ makan

menyatakan penegasan dan penguatan)

banyak sekali

Sala èangghuyè salèmpang èdhândhânè polè. ‗Sudah diberi selempang didandani

asabbhu‘ v memakai sabuk/ikat pinggang;

sabellas [sǝbǝllɐs] num sebelas

juga.‘

Halaman 62 dari 78

kasalaan n kesalahan

samangkèn [sa.maŋ.kɛn] n [T] sekarang

manyala v berbuat salah dengan sengaja untuk

mengganggu

atau

membuat

samar [samar] a samar nyamar v menyamar nyamaraghi v menyamarkan

keributan salabât [salabɐt] n uang sedekah dari tuan

sambhel [sambhǝl] n lauk yang dibuat dari

rumah yang punya hajat dalam acara ritual

parutan

seperti selamatan, pelet kandung, dsb,

bumbu

yang jumlahnya tidak ditentukan, biasanya diberikan pada pembaca doa.

kelapa

tua

digoreng

dengan

sambhen [sambhǝn] nyambhen v menggemburkan tanah pada tanaman palawija

salaja [sǝlajɐ] n sebelah

yang masih muda dengan mencangkul

salamet [s(ǝ)lamǝt] v selamat

seputar akarnya

v

asalamet

mengadakan

selamatan;

berkenduri nyalameddhi untuk,

sambhughel [sǝmbhughǝl] n simpul noccolè sambhughellânna atè ‗melepas

v mengadakan selamatan

misalnya

anggota

keluarga,

simpul

hati‘

membantu

orang

yang

tertimpa kemalangan dengan setulus hati

keberangkatan, perayaan dsb

sambi [sambi] adv sambil

salameddhan n selamatan

sambi [sambi] nyambi v membawa (barang

salang [salaŋ] adv saling

berupa oleh-oleh, dsb)

salebbâr [salǝbbɐr] n katok kolor

lo‘ bi-nyambi v tidak membawa sesuatu

salèkko [salɛkkɔ] a rikuh

sama sekali

salèmpang [salɛmpaŋ] n selempang

sampat

salèn [salɛn] v ganti

[sampat]

nyampat

v melempar

untuk menjatuhkan (buah dsb)

asalèn v berganti (pakaian dsb)

pat-sampadhân vi lempar-lemparan

salènan v pakaian ganti

nyampat buwâna dhibi‘ ‗melempar buah

nyalènè v 1 mengganti 2 membelikan

sendiri‘ tamu yang terpaksa memakan

pakaian ganti dalam pertunangan

oleh-olehnya

salèp [salɛp] nyalèp v menyusul

sendiri

karena

oleh-oleh

tersebut menjadi suguhan tuan rumah

lèp-salèbhân v susul-menyusul; saling

sampay [sampai] sampayan n penjemuran

susul

sampèr [sampɛr] n kain panjang (biasanya

salèp

ghuntèng/tarjhâ‘

‗selisipan

batik)

yang

dipakai

dengan

dililitkan

gunting/tendang‘ pernikahan antara dua

bagian di atas pinggang dan bagian bawah

pasang

langsung jatuh ke arah bawah

saudara,

misalnya

A

dan

B

saudara, C dan D saudara. A menikah

asampèr v memakai samper

dengan C, B dengan D, atau A dan D, B

ngobâ sampèr ghi‘ jhâghââ, malè‘ oca‘

dengan C

tadâ‘ nemmo ‗mengubah kain panjang

sa-lessa [salǝssa] n ketombe

harus berdiri, membalik lidak tak ada yang

saloka [sa.lɔ.ka] n peribahasa yang bersifat

tahu‘

personifikasi,

misalnya

temon

amoso durian‘ tada‘

gampangnya

orang

untuk

berbohong

dhurin ‗timun melawan kerbhuy kaberraan tandu‘ ‗tak ada kerbau

sampèr laju è sampayan ‗kain panjang

keberatan tanduk‘.

cakap

samangka [samaŋka] n semangka

menjadi butut di penjemuran‘ pekerja yang

tidak

berkembang

kedudukannya

Halaman 63 dari 78

sampeyan [sampɛyan] pron(T) Anda

kedua

samporna [sampɔrna] a sempurna Mogha

dhaddhi sampornana ka se nanggha‘ sareng se nengghu. ‗semoga menjadi kesempurnaan

bagi

yang

menanggap

orang

tuanya

2

runtuhnya

persatuan sapo‘ [sapɔʔ] n selimut Sapo‘eng bhludhru

asolam emmas kèya, possa‘ bi‘ ghungsèng. Selimutnya beludru bersulam

dengan yang menonton‘

emas juga, penuh dengan giring-giring.

kasampornaan n kesempurnaan

asapo‘ v berselimut

nyampornaaghi v menyempurnakan

nyapo‘è v menyelimuti

sanajjhân

[sanajjhɐn]

p meskipun

po‘-sapo‘

sanaos [sanaɔs] p meskipun sandar [sandɐr] v sandar dar-sandar

n

n

sesuatu

yang

digunakan

sebagai selimut sapolo [sǝpɔlɔ] num sepuluh

sandaran:

dar-sandarra

sapora [sǝpɔra] n maaf

korse ‗sandaran kursi‘

asapora v meminta maaf

nyandar v bersandar

nyapora v memaafkan

sang [saŋ] a milikku: sang ana‘ ‗anakku‘

sarat [sarat] n 1 syarat Saraddhâ, bâ‘eng

sanga‘ [saŋaʔ] num sembilan

kodhu ghellem apasa lèma arè. ‗Syaratnya,

sangaja [saŋaja] a sengaja

kamu harus bersedia berpuasa selama

sangghâp [saŋghɐp] a tanggap

lima hari‘ 2 berobat (biasanya pengobatan

a sanggup

alternatif) 3 pelindung atau kemampuan

nyangghubhi v menyanggupi

terutama kesaktian yang diperoleh dari

sangghup

[saŋghup]

sangsang [saŋsaŋ] nyangsang v tersangkut

hal-hal yang bersifat magis atau barang

di atas pohon, atap dsb.

barang klenik

nyangsangaghi v menyangkutkan

asarat v 1 berobat 2 berusaha secara

santap [santap] nyantap v menempeleng

magis

santre [santrɛ] n santri

misalanya dengan bantuan dukun atau

nyantre vi menjadi santri

untuk

keberhasilan

barang-barang bertuah

pasantren n asrama tempat santri belajar sapè [sa.pɛ] n sapi

sarbhu [sarbhu] asarbhu v menggemburkan tanah pada tanaman palawija yang masih

pè-sapèan n sapi-sapian

muda

kerrabhan sape n karapan sapi

akarnya

sapeda [sǝpɛda] n sepeda

dengan

mencangkul

nyarè vt mencari: Lakona rèng majâng

sapo [sapɔ] n sapu

nyarè jhuko‘ sabbhân arè. ‗pekerjaan

asapoan v menyapu

nelayan mencari ikan setiap hari

po-sapo n alat menyapu; sapu

rè-sarèan v mencari-cari

po-sapo èsèmpay ‗sapu diikat‘ peribahasa

sarè‘at [sarɛat] n syariat

untuk

sareng [sarǝŋ] p(T) dengan

mengumpamakan

sebuah

kesetiakawanan atau persatuan

areng-sareng v bersama-sama

po-sapo pegghâ‘ sèmpayya ‗sapu lidi

asareng vi bersama

lepas ikatannya‘ 1 anak yang bercerai-

asarengè v menemani

karena

perpisahan

seputar

sarè [sarɛ] cari

asapedaan v bersepeda

berai

sesuatu

/

perceraian

sarok [sarɔk] tasarok v tertusuk duri kecil dan potongannya tertinggal dalam daging

Halaman 64 dari 78

saronèn [sarɔnɛn] n alat musik tiup khas Madura

memotong pola 2 membentuk

sarong [sarɔŋ] n sarung

èsèkot ka abâ‘na dhibi‘ ‗dibentuk pada diri

asarong(an) v bersarung

sendiri‘ diumpamakan pada diri sendiri,

sasat [sasat] p seperti Ta‘ tako‘ matè, sapè

buru sasat angèn. ‗tidak takut mati sapi lari seperti angin‘

berempati, tepa selira sèlèp [sɛlɛp] v menyerang dari belakang saat musuh tidak siap atau lengah nyèlèp v menyerang dari belakang saat

satiya [sǝtiya] adv sekarang satos [satɔs] num seratus

musuh tidak siap atau lengah

Satto [sattɔ] n Sabto

sella‘ [sǝllaʔ] a sesak karena berjejal

sattoan n diadakan atau terjadi setiap hari Sabtu: pasar sattoan ‗pasar yang ada setiap hati Sabtu‘

la‘-sella‘è hanya bikin sesak sèllem [sɛllǝm] nyèllem v 1 menyelam 2 tenggelam

sè [sɛ] p yang sebbhit

sèkot [sɛkɔt] nyèkot v 1 (jahit-menjahit)

sellip [sǝllɪp] nyellip v menggiling

[sǝb.bhit]

sellibhân n mesin penggiling

sobek

asebbhit v tersobek

sello‘ [sǝllɔʔ] n cincin

nyebbhit vt merobek; menyobek

asello‘(an) v memakai cincin; bercincin

sebbhut [sǝbbhut] vi sebut

sembhajang [sǝmbhɐjɐŋ] n sembahyang

nyebbhut vt menyebut

nyembhajangaghi vt menyolati (jenasah)

sebbhudhân n sebutan

sembhur [sǝbhur] v sembur

seda [sɛdɐ] pron (R) kamu

nyembhur v menyembur

sed̩ha

[sɛɖhɐ]

v (T) meninggal dunia

nyembhurraghi v menyemburkan

seggher [səgghər] a segar; bugar

semmo [sǝmmɔ] adv agak

sèhat [sɛhat] a sehat

sèmpen [sɛmpǝn] nyèmpen v menyimpan,

sèhèr [sɛhɛr] n sihir

menabung

nyeher v menyihir

sèmpennan n simpana; tabungan

sèka‘ [sɛkaʔ] n burung elang

sempo

sekep [sɛkǝp] n senjata yang dibawa untuk menjaga kemungkinan terjadi perkelahian asèkep/nyèkep v membawa senjata

[sǝmpɔ]

v

nyempo

menyepuh

(perhiasan) sen [sɛn] n uang yang nilainya 1/100 rupiah atau mata uang lain sendu‘ [sǝnduʔ] n senduk sayur

sèkep bingkèng bertolak pinggang sekkem [sǝkkǝm] n sekam

ta‘ abau sendu‘ ta‘ abau centong ‗tidak

sekken [sǝkkǝn] a kuat; erat (ikatan, dsb.)

berbau senduk tidak berbau centong‘ yang

masekken

v mempererat; memperkuat

(ikatan, pertalian, hubungan, dsb)

ditujukan

untuk

menyatakan

panyekken n penguat (ikatan, pertalian,

sengka [sǝŋka] a segan; sungkan

hubungan, dsb)

sengko‘ [sɛŋkɔʔ] pron [R] saya

sekkèn [sǝkkɛn] n senjata sejenis keris yang tidak berlekuk dan lebih kecil

bumbu

kelapa

tua

digoreng

Sennen

[sǝnnɛn]

n

hari

kedua

dalam

penanggalan Madura.

sekkol [sǝkkɔl] n lauk yang dibuat dari parutan

tidak

berartinya persaudaraan

dengan

sennenan n diadakan atau terjadi setiap hari Senin: Pasar sennenan ‗pasar yang diadakan tiap hari Senin‘

Halaman 65 dari 78

soca [sɔca] n (T) mata.

senneng [sənnəŋ] a senang; gembira masenneng v membuat sso senang

sodu [sɔdu] n sendok bubur dari sobekan

neng-senneng v bersenang-senang

daun pisang yang dibuat dengan melipat

seppat [sǝppat] n ikan sepat

kedua

seppo [sǝppɔ] a (T) tua

sesudah dipakai

seppo

[sǝppɔ]

menuakan

nyeppo

emas

v

menyepuh;

dengan

campuran

sendawa, tawas dsb

ujung

dan

langsung

dibuang

nyodu v menyendok dengan sodu

v

du-soduan

menyedok

berkali-kali

dengan

seppur [sǝppʊr] n kereta api

sodu lebbi sodu korang tajhin ‗lebih

sereng [sɛrɛŋ] n pertemuan lautan dan

sendok kurang bubur‘ orang yang lebih

daratan; pantai pengghir sereng ‗tepi laut‘

banyak mengumbar janji daripada yang

serrop [sǝrrɔp] nyerrop v meniup

ditepati

sèsèt [sɛsɛt/seset] n capung

sokkla [sɔkkla] a 1 (untuk tanaman) berbuah

akadi‘/mara seset la-kela ‗seperti capung

semua dengan sempurna 2 berkeagamaan

cewok‘ 1 membersihkan tubuh (mandi)

sokklat [sɔk.klat] a warna coklat

dengan

sokkor [sɔkkɔr] n syukur

sangat

singkat

2

melakukan

sesuatu tidak sepenuh hati dan pikiran settep [sǝttep] n ketapel

soko [sɔkɔ] n kaki nyoko v mengaki

nyettep v mengetapel

nyoko ajâm ‗mengaki ayam‘ meski terlihat

settong [sɛttɔŋ] n satu

buruk di luar, tetapi baik di dalam

seyam [sɛyɐm] n puasa

solak [sɔlak] nyolak v memberi lebih banyak

aseyam vi berpuasa

dengan maksud tidak suka atau tidak baik

Singke‘ [siŋkɛʔ] n sebutan untuk orang Cina.

solam [sɔlam] n sulam

Mara Singke‘ kaelangan dhacen secara

asolam v bersulam

harfiah

nyolam v menyulam

berarti

kehilangan untuk

‗seperti

dacin‘

yang

menggambarkan

Cina

totok

dimaksudkan orang

yang

solaman n sulaman; hasil menyulam solap [sɔlap] a silau somajâ [sɔmajɐ] n janji yang ditentukan

membuat keributan karena hal kecil. sittong [sittoŋ] num satu

waktu dan atau tempat

siyang [siyaŋ] n siang

sombhâng

[sɔmbhɐŋ]

nyombhang

kasiyangan n kesiangan

menyumbang

yang-siyang adv pada siang hari

sombhângan v sumbangan

siyong [siyɔŋ] n taring

sombong [sɔmbɔŋ] a sombong

asiyong v bertaring

bong-masombong v menyombong

siyongan n ikan lele

bong-sombong

Slasa

[slasa]

n

hari

v

ketiga

dalam

penanggalan Madura. so‘on [sɔʔɔn] v 1 menjunjung barang di

penanda

a

(biasanya

didahului

jha‘ ‗jangan‘) terlalu

negatif

sombong somor [sɔmɔr] n sumur

kepala 2 (T) memohon; meminta

somor

èèssèè

ètèmbâ

nyo‘on v 1 menjunjung barang di kepala 2

ditimba‘

memohon; meminta

sesuatu tersebut sangat dibutuhkan oleh

panyo‘on n permohonan

orang yang diminta tersebut

meminta

‗sumur

sesuatu

diisi

sedangkan

Halaman 66 dari 78

sonar [sɔnar] n sinar matahari dsb

Sora [sɔra] n bulan Muharram

nyonar v bersinar Pajjhâr lagghu arèna

sorak [sɔrak] n sorak

pon nyonara. ‗Fajar pagi hari matahari

arak-sorak v bersorak-sorak

akan bersinar.‘

asorak v bersorak

songay [sɔ.ŋay] n sungai

sorat [sɔrat] n surat asoradhân v berkirim surat

Songennep [sɔŋǝnnǝp] n kabupaten paling timur pulau Madura; Sumenep.

Sorbhâjâ [sɔrbhɐjɐ] n Surabaya

Songennep ta‘ abingker ‗Sumenep tidak

soro [sɔrɔ] nyoro v menyuruh

berbingkai‘ tidak adanya batas bagi orang

soso [sɔsɔ] n payudara

Madura

dalam

penghidupan,

gerak

tempat

nyoso vt menyusu; menetek

pencarian

bermukim,

nyosoè vt menyusui

dan

sosoan n hasil pekerjaan menyusui taretan

jodoh songkèl [sɔŋkɛl] nyongkèl v menyelipkan

sosoan,

senjata dibalik pakaian untuk berjaga-

saudara

susuan

soson [sɔsɔn] susun

v

diri

asoson

ngal-mangngal nyongkèl kerrès, nangèng

‗bersusun tiga‘

ètapok

nyoson v menyusun

alabân

‗bergagah-gagah

berlagak

berani

asoson

bersusun:

tello‘

sossa [sɔssa] a susah; sedih

menyelipkan keris tetapi ditampar tidak melawan‘

karena

menyusu pada satu orang

jaga, bersiap-siap, atau untuk pembelaan

ta‘

atau

nyossaè v menyusahkan

sebenarnya

kasossaan 1 n kesusahan 2 v mengalami

penakut songot [sɔŋɔt] n kumis

atau tertimpa kesusahan sotra [sɔtra] n sutra

asongot/asongodhân v berkumis songsang [sɔŋsaŋ] nyongsang v terbalik

asotraan v memakai pakaian dari sutra

sopajâ [sɔpajɐ] p supaya

sowarghâ [sɔwarghɐ] n surga

soprè [sɔprɛ] nyoprè v mencari; mengharap

suwarghâ [suwarghɐ] n surga

T ta‘ [taʔ] adv (MT) tidak

tumbuhan birah sekandang pasti ada

ta‘ tao abhâlik cobiggha ‗cobeknya tidak

gatalnya‘ perdamaian dalam pertikaian

pernah berbalik (berputar)‘ selalu miskin.

antar keluarga pasti menyisakan sakit hati

Perputaran cobek sebagai perumpamaan perputaran nasib

meski sekecil apapun 2tabâr

[tabɐr] v tawar

taat [taʔat] v taat

matabâr v menawarkan

tabâng [tabɐŋ] v kejar

nabâr v menawar

nabâng v 1 mengejar 2 mengejar perkara

nabâraghi v menawarkan

hukum, misalnya dengan menyuap dsb.

bâr-tabârân

bâng-tabângan v kejar-kejaran

menawar

1tabâr

[tabɐr] a tawar

v

saling

tawar;

tabbhu [tabbhu] v tabuh

bâr-tabârrâ birâ sapakand̩hângan tadâ‘ ta‘

nabbhu v menabuh

bâdâna

tabbhuân n tetabuhan (musik, dsb.)

ghâtella

tawar-

‗setawar-tawarnya

Halaman 67 dari 78

tabbhuan

ella

etolong,

‗gamelan

sudah

atangdhang

diangkat,

menari‘

pekerjaan yang terlambat dan percuma tabbhuk [tabbhuk] n bunyi jatuh/gedebuk tabbhughân adv berbunyi gedebuk

melati, melempar tahi‘ ‗susu dibalas air tuba‘ tajhâ‘ [tajhɐʔ] v tarik najhâ‘ v menarik

tabbra‘ [tabraʔ] nabra‘ v menabrak

ètajhâ‘ èèrèt ‗menarik menyeret‘ sangat

bra‘-nabra‘ v menabrak-nabrak

irit

ba‘-tabra‘an v saling menabrak

tajhem [tajhǝm] a tajam

tabra‘an n tabrakan

matajhem v menajamkan

tabu‘ [tabuʔ] n perut

tajhem mara bellât ‗tajam seperti sembilu‘

atabu‘ v berperut bu‘-tabu‘ân

èontalè malatè ngantep taè ‗dilambungi

sangat tajam

suka

meminta

makanan

tajhi [tajhi] n susuh

terutama bagi seorang guru

èkennèng tajhina dhibi‘ ‗terkena susuhnya

tabu‘ karèt ‗perut karet‘ banyak makan

sendiri‘ senjata makan tuan

tadâ‘ [tadɐʔ] v tidak ada

tajhin [tajhin] n bubur

matadâ‘ v menghabiskan tadâ‘

attas

bâbâna

tajhin sanapora bubur berwarna hijau,

‗tidak

ada

atas

ditaburi gula merah, dan di beri santan.

bawahnya‘ memperlakukan secara adil

Bubur ini disediakan dalam selamatan

tadâ‘ bâbâ èrèna ‗tidak ada bawah irinya‘

perjalanan

memperlakukan secara adil

tajhin

tadâ‘

bherrâs

jhâghung

ètana‘,

tadâ‘

sappar/mèra

dimaksudkan

bubur

untuk

yang

menetralkan

jhâghung sabbhrâng èkanasè‘ ‗tidak ada

pengaruh tidak baik bulan shafar. Bubur

beras jagung ditanak, tidak ada jagung

ini terdiri atas dua bagian, bagian pertama

singkong dijadikan nasi‘ sikap menerima

bubur merah manis (coklat gula Jawa)

rizki apa adanya

berisi

tadâ‘

jhur

pulangnya‘ pekerjaan

bâlina

‗tidak

orang

yang

dengan

tidak

gumpalan

tepung

kenyal

yang

pergi

memanjang (disebut bai‘ ‗isi‘) dan bubur

melakukan

putih asin yang dimasak dengan santan

bertanggung

berisi bai‘ yang bulat lebih besar dari bai‘

ada

jawab misalnya selesai atau tidaknya tidak

bubur merah

ada keterangan sedangkan orang tersebut

tajhin somsom bubur tepung beras putih

tidak bisa ditemui

dikuahi kaldu sumsum sapi, gajih, dan

Tadâ‘ orèng jhâruppen èserrop dhibi‘.

daging dibumbui merica, bawang putih,

‗tidak ada orang kelilipan ditiup sendiri‘

pala, dan jahe. Bubur ini diberikan untuk

semua

pemulihan tenaga sapi setelah melahirkan,

orang

pasti

membutuhkan

pertolongan atau bantuan orang lain

membajak, atau sebelum dikerap. Pemilik

tadâ' omor meninggal

sapi makan bubur ini jika ada sisa

taè [taɛ] n tahi; kotoran (manusia)

tajhin sora/peddhis bubur beras putih

ataè vi buang air besar

dengan cincangan opor daging sapi, pelas

tae(na) jha‘ bâdââ oto‘na ècongkè‘ polè

udang, dan cincangan kelapa muda yang

‗andai saja tahinya ada kacangnya akan

disediakan untuk merayakan 10 Muharram

dicungkil lagi‘ sangat pelit; kikir

ada juga yang disediakan untuk kematian

Halaman 68 dari 78

Husain

(cucu Nabi)

dalam

perang

di

Karbala

lanjhângnga talè ta‘ kèra nyapo‘ ka colo‘ ‗sepanjang-panjangnya

tajhu [tajhu] najhu v membuat lubang di

mengejar

mulut‘

tali

tidak

berita

akan

sensasional

tanah dengan kayu lancip kurang lebih

biasanya merebak dengan cepat

seukuran tangan untuk ditanami jagung,

talè kangkang talè tèmbâ, karèna èkakan

kacang tanah dsb pada lahan kering

pas èkèbâ ‗tali kekang tali timba, sisa

jhu-tajhu n alat untuk najhu

dimakan

takbir [takbɪr] n lafadh bahasa arab ‗Allaahu Akbar‘; takbir

terus

membawa

dibawa‘

pulang

sisa

tamu

yang

suguhan.

merupakan satu hal yang memalukan.

Takepe‘ [takɛpɛʔ] n bulan kesebelas dalam

talekkèn [tǝlǝkkɛn] n mengajari orang mati

penanggalan Madura sebagai pengganti

menjawab

penyebutan bulan Hijriyah Dzul Qa‘dah.

kubur setelah mayat dikubur; talkin

pertanyaan

malaikat

Bulan ini disebut takepe‘ ‗terjepit‘ karena

tales [talǝs] n talas; keladi

berada di antara dua bulan mulia Syawal

tamba [tamba] namba v menambah ba-tamba n tambahan

naker v menakar

nambaè v menambahi

ker-taker n alat untuk menakar

tambaan n tambahan

kakan

dalam

atamba v bertambah

dan Dzul Hijjah. taker [takǝr] v takar

naker

Ini

‗menakar

makan‘

tambhâ [tambhɐ] n obat

menyeimbangkan antara pendapatan dan

atambhâ vi berobat

belanja

nambhai vt mengobati

takèr [takɛr] n takir, pincuk

tambhâ

tako‘ [takɔʔ] a takut

pencuci mulut

amès

‗obat

amis‘

makanan

matè

‗obat

nako‘è v menakutkan

tambhâna

ko‘-nako‘è v menakut-nakuti

malu/kehilangan

ko‘-matako‘ v 1 menakut-takuti 2 pura-

peribahasa yang menyatakan bahwa harga

pura takut

diri

tako‘ ka matana oreng ‗takut pada mata

menebus rasa malu mati dengan carok itu

orang lain‘ tidak berani tampil di depan

lebih baik

umum. talè [talɛ] n tali

malo

adalah

1tambhâng

harga

segalanya

diri

sehingga

mati‘ untuk

[tambhɐŋ] n tambang

2tambhâng(an)

[tambhɐŋan]

n

ongkos

atalè v bertali; terikat

kendaraan

lè-talè n pengikat perjodohan seperti

nambhângè v mengongkosi Sè ngajhâk sè

cincin, kalung, dsb nalèè v mengikat

nambhângè. tambu‘ [tambuʔ] nambu‘ v melempar

mara talèna salebbâr ‗seperti tali katok

bu‘-tambu‘ân v lempar-lemparan

kolor – panjang pendeknya tidak jelas‘

bu‘-tambu‘ cellot ‗lempar-lempar tanah

orang yang perkataannya berubah-ubah

liat‘ berangkat untuk satu pekerjaan tetapi

nalèè tabu‘ ‗mengikat perut‘ menahan

di jalan mengerjakan hal lain yang tidak

lapar

ada kaitannya dengan pekerjaan tersebut

talè kangkang ‗tali kekang‘

sehingga ditunggu oleh orang lain

Halaman 69 dari 78

nambu‘ kalabân kembhâng èbâles acan

tandâ‘ [tandɐʔ] n tandak (penari)

‗melempar dengan bunga dibalas terasi‘

tand̩ha [tanɖhɐ] n tanda atanḍhâ v bertanda

‗susu dibalas air tuba‘ tambur [tambur] n genderang

nanḍhaè v menandai

tamone [tǝmɔnɛ] n ari-ari

tandhu [tandhu] n tandu

tamoy [tamɔi] n tamu

tandu‘ [tanduʔ] n tanduk

matamoy v bertamu

atandu‘ v bertanduk

katamoyan v 1 kedatangan tamu 2 fig.

nandu‘ v menanduk tanè [tanɛ] n tani

mendapat anak bayi tampa [tampa] v menerima dengan satu tangan

melebar

dan

telapak

tangan

atanè v bertani se atanè atana‘ ‗yang bertani menanak‘

menengadah; menopang

yang

berusaha

nampanè v menerima

usahanya

akan

memetik

atampa cangkèm ‗bertopang dagu‘ 1 diam

tanen [tanǝn] n perangkap hewan

bermalas-malasan 2 melamun

tanèyan [tanɛyan] n halaman

tampan [tampan] nampanè v menyambut;

tanèyan

lanjhâng

pola

hasil

pemukiman

menerima

keluarga yang memanjang dari barat ke

nampanè (pasa) 1 v menyambut puasa 2 n

timur. Komposisinya terdiri atas paling

hari

barat

pertama

bulan

Ramadhan

yang

dimulai sejak maghrib tanggal satu pan-tampan

saling-menerima

sebuah

langgar

dengan

tempat

wudhu‘ berupa sumur dan kamar mandi dalam

pertukaran (cindera mata, dsb.) tampar [tampar] n tali; tambang; tampar

sebelah

timur

rumah

orang

perempuan.

Di

memanjang tua depan

dan

berurutan anak-anak

masing

rumah

atampar v bertali: atampar mera ‗bertali

terdapat dapur dengan kandang ternak di

warna merah‘

belakangnya.

namparè

v

memberi

tali;

mengikatkan pada tali tampar bi‘ talena, lamon entar bi‘ molena ‗tampar dengan talinya, berangkat dengan pulangnya‘ ungkapan yang menyatakan bahwa sekali berbuat harus sampai tuntas tampèk [tampɛk] nampek terlalu pilah-pilih ètampek vp ditolak karena tidak sesuai dengan pilihan tana [tana] n tanah tana‘ [tanaʔ] v tanak atana‘ v memasak nasi tanang [tanaŋ] n tangan atanang v bertangan ta‘ tao ajhungjhung tanang ‗tidak tahu menyembah‘ tidak tahu tata krama

tang [taŋ] a milikku: tang buku ‗buku milikku‘ tangdhâng [taŋdhɐŋ] n tarian untuk laki-laki dengan tandak yang dilakukan dalam remo dan diiringi dengan gemelan atau sandur atangdhâng

v

menari

dengan

tandak

dalam remo tanges [ta.ŋɛs] n tangis nanges vi menangis nangèsè v menangisi atangesan vi bertangisan tangghâ‘ [taŋghɐʔ] v nanggha‘ v menanggap (hiburan) tangghâ‘ jhâ‘ opaè ‗biarkan manggung tapi jangan diberi upah‘ anjuran untuk

Halaman 70 dari 78

mengabaikan kabar yang belum tentu benar

berhubungan hal-hal yang berbau klenik dan mistis

tangghiling [tǝŋghiliŋ] n trenggiling tangghung

[taŋghuŋ]

1

tapok

a tanggung 2

[tapɔk]

napok

vt

menempeleng;

menampar

tanggung

napok

ngènjhâm

tanang

nangghung v menanggung

‗menampar/menempeleng

meminjam

tangkep [taŋkəp] v tangkap

tangan‘

nangkep v menangkap

sama

dengan

‗lempar

batu

sembunyi tangan‘

tangtang [taŋtaŋ] nangtang v menantang

tappor [tappɔr] v memukul dengan benda

atangtangan mengucapkan atau mengirim

keras untuk menghancurkan, membelah,

tantangan

dsb

tanto [tantɔ] a tentu; pasti

nappor v memukul dengan benda keras

nantoaghi v menentukan

etappor kelap idm disambar petir

tanya [taña] v tanya

tarabhâs [tarabhɐs] narabhâs v menerabas

atanya v bertanya

tarang

nanyaaghi v menanyakan

[taraŋ]

patarangan

[ptaraŋan]

unggas

(biasanya

sarang/tempat

tao [taɔ] v (R) 1 tahu: Sengko‘ ta‘ tao lamon

peliharaan) mengerami telur.

kodhu ka romana. Saya tidak tahu kalau harus ke rumahnya. 2 pernah: Samot lakar penter, tape ta‘ tao abhajang ‗Samot

tarata [tǝrata] n ayam hutan

memang

tarètan [tarɛtan] n saudara

pintar,

tetapi

tidak

pernah

v

memperlihatkan;

memberi-

v

bersikap

atau

satarètanan n sesaudara tarnyang [tarñaŋ] atarnyang v membantah

tahukan dengan memperlihatkan o-matao

tareddhep [tarǝddhǝp] vi tertidur atarètan v 1 bersaudara 2 berkerabat

sembahyang.‘ matao

taratas [taratas] naratas v menerabas

bertindak

seolah-olah tahu; sok tahu

dengan

mengulang-ulang

perkataan

orang yang dibantah

pangataoan n pengetahuan

tarongghu [tarɔŋghu] sungguh-sungguh

v

tao dhughâ kèra ‗tahu duga kira‘ tahu

narongghui

mengukur diri

sungguh-sungguh

tao nyekot ta‘ tao ajhai‘ ‗bisa memotong

ètarongghui v dilakukan dengan sungguh-

pola tidak bisa menjahit‘ bisa menasihati

sungguh

tetapi tidak bisa melaksanakan nasihatnya

melakukan

dengan

tasbhi [tasbhi] n tasbih; rosario

taon [taɔn] n tahun

tasè‘ [tasɛʔ] n laut

tapa [tapa] atapa v bertapa

taskatès [taskatɛs] adv ceplas-ceplos dalam

napaè v melakukan tapa untuk sesuatu:

napae ana‘eng se nyare elmo ‗melakukan

berbicara tasmak [tasmak] n kaca mata

tapa untuk anaknya yang mencari ilmu‘

atasmaghân v memakai kaca mata; ber-

patapaan v tempat bertapa; pertapaan

kaca mata

tapa‘ [tapaʔ] n tapak

tataèn/tatayyèn [tataɛn/tatayyɛn] a berkarat

tapa‘ dangdang secara harfiah berarti

tatak [tatak] a penuh tekat

‗tapak burung gagak‘ yang dilambangkan

tebbhâs [tǝbbhəs] nebbhâs v pembelian

kepada

simpang

empat.

Hal

ini

seluruh hasil panen sebelum dipetik dari

Halaman 71 dari 78

pohonnya. Dalam hal ini pembeli yang

nyabâ‘ tellor è bâtton ‗menaruh telur di

memetik atau memanen

pinggir balai-balai‘ melakukan pekerjaan

tebbhasan n system pembelian dengan cara

tèma [tɛma] n timah

tebbhâs tebbhu [tǝbbhu] n tebu

tèmbâ [tɛmbɐ] n timba

v injak nèddhâ‘ v menginjak: Nèddhâ‘ teppong ta‘ alampat. ‗menginjak tepung tak berbekas‘ teddhâs [tǝddhɐs] v menetas; pecah tègghu [tɛgghu] nègghu v menonton tegghu‘ [nǝgghuʔ] negghu‘ v memegang ghu‘-negghu‘ v memegang sesuatu ghu‘-tegghu‘an v saling berpegangan tèddhâ‘

sia-sia yang hanya merugikan diri sendiri

[tɛddhɐʔ]

(tangan) tekket [tǝkkǝt] n tekan

nèmbâ v menimba tèmbhâng [tɛmbhɐŋ] 1 v timbang 2 p (ètèmbhâng) daripada atèmbhâng v menimbang berat badan sendiri nèmbhâng v menimbang tèmbhângan n timbangan tèmbhâng

èkettè‘

ditendang

kuda‘

jhârân pasrah

‗daripada menerima

penghasilan yang sedikit daripada tidak

nekket v menekan

mendapat apa-apa

ket-tekkeddhân v 1 menekan-nekan 2

Tadâ‘ tèmbângan berrâ‘ salajâ ‗tidak ada

saling tekan

timbangan berat sebelah‘ keadilan harus

tekkor [tǝkkɔr] n tekor

menempatkan semua orang dalam posisi

tèkos [tɛkɔs] n tikus

seimbang

merupakan

pentingnya

rasa

tèkos katon bunto‘na ‗tikus kelihatan ekornya‘

hukuman

hanya

diberikan

kepada orang yang wajib menanggungnya tèla‘ [tɛlaʔ] nèla‘è v melihat

implementasi

keadilan

bagi

orang

Madura tembus [tǝm.bus] a tembus nembusi vt memastikan

ngatela‘ v melihat

temmo [tǝmmɔ] atemmo v bertemu

èkatèla‘ v terlihat

nemmo v menemukan

tellasân [tǝllasɐn] n hari raya

patemmon n pasar yang adanya dua hari

Tellasân Ajjhi Hari Raya Idul Adha

sekali

Tellasân Aghung hari raya Idul Fitri

mon-temmon v berjanji untuk bertemu

Tellasân Pètra hari raya Idul Fitri

disuatu tempat dan waktu tertentu

Tellasân Rèrajâ/Rèyajâ [rɛrajɐ/rɛyajɐ] hari

nemmo angèn nyaman ‗menemukan angin

raya Idul Adha

nyaman‘ mendapat berita menyenangkan

Tellasân Topa‘ [tɔpaʔ] n lebaran ketupat,

nemmo bhuta matè ‗menemukan raksasa

yaitu hari ketujuh setelah idul fitri atau

mati‘

tanggal

besar

delapan

dianalogikan

Syawal.

dengan

Idul

Lebaran Fitri,

ini yaitu

ta‘

mendapatkan nemmo

bujâ

keuntungan è

batton

yang ‗tidak

merayakan puasa enam hari pada bulan

menemukan garam di pinggir balai-balai‘

Syawal

selalu salah

tello‘ [tǝllɔʔ] n tiga

ta‘ nemmo èra ‗tidak bisa bergerak‘; selalu

tellor [tǝllɔr] n telur

salah

atellor v bertelur

tèmon [tɛmɔn] n mentimun

lor-telloran n telur-teluran; telur mainan

Halaman 72 dari 78

mara

tèmon

amoso

mentimun

dhurin

melawan

‗seperti durian‘

tèngngep

[tɛŋŋǝp]

tennar [tǝnnar] a retak

atau sebanding

tèpès [tɛpɛs] a tipis matèpès v menipiskan pès-tèpès v tipis-tipis

ngatemor agak ke timur tènd̩hâk

[tɛnɖhɐk]

(ter)-

telungkup

mengibaratkan lawan yang tidak seimbang tèmor [tɛ.mɔr] n timur

v

nèngngep

n langkah Tèndhâgghâ

teppong [tǝppɔŋ] n tepung

sapèna sasat noro‘ monyèna saronèn.

teppong bi‘ ghuddhuna, apolong padâ

―Langkah sapi tersebut seperti menyertai

buddhuna

‗tepung

bunyi saronen.‖

bergabung

sama

satend̩hak

sapeccak

‗selangkah

sekaki‘

arti

harfiahnya

selangkah

adalah

dengan

rusaknya‘

kuenya, bergabung

sama-sama rusaknya. Ket. Peribahasa ini berasal dari pantun pendek.

sepupu sekaki adalah saudara kandung

tèra‘ [tɛraʔ] a terang

yang artinya saudara dan bukan sama-

terbhâng [tǝrbhɐŋ] n rebana; terbang aterbhângan v bermain rebana

sama jauh, sama-sama dekat tèngal [tɛŋal] n (T) mata

martabhat

terbhang

Pangèlèn

‗seperti

nèngalè v melihat

rebana Pangelen – Para pemain rebana

panengal n penglihatan

dari desa Pangelen selain tangan mereka

tengel [tɛŋǝl] a tuli matengel

v

acuh,

sibuk menabuh rebana, mulut mereka pura-pura

tidak

sibuk bernyanyi bersiul atau bersorak

mendengar

sedangkan kaki mereka yang bergiring-

ngel-matengel v pura-pura tuli

giring sibuk menari sehingga menghsilkan

tèngel montengnga ‗tuli tulang ekornya‘

suara musik dan nyanyian yang padu‘

tidak mau mendengar nasihat dan selalu

mengumpamakan

melawan

berbeda

tèngghi

[tɛŋghi]

a tinggi

yang

dilakukan

pekerjaan bersamaan

dengan baik.

matèngghi v meninggikan

terro [tǝrrɔ] v ingin

tèngghi bhâu ‗tinggi bahu‘ sombong

tèta [tɛta] n titah

tèngghu [tɛŋghu] vi tonton

beberapa

tètè [tɛtɛ] n titi

nèngghu vt menonton: Moghâ dhâddhi

nètè v meniti

sampornana ka sè nangghâ‘ sareng sè nèngghu. ‗semoga menjadi kesempurna-

sasat nètè obu‘ salembâr ‗seperti meniti

an bagi yang menanggap dengan yang

sia-sia yang hanya menyebabkan celaka

menonton‘

sendiri 2 selalu salah dan menerima

ghun-tengghun n tontonan

hukuman

tèngka [tɛŋka] n tingkah atèngka v bertingkah aka-tengka v banyak tingkah tèngka‘ [tɛŋkaʔ] n langkah atèngka‘ v melangkah tengnga [tǝŋŋa] n tengah

rambut selembar‘ 1 melakukan pekerjaan

tètè [tɛtɛ] a teliti patètè adv dengan teliti 1tèttè 2tèttè

[tɛttɛ] n benalu [tɛttɛ] nèttè v menempa; memukul

untuk

memipihkan

seperti

dalam

pembuatan emping, keris, dsb.

Halaman 73 dari 78

tèttèan n 1 landasan yang dipukul saat menempa

2

hasil

tempaan

(emping)

tokol [tɔkɔl] 1 v pukul 2 n palu nokol v memukul

misalnya tettean sapolo ‗hasil tempaan

kol-tokol n alat untuk memukul; pemukul

dari sepuluh biji‘

kol-tokolan v saling pukul

tè-tèttè n alat untuk menempa

1toktok

to‘ot [tɔʔɔt] n lutut

[tɔktɔk] noktok v memukul barang

keras dengan barang keras yang lain mis

no‘ot v memukul atau menyerang dengan lutut

palu dsb; mengetuk 2toktok

[tɔktɔk] n lomba adu binatang

leng-ngaleng ka to‘ot ‗bersembunyi di

kepala dengan kepala

balik lutut‘ rahasia yang terkuak karena

atoktok v mengadu kepala

pertanyaan yang menelisik to‘-oto‘ v sejenis arisan yang digunakan

tolak [tɔlak] nolak vt menolak tolak

(bâli)

bolak

balik

untuk

satu

oleh blater untuk menarik dana dari

keperluan singkat tanpa berhenti setelah

bhubuwan

menyelesaikan pekerjaan tersebut

yang

pernah

dibayarkannya

pada anggota-anggota remo

tolang [tɔlaŋ] n tulang

tobi‘ [tɔbiʔ] nobi‘ v mencubit

ngangkès

bi‘-tobi‘an v cubit-cubitan

tolang

‗mengangkis

acalathaghân

tulang

berserakan‘

todus [tɔdus] a malu

membantu atau menunjang kebutuhan

toghu [tɔghu] tunggu

keluarga,

atoghu vi menunggui

kerabat,

atau

orang

lain

sehingga mendekatkan hubungan

noghui vt menunggui

tolè [tɔlɛ] v toleh

patoghu n penunggu (mistis)

atolè v menoleh

toju‘ [tɔjuʔ] v duduk

alè-tolè v bertolah toleh

ju‘-toju‘ v duduk-duduk

ta‘

katoju‘ân n tempat duduk

pinggang‘ berjalan laju tanpa menoleh

matoju‘ v mendudukkan

atolè

1tolong

bângkong

‗tidak

menoleh

[tɔlɔŋ] nolong v mengangkat untuk

ngatojui v menduduki (tempat duduk)

dipindah dan diletakkan pada tempat

matoju‘

tandha

memberikan

penyimpanannya

lamaran

berupa

oleh-oleh

tanda

(biasanya

dilakukan saat nyaba‘ oca‘ berupa topa‘ toju‘)

nolongngaghi

v

mengambilkan

untuk

diletakkan pada tempat penyimpannya 2tolong

[tɔlɔŋ] nolong v membantu

tokang [tɔkaŋ] n tukang

long-nolongè v membantu hajat tetangga,

tokar [tɔkar] n pertengkaran; perkelahian

kerabat dsb

atokar v bertengkar; berkelahi

long-tolongan v berteriak minta tolong

atokaran v saling bertengkar satu sama lain:

Jhâ‘

atokar

sakancaan.

‗Sesama

teman jangan saling bertengkar.‘

pertolongan n pertolongan long-tolong saroso‘ ‗bertolong-tolongan serusuk‘ bekerja sama tolong-menolong

nokare v mengajak berkelahi/bertengkar

tomang [tɔmaŋ] n tungku

kar-tokaran v kelahi-kelahian; permainan

tombhâk [tɔmbhɐk] n tombak

perkelahian antar anak laki-laki sin lat-

nombhâk v menombak

siladhân ‗silat-silatan‘ toko [toko] n toko

Halaman 74 dari 78

ètombhâk

èosong

pembunuhan

‗ditombak

diusung‘

membeda-bedakan tinggi-rendah jabatan

anggota

keluarga

seseorang.

oleh

sendiri

bada e tongka‘ bada e dai ‗ada di tungkai

tompa‘ [tɔmpaʔ] v naik

ada di dahi‘ segala sesuatu ada tempatnya

nompa‘ v mengendarai

sesuai kodrat

tompeng [tɔmpǝŋ] n tumpeng Muwâng

tompeng,

‗membuang

tumpeng,

tongkeng [tɔŋkɛŋ] n pantat

nabâng

butèr

mengejar

butir

tongko‘ [tɔŋkɔʔ] nongko‘ vi 1 bertengger 2 bertumpu; berpijak

nasi‘ karena serakah mengejar yang kecil

ko‘-nongko‘ v bertengger

sedang yang besar yang dimiliki hilang

ko‘-tongko‘

karenanya

berpijak, bertumpu

tona [tɔna] a rugi tond̩hing [tɔnɖhiŋ]

n

tempat/sesuatu

untuk

nongko‘ bhâsa ‗bertumpu bahasa‘ bertata

n tonding

krama pada waktu berbicara

tonding [tɔndiŋ] n bagian punggung pisau,

tongkol

[tɔŋkɔl]

n calon

buah

pisang;

celurit dsb. yang tidak tajam

tongkol pisang

nonding v memukul dengan punggung

nongkol v sudah bertongkol jhâ‘ kol-

pisau, celurit, dsb

nongkol jangan lalai, lebih baik hati-hati

tondu‘ [tɔnduʔ] nondu‘ v menunduk

tongo [tongo] v kutu yang sangat kecil

tongar [tɔŋar] n tali kekang pada sapi dan kerbau yang dimasukkan melalui hidung nongarè

v

memberi

atau

memasang

tongar

berwarna merah pada kulit ayam, lepitan kulit manusia, dsb; tungu; tungau; tengu tongtong [tɔŋtɔŋ] n kentongan tonjhâng [tɔñjhɐŋ] nonjhâng v menopang

Tongare [tɔngarɛ] n bulan kesepuluh dalam penaggalan Madura sebagai penyebutan

bulan

pengganti

hijriyah

Syawwal.

(menahan

dsb.)

supaya

tidak

(condong dsb.) tono

[tɔnɔ]

nono

v

memasak

Tongare berarti tujuh hari yaitu hari raya

membakar

yang

katonon v terbakar; kebakaran

diperingati

hari

ketujuh

Syawal

setelah puasa enam hari pada bulan tersebut. tongga‘ [tɔŋgɐʔ] n tonggak

roboh dengan

topa‘ [topaʔ] n ketupat topa‘ toju‘ sejenis ketupat yang alasnya berbentuk segi enam dengan atas runcing

tonggha‘an [tɔŋghɐʔɐn] n batang bambu

seperti kerucut

bagian bawah yang berbuku pendek dan

nyarè topa‘, kaèlangan teppang ‗mencari

paling keras

ketupat,

tonggha‘ ngalang ka dunynya ‗tonggak

karena

melintang di muka bumi‘ masalah yang

sedang yang besar yang dimiliki hilang

samar-samar tiba-tiba muncul kepada

karenanya

umum tongka‘ [tɔŋ.kaʔ] n tumit

kehilangan serakah

sewadah

mengejar

sesajian‘

yang

kecil

topèng [tɔpɛŋ] n topeng tor [tɔr] p juga

nongka‘ vi melakukan dengan tumit

tore [tɔrɛ] mari

tada‘ tongka‘ tada‘ dai peribahasa yang

toro‘ [tɔrɔʔ] v ikut

arti asalnya adalah tak peduli tumit, tak

atoro‘ v patuh; taat

peduli dahi yang dimaksudkan untuk tidak

noro‘ v ikut

Halaman 75 dari 78

noro‘aghi v mengikutkan; membiarkan

torot [tɔrɔt] biar norodhi/norote v menuruti kehendak

kehendak noro‘è v mengikuti dari belakang

toto [tɔtɔ] v tumbuk

ro‘-noro‘ v 1 ikut campur 2 ikut-ikutan

noto v menumbuk

noro‘ bunte‘ ‗ikut di belakang‘ mengikuti

to-toto n alat penumbuk

orang yang lebih tahu (kadang-kadang

to-totoan v sedang menumbuk sst towa [tɔwa] a tua

tanpa alasan) noro‘ elmona raprap ‗ikut ilmunya rayap‘

matowa v menuakan; mengawinkan agar

melakukan

menjadi

sangat

pekerjaan

lambat

yang

tetapi

sepertinya

menghasilkan

orang

matowa

tua:

ana‘

mengawinkan

sesuatu yang jelas dan cepat karena

wa-matowa v bersikap atau bertindak

dikerjakan bersama-sama

seolah-olah sudah tua

ro‘-noro‘ bhâbâng ‗ikut-ikut bawang‘ ikut

wa-towa kalanceng, sajân towa sajân

mengerjakan suatu pekerjaan tetapi tidak

kenceng ‗tua-tua kalanceng, makin tua

diperhitungkan, seperti anak kecil yang

makin

ikut belajar pekerjaan orang dewasa dsb.

semakin bersemangat kerja 2 semakin tua

toron [tɔrɔn] v 1 turun Dari Sorbhaja, ali

bersemangat‘

1

semakin

tua

semakin suka kawin

toron e Tangkel. ‗dari Surabaya, ali turun di Tangkel‘ 2 mudik dari Jawa Hasan bhuru toron dari Sorbhaja. ‗hasan baru

towat [tɔwat] atowat v berteriak wat-towadhân v berteriak-teriak trakat [trakat] n tirakat atrakat v bertirakat

mudik dari surabaya‘ toronan n keturunan toron tana selamatan

tuwa‘ [tuwaʔ] n tuak

untuk anak yang baru pertama menginjak tanah sejak dilahirkan

U uwan [uwan] nguwan v menggembala

auway

uway [uway] n uap

dengan lebar dan mengeluarkan udara

v

menguap;

membuka

mulut

karena mengantuk, dsb. auwayan v menguap berkali-kali

W wâjib [wɐjip] v wajib; harus

tahi‘ memperebutkan sesuatu yang tidak

awâjibaghi v mewajibkan

berharga karena terpengaruh ketamakan

kawâjibhan n kewajiban wâng-ghuwâng

[wɐŋghuwɐŋ]

wawancara [wawañcara] n wawancara n kumbang

wè-rowè [wɛrɔwɛ] n tonggeret wortel [wɔrtəl] n wortel

wangwung/tahi mara wâng-ghuwâng nemmo taè ‗seperti kumbang

wangwung/tahi

menemukan

Halaman 76 dari 78

Y yâkèn [yɐkɛn] v yakin yatim [yatim] n yatim

Z Zabur [zɐbur] n kitab Zabur

zamzam [sɐmsɐm] n air zamzam

zakat [sɐkat] n zakat

Halaman 77 dari 78

DAFTAR PUSTAKA Ashadi, Moh. Makhfud. 1992. Kosa Kata Basa Madura. Sumenep: Tanpa Nama Penerbit Bastari dan Yoesi Ika Fiandarti. 2009. Kosa Kata Bahasa Madura Lengkap. Surabaya: Karya Simpati Mandiri Chaer, Abdul. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta Davies, William D. 2010. A Grammar of Madurese. Berlin: De Gruyter Mouton Iyubenu, Edi A.H. 2003. Ojung. Yogyakarta: LKiS Jonge, Huub de. 1989. Madura dalam Empat Zaman: Pedagang, Perkembangan Ekonomi, dan

Islam Suatu Studi Antropologi Ekonomi. Jakarta: KITLV, LIPI, Gramedia Moeliono, M. Anton. 1997. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Muslich, Masnur. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia: Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara Pawitra, Adrian. 2009. Kamus Lengkap Bahasa Madura-Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat Rahayu, Timbul [et. al]. 2010. Pangajhârân Bhâsa Madhurâ Malathè Potè: Kaangghuy SMP Kellas VIII. Bangkalan: Amanah Rifai, Mien Ahmad. 2007. Manusia Madura: Pembawaan, Perilaku, Etos Kerja, Penampilan, dan Pandangan Hidupnya seperti Dicitrakan Peribahasanya. Yogyakarta: Pilar Media Sudikan, Setya Yuwana [et.al]. 1993. Nilai Budaya dalam Sastra Nusantara di Madura. Jakarta: Pusat

Pembinaan

dan

Pengembangan

Bahasa

Departemen

Pendidikan

dan

Kebudayaan Tim Penyusun Kamus Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1999. Kamus Besar Bahasa

Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa

Halaman 78 dari 78

KATA PENGANTAR Menyusun sebuah kamus bukan pekerjaan yang mudah. Hal ini disadari penulis mengingat pembuatan sebuah kamus membutuhkan pengetahuan ilmu bahasa yang cukup, ketekunan, dan keseriusan, selain waktu yang relatif panjang. Akan tetapi, semua itu bukanlah halangan yang tidak bisa diatasi. Kamus ini ditulis pada waktu-waktu senggang dan dilakukan tanpa beban sehingga tidak merupakan sebuah perjuangan yang sangat berat. Dengan pola penulisan ini, disadari bahwa kamus bahasa Madura ini akan memiliki kelemahan-kelemahan, kekurangan-kekurangan, dan kekeliruan-kekeliruan. Namun, hal itu tidak menyurutkan penulis untuk tetap mengumpulkan kosa kata demi kosa kata yang mengisi tiap baris kamus ini. Hal ini tidak berarti bahwa penulisan kamus ini asal-asalan dan tidak dilakukan dengan serius. Penulisan dengan cara tersebut dimaksudkan untuk memberi semangat penulis untuk mencipta sambil belajar dan sedikit demi sedikit menyempurnakan apa yang telah ditulis. Kosa kata dalam kamus ini dikumpulkan dari sumber-sumber tertulis dan lisan yang diambil dari momen-momen dalam kehidupan sehari-hari. Kosa kata-kosa kata tersebut kemudian diproses menjadi entri-entri dan bentuk turunan. Contoh-contoh penggunaan diambil dari pengucapan sehari-hari dalam konteks tertentu disesuaikan dengan bahasa tulisan. Contoh penggunaan juga diambil dari sumber-sumber tertulis. Karena merupakan sebuah “eksperimen”, kamus ini pasti memiliki banyak kelemahan. Salah satu kelemahan dalam penulisan kamus ini adalah penulisan yang didasarkan pada dialek Bangkalan. Dialek lain – sampang, pamekasan, dan sumenep hanya disajikan sebatas yang bisa diketahui dan bisa dijangkau. Penulisan dengan dialek Bangkalan tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan satu dialek di antara dialek lain. Hal ini sesuai denga pertimbangan bahwa jika ingin membakukan sebuah bahasa memang harus mengambil satu dialek yang dianggap paling baik. Akan tetapi, proses selanjutnya adalah pembakuan bahasa tersebut, bukan meninggikan satu dialek di antara dialek lain. Hal ini pernah terjadi pada bahasa melayu yang kemudian menjadi bahasa Indonesia. Hal ini juga sebagai implikasi dari kesulitan orang Madura barat belajar bahasa Madura di sekolah. Hal ini terjadi karena mereka sebenarnya tidak belajar bahasa Madura, tetapi belajar dialek Sumenep yang memiliki perbedaan relatif besar dengan dialek Bangkalan. Jika kita benar-benar mau konsisten, pembakuan bahasa Madura hanya pada bahasa tinggi sebagai bahasa formal. Sedangkan bahasa nonformal tetap diserahkan pada dialekdialek bahasa Madura. Dengan demikian, pelajaran bahasa Madura lebih bisa dijangkau dan dengan demikian mempermudah pembelajaran di sekolah.

i

Karena latar belakang tesebut, saran dan masukan sangat diharapkan. Bagi Anda yang peduli dengan bahasa Madura, mohon mengirimkan saran, kritik, dan masukan ke email [email protected] Bangkalan, 1 Januari 2010

Muhri Mohtar, M.A.

ii

PETUNJUK PENGGUNAAN Daftar Singkatan

adj adv bd

: adjektiva/kata sifat : adverbia/kata keterangan :

bentuk bentuk

dasar

(hanya

bd

turunan,

berdasarkan

ditemukan ini

beberapa

ditulis bentuk

turunan)

fn : frase nominal hrf : arti secara harfiah idm : idiom (M)

n num p perib pron

: nomina/kata benda

(R)

: bahasa rendah/kasar

sin.

: sinonim

(T)

: bahasa tinggi/halus

: numeralia : partikel : peribahasa : pronomina/kata ganti

ungk : ungkapan v : verba/kata kerja vp : verba pasif

: bahasa menengah

(MB) : Madura barat (Bangkalan, Sampang) (MT) : Madura timur (Pamekasan, Sumenep) Daftar Simbol Fonetik „...‟

: menunjukkan arti denotatif

e

: bunyi pada tape, konde

“...”

: peribahasa dalam bahasa Indonesia

ŋ

: bunyi pada ngadimin, bangau,

ɛ

: bunyi

pada

memang,

lubang

kontemporer, colek ǝ

: bunyi pada sedang, kode, sesal

ɘ

: bunyi pada kertas, perjaka, senter

iii

ñ

: bunyi pada nya, penyamun

ɔ

: bunyi pada kopi, soda, mosi

A abâ’ [abəʔ] n 1 diri abâ’eng ‘dirinya’ 2 badan lo’ nyaman abâ’ ‘tidak enak badan’

aèng mata air mata Aèng èpaghili ècello’ perib ‘air dialirkan

abâng [abǝŋ] ngabâng v terbang

diciduk’ meminta sesuatu sedangkan yang

bâng-abâng n angkasa; langit

diminta tersebut sangat dibutuhkan oleh

abâs [abǝs] v pandang

orang yang diminta tersebut

ngabâs vt memandang (dengan maksud

Aèng èpeddhâng ta’ apèsa perib ‘air

mengagumi) Tadâ’ orèng ngabâs arè sè ta’

ditetak pedang tidak terpisah’ hubungan

solap. ‘tak ada orang yang memandang

keluarga yang sangat erat sehingga tidak

matahari tanpa silau’

terganggu dengan masalah dari luar

abdhina [abdhina] pron(T) saya; hamba

Aèng

abit [abit] a lama

lèmbung

sondhâng

nanְdhâaghi

perib

‘air

dâlemma

mengalir

balik

lubuk’

orang

maabit v memperlama

menandakan

abidhân a lebih lama

berilmu tidak banyak bicara

bit-abit adv lama-lama

Mara aèng è daunna tales perib ‘ibarat air

bit-maabit berpura-pura lama

di daun keladi’ orang yang tidak bisa

dalamnya

dinasehati

acan [acan] n terasi acar [acar] n acar

Mara aèng ebâdְdhâi kèrèng perib ‘seperti

accem [accɘm] n (buah atau pohon) asam

air diwadahi keranjang ikan’ harta yang cepat habis

accèn [accɛn] a asin

aghung [aghuŋ] a agung; amat besar

cèn-accèn n ikan asin

ahad [ahat] n nama hari pertama dalam

adâ’ [adǝʔ] adv depan adâ’ [adǝʔ] v tidak ada; tiada tadâ’

penanggalan Madura yang mengadopsi

adְdhâng [adְdhǝŋ] v hadang

dari penanggalan Hijriyah

pangadְdhâng n nelayan pembeli yang

ahadhân

diadakan

setiap

menyusul nelayan pencari ikan ketengah

misalnya

pasar

laut untuk membeli hasil tangkapan

diadakan setiap hari Ahad’

ahadhan

hari

Ahad,

‘pasar

yang

ahli [ahli] n ahli

adְdhep [adְdhɘp] v menghadap

li-maahli v sok ahli

addhu [addhu] v adu

ajâm [ajǝm] n ayam

addhuân n aduan dhu-ngaddhu v mengadu domba

jâm-ngajâmè v memanas-manasi

ngaddhu v mengadu

ajâm katè ta’ kala kalèְtְtègghâ perib ‘ayam

addhu adâ’ idm adu muka

katai tidak kalah gemerusuknya’ untuk

dhu-addhu

bâlâkang

‘adu

punggung’

kebenaran orang kecil akan memberikan

saling bermusuhan

perlawanan yang sama dengan orang

addhu terrang idm saling jujur

besar

adhâd [adhǝd] n adat; kebiasaan

ajam

adhân [adhǝn] n, v 1 azan

meminta

aèng [aɛŋ] n air

sesuatu yang mengundang bahaya

ngaèngè vt mengairi

mènta

sasengngèt

rempah-rempah’

perib

‘ayam

melakukan

Ajâm mon ngakana ghi’ ngarkar kaadâ’

alèng [alɛŋ] bd

v 1 tidak mau mengaku 2

peribahasa yang senada dengan ‘ibarat

ngalèng

ayam, tiada mengais tiada makan’

berlindung dari pandangan, cahaya dsb.

ajâm tokong mènta monteng perib ‘ayam

ngalèngè v menutupi supaya tidak terlihat

kutung minta tulang ekor’ menginginkan

lèng-alèng n pelindung atau penutup agar

sesuatu yang tidak mungkin

tidak terkena cahaya, terlihat, dsb

Mon ajâm ghi’ endâ’ ka jhâghung perib

alès [alɛs] n alis

‘selama ayam masih suka pada jagung’

allè [allɛ] ngallè v 1 memindah 2 naik kelas

sifat alami manusia, yaitu masih bisa

Tang

dipengaruhi godaan harta, kedudukan,

mellèngnga. ‘Anak saya tidak naik kelas

dan wanita

karena sangat nakal.’

wa-towa ajâm perumpamaan yang secara

allèyan n kenaikan kelas

harfiah ‘tuanya seperti ayam’ dijadikan

alok

ana’

[alɔk]

lo’

ngalokaghi

perumpamaan pada orang yang semakin

mengunggulkan

tua semakin cantik/tampan

lok-alok

ajhâk [ajhǝk] ngajhâk v mengajak jhâk-ajhâk

n

undangan

untuk

saling

dalam membangun rumah, hajatan dsb. ajhi

n

acara

v

polana

memuji

perlombaan

ce’

dan

mem-

perkenalkan sapi pada lomba kecantikan

membantu kebutuhan tetangga, misalnya [ajhi]

ngalle

ngajhi v mengaji

sapi betina alos [alɔs] a halus maalos v menghaluskan ambâ’ [ambǝʔ] 1 jemput 2 hadang

pangajhiyân n pengajian

ba’-ambâ’ n sejenis hantu yang menurut

akal [akal] n akal

kepercayaan menghadang orang di jalan

kal-ngakalè v menipu

bâ’-ambâ’ân v menunggu lama

akal bukong idm ‘akal burung betet’

ngambâ’ vt 1 menjemput 2 menghadang

mengumpulkan

pangambâ’

sedikit

demi

sedikit

sehingga menjadi banyak akanְta [akanʈa] p seperti

n

nelayan

pembeli

yang

menyusul nelayan pencari ikan ketengah laut untuk membeli hasil tangkapan

Akhèrat [ahɛrat] n alam setelah mati yang

ambhâ [ambhǝ] v lepas, masuk dan merusak

menurut kepercayaan tempat pembalasan

lahan tanaman dengan memakan atau

perbuatan selama hidup di dunia; akhirat

menginjak-injak

ako [akɔ] v aku

tanaman

(hewan

peliharaan)

ngako v mengaku

amèt [amɛt] v pamit

ko-ngako v mengaku-ngaku

ampal [ampal] n sejenis kumbang yang

pangakoan n pengakuan alang [alaŋ] v halang ngalang v menghalangi jalan; melintang alas [alas] n hutan alas rajâ fn hutan belantara alèm [alɛm] a 1 pandai 2 alim; tidak banyak

keluar malam hari, berwarna putih atau abu-abu dengan ukuran sedikit besar dari ibu jari tangan. ampon [ampɔn] adv(T) sudah ampon lastare ‘sudah selesai’ ana’ [anaʔ] n anak

v

tingkah

nganaè

lèm-maalèm v bersikap atau bertindak

pernikahan); tidak mandul

seolah-olah alim

lebih

menghasilkan

anak

(dalam

mon ana’ labu ka somor emma’ alonca’,

mulut yang selalu menganga untuk bicara;

mon emma’ sè labu ana’ nyarè andhâ

banyak bicara

perib ‘kalau anak jatuh ke sumur orang

mara angghu’ tadâ’ mècet perib ‘seperti

tua melompat, kalau orang tua yang jatuh

pencabut bulu tidak ditekan’ mulut yang

anak mencari tangga’ besar kasih sayang

selalu menganga untuk bicara; banyak

orang tua terhadap anaknya.

bicara

anca

[añca]

nganca

v

memancing

angghuyân n pakaian

kemarahan

v memancing-mancing ke-

ca-nganca marahan

anco’ [añcɔʔ] nganco’ v menyetubuhi co’-anco’ v bersetubuh nganco’

angghuy [aŋghui] v pakai

colo’

ngangghuy v memakai ngangghuy

èlmona orèng

‘memakai

ilmunya

rumput’

‘menyetubuhi

mulut’

memotong pembicaraan orang yang lebih tua atau dituakan. Hal ini dianggap sangat

orang

mengumpulkan

idm

ngarè’

menyabit

sedikit-sedikit

dengan sabar akhirnya terkumpul banyak anjhu

[añjhu]

nganjhu

v menjaga dan

merawat anak kecil atau bayi angka’ [aŋkaʔ] ngangka’ v mengangkat

tidak sopan anְdhâ [andhə] n tangga

angkès [aŋkɛs] v angkis

andhel [andhɘl] n andal

ngangkès v mengangkis

andhellân n andalan

angko [aŋkɔ] a angkuh

dhel-andhel n sering dijadikan andalan

angko’ [aŋkɔʔ] ngangko’ v mengangkut

ngandhellaghi v mengandalkan

antèng [antɛŋ] n anting

andi’ [andiʔ] vi punya Kaula andi’ bur-

anyar [añar] a baru

leburan duwa.’ ‘saya punya dua hal yang

nganyarè vt memperbarui

menyenangkan’

nyar-nganyarè v melakukan sesuatu yang

andi’ jhâlu mandhi tajhem ‘punya susuh

tidak

bertuah tajam’ memiliki kemampuan bela

sekitar

diri

nganyarè kabin kebiasaan sebagian orang

menjadi

kebiasaan

lingkungan

andus [andus] ngandus v menyeruduk

Madura untuk memperbarui akad nikah

angèn [aŋɛn] n angin

dengan

angen [aŋɘn] v angan

sebelumnya tanpa memberi maskawin lagi

mengulang

akad

nikah

ngen-angen v angan-angan

apèl [apɛl] n kepala kampung di Madura

ngen-ngangen v mempertimbangkan

apes [apɘs] n nasib yang buruk; sial Apessâ

anggheb

[aŋghɘp]

v anggap

abâ’ tadâ’ se tao bilâ dâtengnga. ‘tak ada

nganggheb 1 v menganggap 2 a setia Maskèa ghun kèbân, adhâddhâ patè’ cè’

yang tahu kapan datang nasib buruk’ apoy [apɔi] n api

nganggebbhâ bân cè’ èstona. ‘meskipun

poy-ngapoyè v memanas-manasi

hanya binatang, adat anjing sangat setia

akadi’ apoy kalaras/kalarè perib ‘seperti

dan tulus’

api

p asalkan angghu’ n pencabut bulu/rambut akanְta angghu’ ta’ epencèt perib ‘seperti anggher

daun

pisang

kering’

tetapi segera padam dalam waktu sekejap

bulu/rambut

tidak

ditekan’

yang

kelapa

[aŋghuʔ]

pencabut

semangat

kering/daun

[aŋghɘr]

menyala-nyala

mara apoy sekkem perib seperti api dalam sekam

tadâ’ apoy ta’ akokos perib ‘tak ada api

assim [assɪm] n bersin

tak berasap’ rahasia yang disembunyikan

asta [asta] n(T) tangan

pasti akan terkuak

atè [atɛ] n hati tè-ngatè v hati-hati

ara [ara] n arah ngara 1 adv mungkin 2 v membidik

atè abulu ‘hati berbulu’ bersifat pendengki

pangara n maksud; tujuan

ate kadungdung ‘hrf hati kedondong’ hati

pangara bâdâ, pangaro tadâ’ ‘maksud ada,

orang yang berwatak buruk

tetapi

atè malan hati yang cepat sedih atau

pengaruh

memiliki

tidak

keinginan

punya’

besar

Orang

tetapi

tidak

sabar; sensitive

sanggup mewujudkannya

ta’ kennèng èberri’ atè pas nèddhâ’ cètak

ara’ [araʔ] n arak (sejenis minuman keras)

perib ‘tak dapat diberi hati lalu mau

arè [arɛ] n 1 matahari bâjâ mangkèn dung-

menginjak kepala’ tidak tahu balas budi

odung arè ‘saat sekarang matahari ditutup awan’ 2 hari arè Slasa: hari Selasa arè’ [arɛʔ] n(MB) arit; sabit; clurit ngarè’ vt menyabit artè [artɛ] n arti ngartè v mengerti asat vi habis airnya (sungai, sawah, danau,

atèng [atɛŋ] ngatèng v mengangkat atos [atɔs] atosân n ratusan attas [attas] n atas ngattas/ngaattas agak ke atas awwâl [awwəl] awal, mula ngawwâli v memulai lebih dahulu

dsb.)

B bâ’â [bəʔə] n banjir

bâbutto n wasit pertandingan ojung yang

bâ’âng [bǝʔǝŋ] a getir

biasanya diperankan salah satu tokoh

bâ’na [bǝʔna] pron(R) pelesapan dari aba’na

ojhung

yang menunjukkan persona kedua; kamu bâ’eng

[bǝʔɘŋ]

abâ’eng

pron(R)

yang

pelesapan

menunjukkan

dari

persona

bâbâ [bǝbǝ] n bawah

‘sebusuk-busuknya terasi masih dicuil’

ngabâbâ v agak ke bawah

pertolongan

bâbi [bǝbi] n babi edheddhel

can-bâcan n bacaan bâceng [bǝcɘŋ] a bau busuk/tidak enak saceng-bâcengnga acan ghi’ èdhulit perib

kedua; kamu

bâbi

bâca [bǝca] mâca v membaca

atau

bantuan

terhadap

keluarga atau kerabat pasti dilakukan ka

ara’

perib

‘babi

meskipun hubungan sedang renggang

dicelupkan ke dalam arak’ perbuatan dosa

saceng-bâcengnga

yang berlipat-lipat

ecalot

kèya

buri’

perib

ghi’

ècetto’/

‘sebusuk-busuknya

bâbinè’ [bǝbinɛʔ] n perempuan; betina

dubur ditelusuk/diceboki juga’ seburuk-

bâbur [bǝbur] n irisan daun pandan sebagai

buruknya anak akan disayang dan dibela

campuran

bunga-bunga

dalam

juga bâdâ [bǝdǝ] v ada

tertentu bâburughân

ritual

[bǝburughǝn]

n petuah

kabâdâân n keadaan mabâdâ v mengadakan

bâdâ

angka-angkèna

caranya’

idm

segalanya

‘ada

teratur

tata sesuai

abâktoè v memberi waktu bâlâkang [b(ǝ)lǝkaŋ] n punggung bâlâng [bǝlǝŋ] n belalang

ketentuan ta’ kèra bâdâ keccengnga idm ‘tak pernah

lâng-bâlângan n tempurung lutut

ada pekatnya’ selalu habis tanpa sisa

mara

bâdbâdhân

[bǝdbǝdhǝn]

n tempat lewat

lâng-bâlânganna

to’ot

tempurung lutut’ orang yang tidak bisa

nemmo bâdbâdhân ‘menemukan tempat

dipegang

lewat’

berubah-ubah pendiriannya

menemukan

jalan

keluar

‘seperti

dari

perkataanya

karena

selalu

bâlânjhâ [blǝñjhǝ] n (uang) belanja

masalah bâdְdhâ [bǝdְdhǝ] n wadah

abâlânjhâ v berbelanja

abâdְdhâ v berwadah

mâlânjhâi v memberi belanja; membiayai

mâddhâè v mewadahi

hidup

a terus terang dhâk-bâddhâghân adv terus terang apa

bâdְdhâk

[bǝddhǝk]

adanya

bâlâtְtang [bələtʈaŋ] n yuyu; sejenis ketam yang hidup di air tawar martabhât

bâddhung [bǝddhuŋ] n sejenis kapak besar dhung-bâddhungan

vi

1

bâlâtt̝ ang

mengapak

sesuatu 2 n kapak mainan

bâles [bǝlɘs] mâles v membalas abâles vi membalas

kapak

bâlessân n balasan to’ot

‘mengapak

lutut’

berkesantunan; tahu tata krama

les-bâlessân v saling membalas; berbalasbalasan

bâjhân [bǝjhǝn] n wajan

bâli [bǝli] bd kembali

bâjâ [bǝjǝ] n saat; waktu; saat bâjâ malem

abâli vi kembali mabâli v mengembalikan

‘waktu malam’ bâjâng

yuyu’

pada atasan

mâdhdhung v memotong menggunakan mâdhdhung

‘ibarat

menekan bawahan untuk dipersembahkan

[bǝjǝŋ]

n

1

wayang

2

li-bâliyân adv berkali-kali bâli’ [bǝliʔ] v balik

bayangan/gambar abâjâng vi terbayang Bulâ ta’ bisa tèdung

abâli’ v berbalik (tidur terlentang menjadi

karna abâjâng raèna dhika. ‘Saya tak bisa

telungkup atau sebaliknya)

tidur karena terbayang wajahmu.’

mabâli’ v membalikkan

abâjângaghi vi membayangkan

li’-bâli’na dâdâr ‘berbaliknya daun kering’

jâng-bâjângan n bayangan yang terbentuk

perubahan nasib bâlibis [b(ǝ)libis] n belibis

karena cahaya

n baja 2bâjhâ [bǝjhǝ] n(T) gigi bâjhân [bǝjhǝn] n wajan; penggorengan bâjhi’ [bǝjhiʔ] a 1 benci 2 jijik 1bâjhâ

bâjhit

bâlijjhâ [bǝlijjhǝ] n pedagang yang menjual

[bǝjhǝ]

[bǝ.jhit]

dagangannya

gula

santan yang mendidih. bâkto [bǝktɔ] n waktu

dimasak

desa,

bâllu’ [bǝlluʔ] n delapan

n makanan yang sejenis

dicampur

berkeliling

kampung, dsb

dodol yang berbahab dasar ketan tanpa digiling

dengan

pada

bân [bǝn] p kalabân bândhil [bǝndhil] n duri martabhât

bândhil

‘ibarat

onak’

meminta tidak mau memberi; pelit bângal [bǝŋal] a berani

mau

bângalan n pemberani

bârâkay [bərəkay] n biawak

ngal-mabângal v pura-pura berani bângal

ajhuwâl,

bângal

martabhât bârâkay/mara tellorra bârâkay

mellè

‘berani

‘ibarat

biawak/seperti

telur

biawak

menjual, berani membeli’ bisa menasihati

(telurnya disukai, dagingnya tidak)’ suami

dan

istri yang berhubungan harmonis satu

bisa

melaksanakan

apa

yang

dinasihatkan

sama lain, namun tidak harmonis dengan

bangal ka tonding tako’ ka tajhem ‘berani

mertua

pada

punggung

pisau

takut

pada

bârâmma [bərəmma] p bagaimana

tajamnya’ sok berani dibelakang lawan

bârâs [bǝrǝs] a 1 sehat 2 sembuh

ketika berhadapan nyalinya menciut

mabârâs v menyembuhkan

mon lo’ bângal acarok jhâ’ ngako orèng

bâri’ [bəriʔ] adv kemarin

perib

madhurè

‘kalau

tidak

berani

bâringèn [briŋɛn] n beringin

bercarok jangan mengaku orang Madura’

bârinto [bǝrintɔ] adv seperti ini/itu

ungkapan

bâta’ [bǝtaʔ] mâta’ v mengangkat masakan

orang

untuk

Madura

menegaskan yang

harus

jatidiri mampu

dari tungku atau alat memasak bâtek [bǝtɘk] n watak

membela harga diri ngal-bangal mardâ ‘beraninya seperti bara

abâtek v berwatak

api’ berbicara besar tetapi penakut

abâtek ajâm idm ‘berwatak ayam’ jika

bângatowa

n

[bǝŋɘtɔwa]

ghârubhek

dan

1

orang

diatasnya;

tua

pitarah

2

berjauhan

merasa

rindu,

tetapi

jika

berdekatan (selalu) bertengkar bâto [bəto] n batu

sesepuh bânnè [bǝnnɛ] adv bukan

on-so’on bâto perib secara harfiah ‘(seperti)

ne-bannean a berlainan

menjunjung

batu’

yang

dimaksudkan

bânynya’ [bǝñ.ñaʔ] adv banyak Rasulillah

untuk pekerjaan berat yang dilakukan

ampon bânynya’ aparèng ajhârân-ajhârân bân tuntunan-tuntunan. ‘Rasulillah telah

menghasilkan tidak seberapa atau tidak

banyak

penghasilan

memberi

ajaran-ajaran

dan

seimbang

antara

perjuangan

dan

bâto’ [bǝtɔʔ] n batuk

tuntunan-tuntunan.’ kabânynya’an n kebanyakan

abâto’ v batuk

mabânynya’

tadâ’ bâto’ tadâ’ assim perib ‘tidak ada

Mabânynya’

vt

ana’

memperbanyak

tojjhuna

akabin

batuk tidak ada bersin’ orang yang tidak

‘Memperbanyak keturunan adalah tujuan

banyak

menikah

kejutan

nya’-bânnya’an a paling banyak

bicara

tetapi

sering

membuat

bâtton [bǝttɔn] n pinggiran balai-balai atau

bârâ [bǝrǝ] a bengkak

langgar panggung yang berupa bambu

bârâ’ [bǝ.rǝʔ] n barat

utuh, kayu aren, atau balok kayu

ngabârâ’ agak ke barat

ta’ tao bâttonna langghâr ‘tidak tahu

ka bârâ’ ta’ kacapo’, ka tèmor ta’ kacapo’

pinggirnya

‘ke barat

mengibaratkan orang yang tidak tahu

terkejar’

tak terkejar, ke timur tak karena

serakah

semua

yang

diinginkan tidak berhasil atau menemui kegagalan

langgar’

sarkasme

untuk

aturan karena tidak pernah menjadi santri atau belajar agama bâu [bǝu] n bau

abâu vi berbau

bengko [bɘŋkɔ] n rumah

u-bâuân n bau-bauan

berrâ’ [bɘrrǝʔ] a berat

baung [baʊŋ] n makhluk siluman berwujud

maberrâ’ v

1

memberatkan 2

hamil;

gabungan harimau dahan, serigala, dan

mengandung

kera yang menurut kepercayaan muncul

berrâ’ jhuwângan ‘berat ke atas’ terlalu

setelah

banyak beban daripada kemampuan

40

hari

sebelumnya

menjadi

jarangkong

râ’-berrâ’

beccè’ [bǝccɛʔ] a baik

v

abeccèan

ghulâ

‘berat-berat

gula’

persahabatan yang terganjal oleh sifat

(figuratif)

melakukan

satu atau kedua sahabat tersebut

hubungan haram atau diluar nikah

berri’ [bɘrriʔ] v beri

cè’-beccè a baik-baik; baik semua

aberri’ vi memberi

cè’-beccè’an a paling baik

merri’ vt memberi

mabeccè’ v memperbaiki

aberri’

beddâl [bɘddǝl] n hasil; keluaran

long-ellongan

tembus’

meddâl v 1 mengeluarkan hasil 2 tumbuh

‘memberi

membantu

orang

jalan dengan

memberi jalan keluar berrit [bɘrrit] n,a (tempat) keramat atau

(tanaman) bedְdhâ’ [bɘdְdhǝʔ] n bedak

angker

abedְdhâ’ v berbedak

èkennèng berrit v terkena tulah atau

medְdhâ’è v membedaki

gangguan

beddhâk

[bɘddhǝk]

v

terkena

(getah,

[bɘllǝs] a belas; puluhan

dari

tempat

keramat atau angker besse

bellâsân n belasan 2bellâs

halus

bessè [bɘssɛ] n besi

kotoran, dsb) 1bellâs

mahluk

koneng

n

besi

kuning;

jimat

kekebalan

[bɘllǝs] a baik; penyayang; welas

Las-mabellas v pura-pura baik

bettes [bɘttɛs] n betis bhâbbhâl [bhǝbbhǝl] n buah nangka yang

bellât [bɘllət] n sembilu

masih sangat muda biasa dimakan dengan

belli [bɘlli] vd beli

garam atau bumbu rujak

mellè [mɘllɛ] vt membeli

lo’-tao bhâbbhâl ‘tidak tahu bhâbbhâl’

mellèaghi v membelikan

orang yang masih belum pengalaman atau

lin-bellin n barang-barang yang dibeli

belum memiliki kecakapan

belli’ [bɘlliʔ] n atap rumbia belli’

potong jhâjhâluna

bhâbhâsan n [bhǝbhǝsan] n peribahasa yang ‘atap

rumbia

mengandung

kiasan

untuk

mengacu

patah bambu pengikatnya’ orang tua yang

kepada

sudah

dengan kalimat yang sering tidak lengkap

berfisik

lemah

tetapi

masih

dibutuhkan pemikiran dan pengalamannya bellu’ [bɘlluʔ] n belut

tetapi

keadaan, tetap

nemmo

sifat,

atau

pemakaiannya,

pokolan

‘mendapat

perilaku, misalnya durian

bellu’ abângbâng ‘belut bersayap’ orang

runtuh’, abujâi saghârâ ‘menggarami laut’,

yang pandai menipu dengan cara halus

dsb.

bellu’ abunto’ arè’ ‘belut berekor celurit’

bhâbhâtang [bhǝbhǝtaŋ] n bangkai

orang yang semula bersifat baik hati,

Bhâbhâtang

berbudi luhur, pemurah, dan penolong

mengajak

berubah menjadi sebaliknya

melibatkan orang baik-baik

ngajhâk mati’

matè kejahatan

‘bangkai selalu

bhâbur [bhǝbur] n irisan daun pandan wangi

menyembunyikan

arti

sebagai campuran bunga (untuk ritual

sebenarnya

dikatakan,

tertentu)

konyè’ ghunong ‘kunyit gunung’ adalah

bhâdhân [bhədhən] n badan bhâi

bhâjâ

bhâjâng

misalnya

‘seketemunya apa adanya’, gumo’ dâdâ ‘

p saja n 1 buaya 2 mata keranjang

[bhǝjǝ]

[bhǝjǝŋ]

yang

tanaman temmo maksudnya sanemmona

bhâdhân kaulâ pron [T] saya [bhǝi]

ingin

maksud

n bentuk singkat dari

sembhâjâng (sembahyang) abhâjâng vi bersembahyang mâjângagi vt menyolati (jenasah)

adalah soso maksudnya kasoso ‘terburuburu’, dsb. bhânta [bhənta] abhânta v 1 berbantahan; 2 membantah bhântal [bhəntal] n bantal abhântal vt memakai bantal

bhâjhâk [bhǝjhǝk] n perompak; jagoan

tal-bhantalan n sakit pada leher setelah

bhâjheng [bhǝjhɘŋ] a rajin

bangun tidur

v

jheng-mabhâjheng

pura-pura

rajin;

bersikap atau berbuat seolah-olah rajin mabhâjheng

v

membuat

jadi

rajin;

abhântal ombâ’, asapo’ angèn, apajung langngè’

‘berbantal

ombak

berselimut

angin’ menunjukkan jiwa bahari orang Madura

merajinkan bhâji’ [bhəjiʔ] n bayi

abhântal syahâdât, asapo’ iman, apajung

bhâkal [bhǝkal] 1 adv akan 2 n tunangan

Islam

‘berbantal

syahadat,

berselimut

abhakalan v bertunangan

iman, berpayung Islam’ menunjukkan rasa

kal-bhâkal n acara pertunangan

keberagamaan

mabhâkalè vt menunangkan

termanifestasi

bhâko

[bhǝkɔ]

orang dalam

Madura setiap

yang

kegiatan

sampai hal-hal terkecil

n tembakau

bhântal patè idm teman sehidup semati

bhâktè [bhǝktɛ] n bakti abhâktè v berbakti

bhântèng [bhǝntɛŋ] mântèng v membanting

ngabhâktè v membaktikan diri

bhântèng [bhǝntɛŋ] n banteng

bhâlâ [bhǝlǝ] n kaum, golongan, kerabat

‘banteng mati melawan anak gembala’

abhâlâ v berkerabat bhâlingkang [ˋbhəliŋkaŋ] abhâlingkang v terjungkal; jatuh terlentang dengan pantat bhândhâ [bhǝndhǝ] n 1 modal 2 harta

n ikan bandeng

bhândheng sabhâlânan èpatadâ’ rongsèttong

berbicara dengan siapa saja

‘bandeng

[bhɘruma/bhruma]

n

kolong

tempat tidur

mândhâi v memberi modal

kerrong

yang lemah karena kecerdikan

bhâruma

abhândhâ v bermodal bhândheng

musuh yang kuat kalah dengan lawan bhârânca [bhǝrǝñca] a lancar dan bisa

terlebih dahulu menyentuh bumi

[bhǝndhɘŋ]

bhântèng matè amoso na’-kana’ ngowan

setambak

bhâsa [bhǝˑsa] n bahasa bhâsa [bhəsa] a pecah mabhâsa vt memecahkan

dihabiskan kerung-kerung satu’ ulah satu

sa-bhâsa

anggota keluarga dapat merusak nama

pecahan piring

seluruh anggota keluarga bhângsalan [bhǝŋ.sa.lan] n frasa pendek mengandung permainan kata-kata untuk

pecahan

sa-bhâsana

pèrèng

bhâtang [bhǝtaŋ] n bangkai bhâְtè [bhǝʈɛ] n untung (niaga);laba bhâְtok [bhǝʈɔk] n batok; tempurung kelapa

bhâu [bhǝu] n bahu bheddhuk

Bhu, pa’, bhâbhu’, ghuru, rato ‘ibu, bapak,

[bhɘddhuk]

1 n beduk; jidor 2 v

tiba waktu shalat (dhuhur)

sesepuh, guru, raja’ urutan ketaatan orang Madura, yaitu kepada ibu, lalu bapak,

bhellâk [bhɘllǝk] a belang

sesepuh, guru, dan terakhir pada raja

bhelli [bhɘlli] vd sembelih

bhubu

[bhubu]

abhubu

v

memberikan

abelli vi menyembelih untuk keperluan

buwuh atau bhubuwân

tertentu

bhubuwân n uang atau barang yang

melli vt menyembelih

disumbangkan pada tuan rumah hajatan

bhelling [bhɘlliŋ] n beling; pecahan kaca

yang harus dikembalikan dalam jumlah

kadi’ bhelling kaojhânan ‘seperti beling

yang

terkena hujan’ tidak bisa dinasehati; keras

mengadakan hajatan; buwuh

saat

pemberi

sumbangan

bhuco [bhucɔ] n sudut, ujung (biasanya yang

kepala bherkat

sama

n

[bhɘrkat]

makanan

berkat;

berbentuk kerucut)

makanan yang dibagikan pada pendoa

bhucor [bhucɔr] v bocor

dalam acara selamatan (tahlilan, rokat

bhudhu [bhu.dhu] a bodoh dhu-mabhudhu v pura-pura bodoh

dsb.) bherrâs [bhɘrrǝs] n beras

mabhudhu

bhersè [bhɘrsɛ] a bersih

membodohkan

asè-bhersè/sè-bhersè v bersih-bersih

v

memperbodoh;

bhuju’ [bhujuʔ] n 1 buyut; kakek dari bapak

kabhersèan n kebersihan

ego

mersèè v membersihkan

kampung yang dikeramatkan

bhetְtok [bhetʈok] n ikan betok

Bhuk

2

makam

[bhuk]

n

sesepuh panggilan

atau

leluhur

untuk

kakak

bhibhik [bhibhik] n bebek

perempuan. embhuk

bhindhârâ [bhindhǝrǝ] n 1 calon kiai yang

bhuk-embhughân v memanggil dengan

terdiri atas putra kiai atau mantan santri

panggilan embhuk

yang telah mengabdi di masyarakat tapi

bhuk tuwan n panggilan (penghormatan)

belum dianggap pantas untuk menjadi kiai

untuk orang yang telah menunaikan Haji bhullong [bhullɔŋ/bhulloŋ] v bolong

oleh masyarakat bhirâng [bhirǝŋ] n parang atau golok

mabhullong v membolongi

bhiru [bhiru] a biru: Morsidi akalambhi

long-bhullongan n bolongan

bhiru. ‘Morsidi berbaju biru.’

bhunga [bhuŋa] a senang; bahagia anga-bhunga v bersenang-senang

bhiru dâun hijau bhisan

[bhisan]

n besan

vt

mabhunga

membahagiakan;

me-

abhisan v berbesan

nyenangkan

bhisan sakatèdungan ‘besan seranjang’

nga-mabhunga v berpura-pura senang

janda dan duda yang masing masing

bhungka [bhuŋka] n 1 pohon; batang pohon

memiliki keturunan melakukan pernikahan

2 pangkal

kemudian

karena

abhungka v berbatang: Moskèl rassasna

anak

bâdâ nyèor abhungka lebbi dâri sèttong.

menjodohkan

menjadi

besan

masing-masing

mereka dari pernikahan sebelumnya. Bhu

[bhu]

n bentuk singkat dari ebhu

‘Musykil

rasanya

ada

berbatang lebih dari satu.’

pohon

nyiur

ka’-bhungka’an

n

[kaʔbhuŋkaʔan]

pepohonan

sudah dianggap biasa di Madura jika perempuan meninggal karena melahirkan

bhungkel [bhuŋkɛl] n sisa penebangan di

dan laki-laki karena melakukan carok. birâ [birǝ] n birah; sejenis talas yang bisa

atas akar. bhunten [bhuntɘn] (T) tidak

dimakan setelah direbus dsb; alocasia

bhuru a baru

indica

bhuru kaluar dâri eddussâ ‘baru keluar

birjhi’ [birjhiʔ] v memisah-misah menjadi

dari dosnya’ yang menunjukkan orang

bagian-bagian kecil

yang

mirjhi’

belum

berpengalaman

bergaul

sehingga kaku seperti barang masih baru.

vt

memisah-misah

menjadi

bagian-bagian kecil

bi’ [biʔ] prep dengan sin moso; kalabân

birnyè [birñɛ] a gampang menangis

bibir [bibir] n bibir

bitong [bitɔŋ] v hitung

bibir attas bân bibir bâbâ ghâmpang

mitong v menghitung

akebbi’

tong-bitongan

‘bibir

atas

dan

bibir

bawah

gampang berkata’ sindiran bahwa kalau

1

v

melakukan

penghitungan 2 n pelajaran berhitung bitta’ [bittaʔ] mitta’ v membeber

hanya menasihati gampang bibir nolak, atè mellak ‘bibir menolak, hati

mitta’ buri’ è tengnga jhâlân ‘membeber

rakus’

pantat di tengah jalan’ membuka aib

pura-pura

menolak

meski

sebenarnya sangat ingin

sendiri di depan umum

biddhâng [biddhǝŋ] n wedang

blatèr [blatɛr] n 1 orang yang ikut remo 2

abiddhâng v membuat wedang bighilân

[bighilǝn]

n

biji

jagoan

nangka

sin

manjhilân

ablatèr v menjadi blater blijjhâ

[blijjhə]

n pedagang kecil yang

akantha bighilân è pèrèng ‘seperti biji

membeli barang (biasanya dari pasar atau

nangka di piring’ orang yang tidak bisa

langsung

dipegang

kembali di tempat lain

perkataanya

karena

selalu

berubah-ubah pendiriannya

ke

produsen)

untuk

dijual

bungkelang [bʊŋkelaŋ] n semacam akronim

bijjhân [bijjhǝn] n wijen

yang bentuk panjangnya Tabu’ kembung

bilâ [bilǝ] p bila; ketika; jika

tongkeng èlang ‘perut kembung pantat

bilis [bilIs] n semut

hilang’

bilu’ [biluʔ] a bengkok

sehingga menarik pantatnya menjadi kecil

mabilu’ v membengkokkan

bayi

yang

berperut

gendut

yang merupakan ungkapan kebahagiaan

binè [binɛ] n istri

orang tua yang bahagia akan kesehatan

abinè v beristri

anaknya

mabinèè v mengawinkan anak laki-laki

bubudhân [bubudhǝn] n muatan

nè-binèan n laki-laki yang gemar menikah

buddhâk [buddhǝk] beddhâk

lebih dari sekali dengan poligami atau

budhu’ [budhuʔ] n nasi uduk

kawin cerai.

budi [budi] n belakang

binè’ [binɛʔ] n perempuan

di-budi adv paling belakang

mon binè’ matè arèmbi’, mon lakè’ matè

di-budina adv akhirnya

acarok

kabudian v bergerak lebih kebelakang lagi

‘perempuan

mati

karena

melahirkan, laki-laki mati karena carok’

makabudi v membelakangkan; memindahkan kebelakang

cabe rawit

sabudian a yang lebih belakang

bulu [bulu] n bulu

budu’ [budʊʔ] n 1 anak (biasanya untuk hewan)

yang besar bersinonim dengan kecil-kecil

budu’eng ajam anak ayam 2

abulu v berbulu bulu kèjhâ’ [kɛ.jhǝʔ] n bulu mata

panggilan untuk anak untuk merendah

bun-embunan [bunɘmbunan] n ubun-ubun

saat mengacu pada anak sendiri

bunglè [buŋlɛ] n semacam akronim yang

abudu’ v beranak (hewan)

bentuk panjangnya mon la kembung pas

mabudu’ v 1 memelihara supaya beranak-

molè

pinak 2 menggandakan dengan bunga

kenyangan) lalu pulang’ tamu yang pulang

atau rente: mabudu’ pesse ‘meminjamkan

setelah

uang dengan bunga’

kepulangannya

bugghik [bugghik] n punggung

sudah

diberi

makan

seolah-olah

menunggu

suguhan

bungo [buŋɔ] a ungu

abujâi vi memberi garam; menggarami abujâi aèng tasè’ secara harfiah berarti air

laut’

maksudnya

bunto’ [buntɔʔ] n ekor abunto’ v berekor burgu’ [burguʔ] n sejenis kerudung

melakukan pekerjaan yang sia-sia.

buri’ [buriʔ] n anus; dubur

ta’ kennèng pèntaè bujâna ‘tidak dapat

buru [buru] v lari

dimintai garamnya’ pelit; kikir

buta [buta] a buta

bujhel

(ke-

bunglon [buŋlɔn] n rambutan

bujâ [bujǝ] n garam

[bujhɘl]

kembung

dahulu

abugghik v berpunggung

‘menggarami

‘kalau

n pusar

mabuta v acuh, tidak mau melihat

bukka’ [bukkaʔ] mukka’ v membuka

ta-mabuta v pura-pura buta

abukka’ v 1 membuka: abukka’ kalambhi

butèr [butɛr] n 1butir 2 butir (nasi)

‘membuka baju’ 2 terbuka Labangnga

abutèran v membiarkan butir-butirnasi

abukka’. ‘Pintunya terbuka’ ka’-bukka’an v saling terbuka

terbuang

tanpa

dimakan

saat

makan

aburu butèr, adhina tompeng ‘mengejar

mukka’ bârâna ‘membuka papan tabir’

butir nasi, meninggalkan tumpeng’ karena

membuka

serakah mengambil yang kecil sedang

rahasia

seseorang

dengan

maksud dipergunjingkan

yang besar yang dimiliki hilang karenanya

bukot [bukɔt] n alat pelindung kepala yang dibuat

dari

anyaman

daun

kelapa

buwâ [buwǝ] n buah abuwâ v berbuah

kemudian dibungkus karung goni, diikat

wa’-buwaan n buah-buahan

dengan tali sehingga membundar

buwâ kaalèngan dâun ‘buah terhalang

bulâ [bulǝ] pron(M) saya

daun’ membantu kepentingan orang lain,

bulân [bulǝn] 1 n bulan 2 n kumpulan hari

tetapi dia sendiri tidak mendapat apa-apa

dalam penanggalan yang terdiri atas 28,

buwi [buwi] a bisu

29, 30, atau 31hari yang membagi tahun

mabuwi v acuh, tidak mau berbicara;

menjadi 12

membisu

kènè’ ta’ korang bulânna ‘kecil tidak

wi-mabuwi v pura-pura bisu; bersikap

kurang bulannya’ orang yang kelihatan

atau

lemah tetapi mampu mengatasi masalah

bertindak

seolah-olah

bisu

C cabbhi [cabbhi] n cabai

calèpèr

cabbhi lètè’ cabe rawit bersinonim ‘dengan kecil-kecil cabe rawit’ cabbhur

a

tak

henti-henti

berkomentar dan selalu berbicara

nè’-kènè’ cabbhi lètè’ peribahasa yang [cabbhur]

[calɛpɛr]

v cebur

calo’ [calɔʔ] n cakkong yang perutnya agak dilebarkan calo’ kodhi’ calo’ yang pelebaran perutnya

acabbhur vi menceburkan diri

sangat mencolok sehingga membundar,

nyabbhur vt menceburkan

sangat sesuai untuk mengupas kelapa dari

tacabbhur vi tercebur

tempurungnya

cabhul

[cabhul]

n

orang

yang

sangat

pendek; cebol

kurang tepat ramuannya (makanan)

mara cabhul è jhurâng ajhângoa langngè’ ‘seperti cebol di jurang hendak menggapai langit’ orang yang berkeinginan sangat tinggi

camplang [camplaŋ] a hambar/aneh kerena

sehingga

tidak

mungkin

bisa

tercapai

campor

[campɔr/campor]

acampor

v

bercampur 1cangcang

[caŋcaŋ]

nyangcang

v

menambatkan hewan ternak pada patok atau batang pohon

caca [caca] n perkataan

2cangcang

acaca duwâ’ ‘berkata dua’ sama dengan

[caŋcaŋ] n siput yang hidup di

pohon cangghik [caŋghik] acangghik v cekcok;

lidah bercabang atau munafik cacca [cacca] v cincang

bercekcok

nyacca vi mencincang

cangkaro’ [cɘŋkarɔʔ] n kerak nasi yang

cacemmer [cacɘmmɘr] n air pelimbahan; air

digoreng cangkèm [caŋkɛm] n dagu

kotor cacèng [cacɛŋ] n cacing

cangnga’ [caŋŋaʔ] acangnga’ v membantah

mara cacèng nglodu’â komèrè ‘seperti

canְtèng [canʈɛŋ] n gayung

cacing

capcap [capcap] n tetes; bunyi tetesan air

hendak

menginginkan

menelan

sesuatu

yang

kamiri’ tidak

mungkin

acapcabhân vi menetes nyapcap vi menetes

cakang [cakaŋ] a cekatan

carakan [carakan] n abjad/huruf jawa

cakkong [cakkɔŋ] n parang yang ujungnya

carèk [carɛk] n carik; sekretaris desa

runcing dan membengkok calaְtak [claʈak] acalathaghân v berserakan tidak teratur calè [calɛ] n cela nyalè v mencela

carèta [carɛta] n cerita acarèta v bercerita nyarètaaghi v menceritakan nyarètaè menceritakan carok [carɔk] n perkelahian antar laki-laki

lè-calèan v saling mencela

secara berhadapan dengan menggunakan

lè-calè bellât ‘cela-cela sembilu’ sesuatu

senjata

yang dicela tetapi dipakai juga

perasaan terhina atau dendam.

(terutama

celurit)

didasari

vi melakukan carok. Klèbun Jhâddih acarok kalabân klèbun Tana Mèra. acarok

‘Kepala

desa

Jaddih

melakukan carok

dengan kepala desa Tanah Merah’.

cerrèng [cɘrrɛŋ] n jerit acerrèng vi menjerit rèng-cerrèngan

menjerit

main-main

berkali-kali dan mengganggu

Mon lo’ bângal acarok, jhâ’ ngako orèng

cèְtak [cɛʈak] n kepala

Madhurâ ‘Kalau tidak berani melakukan

acèְtak v berkepala

carok, jangan mengaku orang Madura’

cèְtak bâto keras kepala/kepala batu

Orang Madura harus berani membela

ajhuluaghi

kehormatan

bunto’na

an

harga

diri

sekaligus

menghindari perasaan malo carompèng

[cɘrɔmpɛŋ]

pas

kepalanya,

n

lapisan

cètagghâ,

bergeliat

berjanji

miang

berkelit

dengan

cèkèl [cɛkɛl] n mata kaki

‘menjulurkan

namun banyak

ketika

janji cetto’ [ceʈʈɔʔ] nyetto’ v mencungkil

celleng [cɘllɘŋ] a hitam

ciyom [ciyɔm] cium

cellet [cɘllɘt] nyelletaghi v membenamkan

untuk

menutupi ketidak sanggupannya menepati

cèlèng [cɛlɛŋ] n babi rusa; celeng

celleng modhus sangat hitam

diri’ ditagih

alasan

cèְtè [cɛʈɛ] n periuk

ngacelleng v menghitam

ekornya

melepaskan

cekcek [cɘkcɘk] n cicak

macelleng v menghitamkan

ètegghu’

dipegang

mencoba

mudah

cè’ [cɛʔ] adv sangat

alè’-palè’

kalau

pembungkus bambu muda yang dipenuhi

bilâ

nyiyom vt mencium cobbhu’ [cɔbbhʊʔ] n perkakas dari anyaman bambu yang digunakan untuk mencuci beras

(ke dalam kubangan lumpur dsb)

cobik [cɔbik] n cobek; cowek

tacellet v terbenam; terperosok (ban)

cocor [cɔcɔr] n paruh

cello’ [cɘllɔʔ] v ciduk

acocor v berparuh

nyello’ v menciduk

acocor/cor-cocor

lo’-cello’ n alat untuk menciduk; gayung

teratur ke belakang menghadap satu arah

bunto’

idm

berbaris

cellot [cɘllɔt] n 1 lumpur 2 tanah liat

codhut [cɔdhut] n sejenis kelelawar

cèlo’ [cɛlɔʔ] a asam; kecut

cokka [cɔkka] n cuka

cempaka [cɘmpaka] n cempaka

coko’ [cɔkɔʔ/cokoʔ] n sejenis kerudung

cèndhul [cɛndhul] n (es) cendol

yang menutupi rambut, biasanya ditambah

cèngè [cɛŋɛ] n sambal

kerudung dibagian luar

cengkal [cɘŋkal] a membandel

acoko’ v berkerudung

cengkèr [cɘŋkɛr] n cengkir; kelapa yang

ako’-coko’ tae ‘berkerudung tahi’ terkenal

masih muda; mumbang cèngkol [cɛŋkɔl] n siku; sikut nyèngkol v menyikut kol-cèngkolan v saling sikut cèntong [cɛntɔŋ] n centong nyentong v menyenduk dengan centong cepplo’an [cɘpplɔan] n pemilihan kepala desa

karena sifat dan perangai yang buruk cokop [cɔkɔp] a cukup colo’ [cɔ.lɔʔ] n mulut acolo’ vi (kas) menyangkal tuduhan yang sudah terbukti. kacolo’an

suka

memperbesar

masalah

dengan menyampaikan kepada orang lain sesuatu yang sepele

acolo’ songai ‘bermulut sungai’ rakus

compo’ [cɔmpɔʔ] n(T) rumah

colo’ bâlijjhâ ‘mulut penjual keliling’ suka

copa [cɔpa] n ludah

berbohong

dan

acopa v meludah

membesar-besarkan

sesuatu mengenai dirinya

nyopaè v meludahi

colo’ ebblèk

copa

‘mulut

kaleng’ gampang



ella

ghâgghâr

ka

tana

ta’

menangis; birnyè

èkennèng jhilât polè ‘ludah yang sudah

colo’ morbhur ‘mulut bercuap’ orang yang

jatuh ke tanah tidak bisa dijilat kembali’

perkataanya suka mencela dan menjelek-

janji yang sudah terlanjur diucapkan harus

jelekkan orang lain yang belum jelas

ditepati

kebenarannya

corok

coma [cɔma] p cuma

[cɔrɔk]

tacorok

rugi

dan

harus

nomboki

comantaka [cɔmantaka] n cara bicara yang lancang dan bukan pada tempatnya

D dâ’ [dǝʔ] p ke

dâri [dǝri] p dari

dâdâ [dǝdǝ] n dada

dâteng [dǝtɘŋ] v datang

adâdâ v berdada

adâtengngan v berdatangan

dâdâ ghulâ bâlâkang mèmbhâ perib ‘dada

adâtengngè v mendatangi

gula, punggung mimba’ baik di muka

madâteng v mendatangkan

(umum),

teng-dâteng

namun

di

belakang

tampak

keburukannya dâdâr [dǝdǝr] n daun kering

v tiba-tiba: Teng-dateng ngamok, ta’ etemmo marghana. Tiba-tiba mengamuk tak jelas sebabnya.

dâdu [dǝ.du] n dadu

dâun [dǝun] n daun

adâdu vi melakukan perjudian dadu

adâun v berdaun

dâi [dǝi] n dahi

un-dâunan n dedaunan

dâjâ [dǝ.jǝ] n utara

lèng-ngalèng

ka

dâunna

bâringèn

makadâjâ v menjalankan, mengarahkan,

‘berlindung pada daun beringin’ mengaku

menghadapkan, dsb ke utara

sedikit demi sedikit

ngadâjâ v agak ke utara

deppa [dɘppa] n depa

dâkka [dǝkka] a tamak; loba; serakah Dâkka

bhibbhiddhâ

‘tamak/serakah serakah

bibit

menyebabkan

nèyat niat

adeppaè v mengukur dengan depa ngèco’

mencuri’

mnghalalkan

berbagai cara

ְdhâ’âr [dhǝʔǝr] v (T) makan adhâ’âr v (T) makan dhâ’ârân n (T) makanan dhâbâ’ [dhǝ.bǝʔ] n berudu; anak katak

dânga [dəŋa] adanga v mendongak

nga’-ènga’ dhâbâ’ ‘ingat-ingat berudu’

dângdâng [dǝŋdǝŋ] n burung gagak

lupa-lupa ingat

dâpor [dapɔr] n dapur por-dâpor v mengerjakan pekerjaan dapur

ְdhâdְdhâ’ [dhǝddhǝʔ] n pohon dadap dhâddhâ’

sanajjhân

èeccèddhâ

ghi’

dârâ [dǝrǝ] n darah

pagghun dhâddhâ’ kèya ‘sekalipun dicat,

adârâ v berdarah

dadap masih tetap dadap juga’ kenyataan

yang

ditutup-tutupi

lama-lama

akan

ketahuan juga

dhâurân [dhǝ.u.rǝn] n kayu untuk pikulan uang biasanya dibuat dari bambu dan

dhâddhi [dhǝddhi] vi menjadi Moga dhaddhi samporna. ‘semoga menjadi sempurna’

bersifat lentur dheddhel

v

[dhɘddhɘl]

mencelupkan

adhâddhiagi vi menjadikan

makanan untuk dicampur dengan sedikit

dhin-dhâddhin n hantu orang yang sudah

saos, kecap dsb. sebelum dimakan

meninggal dengan wajah asli orang yang

neddhel v melakukan deddhel

meninggal tersebut, biasanya datang tiba-

dhibi’ [dhibiʔ] 1 n diri; ego 2 pron sendiri

tiba dalam waktu sekejap; jadi-jadian

ְdhidְdhi’ [ɖhidɖhiʔ] adj sedikit

madhâddhi v menjadikan

dhika [dhika] pron(M) kamu; anda

dhâghâng [dhǝghǝŋ] n pedagang

dhina [dhina] n hari: dhina Kemmès ‘hari

adhâghâng v berdagang

Kamis’

dhâghângan n (barang) dagangan

dhina [dhina] bd, inj biar

dhâghâng tona adhu’um bhâtè ‘pedagang

adhina v menyisakan

rugi membagi-bagi untung’ orang yang

dhisa n desa

melakukan sesuatu yang tidak wajar untuk

dhlubâng [dhlubəŋ] n kertas

memamerkan

dhu’um [dhuʔum] v membagi

kelebihan

yang

tidak

dimiliki

adhu’um v berbagi

sè adhâgâng, adhâghing ‘yang berdagang,

adhu’uman v berbagi (kebahagiaan, harta,

berdaging’ yang berusaha (berdagang)

dsb.) dengan orang lain

akan

nu’um v membagi

berhasil

dan

hidup

nyaman

ְdhukon [ɖhukɔn] n dukun

(berdaging) dhâghing [dhǝghiŋ] n daging

aְdhukon

adhâghing v berdaging; gemuk

v

menggunakan

pertolongan

dukun

dhalang [dhələŋ] n dalang

nukonè v bekerja sebagai dukun

adhâlâng v mendalang

dhulâng [dhulǝŋ] nulâng v menyuapi

dhâlâng èkarobbhui pangghung ‘Dalang kerobohan panggung.’ Pemimpin yang

adhulâng v menyuapi lâng-dhulâng(an) v saling menyuapi dhulit [dhulIt] nulit 1 v mencuil 2 mencolek,

celaka karena ulah sendiri. tadâ’ dhâlâng kakorangan lakon ‘Tak ada

menowel

dalang kehabisan cerita.’ Pemimpin yang

lit-dhulidhân v 1 saling mencolek atau

baik

menowel

selalu

keluar

dari

permasalahan

dengan

dengan baik.

n (T) rumah; kediaman dhâlko’ [dhǝlkɔʔ] n burung bangau; burung dhâlem

[dhǝlɘm]

usil

menowel

Jhâ’

atau

mencolek

lit-dulidhân,

bânnè

pettès. Jangan colak-colek, bukan petis. dhungèng [dhuŋɛŋ] n dongeng adhungèng v mendongeng

kuntul dhâmar [dhǝmar] n lampu; pelita adhâmaran v memakai lampu dhâpa’, pa’-dhâpa’an [paʔ.dhǝpaan] n tapak

dhungngèng [dhuŋŋɛŋ] n dongeng adhungngèng v mendongeng dhunynya [dhuñña] n 1 dunia 2 harta 3 alam fana, yaitu alam sebelum akhirat

kaki dhârâka

2

[dhǝrǝka]

a durhaka

dhupa [dhupa] n dupa adhupaè v membakari dupa

padhupaan n tempat membakar dupa;

dhuwâ’ butèr pohon atau buah salam diyâ [diyǝ] adv di sini

pedupaan dhurin [dhurin] n durian

dokar [dokar] n dokar

dhusa [dhusa] n dosa

duccol [duccɔl] v lepas

sa-dhusae hanya menyebabkan berdosa

aduccol v melepas (pakaian dsb.)

saja

nuccolè v melepaskan

dhuwâ

[dhuwə]

n doa

dumalem [dumalɘm] adv dua hari yang akan

adhuwâ v berdoa

datang

adhuwâaghi v mendoakan

kadumalemma adv dua hari yang lalu

nuwâi v mendoai; berdoa untuk atau pada

dumpa [dumpa] v tumpah

nuwâaghi v mendoakan

madumpa v menumpahkan

dhuwâ atamba, bherkaddhâ korang ‘doa

duri [duri] n duri

bertambah, makanan berkatnya kurang’

aduri v berduri

tugas

bertambah

upah

tetap

atau

aduri pandân/martabhât durina pandân

berkurang

‘berduri pandan/ibarat duri pandan’ mau

dhuwâ’ [dhuwəʔ] n

meminta tidak mau memberi; pelit

dhuwâ’ bato pohon atau buah jamblang

duwâ’ [duwǝʔ] n dua

E è [ɛ] p di

aejjhâman v memakai jam tangan

ebbis [ɘbbis] n bis; bus

lo’ tao ngèding monyena ejjhâm ‘tidak

èbhu [ɛbhu] n ibu

pernah mendengar bunyi jam’ orang yang

èbir [ɛbir] a sifat pamer

dianggap tidak tahu aturan karena berasal

èbu [ɛbu] ribu

dari

èbuan n ribuan

n

kaèlangan v kehilangan karton

pembungkus

èding [ɛ.diŋ] dengar

yang

ngèding vt mendengar sakopèngan

menghebohkan

desa

bisa

menghilang.’ 2 vt menghilangkan Ustadz ‘mendengar

sekuping’ mendengar selintas egghung

adhabu jha’ bato bisa maelang najis. ngèlangngaghi vt menghilangkan Tello’

egghung [ɘgguŋ] n gong amonyè

maèlang 1 vi menghilang: Maleng sakte se

madhibu dhisa bisa maelang. Maling ‘sakti

barang produksi; dus

to’-koto’

ini

èlang [ɛlaŋ] vi hilang

ngeccèt v mengecat

ngèding

Ungkapan

èjhin [ɛjhin] a individual, sendiri-sendiri

aeccèt v bercat [ɘddʊs]

terpencil.

digunakan untuk melecehkan

eccèt [ɘccɛt] n cat

eddus

desa

bato bisa ngelangngaghi najis. ‘berbisik

ella [ɘlla] adv sudah

berbunyi gong’ karya besar yang hanya

ellong [ɘllɔŋ] long-ellongan n jalan tembus

berasal dari kabar atau rencana yang

èlmo [ɛlmɔ] n ilmu

sayup-sayup ejjhâm [ɘjjhǝm] n jam

aèlmo v berilmu; pandai

mara

èlmona

menabrak’ sendiri

tagghuk

orang

tanpa

‘seperti

yang

ilmu

emmas towa èsempo ‘emas tua disepuh’

enaknya

orang yang sekalipun keturunan orang

kesusahan

terpandang tetapi mau berguru kepada

mau

memikirkan

orang lain

siapa saja empa’ [ɘmpaʔ] n empat

èlong [ɛlɔŋ] n hidung ta’ tao jhâ’ konco’na èlongnga bâdâ

empo [ɘmpɔ] n empu (pembuat senjata)

lesengnga

èmpon [ɛmpɔn] vi lumpuh

‘tidak

tahu

bahwa

ujung

hidungnya belepotan’ orang yang tidak

èmpor [ɛmpɔr] aèmpor v berkubang lumpur

sadar akan keburukan sendiri

endâ’ [ɘndǝʔ] vi mau

ollè èlong mènta pèpè ‘dapat hidung

dâ’-mata’endâ’, di-budina èkala’ ngendâ’

minta pipi’ tidak pernah puas atau cukup;

pura-pura tidak hendak, padahal sangat

tamak; loba

berkehendak

èman [ɛman] a sayang emanan

ta’

a pelit; terlalu sayang pada

endâ’

katompangan

‘tidak

tertumpangi’ tidak mau berhutang budi

sesuatu

èngghi [ɛŋghi] (M/R) iya

ngaemanè v menyayangi

engko’ [ɘŋkɔʔ] pron(R) aku, saya

emba [ɘmba] n kakek/nenek embhân

[ɘmbhən]

mau

enjâ’ [ɘñjǝʔ] (R) tidak

v

ngembhân

ènjhâm [ɛñjhǝm] ngènjhâm v meminjam ènjhâman n hasil meminjam

menggendong (bayi dsb) di depan bhân-embhân n kain untuk menggendong

ennem [ɘnnɘm] n enam

abhân-embhân v memakai kain untuk

enneng [ɘnnɘŋ] neng-enneng v diam

menggendong

neng-ennengnga bessè tataèn ‘diamnya

sè la abhân-embhân ghi’ âghândhungè

besi berkarat’ diam karena memang tidak

‘yang

mampu (tahu dsb)

sudah

menggendong

di

depan

digendongi lagi di punggungnya’ orang

èntar [ɛntar] v pergi ngèntarè v mendatangi

yang sudah menanggung beban masih

entèk/tèk-entèghân [ɘntɛk/tɛkɘntɛghǝn] n

diberi tambahan beban lagi embhuk

[ɘmbhuk]

n saudara perempuan

yang lebih tua; kakak perempuan embi’ [ɘmbiʔ] n kambing embi’ ambhâ ka pakacangan ‘kambing

jari kelingking ngentèkaghi

v

‘mengelingkingkan’

meremehkan enten [ɘntɘn] (M) tidak ènten [ɛntɘn] n intan

terlepas ke kebun kacang’ menghabiskan

Ènten

semua makanan yang disuguhkan

diwadahi kelongkong’ orang yang mulia

embi’ kenynyang ghi’ ngandus ‘kambing

(bangsawan

dsb)

kenyang masih menanduk’ tamak; loba;

meskipun

bergaul

tidak pernah merasa cukup

kebanyakan

mara embi’ ngantor ghunong ‘seperti

ènten nyèllem ka cellot ta’ bhâkal orem

kambing menanduk gunung’ pekerjaan

‘intan yang tenggelam dalam lumpur tidak

sia-sia karena tidak mungkin berhasil

akan suram’ keluhuran sifat (orang) mulia

embu’ [ɘmbʊʔ] n ibu emmas [ɘmmas] n emas

èbâddhâi

kalontongan akan

‘intan

tetap

terlihat

dengan

orang

pasti tampak meski disembunyikan ènter [ɛntɘr] ènterran n baling-baling aènter v berpusing; berputar

eppa’ [ɘppaʔ] n bapak

ètèk [ɛtɛk] n anak bebek

èrèt [ɛrɛt] v seret

ètèk

ngèrèt v menyeret èrok

[ɛrɔk]

ngèrok

ècocorè

emmas

ghi’

bhâkal

ècocoraghi ka pacarrèn kèya ‘itik diberi

v

mengganggu;

paruh emas akan disusupkan ke air limbah

mengacau

juga’

orang

yang

sudah

terbiasa

èsak [ɛsak] a baik

berperilaku buruk sulit dibawa ke dalam

èssè [ɛssɛ] n isi

kebaikan

aèssè v berisi

ètèk sè atellor, ajèm sè ngèrremmè ‘itik

ngèssèè v mengisi èsto

a

[ɛstɔ]

tulus;

yang bertelur, ayam yang mengerami’ sungguh-sungguh;

seseorang

yang

melakukan

kebaikan,

serius; ikhlas

tetapi orang lain yang mendapat pujian

ngèstoaghi vt melakukan sesuatu untuk

sesuai dengan peribahasa ‘kerbau punya

orang

lain

dengan

tulus

ngestoaghi

susu, sapi dapat nama’

undangan ‘menghadiri undangan dengan

èter [ɛtɘr] aèter v berputar

tulus’

F faèdâ [faɛdǝ] n faidah; manfaat; kegunaan faham/fahâm

[faham/fahǝm]

v

fardu [fardu] n fardu fitna [fitna] n fitnah

faham;

mengerti

G gâlânon [gǝlǝnɔn] n ungkapan permisi; kula nuwun

ghâdhebbhung

ngajhâk

lotְto’

‘batang

pisang mengajak busuk’ kejahatan selalu

agâlânon

v

mengucapkan

permisi;

ghâgghâr [ghǝgghǝr] v jatuh

berpermisi gâlundung

[gəlunduŋ]

agâlundung

v

aghâgghârân v berjatuhan maghâgghâr v menjatuhkan

menggelinding gâlundur

menarik keterlibatan orang baik-baik

[gəlundur]

agâlundur

vi

Ghâgghârâ

dâdâr

ta’

kèra

jhâu

dâri

menggelinding

bhugkana ‘daun jatuh tidak jauh dari

magâlundur vt menggelindingkan

pohonnya’ seorang anak tidak akan jauh

gândhuru n sejenis santet yang berupa benda terang melayang di udara; sin. pana gessa [gɘssa] agessa v berbicara santai asa-gessa v berbicara santai (intensitas) ghâdhu

[ghǝdhu]

ngâdhu vt memakan lauk

tanpa nasi ghâdhebbhung

berbeda dari orang tuanya ghâjâ’ [ghǝjǝʔ] n gurauan; canda aghâjâ’ v bergurau; bercanda ngâjâè v menghibur (bayi) supaya tenang jâ’-ghâjâ’

patè’

‘gurau-gurau

anjing’

gurauan kecil yang sangat berpotensi [ghǝdhɘbbhuŋ]

pisang; gedebung

n

batang

menjadi pertengkaran

ghâjâ’

kembhângnga

kembang

tokar

perkelahian’

‘gurauan

nasihat

untuk

ghâjhâ [ghǝjhǝ] n gajah

maghânjhil

ghâlâghâs [ghǝlǝghǝs] ` gelagah katonon

‘gelagah

terbakar’

cepat naik darah tetapi cepat reda ghâlâta

koros

‘ibarat

kutu

busuk kurus’ tuan rumah yang menyajikan oleh-oleh tamunya sebagai suguhan

akanְta ghâltè’ nemmo padi ‘seperti gelatik menemukan padi’ menghabiskan semua suguhan yang diberikan; kemaruk rajâ ghâludhugghâ ta’ kera rajâ ojhânna/ kabânynya’an ghâludhuk korang ojhân

peribahasa

akan

besar

geledek

kurang

yang mirip

dengan

‘Tong kosong nyaring bunyinya.’ ghâmpang

[ghǝmpaŋ]

ghâmparan

mengandung aghandhu’ tae kerreng ‘mengandung tahi kering’ mempunyai maksud jahat terhadap orang lain ghândhung [ghǝndhuŋ] aghândhung v digendong di punggung ngândhung v menggendong di punggung ghânep [ghǝnɘp] a genap

v

1

menggenapkan

2

melengkapkan èbitong ghânep, èbirjhi’ ghânjhil ‘dihitung genap, diperinci ganjil’ keadaan serba tidak berkesesuaian

ngântè v mengganti

ghântong [ghǝntɔŋ] v gantung aghântong v bergantung ngântong v menggantung èghântong

tèngghi,

èbhendem

dâlem

‘digantung

tinggi,

ditanam

dalam’

hukuman yang setimpal dengan kesalahan yang diperbuat ghârâp

[ghərəp]

aghârâp

v menggarap;

menyelesaikan suatu pekerjaan dari kakek

n [T] bakiak

ghândhu’ [ghǝndhuʔ] aghandhu’/ngandhu’ v

maghânep

ghântèan adv bergantian

ghârubhek [ghǝrubhɘk] n moyang; kakek

a gampang; mudah

[ghəmparan]

aghântè v berganti

tong-ghântong n gantungan (baju, dsb.)

ghâludhuk [ghǝludhuk] n geledek

hujan’

n penggganti: nyarè ghântè

tèn-ghântèn n pengganti; cadangan

ghâltè’ [ghǝltɛʔ] n burung gelatik

tidak

n jangkrik

tè-ghântè v berganti-gantian

ghâliyâ’ [ghǝliyǝʔ] n geli

geledeknya

ghântè

[ghǝntɛ]

yang rusak, kerugian, dsb)

ghâlincap [ghǝliñcap] n ketiak

hujannya/kebanyakan

ghânta’

ngântèè v mengganti (kerusakan, bagian

ghâlijek [ghǝlijɘk] ngâlijek v menggelitik

‘besar

v mengganjilkan

[ghəntaʔ]

‘mencari pengganti’

ghâlâta [ghǝlǝta] n kutu busuk martabhât

tidak stabil; berubah-ubah ghânjhil [ghǝñjhil] a ganjil

berhati-hati dan menjaga batas gurauan

ghâlâghâs

ghânjhâl [ghǝñjhǝl] jhâl-ghânjhil a goyang;

ghârubhuk [ghɘrubhuk] n gharubhek ghâtel [ghǝtɘl] a gatal tel-ghâtel n gatal-gatal gheddhâng [ghɘddhǝŋ] n pisang gheddhâng bhiru 1 pisang hijau 2 fig orang

pendiam

yang

memiliki

pengetahuan dan pengalaman yang luas 1ghellâ’

[ghɘllǝʔ] n tawa

aghellâ’ vi tertawa lâ’-ngellâ’è vt menertawakan 2ghellâ’

[ghɘllǝʔ] adv tadi

ghellâng [ghɘlləŋ] n gelang aghellâng(an) v memakai gelang; bergelang ghendhâk [ghɘndhǝk] a sombong

ghendhâk bârângka, sala ghendhâk tadâ’

ghi’ [ghiʔ] adv masih

pa-apa

ghibâ [ghibǝ] v bawa

‘sombong

sombong

tidak

peribahasa

yang

melompong, ada mirip

sudah

apa-apanya’ dengan

‘Tong

kosong nyaring bunyinya’ ghendhâng

[ghɘndhǝŋ]

ngibâ vt membawa: Ca’na Ka’ Morsid

lamon ta’ ngibâ pèssè ta’ ollè noro’ ‘Kata Kak Morsid kalau tidak membawa uang

n gendang

tidak boleh ikut’

aghendhângan v bermain gendang

bân-ghibân n 1 barang bawaan 2 oleh-

gendhâng

oleh

ètabbhu

salajâ

‘gendang

ditabuh sebelah’ berat sebelah atau tidak

ghighi [ghighi] n gigi

adil

ghiling [ghiliŋ] aghiling v menggiling

ghendhi [ghɘndhi] n kendi ghentang

[ghɘntaŋ]

ghilingan n gilingan

aghentang vi terlentang

maghentang vt menelentangkan tang-ghentangan

urutan; bergilir

tidur-tiduran

dengan

aghilir v bergilir ghilirân n giliran

posisi terlentang ghentang

ghilir [ghilir] v satu persatu berdasarkan

nèngngep

‘terlentang

ghilir tampar ‘gilir tambang/ tali/ tampar’

telungkup’ pernikahan antara dua pasang

menyerahkan tanggung jawab diri sendiri

saudara, misalnya A dan B saudara, C dan

kepada orang lain sehingga orang lain

D saudara. A menikah dengan C, B dengan

tersebut yang memiliki tanggung jawab ghindhung [ghindhuŋ] v gendong

D, atau A dan D, B dengan C ghentong [ghɘntɔŋ] n gentong/tempayan ghentong

ekarobung

canteng

‘gentong/tempayan

dirubung

orang

tetap

tua

yang

gayung’

disambangi

keturunannya

ghingsèr [ghiŋsɛr] a bergeser ghir [ghir] n bentuk pendek dari penggjir; sisi; bagian; pinggir ghubâng [ghubəŋ] aghubâng v melubangi atau membuat

ghentong

nyarè

canteng

tempayan

mencari

gayung’

lubang (ditanah untuk

‘gentong/

hewan pembuat lubang di dinding atau

meminta

tembok bagi orang jahat yang masuk

pertolongan pada yang lebih lemah

secara

tadâ’ ghentong nyello’ ka cantèng ‘tak ada

aghubang

gentong menciduk gayung’ 1. orang tua

melubangi rumah Melan.’

tidak meminta balasan dari anak 2. yang

èghubâng v dilubangi

kuat yang bisa membantu yang lemah gherrâ [ghɘrrǝ] a kaku

paksa);

membobol

romana

Mèlan.

Maleng ‘Maling

ghucè [ghucɛ] n guci ghucè èkennèng kodungè ‘guci dapat

magherrâ v membuat jadi kaku

ditutupi’ perkara rahasia sekali pun tidak

gherrâ montengnga ‘kaku tulang ekornya’

dapat ditutup-tutupi

orang yang tata tutur dan gerak geriknya

ghudְdhu [ghudɖhu] n kue yang terbuat dari

sangat kaku dan tidak mau berkompromi

pisang,

atau keras kepala

dicelupkan pada adonan tepung sebelum

gherrâng

[ghɘrrǝŋ]

n sejenis ikan yang

dikeringkan gherrem [ghɘrrɘm] n geraham gherring [ghɘrriŋ] n sakit parah

ketela,

sukun

dsb.

digoreng. ghuְdhâ [ghuɖhə] v ganggu; goda aghuְdhâ v mengganggu; menggoda ghulâ [ghulǝ] n gula

yang

ghuli [ghuli] n gerak

martabhât ghung tèma ‘ibarat gong timah

aghuli v bergerak

– yang tidak ikut bergema kecuali ditabuh

maghuli v menggerakkan

secara khusus’ orang yang diam jika tidak

ghulu [ghulu] n (T) leher

ditanya

ghulu’ [ghuluʔ] aghulu’ v berguling-guling

ghunong [ghunɔŋ] n gunung

di tanah

ghunong na’nong bâto klètְtak ‘gunung

ghulung [ghuluŋ] v gulung

udik

berbatu

putih kering kerontang’

aghulung v bergulung

tempat yang sangat terpencil dan sangat

ngulung v menggulung

sulit didatangi, pernyataan ini digunakan

ngulunggaghi v menggulungkan

untuk melecehkan ghuru [ghuru] n guru

ghun [ghun] cuma ghundul [ghʊndʊl] a gundul

aghuru v berguru

aghundul v memotong gundul rambut

ghusè [ghusɛ] n gusi

ghundulân n tuyul

ghuwâ [ghuwǝ] n goa

ghung [ghuŋ] n gong

godèk [gɔdɛk] n bulu rambut depan telinga

H halwa [halwa] n halwa

hèdâ [hɛdǝ] pron (R) seda

(mara) halwa èkakan kocèng ‘ibarat halwa

hol [hɔl] n peringatan tahunan kematian

dimakan kucing’ wanita yang secara sosial

seseorang yang diisi dengan membaca

memiliki derajat lebih tinggi menikah

doa; haul

dengan

laki-laki

yang

secara

sosial

derajatnya lebih rendah

I ikhtiyar [ikhtiyar] v berusaha sekuat tenaga

Islam [islam] n Islam

iman [iman] n iman

iyâ [iyǝ] (R) iya

J jâgâ [jǝgǝ] v jaga

dengan wajah menyerupai orang yang

ajâgâ v menjaga

telah meninggal dan mengenakan kain

jago [jago] a jago

kafan; jembalang

go-majago vi sok jago

jendèla [jɘndɛla] n jendela

jagowân n jagoan

jhâ’ [jhǝʔ] adv jangan

jârèya [jǝrɛya] n penunjuk jauh atau dekat; ini atau itu jârângkong

jhâbhâr [jhǝbhǝr] n harakat (fatha) dalam tulisan Arab

[jǝrǝŋkɔŋ]

n

hantu

yang

jhâghâ [jhǝghǝ] v bangun; berdiri

menurut kepercayaan muncul selama 40

jhâi [jhǝi] n jahe

hari sejak kematian berbentuk manusia

jhâi’ [jhǝiʔ] ajhâi’/nyâi’ v menjahit

jhâil [jhǝil] n iler

jhânjhi [jhǝñjhi] n janji

ajhâil v mengiler

ajhânjhi v berjanji

jhâjhâr [jhǝjhǝr] v jajar jhâjhâr

jhin-jhânjhin v saling berjanji

bâjâng

‘jajaran

wayang’

parjhânjhian n perjanjian

menempatkan sesuai aturan tempatnya

jhânor [jhǝnɔr] n janur

n julukan ajhâjhuluk vi berjuluk Sè pangdâlem ajhâjhuluk Sè Ghâmbhu. ‘yang kanan

jhârân [jhǝrǝn] n kuda

jhâjhuluk

[jhǝjhuluk]

berjuluk Si Ghambhu’

Jhârân celleng ghusè, èsemma’è ngokop, èjhauè

jhâjjhâlâng [jhɘjjhǝlǝŋ] n laron jhâjjhâlâng

ajhârânan v naik kuda; berkuda

nyandâr

ngettè’

‘kuda

bergusi

hitam,

didekati menggigit, dijahui menendang’ apoy/dhâmar

bercampur baur dengan orang yang sudah

‘laron bersandar ke api/lampu’ melakukan

terkenal bermoral bejat dan bertabiat

pekerjaan

busuk

yang

ka

membahaya-kan

diri

sendiri jhâlâ

pasti

akan

mencelakakan

keseluruhan lingkungannya

n jala

[jhǝlǝh]

jhârân

jhâlân [jhǝlǝn] n jalan

èkalèburè

perib

lorana

‘kuda

disenangi tuannya’ seorang bawahan yang

ajhâlân v berjalan

karena

ajhâlânè v menjalani

majikannya sehingga meningkatkan taraf

ajhâlânaghi v menjalankan

hidupnya

alân-jhâlân

v berjalan-jalan

Jhârân

jhâlu [jhǝlu] n susuh; tanduk pada kaki ayam

‘kuda

memakan muatannya’ orang (tamu) yang ikut makan oleh-olehnya sendiri

jarum

ajhangghel v bertongkol jhângghirâng [jhǝŋghirǝŋ] n sejenis lele akantha jhângghirâng nemmo cacemmer menemukan

kotoran’

memperebutkan barang yang tak berharga karena ketamakan

jhâtè [jhətɛ] n (pohon/kayu) jati jhâtè kasosobhân lojung ‘jati tersusupi kayu aren’ wanita yang secara sosial memiliki derajat lebih tinggi menikah

untuk

tempat tidur yang terdiri atas bantal dan dari

laki-laki

yang

secara

sosial

ajhâui v menjauhi

ajhângo v menggapai; menjangkau

berasal

pertandingan

jhâu [jhǝu] a jauh

jhângo [jhǝŋɔ] v gapai; jangkau peralatan

kapak’

derajatnya lebih rendah

ajhângka’ vi memakai dingklik

n

melawan

dengan lawan yang tidak seimbang

dengan

jhangka’ [jhəŋkaʔ] n dingklik

yang

bubudhânna

mara jhârum amoso bâddhung ‘seperti

jhângghel [jhǝŋghɘl] n tongkol jagung

guling

ngakan

mencuri di suatu daerah

ajhâmoè v memberi jamu (sapi dsb)

[jhǝŋsɛra]

oleh

penunjuk jalan bagi orang luar yang akan

ajhâmo v minum jamu

jhângsèra

diperhatikan

jhârum [jhǝrum] n 1 jarum 2 orang dalam

jhâmo [jhǝmɔ] n jamu

lele

karena

disenangi

tuannya tersebut

lân-jhâlân n tengah jalan

‘seperti

kecakapannya

jhâng-

dhunjângnga sera ‘penunjang kepala’

majhâu v menjauh u-majhâu v pura-pura menjauh jhebbhing [jhɘbbhɪŋ] n anak perempuan jhekjhek [jhɘkjhɘk] a ajeg; istiqamah jhelli’ [jhɘlliʔ] n klitoris; klentit

jhelling [jhɘlliŋ] v lihat

bahwa orang lemah ditindas oleh yang

ajelling v melihat

lebih kuat

nyellingngaghi v memperlihatkan; meng-

rajâ jhuko’na rajâ ghulina ‘besar ikannya,

amati

besar

pajhellingan n penglihatan

keadaannya

ling-jhellingan v melihat kesana-kemari

gerakannya’

sesuai

dengan

jhulu [jhulu] ajhulu v menjulurkan tangan

jherruk [jhɘrruk] n jeruk

untuk memberi atau menerima

jhilâ [jhilǝ] n lidah

nyuluaghi v menjulurkan (tangan, dsb)

jhilâ ta’ atolang ‘lidak tak bertulang’

Jhuma’at [jhumaʔat] n hari keenam dalam

berbicara sangat gampang, tetapi harus

penanggalan Madura; Jumat.

dipertanggungjawabkan

ajhuma’adhân

jhilât [jhilǝt] nyilât v menjilat Jhinmèra

pergi

melaksanakan

shalat Jumat.

n kependekan dari

[jhinmɛra]

v

jhumaadhân n shalat Jumat.

tajhin mera yang artinya bubur merah.

jhung [jhuŋ] p berebut atau merasa menjadi

Bentuk ini digunakan untuk bulan Shafar

paling: jhung rajâân ‘berebut menjadi

dalam penanggalan Madura karena pada

paling besar’

bulan ini dianggap bulan penuh berkah dan diperingati dengan bersedekah tajhin mera.

jhungjhung

[jhuŋjhuŋ]

[jhinpɘdɖhis]

n kependekan

dari tajhin peddhis yang artinya bubur pedas. Bentuk ini digunakan untuk bulan Muharram

dalam

penanggalan

Madura

karena pada bulan ini dianggap bulan

mengacungkan tangan 2 menjunjung dorong untuk menjatuhkan ka’-jhungka’an v saling mendorong untuk menjatuhkan jhuntrong

a

[jhuntrɔŋ]

jhurâng [jhurǝŋ] n jurang

bersedekah tajhin peddhis.

jhuwâl [jhu.wǝl] vt jual

[jhubəʔ]

a jelek; buruk n takdir tentang pasangan

[jhudhu]

ajhuwâlân vi berjualan nyuwâl vt menjual

ajhudu v berjodoh

wâl-jhuwâl vi berjualan

nyudhuaghi/ajhudhuagi v menjodohkan

wâl-jhuwâlân

jhugghlâng

n lubang besar di

tanah jhujhur

a jujur

pajhujhur v berbuatlah jujur jhuko’ [jhukɔʔ] n 1 ikan: jhuko’ tasè’ ‘ikan laut’ 2 lauk: jhuko’ ajâm ‘lauk ayam’

vi

bermain

jual

beli

(permainan anak) ajhuwâl

[jhujhur]

tanpa

ajhuwâl vi menjual

hidup; jodoh

[jhugghlǝŋ]

mulus

hambatan

penuh berkah dan diperingati dengan

jhudhu

1

jhungka’ [jhuŋkaʔ] nyungka’aghi v men-

Jhinpedְdhis

jhubâ’

v

nyungjhung

bhâghus

‘menjual

bagus’

mengedepankan keunggulan penampilan atau kemampuan diri ajhuwâl bibir ‘menjual bibir’ mengada-ada untuk menggunjing

ajhuko’ v berlauk: Mon tellasân ajuko’

jijib [jijip] a tertib

ajâm Kalau hari raya berlauk ayam

jikar [jikar] n pedati

Jhuko’ kènè’ kakanna jhuko’ rajâ ‘ikan

jiya [jiya] n ini

kecil makanan ikan besar’ suatu kebiasaan

junèl [junɛl] a memiliki keterampilan dalam kesaktian

kajunèlan n kesaktian

jutaan jutaan

juta [juta] juta

K ka [ka] prep ke

kaju [kaju] n kayu

Ka’ [kaʔ] n bentuk panggilan untuk kakak laki-laki.

Mon kaju rajâ robbhu, kabbhi med-

kabâbâ [kabǝbǝ] a sanggup mengangkat atau membawa kabbhi

kabhuru

berpangkat tinggi jatuh, kehormatan dan

num semua

[kabhuru]

dhângnga. ‘Jika pohon besar tumbang, semua akan memotongnya’ Jika seorang

kabâsa [kabǝsa] a  kobasa [kabbhi]

ju-kajuân n pohon-pohonan

penghargaan (akibat pengkatnya) akan

a terburu-buru

dengan cepat menghilang.

kabin n kawin

kaka’ [kakaʔ] n 1 saudara laki-laki yang

akabin v menikah Ana’eng klèbun towa

lebih tua, 2 orang laki-laki yang lebih tua

akabin bi’ randhâ. ‘Anak kepala desa-lama

kakan [kakan] v makan: Kakan, pa tadâ’.

menikah dengan janda’.

‘Makan, habiskan.’

kabinan n acara akad nikah.

akakan v menggerogoti; memakani

makabin v menikahkan Samad makabin

kakanan n makanan

Siti bi’ orèng jhâu. ‘Samad mengawinkan

makanè v memberi makan

Siti dengan orang jauh’. kabit

[kabit]

mulai

kabit

ngakan vt makan

bâri’

‘mulai

kakè [kakɛ] pron(R) kamu kala [kala] a kalah

kemarin’ kabidhân adv mula(i)nya

ngala v mengalah

kaca [kaca] n kaca

makala v mengalahkan: Kana’ juwa lakar

akaca v berkaca

kene’, tape bisa makala se raja. ‘Anak itu

kaca kebbhâng cermin besar

memang kecil, tetapi bisa mengalahkan

kacang [kacaŋ] n kacang

yang besar’

pakacangan n lahan kacang

kalaan/kaladhân [kaladhǝn] n selalu kalah

ghilir kacang idm sistem giliran yang

atau sering kalah

tertib berdasarkan aturan kacong [kacɔŋ] n anak laki-laki kadhibi’

[kadhibiʔ]

pron sendiri

kala’ [kalaʔ] v ambil ngala’

nangka

vt

mengambil

e

budina

Mat Rai ngala’ roma. ‘Mat Rai

kadi’ [kadiʔ] p seperti

mengambil nangka di belakang rumah’

kaè’ [kaɛʔ] bd

ngala’aghi vt mengambilkan

ngaè’ v mengait

ngala’an n suka mencuri

makaè’ v mengaitkan (pada kait)

ngala’ atè mengambil hati

takaè’ v terkait (pada kait)

ngala’

endâ’ ngaè’ ta’ endâ’ èkaè’ perib ‘mau

sendiri; egois

karebbâ

dhibi’

suka

menang

mengait tetapi tidak mau dikait’ mau

kalabân [kalabǝn] p dengan; bersama

meminta, tidak mau dipinta; pelit

kalak [kalak] n sejenis buah mundu

nèng-konèng katolak

kalak,

tekka’a

‘kuning-kuning

meskipun

kuning

konèng

kampong mèji [mɛji] kampung yang terdiri

kalak,

atas beberapa rumah yang penghuninya

untuk

masih berkerabat dan letaknya terpisah

buah

tertolak’

perempuan/laki-laki lajang yang ditampik

dari kampung (mèji) lain

karena sikap dan kelakuan yang tidak

kana’ [kanaʔ] 1 n anak kecil 2 a masih kecil

menyenangkan meskipun berwajah cantik

dan belum dewasa Kana’ kene’ juwa

atau

akabin ghi’ kana’. Anak kecil itu menikah

tampan,

tidak

dianggap

sebagai

calon menantu yang diinginkan

saat masih kecil.

kalampok [klampɔk] n jambu air

na’-kana’ 1 n anak-anak 2 teman-teman

kalaras [klaras] n daun pisang kering

(sepergaulan): Na’-kana’ kamma kabbhi?

kalarè [kɘlarɛ] n daun kelapa kering

Teman-teman pada ke mana? 3 orang(-

kalè [kalɛ] n kali: Jhâ’ sampè’ tello kalè,

orang):

sabbhâr bâdâ bâtessa. ‘Jangan sampai tiga kali, sabar ada batasnya.’ kalèbun [klɛbun] n pemimpin atau kepala

Sèngko’ marè èntar dâ’ kennengngan sè èjhânjhiaghi tapè tadâ’ na’-kana’. Saya telah datang ketempat yang dijanjikan tetapi tidak ada orang. kanca [kañca] n teman

desa di Madura

vi

kalènְtèng [klɛnʈɛŋ] n buah ubi rambat

akanca

kalèttèk [kalɛtʈɛk] n bunyi keletik

berteman

kalodu’ [kalɔduʔ] ngalodu’ v menelan

ngancaè v menemani

kalong [kalɔŋ] n kalung

sakancaan sepertemanan

akalong v berkalung

kanְdhâ [kanɖhǝ] vd berbicara

ngalongè v mengalungi terro

menginginkan

dhurin

durian’

nganְdhâi v memberi tahu

‘kelelawar

orang

yang

menginginkan sesuatu yang sangat sulit kaluwar [kɘluwar] v keluar makaluwar v mengeluarkan

membunglon;

rumah yang terdiri atas sampah kering digunakan untuk menghangatkan hewan ternak atau hanya mengabukan sampah sekam’

sot-ngosot

pa-kapa

‘mengelus-elus

kampowan [kampɔwan] perapian di luar

dalam

akaok v berkeok kapa [kapa] pa-kapa n pelana

menyesuaikan diri

kampowan

kandungan n kandungan

ditangkap

kamondurân [kamɔndurǝn] n bunglon

mara

kandung [kanduŋ] ngandung v hamil

kaok [kaɔk] n tiruan bunyi ayam saat

ngamar v masuk rumah sakit dirawat inap

vt

kandhâng [kandhǝŋ] n kandang

mangandung v menghamili

kamar [kamar] n kamar

ngamonduraghi

pertemanan,

akanְdhâ v berbicara

kaluwang [kɘluwaŋ] n sejenis kelelawar kaluwang

melakukan

sekkem

‘seperti

menyimpan

kekuatan agar bertahan lama kampong [kampɔŋ] n kampung

api

tenaga/

ditunggangi’

lajhu

pelana

ètompa’

kuda

memuji-muji

lalu karena

memiliki maksud tertentu kapal [kapal] n kapal akapalan vi naik kapal kapor [kapɔr] n kapur ngapor n mengapur dinding (rumah). por-kapor

v

melakukan

pengapuran (rumah).

pekerjaan

Bâ’na ngakan kapor, sèngko’ ta’ noro’a

akasap v bekerja; mencari penghasilan

bâ’âng ‘Engkau makan kapur, aku tidak

kaso [kasɔ] a terburu-buru

akan merasakan getirnya’ sikap tidak

kasombhâ [kasɔmbhǝ] n kesumba

mencampuri

urusan

orang

lain;

individualis sakapor

kasombhâ sarè ka adâ’ ‘kesumba seri di awal’ orang yang bersenang-senang pada

sèrè,

sakacèp

sadhembil ghâmbir

pènang,

bân

digunakan sebagai

perumpamaan pengantar atau sambutan sekedarnya.

waktu muda, sengsara pada waktu tua kasta [kasta] 1 v menyesal 2 n sesal kata’ [kataʔ] n katak kata’

nèddhâ’â

kerbhuy/sapè

katak

kappra [kappra] a kaprah, lumrah

hendak menginjak kerbau/sapi’ keinginan

karaddhu [karaddhu] a laku; disukai

yang tidak mungkin berhasil

karaksak [karaksak] n bunyi berisik yang merupakan tiruan bunyi daun-daun kering

katebbhung [kɘtɘbbhung] n batang/pohon pisang

yang terinjak(-injak) atau bunyi benda

kaְtèl [kaʈɛl] n usungan jenasah; keranda

jatuh di antara daun-daun pohon

katkat [katkat] n cecak terbang

karaksagghâ è diyâ, tabbhugghânna è

akantha

dissa ‘suara berisiknya di sini, bunyi

‘seperti cecak terbang menggoyang pohon

jatuhnya di sana’ janji yang disebarkan ke

randu alas’

mana-mana, namun kenyataannya tidak karè [karɛ] n sisa

nanggher

kato [katɔ] akato vi memanggil ngatoe vt memanggil

akarè v bersisa

to-katoan v memanggil-manggil

rè-karè n sisa-sisa

kato’ [kaʈɔʔ] n celana pendek

karep [karɘp] n keinginan; hasrat

akato’(an) v memakai celana pendek

akarep vi berkehendak

ngato’è v memakaikan celana pendek

ngareppaghi vt mengharapkan

katon [katɔn] v kelihatan

kareppek [kɘrɘppɘk] n piyut atau canggah;

ngaton v memperlihatkan diri kaulâ [kaulǝ] pron(T) saya

anak dari peyo’ [karɔbuŋ]

ngarobung

vt

merubung

kèbâ [kɛbǝ] vd bawa ngèbâ

karopok [kɘrɔpɔk] n anak dari kareppek; anggas mendapat

makanan

(ayam)

2

membeber rata untuk dijemur/didinginkan

vt

Marlèna

ngèbâ

[kɛbǝn] n tempat mandi wanita yang

baru melahirkan 2kèbân

[kɛbǝn] n hewan

kebbi’ [kɘbbiʔ] akebbi’ v menggerakkan dua

(padi/nasi)

bibir

karkaran n tempat mendinginkan nasi

berbicara

yang sambil dibolak-balik dikipas

membawa

lessong ‘Marlena membawa lesung’ 1kèbân

karkar [kar-kar] v 1 mencakar-cakar tanah untuk

ngondhu

ngatoaghi v memanggilkan

terpenuhi

karobung

katkat

kecca’

membuka [kɘccaʔ]

dan

menutup

saat

a suka memperkatakan

kar-ngarkar colpè’ menunjukkan bahwa

keburukan orang lain seolah-olah dirinya

untuk makan harus bekerja

tidak memiliki keburukan sama sekali

karsa [karsa] n(T) kehendak

kecceng [kɘccɘŋ] a pekat; kental

kasap [kasap] n sumber penghasilan

kèco’ [kɛcɔʔ] v curi

v

co’-ngeco’

mencuri-curi

(waktu,

kembu [kǝmbu] n kembu kembung [kɘmbuŋ] a kembung

kesempatan, dsb)

v

ngèco’ v mencuri

makembung

ngèco’an a suka mencuri

seorang sehingga perutnya membesar dan

kèddhâng [kɛddhǝŋ] n kijang kambing dengan syarat tertentu untuk kelahiran anak perempuan dan dua untuk laki-laki

sebagai

se-

menderita.

kèka [kɛka] n aqiqah; memotong satu

anak

mengguna-gunai

tuntunan

dari

kemèrèn [kmɛrɛn] n mata kaki kemmè [kɘmmɛ] n kencing akemmè v buang air kecil; kencing ngemmèè v mengencingi Kemmès [kɘmmɛs] n hari kelima dalam

Rasulillah akèka v melakukan aqiqah

penanggalan Madura; kamis

kèkèt [kɛkɛt] n gelut

kènca [kɛñca] n makanan pelengkap untuk

akèkèt v bergelut

makan

ngèkèdhi v menggeluti; bergulat dengan

parutan kelapa yang dimasak dengan gula

kèkkè’ [kɛkkɛʔ] ngèkkè’ v 1 menggigit 2

(bilâ kènca palotan,) bilâ kanca tarètan

membuka

mulut

tentang

keterlibatan

seseorang kèkkè’an

‘(jika

nasi

kenca

ketan

yang

nasi

terbuat

ketan,)

jika

dari

teman

saudara’ peribahasa yang berasal dari

n

gigitan:

sakèkkè’an

‘satu

sejenis pantun yang maksudnya bahwa

gigitan’

kedekatan seorang teman bisa seperti

kè’-kèkkè’an v saling menggigit

saudara

kèla [kɛla] akèla v membersihkan dubur

kènè’ [kɛnɛʔ] a kecil kennal [kɘnnal] v kenal

atau kubul setelah buang air; istinja’ kèlan [kɛlan] n jengkal

akennalan v berkenalan

ngelane v menjengkali

ngennalaghi v mengenalkan

èberri’ sakèlan mènta sadeppa ‘diberi

nal-makennal v bersikap atau bertindak

sejengkal minta sedepa’ tidak pernah puas

seolah-olah kenal

atau cukup; tamak; loba

kenneng

kennengnga

kèlap [kɛlap] n halilintar kellar

[kɘllar]

v

mampu:

kellar

mellè

n tempat: Pasar abalanjha. ‘pasar tempat

[kɘnnɘŋ]

berbelanja’ akenneng v ada tempatnya

‘mampu membeli’ kembhâng [kɘmbhǝŋ] n bunga

kennèng [kɘnnɛŋ] v 1 kena 2 dapat

akembhâng v berbunga

ngennèng v 1 mengenai 2 boleh (tidak

bâng-kembângan n bunga-bungaan

bahaya)

èberri’ kembhâng mâles cacemmer ‘diberi

lo’

kembang membalas air limbah’ ‘susu

menyebabkan

dibalas air tuba’

shalat

nambu’ kalabân kembhâng èbâles acan

kennèng

‘melempar dengan bunga dibalas terasi’

ucapannya’ dapat dipercaya

‘susu dibalas air tuba’ kembhâr

[kɘmbhər]

a kembar

akembhârân v berpakaian sama (corak, motif, dan warna)

ngennèng

talèè

masa

haid

yang

tidak

boleh

‘dapat

diikat

perempuan cacana

kento’ [kɘntɔʔ] n kentut akento’ v berkentut ngento’è v mengentuti kenynyang [kɘññaŋ] a kenyang

kakenynyangan n kekenyangan

mandhi. ‘Keris Mandirada ampuh karena

makenynyang v mengenyangkan

empunya mandi sebelum menempa.’

nyangkenynyangan a paling kenyang

Kerrès alompa’ pamorra ‘keris melampaui

keppè’ [kɘppɛʔ] ngeppè’ v mengepit 1kèra

pamornya’

[kɛra] v kira

yang

berbicara

sekehendak hati tanpa memikirkan akibat

ngèra v mengira 2kèra

orang

ucapannya kelak

[kɛ.ra] adv (biasanya digabung dengan

ketְtang [kətʈaŋ] n kera

bentuk penyangkalan ta’) mungkin: ta’

kettang

kèra ‘tak mungkin’

menurut

makong

n

kera

kepercayaan

putih

sebagian

yang orang

kerbhuy [kɘrbui] n kerbau

Madura merupakan transformasi hantu

kercet [kɘrcɘt] v 1 ciut; mengkerut 2

orang mati setelah empat puluh hari

(keong, siput, kura-kura, dsb.) masuk kedalam tempurung

kettè’ [kɘttɛʔ] n kaki belakang serangga seperti

kèrè’ [kɛrɛʔ] rè’-kèrè’ 1 n anak anjing 2 n,a anak kecil

belalang,

jangkrik

dsb

yang

digunakan untuk melompat menendang dsb.

kèrèng [kɛrɛŋ] n keranjang ikan; besek

ngettè’ v menendang kebelakang

kerra’ [kərraʔ] v potong (tali, daging, dsb)

ketteng [ketteŋ] n putus (jari)

akerra’ v terpotong

Tanang ketteng terro asello’a. ‘tangan

ngerra’ v memotong

putus pun ingin bercincin’ Peribahasa ini

ra’-kerra’ n ikan laut yang dijual berupa

digunakan

potongan-potongan

siapapun pasti ingin yang terbaik.

yang

sudah

v

melomba

menyatakan

bahwa

ketto [kɘttɔ] a keruh

dipanggang kerrap

untuk

[kɘrrap]

ngerrap

maketto v mengeruhkan; memperkeruh

kecepatan

kèya [kɛya] adv juga

kerrabhân n karapan sapi

kilo [kilo] n kilo; ukuran berat 1000 gram

kerras [kɘrras] a watak keras, kerras atèna:

ekiloaghi v dikilokan; dijual perkilo klabu [klabu] a abu-abu

keras hatinya. Mon kerras paakerrès. peribahasa yang

klèbun [klɛbun] n kepala desa

secara

ko’ol [kɔʔɔl] n keong sawah

harfiah

berkerislah’

berarti

yang

‘kalau

ditujukan

keras untuk

menyatakan bahwa kalau ingin berwibawa harus mempersenjatai diri dengan laku utama. kerrèk [kɘrrɛk] v bunyi jangkrik akerrèk v berbunyi jangkrik ngerrèk v 1 kerik; kerok 2 menghaluskan

mata ko’ol ‘mata keong’ sebutan untuk orang yang terlalu mudah tertidur kobâl [kɔbǝl] n tampar mara

kobâl

tampar

èkemmèè

dikencingi

patè’

‘seperti

anjing’

selalu

membantah tidak mau kalah kobâsa [kɔbǝsa] a kuasa; sanggup

dengan mengikis dengan pisau 3 bunyi

sa-makobâsa v bersikap, berbicara atau

kerik dari jangkrik

bertindak

kerrèng [kɘrrɛŋ] a kering kerrès [kɘrrɛs] n keris: Kerrès Mandirada

mandhi polana empona mandi sabellunna

seperti

atau

seolah-olah

berkuasa kobher [kɔbhɘr] v sempat atau ada waktu kocèng [kɔcɛŋ] n kucing cèng-kocèngan v kucing-kucingan

kocèng calaka’ kucing garong du’-nondu’

kocèng

nga’-anga’ koko hangat-hangat kuku

‘tunduk-tunduk

kucing’ sikap diam yang mengandung along-kalong

tasbhi

‘kucing

berkalung tasbih’ terlihat alim atau suci di luar,

tetapi

penuh

makoko v menguatkan; mengukuhkan kokos [kɔkɔs] n asap

maksud dan niat tidak baik kocèng

koko [kɔkɔ] a kukuh; teguh; kuat

kemaksiatan

di

akokos/ngokos v berasap kolè’ [kɔlɛʔ] n kulit akolè’ v berkulit le’-kole’ n kulit melulu

dalamnya kalah

ngolè’è v 1 memberi kulit 2 (rumah)

dengan tikus’ ungkapan untuk yang kuat

memberi lapisan dinding dengan adonan

kalah dengan yang lemah

mortar, campuran semen, kapur, tanah,

kocèng

kala

ka

tèkos

‘kucing

kocek [kɔcɘk] ngocek v mengulek (bumbu

dan air

dsb)

Man-èman kolè’na ghedְdhâng ‘Sayang-

cek-kocek n ulekan

sayang

du’-nondu’

cek-kocek

‘tunduk-tunduk

ulekan’ orang yang bersikap diam dan tidak

banyak

bertingkah

tetapi

dapat

melakukan sesuatu yang mengejutkan kocèng [kɔcɛŋ] n kucing

kulit

pisang.’

Terlalu

hemat

sehingga menjadi kikir kolek [kɔlɘk] n kolak akolek v memasak atau membuat kolak dem-ngeddem kolek ‘pekat seperti kuah kolak’ orang yang kelihatan diam dan

cèng-kocèngan v kucing-kucingan n ku-

kelihatan tidak banyak berbuat tiba-tiba

cing mainan

mendapat hasil yang sangat besar

Mara kocèng èkalèburi na’-kana’ ‘seperti

komèrè [kɔmɛrɛ] n kemiri

kucing disenangi anak-anak’ disenangi

komkom [kɔmkɔm] v rendam

tapi tidak dijaga kebutuhannya

ngomkom v merendam

Mara kocèng èkaèn-maènan na’-kana’

komkoman n air rendaman bunga

‘seperti kecil’

kucing

dimain-mainkan

disenangi

tapi

tidak

anak dijaga

kompoy [kɔmpɔi] n cucu konci [kɔñci] n kunci ngonci v mengunci

kebutuhannya kodhi’ [kɔdhiʔ] n sejenis calo’/cakkong

konco’ [kɔñcɔʔ] n ujung

ma’ kodhi’ tataèn kolan rarèngkan ‘kok

akonco’ v berujung (tumpul, tajam, dsb.)

parang

ngonco’ v mencapai ujung

berkarat

banyak

tingkah’

meremehkan orang yang banyak tingkah

ta’

sebagai orang yang tidak mempunyai

ketemu ujung pangkalnya’ pembicaraan

kepandaian

ètemmo

konco’

bhungkana

‘tidak

tidak teratur dan kemana-mana

kodung [kɔduŋ] 1 n kerudung 2 n tudung adung-kodung

v

melakukan

sesuatu

konèng [kɔnɛŋ] a kuning konèng konyè’ jingga

dengan berpakaian kerudung

nèng-konèngnga mondhu maskèa konèng

akodung 1 v berkerudung 2 v bertudung

ta’ karaddhu ‘kuning-kuning buah mundu,

ngodungè v menutupi dengan tudung;

sekalipun kuning tidak laku’ kong-rokong v sejenis serangga kecil yang

menudungi kojhu’

[kɔjhuʔ]

n burung kutilang

koko [kɔ`kɔ] n kuku

terbang

berkelompok

menjelang maghrib

pada

sore

hari

konְtol [kɔnʈɔl] n testis, buah dzakar

akorong v bersangkar

konyè’ [kɔñɛʔ] n kunyit

koros [kɔrɔs] a kurus

mara konyè’ bân kapor ‘seperti kunyit dan

makoros v menguruskan

kapur’ jodoh yang langgeng

ngorosaghi v menyebabkan kurus

kopa’ [kɔpaʔ] n tepuk tangan

ros-koros a kurus-kurus

akopa’ v bertepuk tangan akopa’

ta’

nombhuk

ros-korossa ‘bertepuk

tidak

ghâjhâ

‘kurusnya

gajah’

orang yang memiliki keagungan akan

menyumbang’ menyumbang saran tetapi

tetap dihormati meskipun jatuh melarat

tidak disertai tanggung jawab dukungan

korsè [kɔrsɛ] n kursi

yang nyata

kotak [kɔtak] akotak v berkotek (ayam)

kopèng [kɔpɛŋ] n telinga

akotak ta’ atellor ‘berkotek tidak bertelur’

ngopèng v mencuri-curi dengar

banyak bicara tetapi tidak menghasilkan

ta’ èkopèng v tidak didengar; diacuhkan

apa-apa

kopi [kɔpi] n kopi

kotang [kɔtaŋ] n pakaian dalam perempuan

akopi v (biasa) minum kopi

sebagai penutup payudara; kutang.

kora [kɔra] v membersihkan alat dapur

akotang vi memakai kutang akotangan vi memakai kutang

terutama alat makan setelah dipakai akora/ra-kora v membersihkan alat dapur

koto’ [kɔtɔʔ] ngoto’è v membisiki to’-koto’ v berbisik(-bisik)

terutama alat makan setelah dipakai korang [kɔraŋ] a kurang

kottong [kɔttɔŋ] n putus karena dipotong

akorang v berkurang

kuwa [kuwa] n kuah

ngorangè v mengurangi

kuwa’ [kuwaʔ] n asap

korong [kɔrɔŋ] n kurungan; sangkar

L la [la] adv sudah: bentuk pendek dari ella la’as [laʔas] n bulir-bulir padi yang sudah lepas dari tangkainya dan belum digiling; gabah; antah labân [labǝn] v lawan alabân v melawan

laep cacana ‘paceklik ucapannya’ tidak banyak bicara lajângan [lajǝŋan] n layang-layang alajângan v bermain layang-layang laju [laju] a butut (karena lama disimpan atau dipakai)

labu [labu] n labu

lakar [lakar] adv memang: Mon lakar abâ’na

labu [labu] v jatuh

dhikdhâjâ, jârèya seppur soro kasabbhu’.

malabu v menjatuhkan ladְdhing [ladɖhiŋ] n pisau laèn [laɛn] a lain; beda

‘Kalau dia memang hebat, itu kereta api suruh jadikan ikat pinggang.’ lakè [lakɛ] n suami

alaèn vi berpisah

alakè n 1 melakukan pernikahan dengan

èn-laènan a berbeda satu sama lain

seorang

laènan a berbeda

mènggu sè bhâkal dâteng) 2 memiliki

malaèn vt memisahkan

suami; bersuami (Satiya sitti la alakè)

laèp [laɛp] n paceklik

lelaki;

menikah

(sitti

Sekarang Siti sudah bersuami.

alakèya

kè-lakèan berganti-ganti suami karena sering kawin cerai.

v

malakèè

langngè’ jhâu bi’ somor ‘langit jauh dari sumur’ sesuatu yang tidak mungkin

menikahkan

anak/saudara

lanjhâng [lañjhəŋ] a panjang

perempuan dengan seorang lelaki: Mat

malanjhâng v memperpanjang

Norsam malakèè Nurhayati bulân Rasol.

jhâng-lanjhâng a panjang-panjang

Mat Norsam menikahkan Nurhayati bulan

lanjhâng colo’ ‘panjang mulut’ orang yang

Rabiul Akhir.

suka

alake

matong

‘bersuami

patungan’

mengadu

menyampaikan

domba

dengan

gunjingan

seseorang

perempuan yang menikah dengan laki-laki

kepada orang yang dipergunjingkan

yang beristri

lanjhâng mara landaur ‘panjang seperti

lakè’ [lakɛʔ] n laki-laki

Landaur’ sangat tinggi

lako [lakɔ] n kerja

Jhang-lanjhangnga

are,

jhang-

po’-capo’

nemmo

alako vi bekerja

lanjhangnga

ngalakonè vt mengerjakan

moso ‘bersama jalannya hari dan jalannya

kalakoan n pekerjaan

vi

akon-lakon

bulan,

(sedang)

mengerjakan

sesuatu (biasanya hajatan) lamès [lamɛs] a suka meminta menjalani

hidup

cepat atau lambat ngalao’ agak ke selatan o’-lao’ yang paling selatan kalaparan n kelaparan

alampat vi berbekas

laris [larɪs] a laris

landaur [landaur] a sangat tinggi berasal dari Lamdaur seorang raja Sri Lanka yang sangat tinggi.

lè’èr [lɛʔɛr] n leher lebbâs [lɘbbǝs] a terlalu lembek karena telalu masak (pada buah) lebbhu [lɘbbhu] n masuk

Landaur mara Bâlândhâ sangat tinggi lanְdhu [lanɖhu] a tumbuh subur (tanaman)

alebbhu vi masuk

landu’ [landuʔ] n cangkul

malebbhu vt memasukkan

alandu’ v mencangkul

v

lebbhur [lɘbbhur] lebur

melakukan

pekerjaan

[laŋghǝr]

n langgar

ngalebbii v memberi lebih

langka [laŋka] a bersikap, berbicara, atau bertindak

tidak

sesuai

lebbi [lɘbbi] a lebih alebbii v melebihi

menggunakan cangkul langghâr

ketemu terhadap

lapar [lapar] v lapar

berdasarkan ajaran tertentu lampat [lampat] n bekas

du-landu’ân

akan

pembalasan

lao’ [laɔʔ] n selatan

lampa [lampa] n jalan, cara, tuntunan hidup

v

akhir-akhinya

musuhnya’

ketidakadilan pasti datang suatu saat,

lambhâ’ [lambhǝʔ] a pemurah; dermawan

ngalampaaghi

bulan,

dengan

tata

kesopanan terhadap orang yang lebih tua langka’ [laŋkaʔ] n periuk

lèbur

[lɛbur]

v

menyenangkan;

meng-

gembirakan ngalèburè v menyenangi lèbur

mata

‘senang

di

mata’

langka’ anyar polo’ anyar ‘periuk baru

menyenangkan atau senang saat melihat –

tutupnya

karena penampilan luar – tetapi saat

baru’

perumpamaan

pengantin baru langngè’ [laŋŋɛʔ] n langit

untuk

dicoba tidak suka

lècang [lɛcaŋ] n getah yang sangat lengket, misalnya getah nangka

kolongnya besar’ besar pendapatan, besar

lecca’ [lɘccaʔ] alecca’ v meremas-remas untuk mencampur leccèng

lèncak rajâ, bhârumana rajâ ‘ambin besar pengeluaran lèngka

[lɘccɛŋ]

aleccèng

v

berlari

[lɛŋka]

alengka

‘menyeberangi laut’

atau jijik

ngalèngkaè v melangkahi

leddhu’

[lɘddhuʔ]

ngalènglèngè v memutari; mengelilingi

legghâ [lɘgghǝ] a lega

lengngen [lɘŋŋɘn] n lengan

lèkè [lɛkɛ] n selokan

alengngen v berlengan: alengngen pandâ’

lèkè ta’ nampèk ka bâ’â ‘selokan tidak menolak

lenglang [leŋlaŋ] v (mata) juling lènglèng [lɛŋlɛŋ] alènglèng v berputar

ledak

aleddhu’ vi meledak

dapat

melangkahi,

melewati, menyeberangi: alèngka tasè’

meloncat-loncat karena terkejut, takut, lècèk [lɛcɛk] a tidak jujur; bohong; khianat

v

banjir’

seorang

anak

‘(baju) berlengan pendek’ lèntè [lɛntɛ] n lidi

remaja tidak dapat menolak perjodohan

leppet [lɘppɘt] n lepat

yang diatur orang tuanya

lèsan [lɛsan] n(T) mulut

lèkko [lɘkkɔ] a keruh

alèsan v bermulut

malèkko vt mengeruhkan

alèsan ghulâ abugghik mèmbhâ ‘bermulut

lèma’ [lɛmaʔ] num lima

gula,

lembâr [lɘmbǝr] n lembar

manis saat berhadapan, tenyata terlihat

alembârân num berlembar-lembar lembhâjung

[lɘmbhǝjuŋ]

n tunas/daun muda

kacang panjang yang biasa dijadikan sayur lembu’ [lɘmbuʔ] a lunak

berpunggung

mimba’

bermanis-

keburukannya di belakang lèseng [lɛsɘŋ] n jelaga lesso [lɘssɔ] a lelah; capai; penat lessong [lɘssɔŋ] n lesung

lembu’ bun-embunnanna ‘lunak ubun-

akanta lessong

ubunnya’ orang yang terlihat tenang saat

bolong’ harta yang cepat habis karena

disindir,

pemborosan

dikata-katai,

atau

diganggu,

burto’

lobâng [lɔbəŋ] n lubang

lemmes [lɘmmɘs] a lemas

alobang v berlubang

malemmes v melemaskan

alobângè v melubangi

mes-malemmes v bersikap atau bertindak

lobâng landâ’ liang lahat locèr [lɔcɛr] a loncer

seolah-olah lemas lempo [lɘmpɔ] a gemuk

loghâbâ [lɔghǝbǝ] a, v (ber)besar hati

lempoan a lebih gemuk

v

menggemukkan:

lesung

lo’ [lɔʔ] adv(MB) tidak

tetapi sebenarnya sangat marah lemma’ [lɘmmaʔ] a enak; lezat

malempo

‘seperti

lojung [lɔjuŋ] n kayu pohon aren dan pohon

malempo

abâ’ ‘menggemukkan badan sendiri’ po-lempo a gemuk-gemuk po-lempoan a paling gemuk lèncak [lɛñcak] n balai-balai; tempat tidur

kelapa lombhung [lɔmbhuŋ] n lumbung mara lombhung katoro’ ‘seperti lumbung bocor’ lekas habis karena pemborosan (harta, dsb) lompa’ [lɔmpaʔ] v terpa alompa’ v menerpa

lon-alon [lɔn.a.lɔn] n alun-alun

lorong [lɔrɔŋ] n jalan yang tinggi kedua

lonca’ [lɔñcaʔ] alonca’ v melompat

sisinya

ca’-lonca’an v berlompat-lompatan

lotèng [lɔtɛŋ] n (rumah) tingkat: roma

lopot [lɔpɔt] v 1 luput; tidak kena

loteng ‘rumah tingkat’

lora [lɔra] n 1 tuan; orang terhormat/

lotto’ [lɔtʈɔʔ] a busuk (daun, buah. dsb) luwang [luwaŋ] v sudah (bekas) pernah

berpangkat 2 panggilan pada santri 3 panggilan untuk anak kiyai

dipakai, dimakan, dinikmati dsb.

lorèk [lɔrɛk] a loreng lorghâ

[lɔrghǝ]

wang-luwangè

a longgar; mendingan (batuk)

abbhâ

‘buang-buang

nafas’ nasihat yang percuma karena tidak

malorghâ v melonggarkan (ikatan, dsb.)

digubris

M ma’ [maʔ] kok

tadâ’ macan ngakan budu’na ‘tidak ada

ma’lum [maʔlʊm] v maklum

macan memakan anaknya’ tidak ada orang

ma’mom [maʔmɔm] n makmum

tua yang tidak sayang pada anaknya

ama’mom vi bermakmum

maddhu [maddhu] n madu

ma’na [maʔna] n makna

maghi’ [maghiʔ] n biji buah asam

ama’na vi 1 memaknai 2 memiliki makna ma’siyat [maʔsiyat] n maksiyat

Mahrib [mahrɪb] n maghrib makam [makam] n makam; kuburan

ama’siyat vi bermaksiyat

amakamaghi

vt

memakamkan;

maaf [maaf] n maaf

menguburkan

macan [macan] n macan; harimau

pamakaman n 1 pekuburan 2 penguburan

can-macanan n peran macan dalam tradisi

makhlok [mah.lɔk] n makhluk

seni pertunjukan Madura yang diperankan

makro [makrɔ] a makruh

oleh seorang laki-laki bertopeng macan

maksod [maksɔd] n maksud

macan kala ka embi’ ‘macan kalah dengan

malaèkat [malaɛkat] n malaikat

kambing’ diungkapkan bila yang kuat

malang [malaŋ] a melintang

kalah dengan yang lemah

malar moghâ [malar mɔghǝ] semoga Malar

yang mencelakakan anaknya sendiri

moghâ ana’ bhâdhân kaulâ sè kaduâ kèngèngah jhuְdhu salamet molaè dhunnya kantos akhèrèpon. ‘Semoga

macan

kedua anak saya tersebut menemui jodoh

macan

ngèkkè’

bunto’na

‘macan

menggigit ekornya (sendiri)’ orang tua ngerrep

kokona

‘macan

menyembunyikan kukunya’ orang yang

yang selamat mulai dunia sampai akhirat.’

lebih banyak diam, tetapi pada saat yang

malatè [malatɛ] n melati

tepat dapat bertindak cepat dan jitu

malekko’

[mɘlɘkkɔʔ]

negghu’ bunto’na macan ‘memegang ekor

melingkarkan

harimau’

tangghiling.

melakukan

sesuatu

mengundang bahaya atau celaka

yang

tubuh ‘Tidur

trenggiling.’ malèng [malɛŋ] n maling

v

tidur

Malekko’ melingkar

dengan

mara seperti

malèng ngako cèְtak ‘maling mengakui kepala’

menyatakan

kehadiran

untuk

mengakui kesalahan malo

a

[malɔ]

mano’ [manɔʔ] n burung saor

mano’

sahut-menyahut

amat

sangat

malu

manossa [ma.nɔs.sa] n manusia

(menyangkut martaat, harga diri, dan

maot [maɔt] n maut; kematian

kehormatan)

mara [mara] p seperti

manara [mɘnara] n menara mandhâr-mandhâr

mardâ [mardǝ] n bara api

[mandhǝr]

semoga;

ren-maren n makanan pencuci mulut sin.

tambhâ amès

(nasihat) sia-sia; tidak mempan mandi [mandi] v mandi

marghâ [marghǝ] n sebab

mandii v memandikan

amarghâ vi bersebab: Amarghâ asa-pèsa,

Mandilahir [man.di.la.hɛr] n bulan keenam pengganti

marè [marɛ] adv sudah mamarè v menyelesaikan

sinonim: mogha-mogha mandhi [mandhi] a 1 (senjata) bertuah, 2

penanggalan

sehingga

gaduh

Madura

yang

penyebutan

merupakan

bulan

hijriyah

robâ messom ta’ kabâbâ ‘karena terpisah, wajah muram tak kuasa menanggung beban’ marhum [marhʊm] n orang yang telah

Jumadil Akhir. Mandimawwâl [man.di.maw.wǝl] n bulan kelima dalam penanggalan Madura yang merupakan pengganti penyebutan bulan

meninggal dunia martabhât [martabhǝt] 1n martabat 2 p seperti Mas [mas] n gelar dari Belanda untuk

hijriyah Jumadil Awal. manè’ [manɛʔ] n manik-manik

pejabat yang tidak berasal dari keturunan

manès [manɛs] a manis

ningrat

mamanès v memaniskan

Mas

nès-mamanès v bersikap, atau bertingkah

untuk laki-laki yang telah menunaikan

seolah-olah manis

ibadah haji

mangkara’

[mɘŋkaraʔ]

ara’-mengkara’

v

tuwan

panggilan

(penghormatan)

masèghit [mɘsɛghit] n masjid

berbicara tidak mau kalah dengan nada

mashur [mashʊr] a mashur; terkenal

meninggi, membentak, dan menyentak

masjid [masjid] n masjid

seperti orang marah

maskè [mas.kɛ] p meski, meskipun

mangkèn [maŋkɛn] adv 1 sekarang: Baja

mata [mata] n 1 mata 2 batu cincin matana

mangken dung-odung are ‘saat sekarang matahari ditutup awan’ 2 nanti Mangken dhimen jha’ ru-kabhuru. ‘nanti dulu

sello’ batu cincin amata v bermata 2 berbatu (zamrud,

jangan terburu-buru

ta-mataan v memaki dengan kata mata.

manjheng [mañ.jhɘŋ] v berdiri

intan, kecubung, dsb.) ètèmbhâng potè mata, angoan apotèa

mamanjheng v memberdirikan

tolang

pamanjengga cara berdirinya

‘daripada putih mata lebih baik berputih

manjhilân

[mañjhilǝn]

manjhing

[mañjhiŋ]

n biji buah nangka v tiba waktunya

(biasanya untuk shalat) mannè [mannɛ] n air mani; sperma

tulang’

perib yang

secara

harfiah

dimaksudkan

berarti untuk

menyatakan bahwa dari pada merasa malu lebih baik mati

mella’ matana gerrâng sebuah ironi yang

mara mènnya’ bân aèng ‘seperti minyak

ditujukan kepada seseorang yang tak

dan air’ tidak pernah menyatu; tidak

melihat

pernah akur

dan

lingkungan sangat

mempertimbangkan

sekitar

jelas

yang

sebenarnya

sehingga

melangkahi

mèra [mɛ.ra] a merah mamèra v memerahkan

kepentingan orang lain dan menyebabkan

mèrè [mɛrɛ] n kemiri

perselisihan

merrak [mɘrrak] n burung merak

ngangghuy mata buta, kopèng tèngel,

mèskèn [mɛskɛn] n orang miskin; a miskin

colo’ buwi ‘memakai mata but, telinga tuli,

messin [mɘssɪn] n mesin

mulut bisu’ tidak suka mencampuri urusan

amessin v bekerja menggunakan mesin:

orang lain

amessin padi merontokkan padi dengan

norotè

mata

kasta,

norotè

atè

matè

mesin perontok padi

‘mengikuti mata menyesal, mengikuti kata

messom [mɘssɔm] a (wajah) muram

hati mati’ mencita-citakan yang terlalu

mo’mèn [mɔʔmɛn] n orang yang beriman

muluk-muluk dan berpikiran yang bukanbukan

menyebabkan

penyesalan

dan

celaka

kepada Allah modhin

[mɔdhin] n petugas KUA yang

bertugas menikahkan sebagai penghulu

matè [matɛ] v mati

moghâ-moghâ

matèè v mematikan

[mɔghǝ]

Mogha

semoga

dhaddhi sampornana. ‘semoga menjadi

mawar [mawar] n mawar

kesempurnaan’

mayyit [mayyit] n mayat; jasad orang mati

mohal [mɔhal] a tidak masuk akal

Mè’rad [mɛʔrad] n Mikraj

Moharram [mɔharram] n bulan Muharram

mella’ [mɘllaʔ] vi terbuka mata

mohrèm [mɔhrɛm] n anggota keluarga dan

la’-mella’ 1 adv dalam keadaan sadar,

kerabat yang menurut agama Islam tidak

melihat, atau tahu 2 acara malam sebelum

boleh dinikahi; muhrim

pesta pernikahan yang dihadiri oleh sanak

mokenna [mɔkɘnna] n mukenna

saudara

mola [mɔla] mulai

dan

tetangga

untuk

mempersiapkan acara dan beramah tamah mellak [mɘllak] a rakus

molana adv mulanya

mellèng [mɘllɛŋ] a nakal

molè [mɔlɛ] v pulang

mèlmèl [mɛlmɛl] amèlmèl v mengulangulang

perkataan

dengan

amolaè v memulai

cerewet

dan

suara monoton

mamolè v memulangkan molèan n 1 hewan yang selalu pulang ke rumah 2 (santri) pulang ke rumah saat

mèlo [mɛlɔ] vi kebagian

liburan

mèmbhâ [mɛmbhǝ] n sejenis pohon yang

pamolèan n tempat untuk pulang

daunnya sangat pahit, biasanya digunakan sebagai jamu; mimba

Molod [mɔ.lɔd] n bentuk ini berasal dari Maulid,

yaitu

Maulid

Nabi,

yang

mennem [mɘnnɘm] num enam

merupakan pengganti Rabiul Awal dalam

mènynya’ [mɛññaʔ] n minyak

penanggalan

Madura

biasanya

amènynya’ v berminyak

dimeriahkan

mènynya’ gas minyak tanah

memperingati kelahiran nabi Muhammad

menynya’ lettèk minyak goreng

Saw.

dengan

selamatan

Molodhan n ritual peringatan maulid Nabi

‘Pak

Muhammad Saw.

istrinya.’

Samad

datang

bersama

dengan

Molos [mɔlɔs] a polos; satu warna: celleng

amoso v 1 (bi’) bertanding melawan:

molos ‘hitam polos’ monafèk [mɔnafɛk] a munafik monajât [mɔnajǝt] n permohonan kepada

Dâlem lomba ghellâ’ SDN Langkap 5 amoso SDN Langkap 3. ‘Dalam lomba tadi SDN Langkap 5 bertanding melawan SDN

Tuhan dalam ibadah; munajat

Langkap 3.’

n mundu monteng [mɔntɘŋ] n tulang ekor monyè [mɔñɛ] n bunyi amonyè vi berbunyi mamonyè vi membunyikan nyè-monyèan n bunyi bunyian mopakat [mɔpakat] a mufakat morèd [mɔrɛd] n murid mortad [mɔrtad] n orang yang keluar dari monְdhu

amosoan v (saling) bermusuhan: Sebâb

[mɔn.ɖhu]

sittong dhisa torè jhâ’ amosoan. ‘Karena satu desa mari jangan bermusuhan.’ mostajhâb [mɔstajhǝb] a dikabulkan Tuhan; mustajab moְtak [mɔʈak] n monyet motèk [mɔtɛk] a pelit mugut [mʊgʊt] n hantu orang yang sudah meninggal dengan wajah asli orang yang

agama Islam; murtad

meninggal tersebut

mosafèr [mɔsafɛr] n musafir

muslim [mʊslɪm] n orang Islam

mosakkat [mɔsakkat] a yang menyulitkan

muslimat

mosèbâ [mɔsɛbǝ] n musibah

[muslimat]

n

orang

Islam

perempuan

moseng [mɔsɘŋ] n musang

muslimin [muslimin] n kaum muslim

moso [mɔsɔ] 1 n musuh 2 p bersama dengan Pak Samad dâteng moso binèna.

N Na’ [naʔ] n bentuk singkat dari ana’ yang digunakan dalam panggilan na’-enna’an [naʔɘnnaʔan] n boneka akanְta na’-enna’an kaju ‘seperti boneka kayu’ ditujukan untuk orang yang tindak tanduknya dalam bergaul terkesan kaku dan kasar nabbhi [nabbhi] n nabi anabbhi v bernabi; memiliki nabi naghârâ [nɘghǝrǝ] n negara

anakso v menuruti nafsu amarah nakto [naktɔ] n titik anakto v bertitik anaktoè v memberi titik nangèng [naŋɛŋ] p namun; tetapi; akan tetapi nanggher [naŋghɘr] n pohon randu alas nangka [naŋka] n nangka naong [naɔŋ] a teduh anaong v berteduh

anaghârâ v bernegara

manaong v membawa ke tempat teduh

naghârâ ngèbâ tata, dhisa ngèbâ cara

ong-naongan n tempat berteduh (dari

‘negara membawa tata, desa membawa

panas, hujan, dsb.)

cara’ setiap daerah memiliki adat dan kebiasaan sendiri-sendiri nakso [naksɔ] n nafsu amarah

nasè’ [nasɛʔ] n nasi nasè’ kembhâng nyamplong ‘nasi bunga nyamplung’ nasi putih campur jagung

nyabâ [ñabǝ] n 1 nyawa 2 nafas

nasè’ satangonan èlettè’è palotan ètem

anyabâ v 1 bernyawa 2 bernafas

sabutèr ‘nasi seperiuk kecipratan sebutir ketan hitam’ sumber kejahatan yang kecil

nyalèndhâ [ñalɛndhǝ] v bersikap, berpikiran,

dapat merusak tatanan suatu lingkungan

dan atau berbeda dari orang kebanyakan nyaman [nyaman] a enak; nyaman; sedap

yang besar nembhârâ’

[nɘmbhǝrǝʔ]

n musim hujan

manyaman v membuat enak

nèmor [nɛmɔr] n musim kemarau

kanyamanan n keenakan

nèmor kara kemarau berkepanjangan

nyaman bâdâ neng orèng ‘enak ada di

nèyat [nèyat] n niat

orang lain’ perasaan tidak puas dengan

anèyat v berniat

yang diperoleh diri sendiri menciptakan

ngara [ŋara] mungkin

perasaan bahwa orang lain kelihatan lebih

ngodâ [ŋɔdǝ] a muda

beruntung

v

dâ-mangodâ

bersikap

nyanglè [ñaŋlɛ] n semacam akronim yang

seolah-olah

bentuk panjangnya mon la kenynyang pas

masih muda niyat [niyat] n niat

molè ‘kalau sudah kenyang lalu pulang’

aniyat v berniat

tamu yang pulang setelah diberi makan

nya’nya’ [ñaʔñaʔ] anya’nya’ v membantah dengan

mengulang-ulang

seolah-olah kepulangannya hanya me-

perkataan

nunggu suguhan dahulu nyèllam [ñɛllam] vi masuk Islam (untuk

orang yang dibantah nya’nyang membantah

[ñaʔñaŋ] dengan

anya’nyang

v

muallaf) nyèlo [ñɛlɔ] v linu; ngilu

mengulang-ulang

nyo’nyo’ [ñɔʔñɔʔ] v linu; ngilu

perkataan orang yang dibantah

O obân [ɔbǝn] n uban aobân v beruban

ca’-oca’an n semua bentuk peribahasa Madura.

obâng [ɔbǝŋ] n(T) uang

ocol [ɔcɔl] v melepas agar bisa terbang

ngobângè v membeli

ngocol vt melepas agar bisa terbang

obbhâr [ɔbbhǝr] ngobbhâr vt membakar

odâng [ɔdǝŋ] n udang

aobbhâr vi terbakar: aobbhâr konco’eng

ghâ-raghâ odâng ‘seperti meraba-raba

‘terbakar ujungnya’

udang’ mencoba dan menjajaki

bhâr-obbhâr v membakar-bakar (sampah

kabbhina

dsb)

udang

obi [ɔbi] n ubi rambat

odâng

berkumis’

maksudnya

asongodhân meremehkan

menyatakan

tanpa

orang

tahu

dijelaskan

berisi’ diam yang bermanfaat

begitulah sebenarnya; kalau cuma begitu

aobu’ v berambut oca’ [ɔcaʔ] n ucap, perkataan ngoca’ v mengatakan

semua

yang

bahwa

neng-ennengnga obi aèssè ‘diamnya ubi obu’ [ɔbuʔ] n rambut

pun

‘semua

semua orang juga tahu odi’ [ɔdiʔ] v hidup maodi’ v menghidupkan ngodii v menghidupkan ojhân [ɔjhǝn] n hujan

aojhân v berhujan-hujan

ompang [ɔmpaŋ] ngompang v membayar

kaojhânan v terkena hujan

v

ngojhânnaghi

bhubuwan (abhubu) melebihi jumlah yang menghujankan;

diterima ondhu [ɔndhu] v menggoyang batang atau

membiarkan terkena hujan ojhan tanges v ‘hujan tangis’ kemalangan

cabang

yang menimpa banyak orang sekali gus

buahnya

mara ojhân dherres ‘seperti hujan deras’

ngondhu v menggoyang pohon untuk

suara (gaduh) orang banyak

menjatuhkan buahnya

ngojhânnaghi

bujâna

dhibi’

pohon

untuk

menjatuhkan

ondhur [ɔndhur] v pergi

‘menghujankan garam sendiri’ orang yang

ondhur

sa’ang

dâteng

membual untuk menunjukkan kebaikan

merica

datang

cabai’

budi pekerti sendiri

ditinggalkan pemimpin yang keras untuk

ola’ [ɔlaʔ] n ulat

cabbhi

‘pergi

bawahan

yang

kemudian diganti pemimpin yang lebih

mara ola’ samennèt ‘seperti ulat bulu’

keras lagi onga’ [ɔŋaʔ] aonga’ v mendongak

lekas marah olar [ɔlar] n ular

ongghâ [ɔŋghǝ] vi 1 naik 2 naik kelas lo’

lar-olaran n ular-ularan olar ngèntarè kol-tokol ‘ular mendatangi

ongghâ ‘tidak naik kelas’ 3 berangkat bekerja ke Jawa: Ongghâa bila? ‘Kapan

pemukul’

mau berangkat?’

melakukan

sesuatu

yang

membahayakan diri sendiri olar

ngontal

ekornya

bunto’na

sendiri’

ngongghâi ‘ular

orang

menelan

tua

yang

mencelakakan anaknya sendiri

v

mendatangi

orang

yang

berperkara atau musuh untuk meminta keadilan dengan menuntut (permintaan maaf, ganti rugi dsb.), membalas, atau

oleng [ɔlɘŋ] olengngan/leng-oleng n kain panjang yang digunakan sebagai ganjalan saat membawa sesuatu di kepala dengan

menyelesaikan dengan kekerasan (carok, dsb) onjhur [ɔñjhur] n bagian bawah (kaki) saat

cara dilingkarkan sehingga melingkar dan

orang terbujur

berbentuk pipih

ngonjhur v duduk atau tidur dengan kaki

ollè [ɔllɛ] v menerima; memperoleh; dapat ollè ngemmèn èemmèn polè ‘dapat dari memimta,

diminta’

pernyataan

yang

menunjukkan orang serakah yang suka meminta olo [ɔlɔ] n 1 bagian atas tubuh (kepala) saat berbaring 2 hulu

lurus; membujur ongkabhan [ɔŋkabhǝn] n susunan ungkapan yang

arti

unsur-unsurnya

tidak

jelas

terkait pada yang dimaksudkan, misalnya

sa kaddhu’ ra’ra’ ‘banyak sekali’, nga’enga’ dhaba’ ‘lupa-lupa ingat’, dsb. ontal [ɔntal] ngontalagi v melempar dengan

oman [ɔman] ngoman v membujuk

dilambungkan

ombâ’ [ɔmbǝʔ] n ombak

ngontal v minum (obat); menelan tanpa

ombhut

[ɔmbhut]

n semak belukar

omor [ɔmɔr] n umur; usia saomorra adv sepanjang hayat

mengunyah orem [ɔrɘm] a suram orèng [ɔrɛŋ] n orang ngorèngè v menemui tamu dalam acara hajatan

rèng-orèngan n 1 orang-orangan sawah 2

saudara

mainan atau boneka berbentuk manusia

menunjukkan

orèng dhumè’ orang atau kelompok orang

hubungan darah

yang berada pada stratifikasi terendah

orèng jhujhur matè ngonjhur ‘orang jujur

terdiriatas petani kecil, nelayan dan yang

mati membujur’ orang jujur hidupnya

sejenis

tenang dan bahagia sehingga meninggal

orèng kong-rokong orang gembel

dengan damai

orèng

sarèyal

pa’polo

orang’

tidak

begitu

yang

berartinya

se-Real

Orèng madhurâ ta’ tako’ matè, tapè tako’

empat puluh’ rakyat jelata yang diberi

kalaparan ‘orang Madura tidak takut mati,

nama

orang madura takut kelaparan’ ungkapan

dengan

‘orang

menjadi

jumlah

kewajibannya

membayar pajak dalam setahun

yang

mara oreng akento’ perib ‘seperti orang

Madura dalam bertahan hidup.

kentut’

menuruti

orèng ngakan ghi’ bâdâ butèrra ‘orang

kehendak hatinya tanpa memikirkan orang

makan masih menyisakan butir nasinya’

lain atau keadaan sekitarnya

kesalahan atau kekurangan adalah sifat

mara orèng nabbhu canang perib ‘seperti

yang manusiawi

orang

yang

hanya

menunjukkan

perjuangan

orang

osong [ɔsɔŋ] ngosong vt mengusung

orang menabuh canang’ orang yang selalu

song-osong n usungan jenasah, keranda

memuji-muji dirinya sendiri perib

otang [ɔtaŋ] n utang

‘Seperti orang menabuh gong.’ Orang

aotang vi berutang

yang jika baik pekerjaannya tidak dipuji

maotang vi mengutangkan; membolehkan

karena memang sudah tugasnya, tetapi

pembelian dengan cara utang

kalau salah dimarahi.

ngotangè vi memberi utang

Mara orèng ngakan rojhâk cengkèr perib

parotangan n hal-hal yang berhubungan

‘seperti orang makan rujak cengkir kelapa’

dengan utang biasanya berupa jasa atau

perkataan yang manis tetapi menyakitkan

utang budi otang dârâ ‘hutang darah’

kerena mengandung sindiran

hutang nyawa yang harus dibayar dengan

Mara

orèng

martabhat

nabbhu

orèng

egghung

èlanyo’

bâ’â

perib

nyawa oto’ [ɔtɔʔ] n kacang panjang

‘seperti orang terhanyut banjir’ digunakan untuk mengumpamakan hakikat manusia

ghilir

dalam

berdasarkan urutan (dari atas ke bawah,

hidup

kepentingan

pasti

diri

memikirkan

sendiri

sebelum

oto’

sistem

giliran

yang

tertib

dari depan ke belakang, dsb)

memikirkan kepentingan orang lain

owan

[ɔwan]

ngowan

v

menggembala

orèng dhâddhi tarètan, tarètan dhâddhi orèng

perib

‘orang

menjadi

saudara,

P pa’a’ [paʔaʔ] n pahat

pa’a’ mènta ètokol/pa’a’ nyandar ka tokol

ma’a’ v memahat

‘pahat minta dipalu/pahat menyandar ke palu’

orang

yang

betanggung

jawab

terhadap perbuatan salahnya, misalnya orang

yang

menang

menyerahkan

diri

dalam

dengan

carok

suka

rela

pa’po’ [paʔpoʔ] n tidak untung tidak rugi pacca’ [paccaʔ] n bakiak

n

pakan [pakan] n pakan pakèbu [pakɛbu] a rasa dan sikap yang sulit dan membingungkan sehingga tidak thu

apacca’an v memakai bakiak [pacol]

paka’ [pakaʔ] a sepat/sepet makanè v memberi pakan

kepada pihak yang berwajib

pacol

majungè vt memayungi

cangkul

apa yang harus dikerjakan karena merasa kecil

untuk

menyiangi tanaman

serba salah berhadapan dengan orang yang memiliki kelebihan

padd̩hâ [padɖhǝ] a setara; sebanding

pako [pakɔ] n paku

padi [padi] n padi

mako v memaku

paè’ [paɛʔ] a pahit

mara pako ngennèng ka kaju ‘seperti paku

paghâr

[paghər]

n pagar

kena ke kayu’ orang yang teguh pada

apaghâr vi 1 memiliki pagar; berpagar 2 melindungi

diri

dengan

sesuatu

yang

pendirian pakon [pakɔn] n(T) perintah

bersifat magis Mon terro hasella kodhu

makon v memerintah

apaghar.

bâdâ pakon, bâdâ pakan ‘ada perintah,

‘Kalau

ingin

berhasil

harus

‘berpagar’’

ada makan’ ada kerja harus ada imbalan

ghâr-maghâr n melakukan pekerjaan yang

palappa

[palappa/pɘlappa]

n

rempah-

berhubungan dengan pagar.

rempah

maghâre vt memagari; memberi pagar

malappaè v memberi rempah-rempah atau

paghâr alas n rumah yang penghuninya

bumbu

tidak disukai karena melakukan hal yang

malappaè mano’ ngabâng ‘membumbui

tidak baik

burung terbang’ menghayalkan sesuatu

paghârrâ orèng èrèksaghi, mon paghèrrè

yang sia-sia

dhibi’ ta’ èrèksaghi perib ‘pagar orang diurus, pagar sendiri tidak diurus’ suka

palotan [palɔtan] n (beras) ketan palotan ètem ketan hitam

mencampuri urusan orang lain

pana [pana] n 1 sejenis santet yang berupa

pajhânten [pajhəntɘn] n pejantan

benda terang melayang di udara; sinonim:

pajhânten

iyâ

jhubâ’

tentu

jelek’

panapa [panapa] pron apa

seorang anak tidak jauh beda dengan

pandâ’ [pandǝʔ] a pendek

‘pejantan

jhubâ’ jelek

ana’na anaknya

orang tuanya pajhât

[pajhət]

gandhuru 2 panah

mapandâ’ v memendekkan

adv [T] memang

pandân [pandǝn] n pandan

paju [paju] a laku

pandhi [pandhi] n pandai (besi)

mapaju vt membuat laku, melariskan

mandhi v menempa (besi/logam)

‘melariskan

panebbhâ [panɘbbhǝ] n seikatan lidi (sekitar

jualan sendiri’ mengambil menantu dari

satu genggam), yang ujungnya dibiarkan

kerabat dekat

panjang, digunakan untuk membersihkan

mapaju

wâl-juwâllâ

dhibi’

pajung [pajuŋ] n payung apajung vst berpayung apajungan vi berpayung; memekai payung

isi rumah dari kotoran (debu, sarang labalaba, dsb.)

pangaro [pɘŋarɔ] n 1 pengaruh 2 tuah atau hal

yang

terdapat

pada

anak,

istri,

apara’ v mendekat parabân [prabǝn] n perawan; gadis

dipercaya

marabânè v 1 memrawani; melakukan

dapat membawa keberuntungan Bungsona

hubungan seksual dengan gadis perawan

èangghep andi’ pangaro sebâb molaè laherra usaha eppa’na atamba lancar.

2 memakai pertama kali parabânan

n

‘Anak bungsunya dianggap mempunyai

pengantin

perempuan

pengaruh karena sejak kelahirannya usaha

pengantin pria sebagai balasan

binatang,

benda

dsb.

yang

seserahan

dari

pihak

kepada

pihak

parao [paraɔ] n perahu

bapaknya bertambah lancer.’ panggher [paŋghɘr] manggher v mengikat

aparao(an) vi naik perahu; berperahu

hewan pada pohon, tonggak dsb agar

mara parao sarat ‘seperti perahu sarat

tidak lepas

muatan’ kekenyangan sehingga tidak bisa

pangkèng [paŋkɛŋ] n kamar

bergerak

pangpang [paŋpaŋ] n tiang panjhennengngan

parèkas [parɛkas] a penuh prakarsa

[panjhɘnnɘŋan]

pron (T)

parèmpen [pɘrɛmpɘn] a hemat dan cermat parèng [parɛŋ] v beri

anda panjhilân [panjhilǝn] n biji nangka

aparèng vi memberi Beliau ampon bennya’

tidak bisa dipegang perkataannya karena

aparèng ajhârân-ajhârânèpon bân tuntunan-tuntunanèpon dâ’ bhâdhân kaulâ sareng para Ajunan sadhâjâ. ‘Beliau

selalu berubah-ubah pendiriannya.

(Rasulillah)

Mara panjhilân èbâddhâi pèrèng ‘seperti biji nangka diwadahi piring’ orang yang

telah

banyak

memberikan

pao [paɔ] n mangga

ajaran-ajaran

papareghân [paparɛghǝn] n peribahasa yang

kepada saya dan Anda sekalian.’

dan

tuntunan-tuntunan

mirip gurindam, yaitu memiliki satu atau

marèngè vt memberikan

dua baris dengan rima tengah dan akhir,

paparèng n pemberian; anugerah

misalnya long-polong rombu, bit-abit ollè

sakembu.

parèbhâsan [parɛbhǝsan] n peribahasa yang tidak

menggunakan bahasa

kias

atau

papèyar [papɛyar] mapèyar v menempeleng

bukan perumpamaan, misalnya manggu’

(berasal dari tiruan bunyi atau onomatope)

ka karsana Allah, tada’ jhaghung obi dhaddi nase’, dsb.

pappa [pappa] n pelepah daun pisang pappa’ [pappaʔ] mappa’ vt mengunyah (makanan

dsb)

untuk

diambil

sarinya

paro

[parɔ]

paruh

(pembagian)

saparo

‘separuh’

kemudian ampasnya dimuntahkan

maro v memaruh

pappa’an n sisa tembakau setelah di-

paron n system bagi hasil (terutama dalam

gunakan untuk susur

bidang pertanian) dengan masing-masing

(mara) pappa’an takaè’ ‘sisa tembakau

dari dua pihak mendapat bagian yang

sesudah susur yang dikaitkan’ makian

sama

untuk

paro

bahwa

merendahkan orang

yang

dengan

maksud

dimaksud

tidak

berguna para’ [paraʔ] adv 1 kurang sedikit; nyaris 2 dekat

n paruh laba; bagi laba

bhatè

masing-masing separuh ngala’

paron

melakukan

v (bagi pemilik

usaha

dengan

dengan system bagi hasil

modal)

pihak

lain

parocabhân peribahasa bandingkan

n

adalah

patè’ celleng! sejenis makian yang artinya

langsung

mem-

anjing hitam

[parɔcabhǝn] yang

persamaan

keadaan,

sifat,

Mara patè’ arebbhu’ tolang ‘seperti anjing

atau perilaku dengan sesuatu dengan

berebut

menggunakan

makanan

pembanding,

seperti

akanta, mara, martabhât, marabhut yang berarti ‘seperti’, misalnya mara kettang mèghâ’ bâlâng ‘seperti kera menangkap belalang’, martabhât durina pandân ‘seperti duri pandan’ marabhut buwâna ghâ’-saghâân ‘seperti buah saga’ parsèko [parsɛkɔ] a merasa tidak enak karena tahu berada pada posisi salah parsemmon [parsɘmmɔn] n peribahasa yang

tulang’

ribut

memperebutkan

Mara patè’ bân kocèng ‘seperti anjing dan kucing’ tidak pernah akur Mara patè’ nemmo tolang ‘seperti anjing menemukan tulang’ serakah patong

[patɔŋ]

matong

v

mendapat

patungan patongan n patungan paya [paya] a payah pè-apè [pɛ-apɛ] v berpura-pura

berisi kiasan yang bersifat menyindir,

pè-apè

mirip bidal, misalnya ta’ tao lèbât è

tenggiling mati’ orang yang kelihatan

bâbâna bringèn korong ‘tak tahu lewat di

pendiam,

bawah bringin kurung’

tingkah di hadapan orang banyak, tetapi

pas [pas] p kemudian; lalu

tangghiling tenang,

matè dan

‘pura-pura

tidak

banyak

dibelakangnya sebaliknya

pasa [pasa] n puasa

pècet

[pɛcɘt]

mècet

v

1

memijat

2

apasa vi berpuasa

memencet

masaè vt berpuasa untuk suatu maksud

apècet v memijatkan diri (pada tukang

masae katerbi’eng ‘berpuasa untuk hari

pijat)

kelahiran’

cet-pècet n saling memijat (gantian)

pasaan n bulan (ber)puasa

peddhâng [pɘddhəŋ] n pedang

Pasa [pasa] n bulan kesembilan dalam penanggalan Madura sebagai pengganti penyebutan bulan hijriyah Ramadlan. Pasa

meddhâng v menebas dengan pedang dhâng-peddhângan n pedang-pedangan; pedang mainan

dengan

pedְdhis [pɘdɖhis] a pedas Rassana cabbhi

pasar patemmonan n pasar yang diadakan

peddhis. ‘rasa cabai pedas’ pegghâ’ [pɘgghǝʔ] v putus megghâ’ v memutuskan (tali dsb.) mapegghâ’ v memutuskan (tali dsb.) ghâ’-pegghâ’ a putus-putus; banyak yang

berarti

puasa

yang

sesuai

kewajiban puasa bulan ramadlan pasar [pasar] n pasar. setiap dua hari sekali, yaitu berjeda satu hari sepanjang tahun kadi’ pasar tada’ acannana peribahasa

putus

yang arti harfiahnya ‘seperti pasar tak ada

pèghâ’ [pɛghǝʔ] v tangkap

terasi’. Peribahasa ini digunakan untuk

mèghâ’ vt menangkap

menyimbolkan kelompok yang berbicara

èpèghâ’ vp ditangkap

sendiri-sendiri

di

sebuah

(kelas, rapat, musyawarah dsb.) patè [patɛ] n santan patè’ [patɛʔ] n anjing

pertemuan

èpèghâ’

kaoghân

disembelih’

‘ditangkap

dimintai

tolong

untuk untuk

melakukan sesuatu secara mendadak

dengan tenggat waktu yang sangat singkat

sehingga

tanpa

persiapan

memadai mèghâ’

jhuko’

‘menangkap

ta’

ikan

buddhâgghâ tidak

ingin

cellot terkena

lumpur’ menginginkan sesuatu dengan tanpa bersusah payah pèghu [pɛghu] n huruf arab yang digunakan untuk

menulis

Sekarang

sastra

masih

lama

digunakan

Madura. dalam

pesantren untuk memaknai kitab kuning; pegon pèkang [pɛ.kaŋ] vi mencubit dengan agak besar bagian dalam paha biasanya untuk menghukum kenakalan anak. kang-pèkangan n paha bagian dalam tempat mekang. mèkang vt melakukan pekerjaan pekang pèkol [pɛkɔl] v pikul

sapèkol, saso’on secara harfiah berarti ‘sepikul, sejunjung’ yang dimaksudkan kodrat

laki-laki

bekerja dengan ‘memikul’ dan permpuan ‘menjunjung’ akanta pèkolan ta’ èrao’ ‘seperti pikulan tidak diserut’ untuk mengibaratkan orang yang dalam tindak tanduknya kaku dan kikuk lak-mapèlak v berbicara atau bertindak seolah-olah terampul dan cekatan

pellèr [pɘllɛr] n alat kelamin jantan atau laki-laki; penis peltèng [pɘltɛŋ] n gentong peltong [pɘltɔŋ] n tempat rumput dari daun kelapa pènang [pɛnaŋ] n (pohon, buah) pinang mon andi’na dhibi’ pènang/di’-andi’na orèng

bijjhân/mon

dunynyana

dhibi’

èman/mon andi’na orèng dhujân ‘kalau miliknya sendiri pinang, milik orang lain wijen, kalau milik sendiri sayang, kalau milik

orang

doyan’

peribahasa

yang

berasal dari pantun yang ditujukan untuk orang yang pelit

pèngghir [pɛŋghir] n tepi; sisi; pinggir mèngghir v minggir; menepi pèngghirân n pinggiran; tepi pengko [pɘŋkɔ] a keras kepala (tentang sesuatu) pènjhung [pɛñjhuŋ] n kemben apènjhungan v memakai kemben pènta [pɛnta] v pinta mènta v meminta

v

lamaran

dalam

acara

pertunangan pènter [pɛntɘr] a pintar mapènter v membuat jadi pintar

pèlè [pɛlɛ] v pilih

mènterrè v menipu dengan kepintaran

mèlè v memilih

ter-mapènter

lè-pèlèan v suka pilah-pilih

bersikap,

pèlèan n pilihan ‘memilih

daging’

memutuskan dengan tidak adil karena uang, kekuasaan, dsb.

malam terang bulan

tan-pèntan

pèlak [pɛlak] a terampil dan cekatan

dhâghing

bulan biasanya dilakukan pada malam-

pendhusa [pɘndhusa] n peti mati

kol-pekol n pikulan

mèlè

kandungan yang telah mencapai tujuh

pendha’an adv lebih mendingan

pekolan n pikulan

menunjukkan

pèlèt kandung rangkaian selamatan untuk

pènְdhâ’ [pɛnɖhǝ’] a mendingan

mèkol vt memikul

untuk

pèlèt [pɛlɛt] mèlèt v memijat

v sok pintar; berbicara,

atau

bertindak

pintar ter-pènterran a paling pintar

seolah-olah

pèpè [pɛpɛ] n pipi: Lamon ghun coma

abhâkalan gi’ ta’ ollè nyiom pèpè. ‘kalau hanya tunangan, belum boleh cium pipi’ pèrak [pɛrak] v senang; gembira

mèssè vi membayar [mɛs.sɛ.ɛ] vt membayar Bhuk Mariam mèssèè bhâko sè èbelli bâri’. ‘Buk mèssèè

Mariam membayar tembakau yang dibeli

kapèraghân merasa sangat senang

kemarin

percajâ [pɘrcajǝ] vi percaya

pèssè budu’ bunga uang, rente

mercajâaghi v mempercayakan

Mon ta’ èman pèssè sa sèn, ta’ kèra tao

kapercajâân n kepercayaan

andi’ sajhâmpel ‘kalau tidak sayang pada

pèrèng [pɛrɛŋ] n piring apèrèng

uang satu sen, tidak akan pernah punya

v berpiring: apereng emmas

‘berpiring emas’

satu rupiah’ orang yang boros tidak punya apa-apa

pèrèng bhâsa ta’ èkennèng raghum polè

pessen [pɘssɘn] n pesan

‘piring pecah tidak dapat diutuhkan lagi’

apessen v berpesan

wanita yang sudah pernah menikah (janda)

messen v memesan

akan memiliki nilai sangat kurang menurut

pessennan n pesanan pètè’ [pɛtɛʔ] n anak ayam

laki-laki perrèng [pɘrrɛŋ] n bambu

pètè’ sa patarangan ta’ kèra padâ buluna

perrèng norè [nɔrɛ] sejenis bambu yang

‘anak ayam sepeteluran tidak akan sama

bagian bawah rumpunnya dipenuhi duri

bulunya’ sekalipun saudara kandung tidak

pada cabang-cabangnya

akan sama rupa dan kelakuannya

perres [pɘrrɘs] v peras

petְta [pɘtʈha] n (R) perkataan

merres vt memeras merres pello

konèng

apetְta v berkata-kata ‘memeras peluh

petteng [pɘttɘŋ] a gelap

v

kuning’ memeras keringat untuk bertahan

mapetteng

hidup

menggelpakan

perro’ [pɘrrɔʔ] n usus rajâ

perro’

‘besar

perro’

topona

jadi

gelap;

pettengngan n mati lampu usus’

mudah

teng-metteng v gelap-gelapan pètto’ [pɛttɔʔ] n tujuh

tersinggung dan marah tadâ’

membuat

‘tidak

ada

usus

peyo’ [pɛyɔʔ] n cicit

buntunya’ orang yang hanya memikirkan

piyo’ [piyɔʔ] n peyo’

diri sendiri

poְdhâk [pɔɖhǝk] n pudak; bunga pandan

pèsa [pɛsa] n pisah

yang wangi

apèsa vi berpisah

pokang [pɔkaŋ] n paha

asa-pèsa vi berpisah-pisah

poke [pɔkɛ] n alat kelamin betina atau

mèsa vt 1 memisah 2 membeli Purnomo

mesa sapeda montor langsung dari dealer. ‘Purnomo

membeli

langsung dari dealer’ pèso [pɛsɔ] n makian apèsoan vi memaki mèsoè vt memaki pèssè [pɛs.sɛ] n uang

sepeda

motor

kemaluan perempuan; vagina pokol [pɔ.kɔl] pukul mokol vt memukul pokpak [pɔk.pak] sibuk atau cerewet karena hal yang tidak penting apokpak vi melakukan tindakan pokpak pola [pɔla] ala-pola v bertingkah polah polana [pɔlana] p karena

polè [pɔlɛ] adv lagi

mondhuk vi belajar di pondok pesantren

polo [pɔlɔ] puluh

pora-Alla [pɔraalla] ungkapan keterkejutan

polowan n puluhan

yang

polo’ [pɔlɔʔ] n tutup periuk

berasal

dari

lafadh

istighfar

‘astaghfirullah’ poro [pɔrɔ] n borok

polong [pɔ.lɔŋ] kumpul apolong vi berkumpul

kakona mara poro ‘kekakuannya seperti

long-molong vt mengumpulkan sedikit

borok’

demi sedikit

perilaku

mapolong v mengumpulkan

orang

yang

kakunya

sifat,

sikap,

menyakiti

dan orang

sekitarnya sehingga dibenci

molong vt memetik; memanen

porop [pɔ.rɔp] v tukar dhupa

morop vt menukar

nyoprè mèlo ro’omma ‘berkumpul dengan

taporop vi tertukar

orang membakar dupa agar kebagian

porop

harumnya’ bergaul dengan orang baik

menukar pemakaian, misalnya A memakai

Apolong

bân

orèng

ngobbhâr

akan membawa pengaruh yang baik bâcengnga

‘berkumpul

‘tukar

pakai’

tukar-

milik B dan B memakai milik A. potè [pɔtɛ] a putih

Apolong bân orèng ngobbhâr taè tanto mèlo

angghuy

mapotè v memutihkan

dengan

orang membakar tahi pasti kebagian bau

ngapotè v memutih: Ngapotè, wa’ lajârâ

busuknya’ berteman dengan orang yang

ètangalè. ‘Memutih, itu layarnya terlihat’

buruk perangainya pasti

akantha potèna tellor ‘seperti putih telur’

ponar [pɔnar] n makanan dari beras ketan

baik lahirnya, buruk batinnya

berwarna kuning karena dimasak dengan

mapotèa dângdâng potè, macellengnga

kunyit. Makanan ini sering ditemui pada

dhâlko’ celleng ‘memutihkan gagak putih,

perayaan-perayaan

menghitamkan

hari

besar

burung

kuntul

hitam’

agama/selamatan

hitam putih nasib bawahan ditentukan

ponar asekkol makanan yang disajikan

kebijakan atasan potong [pɔtɔŋ] v patah

pada selamatan karena pasangan yang menikah

telah

bergaul

dengan

motong v menggunting rambut

baik

mapotong v mematahkan

sebagai suami istri. Makanan ini terdiri atas ponar dan sekkol yang diberi irisan

powa [pɔwa] a mudah digigit; lunak

telur

powasa [pɔwasa] n puasa

dadar.

Selamatan

ini

dilakukan

apowasa vi berpuasa

dengan mengundang tetangga sekitar. pondhuk

[pɔndhuk]

n pondok pesantren

Q Qur’an [qurʔan] n al-Quran

R ra’a [raʔa] n kutu air

mara râ’-dherrâ’ bâbinè’ ‘seperti tekukur

râ'-dherrâ’ [rǝʔdhɘrrǝʔ] n burung tekukur

betina’ berlagak berani tetapi penakut

raba [rabǝ] n rawa

araobhi taè ‘mencuci muka (seseorang)

rabet [rabɘt] n liana

dengan kotoran’ mempermalukan orang

raddhin [raddhin] a cantik

lain (orang tua, saudara, kerabat, teman

dhin-maraddhin v bersikap seolah-olah/

dekat, dsb.) dengan perbuatan yang tidak

seperti orang cantik; sok cantik

baik dan memalukan

raè [raɛ] n wajah; muka

rasol [rasɔl] n tumpeng

rajâ [rajǝ] a besar: dhusa rajâ ‘dosa besar’

arasol vi mengadakan selamatan dengan

rajâ bhâdhuk ‘besar lambung’ banyak

tumpeng

makan sedikit kerja

muwâng

rajâ karep ‘besar hasrat’ angan-angan

‘membuang tumpeng, mengambil butir

tinggi

nasi’ karena serakah mengejar yang kecil

yang

biasanya

tanpa

rasol,

ngala’

butèr

perib

mempertimbangkan kemampuan diri

sedang yang besar yang dimiliki hilang

rajâ pakèbânna, rajâ pacarrènna ‘besar

karenanya

kamar

mandinya,

besar

pelimbahan

Rasol

[rasɔl]

n

bulan

keempat

dalam

comberannya’ besar pemasukan, besar

penanggalan Madura sebagai pengganti

pula pengeluaran

bulan hijriyah Rabiuts Tsani.

rajâ cètak, korang otek ‘besar kepala, kurang otak’ bersikap seolah-olah pintar, padahal sebenarnya bodoh

ratosan n ratusan rebba [rɘbbǝ] n selamatan berupa makanan

n raja rajhang n linggis rako’ [rakɔʔ] arako’ v mengambil sebanyakrajha

ratos [ratɔs] ratus

[rajhǝ]

[rajhǝŋ]

banyaknya dengan dua belah tangan

yang maksudnya dikirimkan kepada orang yang meninggal biasanya dilakukan pada setiap malam Jumat arebba vi melakukan rebba

rambhut [rambhut] n(T) rambut

Rebba [rɘbbǝ] n nama bulan kedelapan

rambing [ram.biŋ] n kain (terutama kain

dalam penanggalan Madura yang menjadi

sisa); perca.

pengganti

bing-rambingnga Kor’an ‘perca al-Quran’

Sya’ban. Nama Rebba berasal dari tradisi

orang yang selalu dihormati sampai usia

bersedekah

tua, misalnya orang tua, sesepuh, dan

diperuntukkan

guru,

meninggal dari sebuah keluarga karena

yang

berhubungan

dengan

kebijaksanaan orang tersebut bing-rambingnga

sotra

‘perca

penyebutan makanan bagi

bulan yang

orang

Hijriyah pahalanya

yang

telah

dipercaya bahwa pada bulan ini adalah sutra’

bulan yang penuh berkah karena catatan

bangsawan sejati yang tetap berwibawa

amal satu tahun dikumpulkan dan catatan

meskipun tidak berpenampilan sebagai bangsawan rampa’ [rampaʔ] a rimbun randhâ [randhǝ] n janda rao’ [raɔʔ] v serut; raut arao’ v meraut; menyerut raop [raɔp] araop v cuci muka araobhi v mencucikan muka

amal baru dimulai. rebbha [rɘbbhǝ] n rumput rebbhâng [rɘbbhǝŋ] a berkobar; menyala besar Rebbhu [rɘbbhu] n hari keempat dalam penanggalan Madura; Rabu. rebbhuan diadakan setiap hari Rabu. Rebbu Bekkasan hari Rabu terakhir bulan Muharram yang dipercaya sebagai hari

semua bala atau cobaan diturunkan dalam

Peribahasa ini meggambarkan orang yang

satu tahun

terlalu memandang tinggi kemampuan

rebbhu’ [rɘbbhuʔ] v rebut

dirinya

arebbhu’ vi berebut; merebut

Rerajah

n bulan kedua belas

[rɛrajǝh]

arebbhu’ jhuccong ‘berebut depan’ tidak

penanggalan Madura yang berarti ‘hari

mau antre

besar’

rèjhekkè

[rɛjhɘkkɛ]

n rejeki

Rejjheb

merupakan

pengganti

penyebutan bulan Hijriyah Dzul Hijjah.

kè-rèjhekkèan n untung-untungan

Disebut Reraja karena dalam bulan ini

n nama bulan ketujuh

[rɘj.jhɘb]

yang

dalam penanggalan Madura yang menjadi

terdapat

hari

besar

Idul

Adha

yang

merupakan tanda selesainya ibadah haji.

pengganti penyebutan dari bulan Hijriyah

rèsè' [] v hujan rintik-rintik

Rajab.

ressek [rɘssɛk] n/a hidup bersih dan rapi

reksak [rɛksak] v mengurus; memelihara areksaghi v mengurus; memelihara rembhak

[rɘmbhək]

Sek-ressek

n musyawarah

v,n

odang

terlalu

menghargai

kebersihan sehingga mengganggu orang

arembhâk v bermusyawarah bhâk-rembhâk

paressek vi bersihkan dan rapikan

sekitar.

(melakukan)

per-

musyawarahan

rèya [rɛya] ini ro’om [rɔʔɔm] a harum

rèmerrè n serangga yang sangat kecil yang

roba [rɔ.bǝ] n wajah

menyebabkan gatal remrem [rɘmrɘm] aremrem v merendam

aroba vi berwajah

yang

robbâna [rɔbbǝna] n semacam akronim

diadakan oleh orang-orang blater dengan

yang penjangnya È dimma bâdâ tatarob

pembayaran yang tidak sama bergantung

abâ’na bâdâ è bâbana. ‘Di mana pun ada

pembayaran

diterima

tenda pesta dia ada di bawahnya.’ Orang

seperti

yang selalu hadir pada keramaian meski

rèmo

n

om-ro’om n sesuatu yang berbau harum

[rɛmɔ]

seseorang

semacam

yang pada

arisan

pernah acara-acara,

pernikahan, sunatan, dan terutama to’-

tidak diundang robbhu [rɔbbhu] vi roboh; tumbang

oto’ arèmo v melakukan remo

karobbhuân v terkena robohan pohon,

èrèmoaghi v dirayakan dengan remo

tiang, dsb

rèmo carok remo yang diadakan dengan

marobbhu vt 1 merobohkan 2 mencari

maksud

sandaran untuk masalah yang dihadapi;

menggalang

dana

untuk

melakukan carok

meminta

rempa’ [rɘmpaʔ] n ambruk atau sempal reng [rɛŋ] n bentuk singkat dari oreng oreng

pertolongan

Lamon marobbhu ka

penuh:

ba’eng ta’ sangghup, taretan. Jika kamu tidak sanggup mintalah tolong pada saudara (kerabat).

rengngè’ [rɘŋŋɛʔ] n nyamuk

robbhu

bhâta

perjodohan

dua

orang

saudara

berlindung

kayu’

saudara perempuan, misalnya A dan B dua

maksudnya naymuk yang berlindung dari

orang laki-laki bersaudara dan C dan D

tiupan

dua

angin

merasa

pohon dirinya

berjasa

karena menjaga kayu agar tidak tumbang.

orang

dengan

orang

Rengngè’ ngalèng ajâgâ kaju. ‘Nyamuk menjaga

laki-laki

dua

perempuan

bersaudara,

A

menikah dengan C, B dengan D atau A

sedikit dan tidak berarti, lama-lama penuh

dengan D, B dengan C

dan berarti; sedikit demi sedikit lama-

roghâ [rɔghǝ] a salah urat yang dibiarkan

lama jadi bukit

tanpa dipijat dsb. sehingga menjadi parah

rompi [rɔmpi] arompi v memakai rompi

dan menyebabkan sakit

arompi buluna merrak ‘berrompi bulu

rojhâk v rujak

merak’

arojak v membuat rujak bersama)

tè’-lettè’

ngèrèt

ronjhângan

kong-rokong

n

sejenis

yang menyebabkan per-tengkaran orang tua

dan terbang bergerombol

rong-kerrong

roma [rɔma] n rumah

kerong-

kerong; sejenis hewan laut; therapon ropek [rɔpɘk] a sempit

rombu [rɔmbu] a kotor

roso’ [rɔsɔʔ] n rusuk

kembu

n

[roŋ-kɘrroŋ]

roman [rɔman] n merang padi rombu,

‘serangga

menarik lesung’ pertengkaran anak kecil

serangga yang muncul menjelang petang

long-polong

yang

ronjhângan [rɔñjhǝŋan] n lesung panjang

roko [roko] n mukenna [rɔkɔŋ]

penampilan

menyembunyikan kemiskinan

rokat [rɔkat] n ruwatan (untuk keselamatan

rokong

kebagusan

bit-abit

mengumpulkan

olle

barang

rote [rɔtɛ] n roti

sa

sangat

S sa’ang [saʔaŋ] n merica

sabbhil [sabbhil] asabbhil v berusaha keras

sa’ar [saʔar] n ijuk pohon aren

sabbhu’ [sabbhuʔ] n sabuk; ikat pinggang

akantha sa’ar gherrana ‘seperti ijuk pohon

asabbhu’ v memakai sabuk/ikat pinggang;

aren kekakuannya’ orang yang dalam

bersabuk

bergaul kaku dan kasar tutur kata dan

asabbhu’ karet ‘bersabuk karet’ makan

tindak tanduknya

banyak sekali

sabâ [sabǝ] n sawah

sabellas [sɘbɘllǝs] num sebelas

sabâ’ [sabǝʔ] v meletakkan

Sabto

bâ’-sabâ’ n sesaji untuk makhluk halus yang diletakkan pada tempat keramat untuk mengobati tulah akibat melanggar

vt

n

hari

ketujuh

penanggalan Madura. sabu [sabu] n sawo sabu kecce’ [kɘcceʔ] n sawo kecik

meletakkan;

menaruh;

sada’ [sadǝʔ] n arit; sabit; clurit

memasang

saduhuna [saduhuna] adv apa adanya

nyabâ’ oca’ melamar perempuan oleh

saghara [sa.ghǝ.rǝ] n laut

keluarga

dekat

(acara

ini

dilakukan

songghâ

‘memasang

ranjau

senjata makan tuan

nyaghara v sangat luas nyaghara ngen-

angennna

sebelum upacara pertunangan) nyabâ’

dalam

sacca [sacca] a tulus setia

pantangan tempat tersebut nyabâ’

[saptɔ]

èterjhâk

dhibi’

diterjang

sendiri’

‘sangat

luas

angan-angannya’ sakonè’ [sakɔnɛʔ] adj sedikit

(seperti

laut)

sala [sala] 1 a salah: Sè èlakonè bâ’eng jelas

sala. ‘Yang kamu lakukan jelas salah.’ 2 n kesalahan: Jiya lakar tang sala. ‘Itu

sambhel [sambhɘl] n lauk yang dibuat dari parutan

kelapa

tua

digoreng

dengan

bumbu sambhen [sambhɘn] nyambhen v meng-

memang kesalahanku.’ manyala v berbuat salah dengan sengaja

gemburkan tanah pada tanaman palawija

untuk

yang masih muda dengan mencangkul

mengganggu

atau

membuat

keributan

seputar akarnya

salabât [salabǝt] n uang sedekah dari tuan

sambhughel [sɘmbhughɘl] n simpul

rumah yang punya hajat dalam acara ritual

noccolè sambhughellânna atè ‘melepas

seperti selamatan, pelet kandung, dsb,

simpul

yang jumlahnya tidak ditentukan, biasanya

tertimpa kemalangan dengan setulus hati

diberikan pada pembaca doa.

sampat

hati’

membantu

[sampat]

nyampat

orang

v

melempar

salaja [sɘlajǝ] n sebelah

untuk menjatuhkan (buah dsb)

salamet [s(ɘ)lamɘt] v selamat

pat-sampadhân vi lempar-lemparan

v

asalamet

mengadakan

selamatan;

berkenduri nyalameddhi untuk,

yang

nyampat buwâna dhibi’ ‘melempar buah sendiri’ tamu yang terpaksa memakan

v

mengadakan

misalnya

selamatan

anggota

keluarga,

oleh-olehnya

sendiri

karena

oleh-oleh

tersebut menjadi suguhan tuan rumah

keberangkatan, perayaan dsb

sampay [sampai] sampayan n penjemuran

salameddhan n selamatan

sampèr [sampɛr] n kain panjang (biasanya

salang [salaŋ] adv saling

batik)

salebbâr [salɘbbǝr] n katok kolor

bagian di atas pinggang dan bagian bawah

salèkko [salɛkkɔ] a rikuh

langsung jatuh ke arah bawah

salèn [salɛn] v ganti

asampèr v memakai samper

yang

dipakai

dengan

dililitkan

asalèn v berganti (pakaian dsb)

ngobâ sampèr ghi’ jhâghââ, malè’ oca’

salènan v pakaian ganti

tadâ’ nemmo ‘mengubah kain panjang

nyalènè v 1 mengganti 2 membelikan

harus berdiri, membalik lidak tak ada yang

pakaian ganti dalam pertunangan

tahu’

salèp [salɛp] nyalèp v menyusul salèp

gampangnya

orang

untuk

berbohong

ghuntèng/tarjhâ’

‘selisipan

sampèr laju è sampayan ‘kain panjang

gunting/tendang’ pernikahan antara dua

menjadi butut di penjemuran’ pekerja

pasang

cakap

saudara,

misalnya

A

dan

B

saudara, C dan D saudara. A menikah

yang

tidak

berkembang

kedudukannya

dengan C, B dengan D, atau A dan D, B

sampeyan [sampɛyan] pron(T) Anda

dengan C

samporna [sampɔrna] a sempurna Mogha

saloka [sa.lɔ.ka] n peribahasa yang bersifat personifikasi,

misalnya

temon

amoso durian’ tada’

dhurin ‘timun melawan kerbhuy kaberraan tandu’ ‘tak ada kerbau keberatan tanduk’. samangkèn [sa.maŋ.kɛn] adv[T] sekarang

dhaddhi sampornana ka se nanggha’ sareng se nengghu. ‘semoga menjadi kesempurnaan

bagi

yang

menanggap

dengan yang menonton’ sanajjhân [sanajjhǝn] p meskipun sandar [sandǝr] v sandar

n

dar-sandar

sandaran:

dar-sandarra

hal-hal yang bersifat magis atau barang

korse ‘sandaran kursi’

barang klenik

nyandar v bersandar

asarat v 1 berobat 2 berusaha secara

sang [saŋ] a milikku: sang ana’ ‘anakku’

magis

sanga’ [saŋaʔ] num sembilan

misalanya dengan bantuan dukun atau

untuk

keberhasilan

sesuatu

a tanggap a sanggup

sarbhu [sarbhu] asarbhu v menggemburkan

nyangghubhi v menyanggupi

tanah pada tanaman palawija yang masih

sangghâp

[saŋghǝp]

sangghup

[saŋghup]

barang-barang bertuah

sangsang [saŋsaŋ] nyangsang v tersangkut di atas pohon, atap dsb.

muda

dengan

mencangkul

seputar

akarnya

nyangsangaghi v menyangkutkan

sarè [sarɛ] cari

santap [santap] nyantap v menempeleng

nyarè vt mencari: Lakona rèng majâng

santre [santrɛ] n santri

nyarè jhuko’ sabbhân arè. ‘pekerjaan

nyantre vi menjadi santri

nelayan mencari ikan setiap hari

pasantren n asrama tempat santri belajar sape [sa.pɛ] n sapi

rè-sarèan v mencari-cari sarè’at [sarɛat] n syariat

kerrabhan sape n karapan sapi

sareng [sarɘŋ] prep(T) dengan

sapeda [sɘpɛda] n sepeda

asareng vi bersama

asapedaan v bersepeda

sarok [sarɔk] tasarok v tertusuk duri kecil

sapo [sapɔ] n sapu

dan potongannya tertinggal dalam daging

asapoan v menyapu

sarong [sarɔŋ] n sarung

po-sapo n alat menyapu; sapu

asarong(an) v bersarung

po-sapo èsèmpay ‘sapu diikat’ peribahasa

sasat [sasat] p seperti

untuk

satiya [sɘtiya] adv sekarang

mengumpamakan

sebuah

kesetiakawanan atau persatuan

satos [satɔs] num seratus

po-sapo pegghâ’ sèmpayya ‘sapu lidi

Satto [sattɔ] n Sabto

lepas ikatannya’ anak yang bercerai-berai

sattoan n diadakan atau terjadi setiap hari

karena perpisahan / perceraian kedua

Sabtu: pasar sattoan ‘pasar yang ada

orang tuanya

setiap hati Sabtu’

sapo’ [sapɔʔ] n selimut asapo’ v berselimut nyapoe v menyelimuti sapolo [sɘpɔlɔ] num sepuluh sapora [sɘpɔra] n maaf

sè [sɛ] p yang sebbhit [sɘb.bhit] sobek asebbhit v tersobek nyebbhit vt merobek; menyobek sebbhut [sɘbbhut] vi sebut

asapora v meminta maaf

nyebbhut vt menyebut

nyapora v memaafkan

sebbhudhân n sebutan

sarat [sarat] n 1 syarat Saraddhâ, bâ’eng

seda [sɛdǝ] pron (R) kamu

kodhu ghellem apasa lèma arè. ‘Syaratnya,

seְdha [sɛɖhǝ] v (T) meninggal dunia

kamu harus bersedia berpuasa selama

seher [sɛhɛr] n sihir

lima hari’ 2 berobat (biasanya pengobatan

nyeher v menyihir

alternatif) 3 pelindung atau kemampuan

sekep [sɛkɘp] n senjata yang dibawa untuk

terutama kesaktian yang diperoleh dari

menjaga kemungkinan terjadi perkelahian

asèkep/nyèkep v membawa senjata sèkep bingkèng bertolak pinggang

ditujukan

untuk

menyatakan

berartinya persaudaraan

sekkem [sɘkkɘm] n sekam

sengka [sɘŋka] a segan; sungkan

sekken [sɘkkɘn] a kuat; erat (ikatan, dsb.)

sengko’ [sɛŋkɔʔ] pron saya

masekken

tidak

v mempererat; memperkuat

Sennen

n

[sɘnnɛn]

hari

kedua

dalam

(ikatan, pertalian, hubungan, dsb)

penanggalan Madura.

panyekken n penguat (ikatan, pertalian,

sennenan n diadakan atau terjadi setiap

hubungan, dsb)

hari Senin: Pasar sennenan ‘pasar yang

sekkèn [sɘkkɛn] n senjata sejenis keris yang sekkol [sɘkkɔl] n lauk yang dibuat dari parutan

kelapa

tua

digoreng

dengan

bumbu

seppur [sɘppʊr] n kereta api sereng [sɛrɛŋ] n pertemuan lautan dan daratan; pantai pengghir sereng ‘tepi laut’

sèkot [sɛkɔt] nyèkot v 1 (jahit-menjahit) memotong pola 2 membentuk saat musuh tidak siap atau lengah nyèlèp v menyerang dari belakang saat

seset

akela

istnja’’membersihkan

sella’ [sɘllaʔ] a sesak karena berjejal

capung

tubuh

(mandi)

dengan sangat singkat. settep [sɘttep] n ketapel settong [sɛttɔŋ] n satu seyam [sɛyǝm] n puasa

la’-sella’è hanya bikin sesak sèllem [sɛllɘm] nyèllem v 1 menyelam 2

aseyam vi berpuasa Singke’ [siŋkɛʔ] n sebutan untuk orang Cina.

tenggelam sello’ [sɘllɔʔ] n cincin

Mara Singke’ kaelangan dhacen secara

asello’(an) v memakai cincin; bercincin [sɘmbhǝjǝŋ]

n sembahyang

nyembhajangaghi vt menyolati (jenasah) [sɘbhur]

v sembur

harfiah

berarti

kehilangan untuk

‘seperti

dacin’

yang

menggambarkan

sittong [sittoŋ] num satu

nyembhurraghi v menyemburkan

siyong [siyɔŋ] n taring

semmo [sɘmmɔ] adv agak

asiyong v bertaring

sèmpen [sɛmpɘn] nyèmpen v menyimpan,

siyongan n ikan lele

menabung

Slasa

sèmpennan n simpana; tabungan [sɘmpɔ]

nyempo

Cina

totok

dimaksudkan orang

yang

membuat keributan karena hal kecil.

nyembhur v menyembur

sempo

‘seperti

nyettep v mengetapel

musuh tidak siap atau lengah

sembhajang

seset [sɛsɛt/seset] n capung akadi’

sèlèp [sɛlɛp] v menyerang dari belakang

sembhur

diadakan tiap hari Senin’ seppat [sɘppat] n ikan sepat

tidak berlekuk dan lebih kecil

v

menyepuh

(perhiasan) sen [sɛn] n uang yang nilainya 1/100 rupiah atau mata uang lain sendu’ [sɘnduʔ] n senduk sayur

[slasa]

n

hari

ketiga

dalam

penanggalan Madura. so’on [sɔʔɔn] v 1 menjunjung barang di kepala 2 (T) memohon; meminta nyo’on v 1 menjunjung barang di kepala 2 memohon; meminta panyo’on n permohonan

ta’ abau sendu’ ta’ abau centong ‘tidak

soca [sɔca] n (T) mata.

berbau senduk tidak berbau centong’ yang

sodu [sɔdu] n sendok bubur dari sobekan daun pisang yang dibuat dengan melipat

kedua

ujung

dan

langsung

dibuang

Madura

dalam

sesudah dipakai

penghidupan,

nyodu v menyendok dengan sodu

jodoh

du-soduan

v

menyedok

gerak

tempat

pencarian

bermukim,

dan

songkèl [sɔŋkɛl] nyongkèl v menyelipkan

berkali-kali

dengan

senjata dibalik pakaian untuk berjaga-

sodu lebbi sodu korang tajhin ‘lebih

jaga, bersiap-siap, atau untuk pembelaan

sendok kurang bubur’ orang yang lebih

diri

banyak mengumbar janji daripada yang

ngal-mangngal nyongkèl kerrès, nangèng

ditepati

ètapok

sokkla [sɔkkla] a 1 (untuk tanaman) berbuah

ta’

alabân

‘bergagah-gagah

menyelipkan keris tetapi ditampar tidak

semua dengan sempurna 2 berkeagamaan

melawan’

sokklat [sɔk.klat] a warna coklat

berlagak

berani

sebenarnya

penakut

sokkor [sɔkkɔr] n syukur

songot [sɔŋɔt] n kumis

soko [sɔkɔ] n kaki

asongot/asongodhân v berkumis

nyoko v mengaki

songsang [sɔŋsaŋ] nyongsang v terbalik

nyoko ajâm ‘mengaki ayam’ meski terlihat

soprè [sɔprɛ] nyoprè v mencari; mengharap

buruk di luar, tetapi baik di dalam

Sora [sɔra] n bulan Muharram

solak [sɔlak] nyolak v memberi lebih banyak

soro [sɔrɔ] nyoro v menyuruh soso [sɔsɔ] n payudara

dengan maksud tidak suka atau tidak baik solap [sɔlap] a silau

nyoso vt menyusu; menetek

somajâ [sɔmajǝ] n janji yang ditentukan

nyosoè vt menyusui sosoan n hasil pekerjaan menyusui taretan

waktu dan atau tempat somor [sɔmɔr] n sumur somor ditimba’

èèssèè

sosoan,

ètèmbâ

meminta

‘sumur

sesuatu

diisi

saudara

susuan

atau

karena

menyusu pada satu orang

sedangkan

soson [sɔsɔn] susun

v

sesuatu tersebut sangat dibutuhkan oleh

asoson

orang yang diminta tersebut

‘bersusun tiga’

songai [sɔ.ŋai] n sungai

bersusun:

asoson

tello’

nyoson v menyusun sotra [sɔtra] n sutra

Songennep [sɔŋɘnnɘp] n kabupaten paling

asotraan v memakai pakaian dari sutra

timur pulau Madura; Sumenep. Songennep ta’ abingker ‘Sumenep tidak berbingkai’ tidak adanya batas bagi orang

T ta’ [taʔ] adv (MT) tidak

bâr-tabârrâ birâ sapakanְdhângan tadâ’ ta’

tabâng [tabǝŋ] v kejar

bâdâna

ghâtella

‘setawar-tawarnya

nabâng v 1 mengejar 2 mengejar perkara

tumbuhan birah sekandang pasti ada

hukum, misalnya dengan menyuap dsb.

gatalnya’ perdamaian dalam pertikaian

bâng-tabângan v kejar-kejaran

antar keluarga pasti menyisakan sakit hati

1tabâr

[tabǝr] a tawar

meski sekecil apapun 2tabâr

[tabǝr] v tawar

nabâr v menawar

tajhin

v

bâr-tabârân

saling

tawar;

tawar-

menawar

dimaksudkan

bubur

untuk

yang

menetralkan

pengaruh tidak baik bulan shafar. Bubur

tabbhu [tabbhu] v tabuh

ini terdiri atas dua bagian, bagian pertama

nabbhu v menabuh tabbhuk

sappar/mèra

[tabbhuk]

bubur merah manis (coklat gula Jawa)

n bunyi jatuh/gedebuk

tabbhughân adv berbunyi gedebuk

tepung

kenyal

yang

putih asin yang dimasak dengan santan

atabu’ v berperut suka

gumpalan

memanjang (disebut bai’ ‘isi’) dan bubur

tabu’ [tabuʔ] n perut bu’-tabu’ân

berisi

berisi bai’ yang bulat lebih besar dari bai’ meminta

makanan

bubur merah

terutama bagi seorang guru

tajhin somsom bubur tepung beras putih

tabu’ karèt ‘perut karet’ banyak makan

dikuahi kaldu sumsum sapi, gajih, dan

tadâ’ [tadǝʔ] v tidak ada

daging dibumbui merica, bawang putih,

matadâ’ v menghabiskan tadâ’

attas

bâbâna

‘tidak

pala, dan jahe. Bubur ini diberikan untuk ada

atas

pemulihan tenaga sapi setelah melahirkan,

bawahnya’ memperlakukan secara adil

membajak, atau sebelum dikerap. Pemilik

tadâ’ bâbâ èrèna ‘tidak ada bawah irinya’

sapi makan bubur ini jika ada sisa

memperlakukan secara adil

tajhin sora/peddhis bubur beras putih

taè [taɛ] n tahi; kotoran (manusia)

dengan cincangan opor daging sapi, pelas

ataè vi buang air besar

udang, dan cincangan kelapa muda yang

tae(na) jha’ bâdââ oto’na ècongkè’ polè

disediakan untuk merayakan 10 Muharram

‘andai saja tahinya ada kacangnya akan

ada juga yang disediakan untuk kematian

dicungkil lagi’ sangat pelit; kikir

Husain

èontalè malatè ngantep taè ‘dilambungi

Karbala

melati, melempar tahi’ ‘susu dibalas air tuba’

(cucu Nabi)

dalam

perang

di

tajhu [tajhu] najhu v membuat lubang di tanah dengan kayu lancip kurang lebih

tajhâ’ [tajhǝʔ] v tarik

seukuran tangan untuk ditanami jagung,

najhâ’ v menarik

kacang tanah dsb pada lahan kering

ètajhâ’ èèrèt ‘menarik menyeret’ sangat

jhu-tajhu n alat untuk najhu takbir [takbɪr] n lafadh bahasa arab ‘Allaahu

irit tajhem [tajhɘm] a tajam matajhem v menajamkan

Akbar’; takbir Takepe’ [takɛpɛʔ] n bulan kesebelas dalam

tajhem mara bellât ‘tajam seperti sembilu’

penanggalan Madura sebagai pengganti

sangat tajam

penyebutan bulan Hijriyah Dzul Qa’dah.

tajhi [tajhi] n susuh

Bulan ini disebut takepe’ ‘terjepit’ karena

èkennèng tajhina dhibi’ ‘terkena susuhnya

berada di antara dua bulan mulia Syawal

sendiri’ senjata makan tuan

dan Dzul Hijjah.

tajhin

[tajhin]

n bubur

taker [takɘr] v takar

tajhin sanapora bubur berwarna hijau,

naker v menakar

ditaburi gula merah, dan di beri santan.

ker-taker n alat untuk menakar

Bubur ini disediakan dalam selamatan perjalanan

naker

kakan

‘menakar

makan’

nambhai vt mengobati

menyeimbangkan antara pendapatan dan

tambhâ

belanja

pencuci mulut

amès

‘obat

takèr [takɛr] n takir, pincuk

tambhâna

tako’ [takɔʔ] a takut

malu/kehilangan

amis’

makanan

matè

‘obat

malo harga

diri

mati’

nako’è v menakutkan

peribahasa yang menyatakan bahwa harga

ko’-nako’è v menakut-nakuti

diri

ko’-matako’ v 1 menakut-takuti 2 pura-

menebus rasa malu mati dengan carok itu

pura takut

adalah

segalanya

sehingga

untuk

lebih baik

tako’ ka matana oreng ‘takut pada mata

tambu’ [tambuʔ] nambu’ v melempar

orang lain’ tidak berani tampil di depan

bu’-tambu’ân v lempar-lemparan tambur [tambur] n genderang

umum. talè [talɛ] n tali

tamone [tɘmɔnɛ] n ari-ari

atalè v bertali; terikat

tampar [tampar] n tali; tambang; tampar

lè-talè n pengikat perjodohan seperti

tampar bi’ talena, lamon entar bi’ molena

cincin, kalung, dsb

ungkapan yang menyatakan bahwa sekali

nalèè v mengikat

berbuat harus sampai tuntas

mara talèna salebbâr ‘seperti tali katok

tana [tana] n tanah

kolor – panjang pendeknya tidak jelas’

tana’ [tanaʔ] v tanak atana’ v memasak nasi

orang yang perkataannya berubah-ubah nalèè tabu’ ‘mengikat perut’ menahan

tanang [tanaŋ] n tangan

lapar

atanang v bertangan

talè kangkang ‘tali kekang’

ta’ tao ajhungjhung tanang ‘tidak tahu

lanjhângnga talè ta’ kèra nyapo’ ka colo’

menyembah’ tidak tahu tata krama

‘sepanjang-panjangnya mengejar

mulut’

tali

berita

tidak

akan

sensasional

tandâ’ [tandəʔ] n tandak (penari) tanְdha [tanɖhǝ] n tanda

biasanya merebak dengan cepat

nanְdhae v menandai

talè kangkang talè tèmbâ, karèna èkakan

tane [tanɛ] n tani

pas èkèbâ ‘tali kekang tali timba, sisa

atane v bertani

dimakan

se atanè atana’ ‘yang bertani menanak’

membawa

terus

dibawa’

pulang

sisa

tamu

yang

suguhan.

Ini

merupakan satu hal yang memalukan. talekkèn [tɘlɘkkɛn] n mengajari orang mati menjawab

pertanyaan

malaikat

kubur setelah mayat dikubur; talkin

dalam

yang

berusaha

akan

memetik

hasil

usahanya tanen [tanɘn] n perangkap hewan taneyan [tanɛyan] n halaman taneyan

lanjhang

pola

pemukiman

tales [talɘs] n talas; keladi

keluarga yang memanjang dari barat ke

tamba [tamba] namba v menambah

timur. Komposisinya terdiri atas paling

atamba v bertambah

barat

nambaè v menambahi

wudhu’ berupa sumur dan kamar mandi

ba-tamba n tambahan

sebelah

timur

rumah

orang

tambhâ

[tambhǝ]

n obat

atambhâ vi berobat

sebuah

perempuan.

Di

langgar

dengan

memanjang tua depan

dan

tempat

berurutan anak-anak

masing

rumah

terdapat dapur dengan kandang ternak di belakangnya.

tappor [tappɔr] v memukul dengan benda keras untuk menghancurkan, membelah,

tang [taŋ] a milikku: tang buku ‘buku

dsb nappor v memukul dengan benda keras

milikku’ tanges [ta.ŋɛs] n tangis

etappor kelap idm disambar petir

nanges vi menangis

tarabhâs [tarabhǝs] narabhâs v menerabas

atangesan vi bertangisan

tarang

tangghâ’

[taŋghǝʔ]

v nanggha’ v menanggap

(hiburan)

[taraŋ]

patarangan

[ptaraŋan]

unggas

(biasanya

sarang/tempat

peliharaan) mengerami telur.

tangghâ’ jhâ’ opaè ‘biarkan manggung

tarata [tɘrata] n ayam hutan

tapi jangan diberi upah’ anjuran untuk

tareddhep [ta.rɘd.dhɘp] vi tertidur

mengabaikan kabar yang belum tentu

tarètan [tarɛtan] n saudara

benar

tarnyang [tarñaŋ] atarnyang v membantah [tɘŋghiliŋ]

tangghiling

n trenggiling

dengan

tanto [tantɔ] a tentu; pasti

tasbhi [tasbhi] n tasbih; rosario

tao [taɔ] v (R) 1 tahu: Sengko’ ta’ tao lamon

kodhu ka romana. Saya tidak tahu kalau harus ke rumahnya. 2 pernah: Samot lakar penter, tape ta’ tao abhajang ‘Samot pintar,

tetapi

tidak

pernah

sembahyang.’

v

o-matao

perkataan

orang yang dibantah

nantoaghi v menentukan

memang

mengulang-ulang

tasè’ [tasɛʔ] n laut taskatès [taskatɛs] adv ceplas-ceplos dalam berbicara tasmak [tasmak] n kaca mata atasmaghân v memakai kaca mata; berkaca mata

bersikap

atau

bertindak

tataèn/tatayyèn [tataɛn/tatayyɛn] a berkarat tebbhâs [tɘbbhəs] nebbhâs v pembelian

seolah-olah tahu; sok tahu tao dhughâ kèra ‘tahu duga kira’ tahu

seluruh hasil panen sebelum dipetik dari

mengukur diri

pohonnya. Dalam hal ini pembeli yang

tao nyekot ta’ tao ajhai’ ‘bisa memotong

memetik atau memanen

pola tidak bisa menjahit’ bisa menasihati tetapi tidak bisa melaksanakan nasihatnya tapa’ [tapaʔ] n tapak ‘tapak burung gagak’ yang dilambangkan simpang

empat.

Hal

ini

berhubungan hal-hal yang berbau klenik dan mistis tapok

[tapɔk]

napok

vt

menempeleng;

menampar napok

tèddhâ’ [tɛddhǝʔ] v injak nèddhâ’ v menginjak: Nèddhâ’ teppong ta’

alampat. ‘menginjak tepung tak berbekas’ tegghu’ [nɘgghuʔ] negghu’ v memegang ghu’-negghu’ v memegang sesuatu ghu’-tegghu’an v saling berpegangan (tangan)

ngènjhâm

tanang

‘menampar/menempeleng

meminjam

tangan’

tebbhâs tebbhu [tɘbbhu] n tebu

tapa’ dangdang secara harfiah berarti kepada

tebbhasan n system pembelian dengan cara

sama

sembunyi tangan’

dengan

‘lempar

batu

tekkor [tɘkkɔr] n tekor tèkos [tɛkɔs] n tikus tèkos katon bunto’na ‘tikus kelihatan ekornya’

hukuman

hanya

diberikan

kepada orang yang wajib menanggungnya

tellasân [tɘllasǝn] n hari raya

ta’

nemmo

bujâ

è

batton

‘tidak

Tellasân Ajjhi Hari Raya Idul Adha

menemukan garam di pinggir balai-balai’

Tellasân Aghung hari raya Idul Fitri

selalu salah

Tellasân Pètra hari raya Idul Fitri

ta’ nemmo èra ‘tidak bisa bergerak’; selalu

Tellasân Rèrajâ/Rèyajâ [rɛrajǝ/rɛyajǝ] hari

salah tèmon [tɛmɔn] n mentimun

raya Idul Adha Tellasân Topa’ [tɔpaʔ] n lebaran ketupat,

mara

yaitu hari ketujuh setelah idul fitri atau

mentimun

tanggal

mengibaratkan lawan yang tidak seimbang

delapan

dianalogikan

Syawal.

dengan

Idul

Lebaran Fitri,

ini yaitu

merayakan puasa enam hari pada bulan Syawal

tèmon

amoso

dhurin

‘seperti

melawan

durian’

atau sebanding tèmor [tɛ.mɔr] n timur ngatemor agak ke timur

tello’ [tɘllɔʔ] n tiga

tenְdhak [tɛnɖhǝk] n langkah

tellor [tɘllɔr] n telur

satenְdhak

sapeccak

atellor v bertelur

‘selangkah

sekaki’

lor-telloran n telur-teluran; telur mainan

sepupu sekaki adalah saudara kandung

nyabâ’ tellor è bâtton ‘menaruh telur di

yang artinya saudara dan bukan sama-

pinggir balai-balai’ melakukan pekerjaan

sama jauh, sama-sama dekat

sia-sia yang hanya merugikan diri sendiri

harfiahnya

selangkah

adalah

tengel [tɛŋɘl] a tuli

tèma [tɛma] n timah

matengel

tèmbâ [tɛmbǝ] n timba

mendengar

nèmbâ v menimba

arti

v

acuh,

pura-pura

tidak

ngel-matengel v pura-pura tuli

tèmbhâng [tɛmbhǝŋ] 1 v timbang 2 p

tèngel montengnga ‘tuli tulang ekornya’

(ètèmbhâng) daripada

tidak mau mendengar nasihat dan selalu

atèmbhâng v menimbang berat badan

melawan tèngghu [tɛŋghu] vi tonton

sendiri nèmbhâng v menimbang

nèngghu vt menonton: Moghâ dhâddhi

tèmbhângan n timbangan Tadâ’ tèmbângan berrâ’ salajâ ‘tidak ada

sampornana ka sè nangghâ’ sareng sè nèngghu. ‘semoga menjadi kesempurna-

timbangan berat sebelah’ keadilan harus

an bagi yang menanggap dengan yang

menempatkan semua orang dalam posisi

menonton’

seimbang

merupakan

ghun-tengghun n tontonan

pentingnya

rasa

keadilan

implementasi bagi

orang

Madura tembus [tɘm.bus] a tembus nembusi vt memastikan temmo [tɘmmɔ] atemmo v bertemu

tèngka [tɛŋka] n tingkah atèngka v bertingkah aka-tengka v banyak tingkah tèngka’ [tɛŋkaʔ] n langkah atèngka’ v melangkah

nemmo v menemukan

tengnga [tɘŋŋa] n tengah

patemmon n pasar yang adanya dua hari

tèngngep

sekali

[tɛŋŋɘp]

telungkup

mon-temmon v berjanji untuk bertemu

tennar [tɘnnar] a retak

disuatu tempat dan waktu tertentu

tèpès [tɛpɛs] a tipis

nèngngep

v

(ter)-

matèpès v menipiskan

dilakukan saat nyaba’ oca’ berupa topa’

pès-tèpès v tipis-tipis

toju’)

teppong [tɘppɔŋ] n tepung

tokang [tɔkaŋ] n tukang

teppong bi’ ghuddhuna, apolong padâ buddhuna

‘tepung

bergabung

sama

dengan

rusaknya’

kuenya, bergabung

tokar [tɔkar] n pertengkaran; perkelahian atokar v bertengkar; berkelahi atokaran v saling bertengkar satu sama

Jhâ’

atokar

sakancaan.

sama-sama rusaknya. Ket. Peribahasa ini

lain:

berasal dari pantun pendek.

teman jangan saling bertengkar.’

‘Sesama

tèra’ [tɛraʔ] a terang

nokare v mengajak berkelahi/bertengkar

terro [tɘrrɔ] v ingin

kar-tokaran v kelahi-kelahian; permainan

tètè [tɛtɛ] n titi

perkelahian antar anak laki-laki sin lat-

nètè v meniti

siladhân ‘silat-silatan’

sasat nètè obu’ salembâr ‘seperti meniti

tokol [tɔkɔl] 1 v pukul 2 n palu

rambut selembar’ 1 melakukan pekerjaan

nokol v memukul

sia-sia yang hanya menyebabkan celaka

kol-tokol n alat untuk memukul; pemukul

sendiri 2 selalu salah dan menerima

kol-tokolan v saling pukul toktok n lomba adu binatang kepala dengan

hukuman to’ot [tɔʔɔt] n lutut

kepala

no’ot v memukul atau menyerang dengan lutut

atoktok v mengadu kepala tolak [tɔlak] nolak vt menolak

leng-ngaleng ka to’ot ‘bersembunyi di

tolak

balik lutut’ rahasia yang terkuak karena

keperluan singkat tanpa berhenti setelah

pertanyaan yang menelisik

menyelesaikan pekerjaan tersebut

to’-oto’ v sejenis arisan yang digunakan

(bâli)

ngangkès

bhubuwan

‘mengangkis

pernah

dibayarkannya

pada anggota-anggota remo

balik

untuk

satu

tolang [tɔlaŋ] n tulang

oleh blater untuk menarik dana dari yang

bolak

tolang

acalathaghân

tulang

berserakan’

membantu atau menunjang kebutuhan

tobi’ [tɔbiʔ] nobi’ v mencubit

keluarga,

bi’-tobi’an v cubit-cubitan

kerabat,

atau

orang

lain

sehingga mendekatkan hubungan

todus [tɔdus] a malu

tomang [tɔmaŋ] n tungku

toghu [tɔghu] tunggu

tombhâk [tɔmbhǝk] n tombak

atoghu vi menunggui

nombhâk v menombak

noghui vt menunggui

ètombhâk

patoghu n penunggu (mistis)

pembunuhan

toju’ [tɔjuʔ] v duduk

èosong

‘ditombak

diusung’

anggota

keluarga

oleh

sendiri

ju’-toju’ v duduk-duduk

tompa’ [tɔmpaʔ] v naik

katoju’ân n tempat duduk

nompa’ v menaiki

matoju’ v mendudukkan

tompeng [tɔmpɘŋ] n tumpeng

ngatojui v menduduki (tempat duduk)

Muwâng

matoju’

tandha

memberikan

‘membuang

lamaran

berupa

oleh-oleh

tanda

(biasanya

tompeng, tumpeng,

nabâng

butèr

mengejar

butir

nasi’ karena serakah mengejar yang kecil

sedang yang besar yang dimiliki hilang karenanya

nongkol v sudah bertongkol jhâ’ kolnongkol jangan lalai, lebih baik hati-hati

tona [tɔna] a rugi

tongo [tongo] v kutu yang sangat kecil

tond̩hing [tɔnɖhiŋ] n tonding

berwarna merah pada kulit ayam, lepitan

tonding [tɔndiŋ] n bagian punggung pisau

kulit manusia, dsb; tungu; tungau; tengu

yang tidak tajam

tongtong [tɔŋtɔŋ] n kentongan

nonding v memukul dengan punggung

tonjhâng [tɔñjhǝŋ] nonjhâng v menopang

pisau

(menahan

tondu’ [tɔnduʔ] nondu’ v menunduk

penyebutan

bulan

pengganti

hijriyah

Syawwal.

Tongare berarti tujuh hari yaitu hari raya yang

diperingati

hari

supaya

tidak

roboh

(condong dsb.)

Tongare [tɔngarɛ] n bulan kesepuluh dalam penaggalan Madura sebagai

dsb.)

ketujuh

tono

[tɔnɔ]

nono

v

memasak

dengan

membakar katonon v terbakar topa’ [topaʔ] n ketupat

Syawal

topa’ toju’ sejenis ketupat yang alasnya

setelah puasa enam hari pada bulan

berbentuk segi enam dengan atas runcing

tersebut.

seperti kerucut

tongga’ [tɔŋgǝʔ] n tonggak

nyarè topa’, kaèlangan teppang ‘mencari

tonggha’an [tɔŋghǝʔǝn] n batang bambu

ketupat,

bagian bawah yang berbuku pendek dan

karena

paling keras

sedang yang besar yang dimiliki hilang

tonggha’ ngalang ka dunynya ‘tonggak

karenanya

kehilangan serakah

mengejar

melintang di muka bumi’ masalah yang

topèng [tɔpɛŋ] n topeng

samar-samar tiba-tiba muncul kepada

tore [tɔrɛ] mari

umum

toro’ [tɔrɔʔ] v ikut

tongka’ [tɔŋ.kaʔ] n tumit

sewadah

sesajian’

yang

kecil

atoro’ v patuh; taat

nongka’ vi melakukan dengan tumit

noro’ v ikut

tada’ tongka’ tada’ dai peribahasa yang

noro’è v mengikuti dari belakang

arti asalnya adalah tak peduli tumit, tak

noro’ bunte’ ‘ikut di belakang’ mengikuti

peduli dahi yang dimaksudkan untuk tidak

orang yang lebih tahu (kadang-kadang

membeda-bedakan tinggi-rendah jabatan

tanpa alasan) toron [tɔrɔn] v 1 turun Dari Sorbhaja, ali

seseorang. bada e tongka’ bada e dai ‘ada di tungkai ada di dahi’ segala sesuatu ada tempatnya sesuai kodrat

toron e Tangkel. ‘dari Surabaya, ali turun di Tangkel’ 2 mudik dari Jawa Hasan bhuru toron dari Sorbhaja. ‘hasan baru

tongkeng [tɔŋkɛŋ] n pantat

mudik dari surabaya’

tongko’ [tɔŋkɔʔ] nongko’ vi 1 bertengger 2

toronan n keturunan toron tana selamatan

bertumpu; berpijak

untuk anak yang baru pertama menginjak

ko’-nongko’ v bertengger

tanah sejak dilahirkan

ko’-tongko’

n

tempat/sesuatu

untuk

norodhi/norote v menuruti kehendak

berpijak, bertumpu tongkol

[tɔŋkɔl]

tongkol pisang

n calon

torot [tɔrɔt] biar

buah

pisang;

towa [tɔwa] a tua

wa-matowa v bersikap atau bertindak

seolah-olah sudah tua

U uwan [uwan] nguwan v menggembala

W wâng-ghuwâng [wǝŋghuwǝŋ] n kumbang

tahi’ memperebutkan sesuatu yang tidak

wangwung/tahi

berharga karena terpengaruh ketamakan wè-rowè [wɛrɔwɛ] n tonggeret

mara wâng-ghuwâng nemmo taè ‘seperti kumbang

wangwung/tahi

menemukan

Z Zabur [zǝbur] n kitab Zabur zakat [sǝkat] n zakat

zamzam [sǝmsǝm] n air zamzam

DAFTAR PUSTAKA Ashadi, Moh. Makhfud. 1992. Kosa Kata Basa Madura. Sumenep: Tanpa Nama Penerbit Bastari dan Yoesi Ika Fiandarti. 2009. Kosa Kata Bahasa Madura Lengkap. Surabaya: Karya Simpati Mandiri Chaer, Abdul. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta Iyubenu, Edi A.H. 2003. Ojung. Yogyakarta: LKiS Jonge, Huub de. 1989. Madura dalam Empat Zaman: Pedagang, Perkembangan Ekonomi, dan

Islam Suatu Studi Antropologi Ekonomi. Jakarta: KITLV, LIPI, Gramedia Moeliono, M. Anton. 1997. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Muslich, Masnur. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia: Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa

Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara Rifai, Mien Ahmad. 2007. Manusia Madura: Pembawaan, Perilaku, Etos Kerja, Penampilan, dan Pandangan Hidupnya seperti Dicitrakan Peribahasanya. Yogyakarta: Pilar Media Sudikan, Setya Yuwana [et.al]. 1993. Nilai Budaya dalam Sastra Nusantara di Madura. Jakarta: Pusat

Pembinaan

dan

Pengembangan

Bahasa

Departemen

Pendidikan

dan

Kebudayaan Tim Penyusun Kamus Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1999. Kamus Besar Bahasa

Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

A a- [a] prefiks yang jika dihubungkan dengan bentuk dasar menjadi kata kerja misalnya

tokar ‘perkelahian; pertengkaran’ menjadi atokar ‘berkelahi’ -a [a] suffiks yang berarti akan atau hendak,

abân [abɐn] adv siang (antara pukul 10.00 – 13.00) bân-abân adv waktu siang 1abâng

ngabângv

[abɐŋ]

terbang,

mengangkasa

misalnya atokarra menjadi ‘hendak atau

ngabângaghi v menerbangkan

akan berkelahi’

pangabângnga n cara terbangnya

aba [aba] {Ar.} n 1 bapak; 2 panggilan untuk orang

yang

lebih

tua

yang

sudah

melaksanakan ibadah haji

bâng-abângn angkasa; langit; awing-awang 2abâng

[abɐŋ] ebang-abangev ditakut-takuti

3abâng

abâ [abɐ] i seruan keheranan, kekaguman seperti aduh, ko’?, dsb.

[abɐŋ]

abangannav

kelihatannya,

tampaknya, sepertinya abâr [abɐr] bâr-abâr hawar; awar-awar; nama

abâ’ [abɐʔ] n 1 diri abâ’eng‘dirinya’ 2 badan

lo’ nyaman abâ’‘tidak enak badan’

pohon yang getahnya menyebabkan gatal bila terkena kulit; Fiscus septica abâs [abɐs] v pandang

saabâ’ sebadan bâ’-abâ’ân 1sendiri 2 diriku sendiri

ngabâsvt

bâ’-saabâ’ hanya sendiri

mengagumi dsb) Tadâ’ orèng ngabâs arè sè

abâ’ dhibi’ diri sendiri

ta’ solap. ‘tak ada orang yang memandang

abâ’ dhiri’ aba’ dhibi’ abâ’

sampayan

kamondurân

selalu

senang

di

(dengan

maksud

matahari tanpa silau’

‘diri/badan

penjemuran’

‘badan/diri mana

ngabâssâv hendak melihat pangabas(sa)n cara memandang

kelihatan pantas memakai apa saja abâ’

memandang

bunglon’

pun;

mudah

pangabâsânn penglihatan abây

[abɐi]

tandan

pisang

(ttg.

tangkai

pada

buah-buahan

yang

menyesuaikan diri

panjang

abâ’ kèsa cèţak gherrângdikatakan kepada

bertumpukan)

orang yang sangat miskin

ngabây v memotong tandan pisang

sakè’ pas èlang badan segar kekuatan

n bau mulut abbhâna baceng‘bau mulutnya busuk/tidak enak’

kembali

wang-lowangè/ngalowangè abbhâ ‘hanya

abâ’ seggher kakowadhân abâli polè, rassa lagi,

kemudian

rasa

sakit

menghilang

abbhâ

[abbhɐ]

menghabiskan bau mulut saja’ nasehat

abâ’na [abɐʔna] pron [R] kamu

yang percuma karena tidak digubris

aba’en [abɐʔən] pron [R] kamu

mowang abbhâ bâceng ‘membuang bau

aba’eng [abɐʔəŋ] pron [R] kamu bilâ abâ’eng

mulut yang busuk’ mempengaruhi orang

sè amaèna ka roma? ‘kapan kamu main ke rumah’ [abɐk] a agak; sedikit abâk sakè’

‘agak/sedikit sakit’ bâk-abâk

sedikit

abbhâng

sesuatu

yang

meng-

agak

bâk-abâk

sakè’

[abɐk] bâk-abâkv membasahi badan

sebelah atas (ttg. Mandi setengah badan)

bhâng-ngabhângèv

[abbhɐŋ]

menakut-nakuti abbheng

‘sedikit agak sakit’ 2abâk

melakukan

untungkan bagi diri sendiri

abad [a.bad] n abad (masa seratus tahun) 1abâk

lain

[abbhəŋ]

ngabbhengngè

v

menghalangi kaabbhengngan

v

terhalang

(ttg.

perempuan yang meninggal karena bayi tidak bias keluar)

Halaman 1 dari 97

abbher [abbhər]ngabbherv1 terbang (dengan kepakan sayap atau tenaga dorong mesin)

Lamon mano’ ngabbher, jhuko’ alangngoy. ‘jika burung terbang, ikan berenang’ 2 melayang Lajangnga samot la ngabbher e

langnge’. ‘layang-layang samot melayang di

1abhu

intj

[abhu]

keheranan, dsb)Abhu! Ma’ bariya? ‘aduh, kok begitu?’ 2abhu [abhu] a agak keropos karena dimakan usia abit [abit] a lama maabitv memperlama

mangabbherv menerbangkan

abidhâna lebih lama

menerbangkan

untuk

orang lain

bit-abitadvlama-lama bit-maabit berpura-pura lama

pangabbherrân cara terbangnya

abu [abu] n abu

bher-ngabbherv beterbangan ngabbherrâ

(ungkapan

keterkejutan,

langit’ mangabbherraghiv

aduh

ta’

tèngghi,

abu tomang v abu sisa pembakaran tungku akoro’a

ta’

acan [acan] n terasi

dâlem‘mau terbang ta’ tinggi, menggali pun

acar [acar] n acar

tak dalam’ tidak memiliki kekuasaan sama

accem [accǝm] n (buah atau pohon) asam

sekali

accèn [accɛn] a asin

abbhlâk

ngabbhlâkv

[abbhlɐk]

membuka

pintu lebar-lebar

acum [acum] v menyusun dari bawah ke atas

abbhrâ [abbhrɐ] a kelihatan kelihatan jelas tajam/mencolok Mon ngangghuy kalambhi abârna mèra èkatèla’ abbhrâ.

dan

Kalau

memakai

baju

berwarna

merah

kelihatan mencolok. abbhreng

[abbhrəŋ]

cèn-accènn ikan asin ngacum v menyusun dari bawah ke atas adâ’ [adɐʔ] adv depan adâ’ [adɐʔ] v tidak ada; tiada tadâ’ maadâ’v menghabiskan ad̩dh ̩ âng [adɖhɐŋ] v hadang

n brem; sejenis makanan

ngad̟d̟hâng v menghadang

yang terbuat dari tepung dan sari tapai

pangadd̩hângn

a berat (sukar, susah, payah, muskil, sulit)cè’ abbhuddhâ ‘berat

menyusul nelayan pencari ikan ketengah

sekali’

d̟hâng-ad̟d̟hâng

1abbhut

2abbhut

[abbhut]

[abbhut]

ngabbhuddhi

v

me-

minjamkan abbo [abbo] p aduh; wah (kata seru sebagai

nelayan

pembeli

laut untuk membeli hasil tangkapan

n

penghadang;

ad̩dh ̩ ep [adɖhǝp] v menghadap ke d̩hep-ad̩dhebbhanv saling berhadapan ngadd̩hepv menghadap

bo-abbo wah wah wah

ngad̩dheppaghiv menghadapkan

bawahan)

ngadd̩hebbhiv menghadapi addhu [addhu] v adu

abdhinapron [T] saya

addhuânn aduan

abdhi dhâlempron [T] saya

dhu-ngaddhuv mengadu domba

abek [abək]a sejuk (segar)

tirai

pembatas

ungkapan keheranan) abdhi [abdhi] n abdi, sahaya (pelayan, orang

yang

ngaddhuv mengadu

bek-abek adv amat sejuk

addhu adâ’idm adu muka

bek-ngabek v menyejukkan diri

dhu-addhu bâlâkang‘adu punggung’ saling

abhâng [abhɐŋ] a merah Kaka’ lèbur d̩â’

mano’ sè abulu abhâng. ‘kakak senang pada burung yang berbulu merah’

bermusuhan addhu terrang‘adu terang’ saling jujur adhât [adhɐt] n adat; kebiasaan ngadhâdhi

v

melakukan

atau

memperlakukan sesuai adat yang berlaku

Halaman 2 dari 97

adhân [adhɐn] n,v 1 azan

ajâm tokong mènta monteng perib ‘ayam

ngadhânè v mengadzani

kutung minta tulang ekor’ menginginkan

aèng [aɛŋ] n air

sesuatu yang tidak mungkin

kaaènganv terkna air

Mon

ngaèngèvt mengairi

jhâghungperib‘selama

aèng mata air mata

pada jagung’ sifat alami manusia, yaitu

Aèng

ècello’perib‘air

èpaghili

dialirkan

masih

ajâm

bisa

ghi’

endâ’

ayam

dipengaruhi

ka

masih

suka

godaan

harta,

diciduk’ meminta sesuatu sedangkan yang

kedudukan, dan wanita

diminta tersebut sangat dibutuhkan oleh

wa-towa ajâm perumpamaan yang secara

orang yang diminta tersebut

harfiah ‘tuanya seperti

Aèng èpeddhâng ta’ apèsaperib ‘air ditetak

perumpamaan pada orang yang semakin

pedang tidak terpisah’ hubungan keluarga yang sangat erat sehingga tidak terganggu Aèng

sondhâng

nand̩hâaghi

dâlemma

mengalir

balik

lèmbungperib‘air menandakan

dalamnya

lubuk’

orang

dijadikan

tua semakin cantik/tampan ajhâk [ajhɐk] ngajhâkv mengajak jhâk-ajhâkn

dengan masalah dari luar

ayam’

undangan

untuk

dalam membangun rumah, hajatan dsb. pangajhâk n ajakan ajhâr [ajhɐr] v belajar

berilmu tidak banyak bicara Mara aèng è daunna talesperib‘ibarat air di

jhâr-ajhârân v mengulang pelajaran

daun

ngajhârv mengajar

keladi’

orang

yang

saling

membantu kebutuhan tetangga, misalnya

tidak

bisa

dinasehati

ngajhârèv mengajari

Mara aèng ebâdd̩hâi kèrèngperib‘seperti air

pangajhârânn pelajaran; pengajaran

diwadahi keranjang ikan’ harta yang cepat

ngajhârè

habis

bebek berenang’ melakukan pekerjaan yang

aghung

[aghuŋ]

a agung; amat besar

penanggalan Madura yang mengadopsi dari penanggalan Hijriyah diadakan

misalnya

pasar

alangngoy

1ajhi

[ajhi] n harga awal yang dipatok penjual

untuk kemudian ditawar oleh pembeli ngajhii v memberi harga awal untuk ditawar

setiap

hari

Ahad,

ahadhan‘pasar

yang

2ajhi

[ajhi] ngajhi v mengaji

pangajhiyânn pengajian ajjhi [ajjhi] n haji

diadakan setiap hari Ahad’ ahli [ahli] n ahli

akal [akal] n akal

li-maahliv sok ahli

kal-ngakalèv menipu

ajâm [ajɐm] n ayam

akal

bukongidm‘akal

jâm-ngajâmèv memanas-manasi

mengumpulkan

ajâm katè ta’ kala kalèțtègghâperib‘ayam

sehingga menjadi banyak

katai tidak

‘mengajari

sia-sia; menggarami air laut

ahad [ahat] n nama hari pertama dalam

ahadhân

bhibhik

kalah gemerusuknya’

untuk

kebenaran orang kecil akan memberikan perlawanan yang sama dengan orang besar ajam mènta sasengngètperib‘ayam meminta rempah-rempah’ melakukan sesuatu yang

burung

betet’

demi

sedikit

sedikit

akanta [akanʈa] p seperti Akhèrat [ahɛrat] n alam setelah mati yang menurut kepercayaan tempat pembalasan perbuatan selama hidup di dunia; akhirat ako [akɔ] v aku

mengundang bahaya

ngakov mengaku

Ajâm mon ngakana ghi’ ngarkar kaadâ’

ko-ngakov mengaku-ngaku

peribahasa yang senada dengan ‘ibarat

pangakoann pengakuan

ayam, tiada mengais tiada makan’

alang [alaŋ] v halang

Halaman 3 dari 97

ngalangv menghalangi jalan; melintang

ambhâ [ambhɐ] v lepas, masuk dan merusak

alas [alas] n hutan

lahan

alas rajâ hutan belantara ale’ [aleʔ] n alè’

dengan

memakan

tanaman

atau

(hewan

peliharaan)

alè’ [alɛʔ] n adik

ambhu [ambhu] v usah; perlu: lo’ ambhu

le-alè’ân v memanggil dengan sebutan alè’ alèm [alɛm] a 1 pandai 2 alim; tidak banyak

tidak usah ambu [ambu] v berhenti maambu v menghentikan

tingkah lèm-maalèmv

bersikap

atau

bertindak

seolah-olah alim

paambuwân

n

tempat

berhenti;

pemberhentian

alèng [alɛŋ] bd ngalèngv1

tanaman

menginjak-injak

bu-ambuwân 1 adv sering berhenti Pantes tidak

mau

mengaku

2

lo’ dhik dâpa’, bu-ambuwân. “Pantaslah

berlindung dari pandangan, cahaya dsb.

tidak sampai-sampai, sering berhenti.” 2 n

ngalèngè v menutupi supaya tidak terlihat

tempat berhentiGardu ghellâ’ sala sittong

lèng-alèng n pelindung atau penutup agar

bu-ambuwânna orèng sè lèbat. Gardu tadi

tidak terkena cahaya, terlihat, dsb

salah satu tempat berhentinya orang yang

alès [alɛs] n alis

lewat.

alip [alip] n huruf pertama tulisan Arab

maambuv menghentikan

lip-alibhân n berkenaan dengan alif atau

amèt [amɛt] v pamit

huruf hijaiyah yang maksudnya pelajaran

amok [ŋamɔk] ngamokv mengamuk

membaca

ajhâr

al-Quran:

lip-alibhân

‘belajar membaca huruf Arab—untuk belajar membaca al-Quran’ Tang ana’ lo’ ngalle polana ce’ mellèngnga. ‘Anak saya tidak naik kelas karena sangat nakal.’

abu-abu dengan ukuran sedikit lebih besar dari ibu jari tangan. ampas

[ampas]

n

ampas,

sisa

perasan

(kelapa, jeruk, dsb) ngalokaghi v

memuji

dan

ngampel v memeluk pel-ampellan v saling peluk; berpelukan

mengunggulkan lok-alokn

kumbang yang

ampel [ampəl] v peluk

allèyan n kenaikan kelas [alɔk]

ampal [ampal] n sejenis

keluar malam hari, berwarna putih atau

allè [allɛ] ngallè v 1 memindah 2 naik kelas

alok

pangamog(gha)adv cara mengamuknya

acara

perlombaan

mem-

perkenalkan sapi pada lomba kecantikan sapi betina alos [alɔs] a halus maalos v menghaluskan

ampon

adv(T)

[ampɔn]

sudah:ampon

lastare‘sudah selesai’ saamponnap setelah ana’ [anaʔ] n anak nganaèv menghasilkan

anak

(dalam

alpo’ [alpɔʔ] a sudah tua (untuk benda)

pernikahan); tidak mandul

ambâ’ [ambɐʔ] 1 jemput 2 hadang

ana’ malang sara ‘anak sangat malang’

ba’-ambâ’ n sejenis hantu yang menurut

anak yang tidak mendengar atau patuh

kepercayaan menghadang orang di jalan

pada perkataan orang tua

bâ’-ambâ’ânv menunggu lama

mon ana’ labu ka somor emma’ alonca’,

ngambâ’vt 1 menjemput 2 menghadang

mon

pangambâ’n

andhâperib‘kalau

nelayan

pembeli

yang

emma’



labu

anak

ana’

jatuh

ke

nyarè sumur

menyusul nelayan pencari ikan ketengah

orang tua melompat, kalau orang tua yang

laut untuk membeli hasil tangkapan

jatuh anak mencari tangga’ besar kasih sayang orang tua terhadap anaknya.

Halaman 4 dari 97

anca [añca] ngancav memancing kemarahan ca-ngancav

memancing-mancing

ke-

selalu

menganga

untuk

banyak

bicara angghuy [aŋghuy] v pakai

marahan

angghuyânn pakaian

anco’ [añcɔʔ] nganco’ v menyetubuhi co’-anco’v bersetubuh nganco’

guy-ngangghuyv memakai sesuatu

colo’‘menyetubuhi

mulut’

kangghuy p(dipakai) untuk

memotong pembicaraan orang yang lebih

ngangghuyv memakai

tua atau dituakan. Hal ini dianggap sangat

ngangghuy

tidak sopan

ngarè’idm‘memakai

ancor [añcɔr] a hancur [andhə]

èlmona ilmunya

n tangga

banyak anjhu [añjhu] nganjhuv menjaga dan merawat

andhellânn andalan

anak kecil atau bayi

dhel-andheln sering dijadikan andalan

angka’ [aŋkaʔ] ngangka’v mengangkat

ngandhellaghiv mengandalkan

angkès [aŋkɛs] v angkis

andi’ [andiʔ] vi punya Kaula andi’ bur-leburan punya

orang

sedikit dengan sabar akhirnya terkumpul

andhel [andhǝl] n andal

duwa.’‘saya

orèng

menyabit rumput’ mengumpulkan sedikit-

maancor v menghancurkan and̩hâ

bicara;

dua

hal

yang

ngangkèsv mengangkis angko [aŋkɔ] a angkuh

menyenangkan’

angko’ [aŋkɔʔ] ngangko’v mengangkut

ngaandi’v mengambil (milik orang) sebagai

angkreng [aŋkrəŋ] a gagah perkasa

milik sendiri

angos [aŋɔs] a hangus

andi’ jhâlu mandhi tajhem‘punya susuh bertuah tajam’ memiliki kemampuan bela

maangos v menghanguskan antem [antəm] v hantam ngantem v menghantam

diri andus [andus]ngandusv menyeruduk

antèng [antɛŋ] n anting

angèn [aŋɛn] n angin

antos [antɔs] ngantosv (T) menunggu

angen [aŋǝn] v angan

tos-antosân v menunggu-nunggu

ngen-angen v angan-angan ngen-ngangenv mempertimbangkan

anyar [añar] a baru nganyarèvt memperbarui

v anggap v menganggap 2a setia

nyar-nganyarèv melakukan sesuatu yang

Maskèa ghun kèbân, adhâddhâ patè’ cè’

nganyarè kabin kebiasaan sebagian orang

nganggebbhâ bân cè’ èstona. ‘meskipun

Madura untuk memperbarui akad nikah

hanya binatang, adat anjing sangat setia

dengan mengulang akad nikah sebelumnya

anggheb

[aŋghǝp]

nganggheb

1

dan tulus’

tanpa memberi maskawin lagi

anggher [aŋghǝr] p asalkan

anynyong [aññɔŋ] a encer

angghit [aŋghit] ngangghitv menyusun angghu’ akanța

[aŋghuʔ]

tidak menjadi kebiasaan lingkungan sekitar

n pencabut bulu/rambut ta’ epencètperib‘seperti

angghu’

maanynyong v mengencerkan apèl [apɛl] n kepala kampung di Madura apel [apəl] n apel

pencabut bulu/rambut tidak ditekan’ mulut

apes [apǝs] n nasib yang buruk; sial Apessâ

yang selalu menganga untuk bicara; banyak

abâ’ tadâ’ se tao bilâ dâtengnga.‘tak ada

bicara

yang tahu kapan datang nasib buruk’

mara

angghu’

tadâ’

mècetperib‘seperti

pencabut bulu tidak ditekan’ mulut yang

apoy [apɔi] n api poy-ngapoyèv memanas-manasi

Halaman 5 dari 97

akadi’ apoy kalaras/kalarèperib‘seperti api

asatvi habis airnya (sungai, sawah, danau,

daun pisang kering/daun kelapa kering’

dsb.)

semangat yang menyala-nyala tetapi segera

maasat n menghabiskan air, menguras

padam dalam waktu sekejap

asèl [asɛl] n hasil  hasèl

mara apoy sekkemperib seperti api dalam

asma [asma] n (T) nama

sekam

assim [assɪm] n bersin

tadâ’ apoy ta’ akokosperib‘tak ada api tak

asta [asta] n(T) tangan

berasap’ rahasia yang disembunyikan pasti

ngastanèv memegang asto [astɔ] v,n kutuk

akan terkuak ara [ara] n arah

ngasto v mengutuk

ngara 1 adv mungkin 2 v membidik

astowan n kutukan

ngaraaghi v mengarahkan

ata’ [ataʔ] n atap

pangara n maksud; tujuan

aata’v beratap

pangara bâdâ, pangaro tadâ’‘maksud ada, tetapi

pengaruh

memiliki

keinginan

tidak

punya’

besar

tetapi

Orang tidak

sanggup mewujudkannya

ngata’èv memberi atap atè [atɛ] n hati tè-ngatèv hati-hati atè abulu‘hati berbulu’ bersifat pendengki

ara’ [araʔ] n arak (sejenis minuman keras)

ate kadungdung‘hrf hati kedondong’ hati

arapa [arapa] pron mengapa

orang yang berwatak buruk

arè [arɛ] n 1 matahari bâjâ mangkèn dung-

atè malan hati yang cepat sedih atau sabar;

odung arè‘saat sekarang matahari ditutup awan’ 2 hari arè Slasa: hari Selasa arè’ [arɛʔ] n (MB) arit; sabit; clurit ngarè’ vt menyabit areng [arəŋ] n arang arep [arǝp] ngarep v mengharap ngarepaghiv mengharapkan arebbhân n harapan pangarepn pengharapan rep-ngarepv mengharap-harap; sangat

sensitive

arghâ

kennèng

èberri’

atè

pas

nèddhâ’

cètakperib‘tak dapat diberi hati lalu mau menginjak kepala’ tidak tahu balas budi atèng [atɛŋ] ngatèngv mengangkat untuk memindahkan tèng-ngatèng

v

(sedang)

mengangkat

sesuatu ator

[atɔr]

ngatoraghi v

menyampaikan;

menghaturkan kaatorv dihaturkan

mengharap [arghɐ]

ta’

n harga

ngarghâiv 1 menghargai hak, pendapat dsb. 2 memasang harga arjhu, ngarjhu [arjhu] v menjolok arrèn [arrɛn] n pohon aren arta [arta] n harta artè [artɛ] n arti ngartèv mengerti

tor-ator n (hidangan, dsb) disuguhkan atau dihaturkan atos [atɔs] atosânn ratusan attas [attas] n atas ngattas/ngaattas agak ke atas awwâl [awwəl] awal, mula ngawwâliv memulai lebih dahulu ayo [ayo(h)] inj ayo

Halaman 6 dari 97

B bâ' [bɐʔ] n bentuk singkat dari abâ’

d̟â-mabâd̟âv mengada-ada

bâ’â [bəʔə] n banjir

kabâd̟âân n keadaan

bâ’âng [bɐʔɐŋ] a getir

mabâd̟âv mengadakan

bâ’na [bɐʔna] pron(R) pelesapan dari aba’na

bâd̟â angka-angkènaidm‘ada tata caranya’

yang menunjukkan persona kedua; kamu

segalanya teratur sesuai ketentuan

[bɐʔǝŋ] pron(R) pelesapan dari abâ’eng yang menunjukkan persona kedua;

bâd̟â eabâs, tadâ’ etegghu ‘ada dipandang,

kamu

dapat dipakai

bâ’eng

tiada ditonton’ memiliki sesuatu yang tidak

bâb [bɐp] n bab

ta’ kèra bâd̟â keccengnga idm ‘tak pernah

bâbâ [bɐbɐ] n bawah

ada pekatnya’ selalu habis tanpa sisa bâdbâdhân [bɐdbɐdhɐn] n tempat lewat

ngabâbâv agak ke bawah bâbi [bɐbi] n babi bâbi

edheddhel

nemmo ka

perib

ara’

‘babi

dicelupkan ke dalam arak’ perbuatan dosa bâbinè’ [bɐbinɛʔ] n perempuan; betina bunga-bunga

dalam

ritual

keluar

dari

masalah

mâddhâèv mewadahi bâdd̩hâk [bɐddhɐk] a terus terang dhâk-bâddhâghânadv

tertentu bâburughân [bɐburughɐn] n petuah; nasihat bâbutton wasit pertandingan ojung yang diperankan

jalan

abâdd̩hâv berwadah

bâbur [bɐbur] n irisan daun pandan sebagai

biasanya

menemukan

tempat

bâd̟dh ̩ â [bɐdɖhɐ] n wadah

yang berlipat-lipat

campuran

lewat’

bâdbâdhân‘menemukan

salah

satu

tokoh

ojhung

terus

terang

apa

adanya bâddhung [bɐddhuŋ] n sejenis kapak besar dhung-bâddhungan1 vi mengapak sesuatu 2 n kapak mainan

bâca [bɐca] mâcav membaca

mâdhdhungv

ca-mâcav membaca sesuatu (doa, dsb.)

kapak

can-bâcann bacaan

mâdhdhung

bâcca [bɐcca] a basah

memotong

menggunakan

to’ot‘mengapak

lutut’

berkesantunan; tahu tata krama

aca-bâccav berbasah-basah

bâgi [bɐgi] mâgiv membagi

mabâccav membasahi

abâgiv terbagi Bakto dapa’ roma, Saat

bâceng [bɐcǝŋ] a bau busuk/tidak enak saceng-bâcengnga

nemmo jhajhan se la abagi tello’. ‘Saat

acan

ghi’

èdhulitperib‘sebusuk-busuknya

terasi

sampai rumah Saat menemukan jajan yang telah terbagi tiga.’

masih dicuil’ pertolongan atau bantuan

agi-bâgiv 1 terbagi-bagi 2 membagi-bagi

terhadap

bâgiyân

saceng-bâcengnga buri’ ghi’ ècetto’/ ecalot

n1 bagian; hasil bagi; jatahsaparapat bagiyan ‘seperempat bagian’ 2 pembagian (matematika)Sitti ghellâ’ ajhâr bagiyân è sakolana. ‘Tadi siti belajar

kèyaperib‘sebusuk-busuknya

dubur

pembagian di sekolahnya.’ 3 penggalan dari

ditelusuk/diceboki juga’ seburuk-buruknya

bagian yang utuh E bâgiyân ceṭak sasat

dilakukan

keluarga meskipun

atau

kerabat

hubungan

pasti sedang

renggang

anak akan disayang dan dibela juga bâd̩â [bɐdɐ] v ada abad̟ai v menyediakan; meng-ada-kann

apolong bi’ tongarra epasang salèmpang. Di bagian kepala seberti menyatu dengan tali kekang dipasang selempang

Halaman 7 dari 97

kabâgiyânv kebagian

abâlesvi membalas

sabâgiyân n sebagian

bâlessânn balasan

bâi’ [bɐiʔ] n biji

les-bâlessânv saling membalas; berbalas-

abâi’ v berbiji bâjâ

balasan

n

[bɐjɐ]

saat;

waktu;

malem‘waktu malam’ bâjâng [bɐjɐŋ] n

bâjâ

saat

bâli [bɐli] v kembali abâlivi kembali

1

wayang

2

mabâliv mengembalikan li-bâliyânadv berkali-kali

bayangan/gambar abâjângvi terbayang Bulâ ta’ bisa tèdung

bâli’ [bɐliʔ] v balik

karna abâjâng raèna dhika. ‘Saya tak bisa

abâli’ v berbalik (tidur terlentang menjadi

tidur karena terbayang wajahmu.’

telungkup atau sebaliknya)

abâjângaghivi membayangkan

mabâli’ v membalikkan

jâng-bâjângann bayangan yang terbentuk

li’-bâli’na dâdâr‘berbaliknya daun kering’

karena cahaya

perubahan nasib

1bâjhâ

[bɐjhɐ] n baja

2bâjhâ

[bɐjhɐ] n(T) gigi

bâjhân

[bɐjhɐn]

bâlibis [b(ɐ)libis] n belibis bâlibis abâli ka rabâna ‘balibis kembali ke

n wajan; penggorengan

rawanya’ pulang kampung

bâjhi’ [bɐjhiʔ] a 1 benci 2 jijik

bâlijjhâ [bɐlijjhɐ] n pedagang yang menjual

jhi’-mabajhi’ v pura-pura benci bâjhit

[bɐ.jhit]

dagangannya

n makanan yang sejenis dodol

dengan

berkeliling

desa,

kampung, dsb

yang berbahab dasar ketan tanpa digiling

bâllu’ [bɐlluʔ] n delapan

dicampur gula dimasak pada santan yang

bâllung [bɐlluŋ] num delapan; perubahan bentuk bâllu’ karena menjadi inti frasa

mendidih. bâko’

[bɐkɔʔ]

a

mata

bengkak

karena

numeralia saat digabung dengan bentuk lain, misalnya bâllung polo ‘delapan puluh’.

menangis dsb.

bân [bɐn] p kalabân

bâkto [bɐktɔ] n waktu abâktov berwaktu; ada saatnya

bândhil [bɐndhil] n duri

abâktoèv memberi waktu

martabhât

bâlâkang [b(ɐ)lɐkaŋ] n punggung

bândhil‘ibarat

onak’

mau

meminta tidak mau memberi; pelit

bâlâng [bɐlɐŋ] n belalang

bângal [bɐŋal] a berani

lâng-bâlângann tempurung lutut

bângalann pemberani

mara

ngal-mabângalv pura-pura berani

lâng-bâlânganna

to’ot‘seperti

tempurung lutut’ orang yang tidak bisa

bângal

dipegang

menjual, berani membeli’ bisa menasihati

perkataanya

karena

selalu

berubah-ubah pendiriannya

dan

bâlânjhâ [blɐñjhɐ] n (uang) belanja

ajhuwâl, bisa

bângal

melaksanakan

mellè‘berani apa

yang

dinasihatkan

abâlânjhâ v berbelanja

bangal ka tonding tako’ ka tajhem ‘berani

mâlânjhâi v memberi belanja; membiayai

pada punggung pisau takut pada tajamnya’

hidup

sok

bâlâțțang [b(ə)lətʈaŋ] n yuyu; sejenis ketam

berani

dibelakang

lawan

ketika

berhadapan nyalinya menciut

yang hidup di air tawar

mon lo’ bângal acarok jhâ’ ngako orèng

martabhâtbâlâtt̝ang‘ibarat yuyu’ menekan

madhurèperib‘kalau tidak berani bercarok

bawahan

jangan mengaku orang Madura’ ungkapan

untuk

dipersembahkan

atasan bâles [bɐlǝs] mâlesv membalas

pada

untuk menegaskan jati diri orang Madura yang harus mampu membela harga diri

Halaman 8 dari 97

ngal-bangal mardâ ‘beraninya seperti bara api’ berbicara besar tetapi penakut bângatowa

n

[bɐŋǝtɔwa]

1

bârâmma [bərəmma] pron bagaimana; kata tanya yang menanyakan cara

orang

tua

ghârubhek dan diatasnya; pitarah 2 sesepuh bângbâng [bɐŋbɐŋ] n sayap

bârâmpa [bɐrɐmpa] pron berapa; kata tanya yang menanyakan jumlah bârâs [bɐrɐs] a 1 sehat 2 sembuh

abângbâng v memiliki sayap; bersayap

mabârâsv menyembuhkan

bângkang [bɐŋkaŋ] abângkang v telanjang

bâri’ [bəriʔ] adv kemarin

mângkangè v menelanjangi

bârikkèng [bɐrikkɛŋ] a pelit

tabângkang v tiba-tiba telanjang karena

bâringèn [briŋɛn] n beringin

tanpa sengaja pakaian terlepas

bârinto [bɐrintɔ] adv seperti ini/itu

bangku [baŋku] n bangku

bârna [bɐrna] a 1 warna 2 macam

bângon [bɐŋɔn] n bangun (datar; ruang, dsb);

abârna v berwarna

bentuk; rupa

mârnaè v mewarnai

abângonv berbentuk; memiliki bentuk

ana-bârna v 1 berwarna-warni 2 ber-

bangonanv bangunan

macam-macam (tingkah laku, dsb.)

banjir [bañjir] n banjir

bâruy [bɐruy] a basi

bânnè [bɐnnɛ] adv bukan

bâta’ [bɐtaʔ] mâta’ v mengangkat masakan

ne-banneana berlainan

dari tungku atau alat memasak

bânynya’ [bɐñ.ñaʔ] adv banyak Rasulillah

bâtek [bɐtǝk] n watak

ampon bânynya’ aparèng ajhârân-ajhârân bân tuntunan-tuntunan. ‘Rasulillah telah

abâtekv berwatak

banyak

berjauhan

memberi

ajaran-ajaran

dan

tuntunan-tuntunan.’

ajâmidm‘berwatak

abâtek

merasa

rindu,

ayam’

jika

tetapi

jika

berdekatan (selalu) bertengkar

kabânynya’ann kebanyakan

bâto [bəto] n batu

mabânynya’ vt memperbanyak Mabânynya’

abato v membatu; keras (kepala) seperti

ana’

batu

tojjhuna

akabin‘Memperbanyak

keturunan adalah tujuan menikah

mâto v melempar batu

nya’-bânnya’ana paling banyak

bâto tèpa’n batu bata

bapa’ [bapaʔ] n ayah; orang tua

bato karang v batu karang

bârâ [bɐrɐ] a bengkak

on-so’on bâtoperib secara harfiah ‘(seperti)

bârâ’ [bɐ.rɐʔ] n barat

menjunjung batu’ yang dimaksudkan untuk

ngabârâ’ agak ke barat ka

bârâ’

ta’

kacapo’,

pekerjaan ka

tèmor

ta’

kacapo’‘ke barat tak terkejar, ke timur tak terkejar’

karena

serakah

semua

yang

diinginkan tidak berhasil atau menemui kegagalan bârâghât [bɐrɐghɐt] n pembiayaan abârâghâdhiv membiayai bârâkay [bərəkay] n biawak martabhât bârâkay/mara tellorra bârâkay

berat

yang

dilakukan

menghasilkan tidak seberapa atau tidak seimbang

antara

perjuangan

dan

penghasilan bâto’ [bɐtɔʔ] n batuk abâto’v batuk tadâ’ bâto’ tadâ’ assim perib ‘tidak ada batuk tidak ada bersin’ orang yang tidak banyak

bicara

tetapi

sering

membuat

kejutan

‘ibarat biawak/seperti telur biawak (telurnya

bâtton [bɐttɔn] n pinggiran balai-balai atau

disukai, dagingnya tidak)’ suami istri yang

langgar panggung yang berupa bambu

berhubungan harmonis satu sama lain,

utuh, kayu aren, atau balok kayu

namun tidak harmonis dengan mertua

Halaman 9 dari 97

ta’

tao

bâttonna

pinggirnya

langghâr‘tidak

langgar’

mengibaratkan

orang

sarkasme yang

tahu untuk

tidak

tahu

berfisik lemah tetapi masih dibutuhkan pemikiran dan pengalamannya bellu’ [bǝlluʔ] n belut

aturan karena tidak pernah menjadi santri

bellu’

atau belajar agama

yang pandai menipu dengan cara halus

bâu [bɐu] n bau

orang

u-bâuânn bau-bauan

berbudi

baung [baʊŋ] n makhluk siluman berwujud gabungan harimau dahan, serigala, dan kera yang menurut kepercayaan muncul 40

bersayap’

orang

bellu’ abunto’ arè’‘belut berekor celurit’

abâuvi berbau

setelah

abângbâng‘belut

hari

sebelumnya

menjadi

jarangkong beccè’ [bǝccɛʔ] a baik abeccèanv(figuratif) melakukan hubungan haram atau diluar nikah

yang

semula

luhur,

bersifat

pemurah,

berubah menjadi sebaliknya ko-bengkon rumahan: kalambhi ko-bengko ‘pakaian rumahan’ berdhâ [bərdhɐ] v kekenyangan kaberdhâânn kekenyangan; terlalu banyak makan berka’ [bərkaʔ] v (ber)lari: Sapèna berka’ cè’

santa’eng.

cè’-beccè’ana paling baik

kencang’

ce’-mabecce’v 1 berpura-pura baik 2 vi

ka’-berka’an v berlari-lari

mabeccè’v memperbaiki beddâl [bǝddɐl] n hasil; keluaran

‘sapinya

lari

dengan

sangat

berrâ’ [bǝrrɐʔ] a berat maberrâ’ v

1

memberatkan

2

hamil;

mengandung

meddâl v 1 mengeluarkan hasil 2 tumbuh

râ’-berrâ’âna paling berat

(tanaman)

râ’-maberrâ’v berpura-pura berat

beddâlân n keluaran; hasil produksi dari

berrâ’

bedd̩hâ’ [bǝdɖhɐʔ] n bedak

hati,

bengko [bǝŋkɔ] n rumah

cè’-beccèa baik-baik; baik semua

(sedang) memperbaiki sesuatu

baik

dan penolong

jhuwângan‘berat

ke

atas’

terlalu

banyak beban daripada kemampuan

abedd̩hâ’v berbedak

râ’-berrâ’

medd̩hâ’èv membedaki

persahabatan yang terganjal oleh sifat satu

beddhâk [bǝddhɐk] v terkena (getah, kotoran,

abegghâv terendam; direndam [bəllɐs] a belas

bellâsânn belasan 2bellâs

gula’

atau kedua sahabat tersebut berri’ [bǝrriʔ] v beri

dsb) begghâ [bəgghɐ] megghâv merendam 1bellâs

ghulâ‘berat-berat

[bəllɐs] a baik; penyayang; welas

lâs-mabellâs v pura-pura baik

aberri’vi memberi merri’vt memberi aberri’

long-ellongan‘memberi

jalan keluar berrit [bǝrrit] n,a (tempat) keramat atau

bellât [bǝllət] n sembilu

angker

belli [bǝlli] vd beli

èkennèng

berritv

terkena

gangguan

mahluk

halus

mellè [mǝllɛ] vt membeli mellèaghiv membelikan le-mellè v membeli sesuatu lin-bellin n barang-barang yang dibeli belli’ [bǝlliʔ] n atap rumbia

jalan

tembus’ membantu orang dengan memberi

tulah dari

atau tempat

keramat atau angker berta [bǝrta] n berita; kabar: ngèding berta ‘mendengar kabar’ bessè [bǝssɛ] n besi konengn

belli’ potong jhâjhâluna‘atap rumbia patah

besse

bambu pengikatnya’ orang tua yang sudah

kekebalan

besi

kuning;

jimat

Halaman 10 dari 97

bettes [bǝttɛs] n betis

bhâkal [bhɐkal] 1 adv akan: Jhâ’ bong-

bhâbâng[bhɐbɐŋ] n bawang bâng-bhâbânga

(anak

kecil)

yang

ikut

mengerjakan suatu pekerjaan tetapi tidak diperhitungkan

n buah nangka yang

bhâbbhâl[bhɐbbhɐl]

masih sangat muda biasa dimakan dengan garam atau bumbu rujak lo’-tao

bhâbbhâl

‘tidak

tahu bhâbbhâl’

sombong. Sakabbhina manossa bhâkal matèa. Jangan terlalu sombong. Semua manusia akan mati 2 n tunangan abhakalanv bertunangan kal-bhâkaln acara pertunangan mabhâkalèvt menunangkan bhâko [bhɐkɔ] n tembakau bhâko

ètolong

ngantos

lemmessâ

orang yang masih belum pengalaman atau

‘tembakau diangkat menunggu lemasnya’

belum memiliki kecakapan

ada

bhâbhâr

[bhɐbhɐr]

v lahir

waktu

yang

[bhɐbhɐsan]

n peribahasa yang

bhâktè [bhɐktɛ] n bakti abhâktèv berbakti

keadaan,

ngabhâktèv membaktikan diri

atau

perilaku,

dengan

kalimat yang sering tidak lengkap tetapi tetap

pemakaiannya,

misalnya

nemmo

bhâlâ [bhɐlɐ] n kaum, golongan, kerabat abhâlâv berkerabat

pokolan ‘mendapat durian runtuh’, abujâi

bhâlâi [bhɐ.lɐ.i] n bencana; bala

saghârâ ‘menggarami laut’, dsb.

bhâlâkbhâk [bh(ɐ)lɐkbhɐk] n pasung mâlâkbhâk v memasung

bhâbhâtang [bhɐbhɐtaŋ] n bangkai Bhâbhâtang

ngajhâk

matè‘bangkai

bhâlik [bhɐlik] n belakang; sisi lain

mengajak mati’ kejahatan selalu melibatkan

abhâlik v berbalik

orang baik-baik

mâlikv membalik

bhâbur

[bhɐbur]

sebagai

n irisan daun pandan wangi

campuran

bunga

(untuk

ritual

tertentu)

bhâi

a bagus; baik adv saja: Mèlè sè mèra bhâi. Pilih

[bhɐghus]

[bhɐjɐŋ]

n

bentuk

singkat

dari

bhândheng [bhɐndhǝŋ] n ikan bandeng bhândheng kerrong

n perompak; jagoan pura-pura

rajin;

bersikap atau berbuat seolah-olah rajin membuat

merajinkan bhâji’ [bhɐjiʔ] n bayi

sabhâlânan

èpatadâ’

sèttong‘bandeng

rong-

setambak

dihabiskan kerung-kerung satu’ ulah satu

bhâjheng [bhɐjhǝŋ] a rajin jheng-mabhâjhengv

abhandhaiv memberi modal mândhâivmemodali

sembhâjâng (sembahyang) abhâjângvi bersembahyang mâjângagivt menyolati (jenasah)

mabhâjhengv

terlebih dahulu menyentuh bumi

abhândhâv bermodal

bhâjâ [bhɐjɐ] n 1 buaya 2 mata keranjang

bhâjhâk

terjungkal; jatuh terlentang dengan pantat

bhândhâ [bhɐndhɐ] n 1 modal 2 harta

bhâin [bhɐin] adv saja bhâi

[bhɐjhɐk]

abhâlingkangv

[ˋbhəliŋkaŋ]

bhân [bhɐn] p setiap sabbhân

yang merah saja.

bhâjâng

apèyara sapè kerrabhân rowa bârâghâddhâ larang. ‘sebaliknya memelihara sapi bhâlingkang

bhâdhân kaulâpron [T] saya [bhɐi]

tabhâligghâ p sebaliknyaTabhâligghâ kèya

karapan biayanya mahal’

bhâdhân [bhədhən] n badan bhâghus

harus

baik

mengandung kiasan untuk mengacu kepada sifat,

baik

ditunggu agar pekerjaan terlaksana dengan

abhâbhâraghi v melahirkan bhâbhâsan n

kalanya

jadi

rajin;

anggota keluarga dapat merusak nama seluruh anggota keluarga bhând̩hing tandingan:

n bannè

[bhɐnɖhiŋ]

Cekcek

bandingan;

bhândingnga

bârakay. ‘Cecak bukan tandingan biawak.’

Halaman 11 dari 97

abhândhingv berbanding

gembala’ musuh yang kuat kalah dengan

mândhingaghi v membandingkan

lawan yang lemah karena kecerdikan

bhânè [bhɐnɛ] n 1 umpan 2 peluru ketapel

bhânto [bhɐntɔ] v bantu

abhânè v 1 berpeluru Sèngko’ nyettép

abhânto v membantu

abhânè èker. ‘Saya mengetapel berpeluru

bhântoan n bantuan

kelereng.’ 2 berumpan

mânto v membantu

bhângka

v mati (kasar) [bhɐŋkalan] n

bhânyak [bhɐñak] n angsa

[bhɐŋka]

Bhângkalan

Bangkalan;

bhârânca

[bhɐrɐñca]

a

lancar

dan

bisa

kabupaten paling barat pulau Madura

berbicara dengan siapa saja; supel; mudah

Bhângkalan

bergaul

ta’

korang

wâ’-buwâ’ân

‘Bangkalan tidak kurang buah-buahan’ 1

bhârâng [bhɐrɐŋ] n barang; sesuatu

Negeri sendiri (bagi orang Madura) tetap

bhâreng [bhɐrəŋ] n teman abhâreng v berteman; bersama dengan

masih daerah

memiliki lain

kelebihan

2

Anjuran

dibandingkan untuk

pulang

kampung bhângsalan

mârengngè v menemani bhârenteng

[bhɐŋ.sa.lan]

n frasa pendek

mengandung permainan kata-kata untuk menyembunyikan sebenarnya

arti

ingin

maksud

dikatakan,

yang

misalnya

konyè’ ghunong ‘kunyit gunung’ adalah

giat;

bhâruma [bhǝruma/bhruma] n kolong tempat tidur bhâsa [bhɐsa] n bahasa bhâsa [bhəsa] a pecah mabhâsavt memecahkan

‘seketemunya apa adanya’, gumo’ dâdâ

sa-bhâsapecahan

buru’, dsb.

sangat

sungguh-sungguh

tanaman temmo maksudnya sanemmona ‘adalah soso maksudnya kasoso ‘terburu-

a

[bhɐrǝntǝŋ]

sa-bhâsana

pèrèng

pecahan piring bhâta [bhɐta] n batu bata

bhânta [bhənta] abhânta v 1 berbantahan; 2 membantah

bhâtang [bhɐtaŋ] n bangkai bhâtbhuru [bhɐtbhuru] n kelelawar

bhântal [bhəntal] n bantal

bhâțè [bhɐʈɛ] n untung (niaga);laba

abhântalvt memakai bantal; berbantal

bhâtèk [bhɐtɛk] n batik; motif kain

tal-bhantalann sakit pada leher setelah

abhâtèkv berbatik; bermotif

bangun tidur

bhâțok [bhɐʈɔk] n batok; tempurung kelapa

abhântal ombâ’, asapo’ angèn, apajung

bhâu [bhɐu] n bahu

langngè’‘berbantal

bhed̟dh ̟ il [bheɖɖhil] n bedil; senapan

angin’

ombak

menunjukkan

jiwa

berselimut bahari

orang

Madura

d̟hil-bhed̟dh ̟ ilann senapan mainan med̟dh ̟ ilvt menembak dengan bedil atau

abhântal syahâdât, asapo’ iman, apajung Islam‘berbantal syahadat, berselimut iman, berpayung

Islam’

keberagamaan termanifestasi

menunjukkan

orang dalam

Madura setiap

rasa

senapan bheddhuk [bhǝddhuk] 1 n beduk; jidor 2 v tiba waktu shalat (dhuhur)

yang

bhellâk [bhǝllɐk] a belang

kegiatan

bhelli [bhǝlli] vd sembelih

vi menyembelih untuk keperluan

sampai hal-hal terkecil

abelli

bhântal patèidm teman sehidup semati

tertentu

bhântèng [bhɐntɛŋ] mântèngv membanting bhântèng

[bhɐntɛŋ]

bhântèng

n banteng

matè

ngowan‘banteng

amoso mati

melli vt menyembelih bhelling [bhǝlliŋ] n beling; pecahan kaca

na’-kana’

melawan

anak

Halaman 12 dari 97

kadi’

bhelling

kaojhânan‘seperti

beling

terkena hujan’ tidak bisa dinasehati; keras

adhâ-bhidhâ v berbeda-beda bhighâl [bhighɐl] n rampok; perampok

kepala bhellu [bhǝllu] n anak kuda bhellu

noro’

asennèn

mighâl, abhighâlv merampok ‘anak

kuda

ikut

manggung’ anak kecil yang ikut bekerja [bhǝndǝm]

mendem

v

membenamkan; menanam kedalam tanah abhendemv membenamkan diri [bhǝndǝr]

mabhenderv

bhiluk [bhiluk] belok abiluk v berbelok milukv membelok

(biasanya untuk belajar) bhendem

bhender

midhâaghi v membedakan

bhinar [bhinar] a berseri-seri bhindhârâ [bhindhɐrɐ] n 1 calon kiai yang terdiri atas putra kiai atau mantan santri

a benar

yang telah mengabdi di masyarakat tapi

membenarkan;

menjadikan

benar

belum dianggap pantas untuk menjadi kiai oleh masyarakat

kabhenderrann 1 kebetulan 2 kebenaran der-bhenderadv

dengan

sebenarnya;

benar-benar bhennèng

mabhingongvi

membuat

a bening

bhirâng [bhirɐŋ] n parang atau golok

mentorv

[bhəntɔr]

bhiru

[bhiru]

a

membentur;

akalambhi

bhiru dâun hijau bhisan [bhisan] n besan

menabrak abhentoranv saling berbenturan

abhisanv berbesan

mentorraghiv membenturkan

bhisan

tor-mentorv membentur kesana-kemari

janda

n

[bhǝrkat]

makanan

Morsidi

biru:

bhiru.‘Morsidi berbaju biru.’

dan menonjol ke depan

bherkat

bingung;

membingungkan

[bhənnɛŋ]

bhennol [bhǝnnɔl]a tentang dahi yang lebar bhentor

bhingong [bhiŋɔŋ] v bingung

yang

makanan

dibagikan

pada

sakatèdungan‘besan dan

duda

yang

seranjang’

masing

masing

berkat;

memiliki keturunan melakukan pernikahan

pendoa

kemudian

dalam acara selamatan (tahlilan, rokat dsb.) bherrâs [bhǝrrɐs] n beras

menjadi

besan

karena

menjodohkan masing-masing anak mereka dari pernikahan sebelumnya.

bherrâs sè la dhâddhi tajhin ta’ abâli

bhludhru [bhludhru] n beludru

bherrâs polè ‘beras yang sudah jadi bubur

Bhu [bhu] n bentuk singkat dari ebhu

tak akan menjadi beras lagi’ serupa dengan

Bhu, pa’, bhâbhu’, ghuru, rato‘ibu, bapak,

peribahasa “Nasi telah menjadi bubur”.

sesepuh, guru, raja’ urutan ketaatan orang

bhersè

[bhǝrsɛ]

a bersih

Madura, yaitu kepada ibu,

asè-bhersè/sè-bhersèv bersih-bersih kabhersèann kebersihan

bhubu [bhubu] abhubuv memberikan buwuh

mersèèv membersihkan se-bherse bersih:

1

Jhâ’

atau bhubuwân

v bersih-bersih 2 terlalu sè-bhersè. ‘Jangan terlalu

bersih’

bhubuwânn

uang

atau

yang

yang harus dikembalikan dalam jumlah yang

bhibhik [bhibhik] n bebek

mengadakan hajatan; buwuh ‘bebek

melawan

belibis’ musuh yang tidak sebanding bhidha [bhidhɐ] n beda; selisih abhidhâ v berbeda

barang

disumbangkan pada tuan rumah hajatan

bhețțok [bhǝtʈok] n ikan bețok bhibhik amoso bâlibis

lalu bapak,

sesepuh, guru, dan terakhir pada raja

sama

saat

pemberi

sumbangan

bhuco [bhucɔ] n sudut, ujung (biasanya yang berbentuk kerucut) bhucor [bhucɔr] v bocor bhud̟hu [bhu.ɖhu] a bodoh

Halaman 13 dari 97

dhu-mabhudhuv pura-pura bodoh

bhuru kaluar dâri eddussâ‘baru keluar dari

kabhudhuwân n kebodohan

dosnya’ yang menunjukkan orang yang

mabhudhu v memperbodoh; membodohkan

belum

bhud̟hu èker ‘bodoh kelereng/tidak tahu bhuju’ [bhujuʔ] n1 buyut; kakek dari bapak 2

makam

sesepuh

atau

leluhur

Bhuk

n

panggilan

untuk

kakak

perempuan.  embhuk bhuk-embhughânv tuwann

memanggil

dengan

bhurungann borongan bhurus [bhurus] n anjing bhutbhut [bhutbhut] v mencabut bulu unggas

v

mutbhut

mencabut

bulu

untuk

dibersihkan

panggilan

(penghormatan)

kabhutoann kebutuhan

mabhullongv membolongi

mutoaghiv membutuhkan

long-bhullongan n bolongan

bhuțok [bhuʈɔk] n pupuk

bhulung [bhuluŋ] n pohon sagu

n bumi h bhundhu’ [b undhuʔ] v bungkus abhundhu’v berbungkus dhu’-bhundhu’n bungkusan mundhu’v membungkus bhunga [bhuŋa] a senang; bahagia anga-bhungav bersenang-senang mabhungavt membahagiakan;

bhuto [bhutɔ] v butuh; perlu abhutoaghiv membutuhkan

untuk orang yang telah menunaikan Haji bhullong [bhullɔŋ/bhulloŋ] v bolong

bhumè

kaku seperti barang masih baru.

yang disembelih untuk dibersihkan

panggilan embhuk bhuk

sehingga

bhuta [bhuta] n raksasa

kampung yang dikeramatkan [bhuk]

bergaul

bhurung [bhuruŋ] v borong (tentang kerja)

kelereng’ sangat bodoh ego

berpengalaman

muțokv memberi pupuk bhutol[bhutɔl] n botol

[bhumɛ]

abhutol v berbotol: abhutol mèra ‘berbotol merah’ bhutol [bhutol] v bocor bi’ [biʔ] prep dengan sin moso; kalabân biasa [biasa]a biasa abiasaaghiv membiasakan me-

nyenangkan

mabiasav membuat jadi biasa sa-biasa biasa-biasa

nga-mabhungav berpura-pura senang

bibir [bibir] n bibir

bhungka [bhuŋka] n 1 pohon; batang pohon 2

bibir

attas

bân

bibir

bâbâ

ghâmpang

pangkal

akebbi’‘bibir atas dan bibir bawah gampang

abhungka v berbatang: Moskèl rassasna

berkata’

bâdâ nyèor abhungka lebbi dâri sèttong.

menasihati gampang

‘Musykil rasanya ada pohon nyiur berbatang

bibir nolak, atè mellak‘bibir menolak, hati

lebih dari satu.’

rakus’

ka’-bhungka’an

[kaʔbhuŋkaʔan]

n

pepohonan bhungkel [bhuŋkɛl] n sisa penebangan di atas akar. bhungkos [bhuŋkɔs] n bungkus

sindiran

bahwa

pura-pura

menolak

hanya

meski

sebenarnya sangat ingin biddhâng [biddhɐŋ] n wedang abiddhâng

v1

mencelup

pada

membuat air

wedang

panas

2

untuk

membersihkan bulu

abhungkos v berbungkus

bid̟dh ̟ i’ [biɖɖhiʔ] v giring

mungkosv membungkus

mid̟̟d̟hi’ v menggiring

kos-bhungkosn bungkusan; pembungkus

kalau

bigghi’

[bigghiʔ]

n

kata

penggolong

bhunten [bhuntǝn] p(T) tidak

bermacam-macam benda tellorsatos bigghi’

bhurua baru

‘telur seratus buah’ bighi [bighi] n 1 isi (umbi-umbian) 2 biji

Halaman 14 dari 97

abighiv berisi

dibutuhkan orang lain 2 keadaan serba

bighilân [bighilɐn] n biji nangka sin manjhilân akantha

bighilân

è

pèrèng‘seperti

biji

tidak berkesesuaian bitta’ [bittaʔ] mitta’v membeber

nangka di piring’ orang yang tidak bisa

mitta’ buri’ è tengnga jhâlân ‘membeber

dipegang

pantat di tengah jalan’ membuka aib sendiri

perkataanya

karena

selalu

berubah-ubah pendiriannya bijjhân

[bijjhɐn]

di depan umum

n wijen

biyasa [biyasa] a biasa

bilâ [bilɐ] p bila; ketika; jika

abiyasaaghiv membiyasakan

[bilɐŋ] n hitungan; jumlah: tadâ’ bilângnga ‘tak terhitung’ bilis [bilIs] n semut bilu’ [biluʔ] a bengkok; menyimpang dari

kabiyasaann kebiyasaan

bilâng

sa-biyasa v biasa-biasa blatèr [blatɛr] n 1 orang yang ikut remo 2 jagoan ablatèrv menjadi blater

garis lurus mabilu’v membengkokkan

blèk [blɛk] n kaleng

binè [binɛ] n istri

colo’ blèk ‘mulut kaleng’ (anak kecil) mudah

abinèv beristri

menangis karena alasan kecil

mabinèè v mengawinkan anak laki-laki

blijjhâ

[blijjhə]

n

pedagang

kecil

yang

nè-binèann laki-laki yang gemar menikah

membeli barang (biasanya dari pasar atau

lebih dari sekali dengan poligami atau

langsung ke produsen) untuk dijual kembali

kawin cerai.

di tempat lain

binè’ [binɛʔ] n perempuan

bohong [bohoŋ] n singkong

mon binè’ matè arèmbi’, mon lakè’ matè

bubudhân [bubudhɐn] n muatan

acarok‘perempuan mati karena melahirkan,

buccol [buccɔl] muccolv melepaskan

laki-laki mati karena carok’sudah dianggap

buddhâk [buddhɐk]  beddhâk

biasa di Madura jika perempuan meninggal

budhu’ [budhuʔ] n nasi uduk

karena melahirkan dan laki-laki karena

budhun [budhun] n bisul

melakukan carok.

ètemmo budhun ‘ditemukan budhun’ kena

bintang [bintaŋ] n bintang

penyakit bisul

birâ [birɐ] n birah; sejenis talas yang bisa

mara budhun sè ghi’ ta’ teddhâs ‘seperti

alocasia

bisul yang belum pecah’ masalah yang

dimakan

setelah

direbus

dsb;

indica birjhi’

berlarut-larut [birjhiʔ]

v memisah-misah menjadi

tidak

terselesaikan

dan

terkatung-katung budi [budi] n belakang

bagian-bagian kecil mirjhi’vt memisah-misah menjadi bagian-

di-budiadv paling belakang/akhir

bagian kecil

di-budinaadv akhirnya

birnyè [birñɛ] a gampang menangis

kabudianv bergerak lebih kebelakang lagi

bitong [bitɔŋ] v hitung

makabudi v

membelakangkan;

bitongann hitungan

dahkan kebelakang

mitongv menghitung

sabudiana yang lebih belakang

tong-bitongan

1

v

melakukan

memin-

peng-

bud̟u [buɖu(h)] n tentang ikan menjadi busuk

hitungan; menghitung-hitung 2 n pelajaran

karena lama mati sehingga tidak dapat

berhitung

dimasak untuk dimakan

èbitong ghânep, èbirjhi’ ghânjhil ‘dihitung genap, diperinci ganjil’ 1 orang yang sangat

budu’ [budʊʔ] n 1 anak (biasanya untuk hewan)

budu’eng

ajam

anak

ayam

2

Halaman 15 dari 97

panggilan untuk anak untuk merendah saat mengacu pada anak sendiri

bulâng [bulɐŋ] molang v mengajar; mendidik (sebagai guru)

abudu’v beranak (hewan)

bullâ’ [bullɐʔ] v merasa panas karena terkena

mabudu’ v 1 memelihara supaya beranak-

api, bara, air panas dsb.

pinak 2 menggandakan dengan bunga atau

bulu [bulu] n bulu

rente: mabudu’ pesse ‘meminjamkan uang

abuluv berbulu

dengan bunga’

bulu kèjhâ’ [kɛ.jhɐʔ] n bulu mata

bugghik [bugghik] n punggung

bun-embunan [bunǝmbunan] n ubun-ubun

abugghikv berpunggung

bungkelang [bʊŋkelaŋ] n semacam akronim yang bentuk panjangnya Tabu’ kembung

bujâ [bujɐ] n garam abujâivi memberi garam; menggarami

tongkeng èlang ‘perut kembung pantat

abujâi aèng tasè’ secara harfiah berarti

hilang’ bayi yang berperut gendut sehingga

‘menggarami

menarik

air

laut’

maksudnya

melakukan pekerjaan yang sia-sia. ta’

kennèng

pèntaè

bujhel

dapat

n pusar 1

yang

tua yang bahagia akan kesehatan anaknya bentuk panjangnya mon la kembung pas

membuka:

molè

abukka’

‘kalau

sudah

kembung

bunglon [buŋlɔn] n rambutan

mukka’

bungo [buŋɔ] a ungu

bârâna‘membuka rahasia

papan

seseorang

tabir’ dengan

maksud dipergunjingkan

setelah

diberi

makan

seolah-olah

kepulangannya menunggu suguhan dahulu

bungso [buŋsɔ] a (anak) bungsu bunter

buko [bukɔ] n buku; ruas

(ke-

kenyangan) lalu pulang’ tamu yang pulang

kalambhi‘membuka baju’ 2 terbuka Labangnga abukka’.‘Pintunya terbuka’ ka’-bukka’anv saling terbuka membuka

kecil

bunglè [buŋlɛ] n semacam akronim yang

bukka’ [bukkaʔ] mukka’v membuka abukka’v

menjadi

merupakan ungkapan kebahagiaan orang

bujâna‘tidak

dimintai garamnya’ pelit; kikir [bujhǝl]

pantatnya

[buntǝr]

a

bentuk

bulat

seperti

lingkaran

bukot [bukɔt] n alat pelindung kepala yang

bunto’ [buntɔʔ] n ekor

dibuat dari anyaman daun kelapa kemudian

abunto’(an)v berekor

dibungkus karung goni, diikat dengan tali

burgu’ [burguʔ] n sejenis kerudung

sehingga membundar

buri’ [buriʔ] n anus; dubur

buku [buku] n buku

buru [buru] v 1 lari dari sesuatu Ayo, dhuli

mukuaghiv membukukan; menjadikan buku bulâ [bulɐ] pron(M) saya bulân [bulɐn] 1 n bulan 2 n kumpulan hari

buru. ‘ayo cepet lari’ 2 melarikan diri: Polana tako’ èokom matè, Mat Rai buru dèri penjara (Karena takut dihukum mati, Mat

dalam penanggalan yang terdiri atas 28, 29,

Rai melarikan diri dari penjara.) 3lepas

30,

maburuv melepaskan

atau

31hari

yang

membagi

tahun

burug [burug] v aburug mengajar; mendidika

menjadi 12 kènè’ ta’ korang bulânna‘kecil tidak kurang

morok [] mengajar atau mendidik (ngaji

bulannya’

dsb)

orang

yang

kelihatan

lemah

tetapi mampu mengatasi masalah yang

burung [buruŋ] v gagal; tidak jadi

besar bersinonim dengan kecil-kecil cabe

buta [buta] a buta mabutav acuh, tidak mau melihat

rawit mara

bulân

pornama

‘seperti

purnama’ wajah yang berseri-seri

bulan

ta-mabutav pura-pura buta butèr [butɛr] n 1butir 2 butir (nasi)

Halaman 16 dari 97

abutèranv

membiarkan

butir-butirnasi

buwâ kaalèngan dâun‘buah terhalang daun’

terbuang tanpa dimakan saat makan aburu

membantu kepentingan orang lain, tetapi

butèr, adhina tompeng‘mengejar butir nasi,

dia sendiri tidak mendapat apa-apa

meninggalkan tumpeng’

karena serakah

buwâng [buwɐŋ] v buang

mengambil yang kecil sedang yang besar

buwângann buangan

yang dimiliki hilang karenanya

muwângv membuang

buto [butɔ] a utuh mabutov membuat utuh kembali buwâ [buwɐ] n buah

tabuwang v terbuang (tanpa sengaja) wang-buwangnga n pembuangan buwi [buwi] a bisu

abuwâv berbuah

mabuwi v

wa’-buwaann buah-buahan

membisu

acuh,

tidak

mau

berbicara;

wi-mabuwiv pura-pura bisu; bersikap atau bertindak seolah-olah bisu

Halaman 17 dari 97

C cabbhi [cabbhi] n cabai

calèpèr

cabbhi lètè’ cabe rawit nè’-kènè’

a

[calɛpɛr]

tak

henti-henti

berkomentar dan selalu berbicara

cabbhi lètè’ peribahasa yang

bersinonim ‘dengan kecil-kecil cabe rawit’ cabbhur [cabbhur] v cebur

calmot [calmɔt] a coreng-moreng calo’ [calɔʔ] n cakkong yang perutnya agak dilebarkan

acabbhurvi menceburkan diri

calo’ kodhi’ calo’ yang pelebaran perutnya

nyabbhurvt menceburkan

sangat

tacabbhurvi tercebur

sangat sesuai untuk mengupas kelapa dari

cabhul

[cabhul]

n orang yang sangat pendek;

mencolok

sehingga

membundar,

tempurungnya cambur [cambur] a serupa dengan yang lain

cebol mara

cabhul

è

jhurâng

ajhângoa

sehingga sulit dibedakan

langngè’‘seperti cebol di jurang hendak

bur-macambur v bergabung untuk menyatu

menggapai langit’ orang yang berkeinginan

dengan suatu kelompok atau golongan

sangat tinggi sehingga tidak mungkin bisa tercapai

kurang tepat ramuannya (makanan)

caca [caca] n perkataan

campor

acaca duwâ’‘berkata dua’ sama dengan cacat [cacat] n cacat; cela; aib

1cangcang

nyaccavi mencincang

pemberian,

kotor cacèng [cacɛŋ] n cacing

[caŋcaŋ] n siput yang hidup di

pohon

nglodu’â

hendak

nyangcangv

[caŋcaŋ]

pada patok atau batang pohon 2cangcang

komèrè‘seperti

menelan

kamiri’

menginginkan sesuatu yang tidak mungkin cakang [cakaŋ] a cekatan runcing dan membengkok

[caŋghik]

acangghikv

cekcok;

bercekcok cangka [caŋka] n cabang cangkaro’

[cǝŋkarɔʔ]

n kerak nasi yang

digoreng

calaka’ [calakaʔ] n bencana; kecelakaan acalaṭaghânv

cangghik

acangkav bercabang

cakkong [cakkɔŋ] n parang yang ujungnya

[claʈak]

lemparan,

menambatkan hewan ternak, perahu, dsb

cacemmer [cacǝmmǝr] n air pelimbahan; air

calaṭak

menerima

barang jatuh dsb.

cacca [cacca] v cincang

cacing

bercampur atau

nyacat v mencela

cacèng

acamporv

[campɔr/campor]

candhâk [candhɐk] nyandhâkv menangkap

lidah bercabang atau munafik

mara

camplang [camplaŋ] a hambar/aneh kerena

berserakan

cangkèm [caŋkɛm] n dagu cangkèr [caŋkɛr] n cangkir

tidak teratur

cangnga’ [caŋŋaʔ] acangnga’v membantah

nyalațak v menyerak

cantͅèng [canʈɛŋ] n gayung

calațțong [calaʈʈɔŋ] n kotoran hewan besar (sapi, kerbau, kuda, gajah, dsb.) calè [calɛ] n cela nyalè v mencela lè-calèan v saling mencela

capcap [capcap] n tetes; bunyi tetesan air acapcabhânvi menetes nyapcapvi menetes capèng [capɛŋ] n caping acapènganvi bercaping

lè-calè bellât ‘cela-cela sembilu’ sesuatu

capo’ [capɔʔ] nyapo’v melampaui; menyusul

yang dicela tetapi dipakai juga

carakan [carakan] n abjad/huruf jawa

Halaman 18 dari 97

carèk [carɛk] n carik; sekretaris desa

berbentuk hewan spt ayam dsb dengan

carèkkèng [carɛkkɛŋ] a pelit

lubang kecil memanjang di bagian atas

caremmet [carəmmət] a sangat benci

cella [cəlla] n cela; aib

carèta [carɛta] n cerita

nyella v menghina; mencela

acarètav bercerita

celleng [cǝllǝŋ] a hitam

nyarètaaghiv menceritakan

macellengv menghitamkan

nyarètaèmenceritakan

ngacellengv menghitam

carobhu [carɔbhu] a ceroboh; sembarangan carok [carɔk] n perkelahian antar laki-laki

celleng modhus sangat hitam cellep [cəlləp] a dingin (tentang makanan;

secara berhadapan dengan menggunakan

perasan, dsb)

senjata (terutama celurit) didasari perasaan

macellep v mendinginkan

terhina atau dendam.

lep-cellep adv dalam keadaan dingin: Lep-

acarokvi melakukan carok. Klèbun Jhâddih

cellep kadi’ riya èntarra kamma? ‘Dalam

acarok kalabân klèbun Tana Mèra. ‘Kepala desa

Jaddih

melakukan

carok

dengan

kepala desa Tanah Merah’.

dalam kubangan lumpur dsb)

Mon lo’ bângal acarok, jhâ’ ngako orèng Madhurâ‘Kalau

tidak

carok,

jangan

mengaku

Orang

Madura

kehormatan

berani

harus

an

melakukan

orang berani

harga

Madura’ membela

diri

sekaligus

n

lapisan

[c(a)rɔmpɛŋ]

tacelletv terbenam; terperosok (ban) cello’ [cǝllɔʔ] v ciduk nyello’v menciduk lo’-cello’ n alat untuk menciduk; gayung cellot [cǝllɔt] n 1 lumpur 2 tanah liat cèlo’ [cɛlɔʔ] a asam; kecut

menghindari perasaan malo carompèng

keadaan dingin seperti ini mau ke mana?’ cellet [cǝllǝt] nyelletaghiv membenamkan (ke

cèmeng [cɛmǝng] acèmengv tidak bisa diam

pembungkus bambu muda yang dipenuhi

cèmot [cɛmɔt] a jauh sekali (tak terkejar)

miang

cempaka [cǝmpaka] n cempaka

cațak [caʈak] n (potongan) ranting yang

Cèna [cɛna] n (orang, bahasa) Cina

bercabang dua

Cèna èjhuwâli jhârum ‘Cina dijuali jarum’

acathak v bercabang

melakukan pekerjaan sia-sia

cațoț [caʈɔʈ] n catut; alat pencabut paku nyațoț v bekerja menggunakan catut

cèndhul [cɛndhul] n (es) cendol cèngcèng [cɛŋcɛŋ] v singsing; menggulung

cè’ [cɛʔ] adv sangat

atau menarik ke atas lengan baju, rok,

cèccè [cɛccɛ] v menumbuk dengan benda

sarung

dsb

untuk

memudahkan

tumpul benda-benda basah seperti daun

bekerja.

dsb

Nyèngcèng v menyingsigkan

nyèccè v menumbuk

dalam

cèngè [cɛŋɛ] n sambal

cekcek [cǝkcǝk] n cicak

cengkal [cǝŋkal] a membandel

cèkèl [cɛkɛl] n mata kaki

cengkèr [cǝŋkɛr] n cengkir; kelapa yang

cekka’ [cəkkaʔ] v melekat Sè cekka’ coma

congor bi’ talè laènna sè ngalèlèt bhâdhânna. Yang melekat cuma tali kekang (sapi)

dengan

tali

lainnya

yang

melilit

badannya. cèlèng [cɛlɛŋ] n babi rusa; celeng cèlèngan n 1 tabungan; 2 tabung yang dipakai untuk bemnyimpan uang biasanya

masih muda; mumbang cèngkol [cɛŋkɔl] n siku; sikut nyèngkolv menyikut kol-cèngkolanv saling sikut cèntong [cɛntɔŋ] n centong nyentong v menyenduk dengan centong ceppet [cəppət] a cepat; lekas maceppetv mempercepat

Halaman 19 dari 97

pet-ceppet a terlalu cepat Jhâ’ pet-ceppet. ‘jangan terlalu cepat’

cocot [cɔcɔt] n moncong; mulut yg panjang atau memanjang (spt mulut anjing atau

cepplo’an [cǝpplɔan] n pemilihan kepala desa

babi)

cèrè [cɛrɛ] n cela; aib

codhut [cɔdhut] n sejenis kelelawar

cèrèt [cɛrɛt] n poci; teko; cerek

cokka [cɔkka] n cuka

cerrè’ [cǝrrɛʔ] a pelit

coko’ [cɔkɔʔ/cokoʔ] n sejenis kerudung yang

cerrèng [cǝrrɛŋ] n jerit

menutupi

acerrèngvi menjerit rèng-cerrèngan

menjerit

main-main

berkali-kali dan mengganggu

nyokobhiv mencukupi

ajhuluaghi cètagghâ, bilâ ètegghu’ bunto’na pas alè’-palè’‘menjulurkan kepalanya, kalau ekornya

alasan

bergeliat

diri’mudah

ditagih

berkelit

untuk

acoko’ v berkerudung

cokop [cɔkɔp] a cukup

cèţakbâto keras kepala/kepala batu

ketika

ditambah

karena sifat dan perangai yang buruk

acèţakv berkepala

melepaskan

biasanya

ako’-coko’ tae‘berkerudung tahi’ terkenal

cèţak [cɛʈak] n kepala

dipegang

rambut,

kerudung dibagian luar

mencoba

nyokopaghi v menyukupkan colo’ [cɔ.lɔʔ] n mulut acolo’vi (kas) menyangkal tuduhan yang

berjanji

namun

sudah terbukti.

dengan

banyak

kacolo’an

ketidak

dengan menyampaikan kepada orang lain

menutupi

sanggupannya menepati janji

suka

memperbesar

masalah

sesuatu yang sepele

cèțè [cɛʈɛ] n periuk

acolo’ songai‘bermulut sungai’ rakus

cetto’ [ceʈʈɔʔ] nyetto’v mencungkil

colo’ bâbâ bahasa kiasan untuk kemaluan

ciya [ciya] a 1 dingin 2 hambar (tentang rasa

perempuan

makanan dan minuman)

colo’ bâlijjhâ‘mulut penjual keliling’ suka

ciyom [ciyɔm] cium

berbohong

nyiyomvt mencium

dan

membesar-besarkan

sesuatu mengenai dirinya

cobbâ [cɔbbɐ] a bolong atau lalai (untuk

colo’

ebblèk‘mulut

kaleng’

gampang

ibadah yang dilakukan secara rutin spt

menangis; birnyè

salat, puasa, dsb)

colo’ morbhur‘mulut bercuap’ orang yang

cobbhu’ [cɔbbhʊʔ] n perkakas dari anyaman bambu yang

digunakan untuk

mencuci

beras cobhâ

[cɔbhɐ]

perkataanya suka mencela dan menjelekjelekkan

orang

lain

yang

belum

jelas

kebenarannya

n cobaan

coma [cɔma] p cuma

nyobhâ v memberi cobaan

comantaka [cɔmantaka] n cara bicara yang

cobik [cɔbik] n cobek; cowek

lancang dan bukan pada tempatnya

cocco’ [cɔccɔʔ] n paruh

combel [cɔmbəl] v cubit

nyocco’v mematuk

nyombel v mencubit

coco [cɔcɔ] v menusuk (dengan senjata dsb) nyoco v menusuk

compo’ [cɔmpɔʔ] n(T) rumah

cocok [cɔcɔk] v sesuai

congar [cɔŋar] n tali kekang pada sapi,

cocor [cɔcɔr] n paruh

kerbau yang dimasukkan melalui hidung;

acocorv berparuh acocor/cor-cocor

comettè [cɔməttɛ] n cemeti; cambuk

keluan tongar bunto’idm

berbaris

teratur ke belakang menghadap satu arah

congor [cɔŋɔr] n tali kekang pada sapi dan kerbautongar conto [cɔntɔ] n contoh

Halaman 20 dari 97

nyontoaghiv mencontohkan copa [cɔpa] n ludah

tidak bisa dijilat kembali’ janji yang sudah terlanjur diucapkan harus ditepati

acopav meludah

copè’ [cɔpɛʔ] a sempit

nyopaèv meludahi

copet [cɔpǝt] a sempit

copa sè ella ghâgghâr ka tana ta’ èkennèng

corok [cɔrɔk] tacorok rugi dan harus nomboki

jhilât polè‘ludah yang sudah jatuh ke tanah

corpot [cɔrpɔt] a pembohong besar; tukang bual

Halaman 21 dari 97

D dâ’ [dɐʔ] p ke

dârâ èlongan v mimisan

d̟â’iyâ [dɐʔiyɐ] p begitu

âkadârâ èkadhâghing mendarah mendaging

dâdâ [dɐdɐ] n dada

d̟ârd̟âr [ɖɐrɖɐr] v membuka lebar-lebar

adâdâv berdada

dâri [dɐri] p dari

dâdâ ghulâ bâlâkang mèmbhâperib‘dada

dâteng [dɐtǝŋ] v datang

gula, punggung mimba’ baik di muka

adâtengnganv berdatangan

(umum),

adâtengngèv mendatangi

namun

di

belakang

tampak

kadâtenganv kedatangan; didatangi

keburukannya d̟âd̟âp[ɖɐɖɐp]a silau

madâtengv mendatangkan

d̟âp-d̟âd̟âbhân n kesulitan melihat karena

padâtengnga a cara datangnya

silau

teng-dâtengv

d̟âd̟âr [ɖɐɖɐr] n daun kering

tiba-tiba: Teng-dateng ngamok, ta’ etemmo marghana. Tiba-tiba

dâdu [dɐ.du] n dadu

mengamuk tak jelas sebabnya.

adâduvi melakukan perjudian dadu

dâun [dɐun] n daun

dâi [dɐi] n dahi

adâunv berdaun

dâjâ [dɐ.jɐ] n utara

un-dâunann dedaunan

makadâjâ

v menjalankan, mengarahkan,

menghadapkan, dsb ke utara ngadâjâv agak ke utara nèyat

menyebabkan

mnghalalkan

d̩hâ’âr [dhɐʔɐr] v (T) makan adhâ’ârv (T) makan dhâbâ’ [dhɐ.bɐʔ] n berudu; anak katak

dangdang [daŋdaŋ] v dandang (alat dapur) dângdâng [dɐŋdɐŋ] n burung gagak semangka’

dengan

tidak

melakukan

atau

nga’-ènga’

dhâbâ’‘ingat-ingat

berudu’

lupa-lupa ingat

mara dângdâng nyocco’ samangka ‘seperti pekerjaan

adeppaèv mengukur dengan depa

dhâ’ârânn (T) makanan

berbagai cara dânga [dəŋa] adangav mendongak

mematuk

bâringèn

deppa [dǝppa] n depa

ngèco’‘tamak/serakah bibit niat mencuri’

gagak

dâunna

sedikit demi sedikit

bhibbhiddhâ

serakah

ka

‘berlindung pada daun beringin’ mengaku

dâkka [dɐkka] a tamak; loba; serakah Dâkka

lèng-ngalèng

kurang

sungguh sungguh dântè’ [dɐntɛʔ] v tunggu

d̩hâbu [ɖhɐbu] n (T) kata ad̩habu v berkata d̩habuann perkataan dhâbu’ [dhɐbu’] v cabut nâbu’ v mencabut

adântè’v menunggu

bu’-dhâbu’

(lo’) kadântèn v (tidak) sabar menunggu

mencabut (rumput, uban, dsb)

d̩âpa' [dɐpaʔ] v sampai, tiba

v

(melakukan

pekerjaan)

d̩hâd̩d̩hâ’ [ɖhɐɖɖhɐʔ] n pohon dadap

madâpa'v1 menyampaikan (pesan, titipan

d̩hâdd̩hâ’

dsb.) 2 mengantar sampai tempat tujuan

pagghun dhâddhâ’ kèya‘sekalipun dicat,

d̩âpor [dapɔr] n dapur por-d̟âporv mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan dapur dârâ [dɐrɐ] n darah adârâv berdarah

sanajjhân

èeccèddhâ

ghi’

dadap masih tetap dadap juga’ kenyataan yang

ditutup-tutupi

lama-lama

akan

ketahuan juga dhâddhi [dhɐddhi] 1 vi menjadi Moga dhaddhi

samporna. ‘semoga menjadi sempurna’2 p

Halaman 22 dari 97

Dhâddhi, mon èbitong sataon sakalèyan kalè bârâghât jiya bârâmpa? ‘jadi

jadi

baik

selalu

keluar

dari

permasalahan

dengan baik.

kalau dihitung setahun sekali dikali biaya

dhâlem [dhɐlǝm] n (T) rumah; kediaman

tersebut berapa’

dhâlika [dh(ɐ)lika] n geladak tempat tidur

adhâddhiagi vi menjadikan

nâlikaèv memberi atau membuat geladak

dhin-dhâddhinn hantu orang yang sudah

tempat tidur

meninggal dengan wajah asli orang yang meninggal tersebut, biasanya datang tiba-

dhâlko’ [dhɐlkɔʔ] n burung bangau; burung kuntul

tiba dalam waktu sekejap; jadi-jadian

dhâlmos [dhɐlmɔs] a (sangat) malas bekerja

kadhâddhiânn kejadian

d̟hâlpok [ɖɐlpɔk] a tua (kasar)

madhâddhi v menjadikan

dhâlubâng [dhɐlubɐŋ] n kertas

d̟hâd̟hâ [ɖhɐɖhɐ] a (ikan, ungags, dsb) mudah

adhâmaranv memakai lampu

sakit, mati dsb. dhâdhâk

[dhɐdhɐk]

dhâmar [dhɐmar] n lampu; pelita

kadhadhak adv mendadak;

d̩hâmmang

[ɖhɐmmaŋ]

1

terburu-buru

mendingan

dhâk-dhâdhâk adv secara mendadak

d̩hâmmangana lebih ringan

adv sampai: Coma karna adantè’ pèssè saèbu ropèa dhâghâ ta’ abhâjâng. ‘Hanya karena menunggu uang

mad̩hâmmangv meringankan

dhâghâ

[dhɐghɐ]

seribu rupiah lagi sampai tidak shalat.’

a

ringan

2

mang-d̩hammangana paling ringan mang-d̩hâmmanga ringan-ringan; rata-rata ringan

dhâghâng [dhɐghɐŋ] n pedagang

dhândhân [dhɐndhɐn] adhândhânv berdandan

adhâghângv berdagang

dhândhânann dandanan

dhâghângann (barang) dagangan

nândhânèv mendandani

èkadhâghângv dijadikan barang dagangan

d̟hângkas [dhɐŋkas] a dangkal

dhâghâng tona adhu’um bhâtè‘pedagang

d̟hângkè’ [ɖhɐŋkɛʔ] a dempet

rugi membagi-bagi untung’ orang yang

dhâpa’, pa’-dhâpa’an [paʔ.dhɐpaan] n tapak

melakukan sesuatu yang tidak wajar untuk

kaki

memamerkan kelebihan yang tidak dimiliki

dhârâka [dhɐrɐka] a durhaka

sè adhâgâng, adhâghing‘yang berdagang,

d̝hârd̝hâr

berdaging’ yang berusaha (berdagang) akan

[ɖhɐrɖhɐr]

nârd̝hâr

v mengetuk

pintu dengan keras; menggedor dhâris [dhɐris] n burung hantu

berhasil dan hidup nyaman (berdaging) dhâghing [dhɐghiŋ] n daging

dhâurân [dhɐ.u.rɐn] n kayu untuk pikulan

adhâghingv berdaging; gemuk

uang biasanya dibuat dari bambu dan

dhâghing budhuk n penyakit kusta

bersifat lentur

d̝hâkd̝hâk

[ɖhɐkɖhɐk]

nâkd̝hâk v mengetuk

pintu dengan keras; menggedor

untuk dicampur dengan sedikit saos, kecap

adv seketika itu juga dhâlâ adv dhâghâ dhalang [dhələŋ] n dalang dhâkkala

[dhɐkkala]

dsb. sebelum dimakan neddhelv melakukan deddhel

[dhɐlɐ]

dhellek [dhəllək] n ikan gabus besar biasanya

adhâlângv mendalang dhâlâng kerobohan

èkarobbhui

dheddhel [dhǝddhǝl] v mencelupkan makanan

seukuran betis atau paha orang dewasa pangghung‘Dalang

panggung.’

Pemimpin

yang

dhemmel [dhəmməl] a belum kering benar (tt pakaian); lembab

celaka karena ulah sendiri.

dhibâsa [dhibɐsa] a dewasa

tadâ’ dhâlâng kakorangan lakon‘Tak ada

dhibi’ [dhibiʔ] 1 n diri; ego 2 pron sendiri

dalang kehabisan cerita.’ Pemimpin yang

kadhibi’adv sendirian

Halaman 23 dari 97

ngadhibiiv mau menang sendiri d̩hidd̩hi’

adhungèngv mendongeng

adj sedikit

[ɖhidɖhiʔ]

dhungngèng [dhuŋŋɛŋ] n dongeng

dhika [dhika] pron(M) kamu; anda

adhungngèngv mendongeng

dhimèn [dhimɛn] n dahulu: Maos dhimèn

dâlem atèna. ‘Baca dulu dalam hati.’ d̟himpa [ɖhimpa] a lumpuh 1dhina [dhina] n hari: dhina Kemmès‘hari

[dhuŋkaŋ]

adhungkang

membungkukkan

(buri’)

badan

menunggingkan

untuk

pantat

biasanya

berkonotasi penghinaan, melangkahi, dsb dhunynya [dhuñña] n1 dunia 2 harta:ta’ andi’

Kamis’ 2dhina

dhungkang

dhunynya tidak punya harta; miskin3 alam

[dhina] bd, inj biar

adhina v menyisakan dhinèng

p

[dhinɛŋ]

fana, yaitu alam sebelum akhirat adapun,

mengenai,

dhupa [dhupa] n dupa

tentang hal d̩hingd̩hing [ɖhiŋɖhiŋ] n daging dhipplak

adhunnynyav berharta

[dhipplak]

adhupaèv memberi (membakar) dupa

a pincang

nupae v memberi (membakar) dupa

dhisan desa

padhupaan

dhlânang [dhlɐnaŋ] n gagang (pedang, pisau,

pedupaan

n

tempat

membakar

dupa;

dhurin [dhurin] n durian

dsb) adhlânangv

memiliki

bergagang

(dari):

gagang

atau

adhlânang

kaju

‘bergagang kayu’ dhrâjhât

sa-dhusae hanya menyebabkan berdosa saja

dhlubâng [dhlubɐŋ] n kertas [dhrɐjhɐt]

dhusa [dhusa] n dosa

d̟huson

n derajat

[dhusɔn]

a

mudah

marah

atau

tersinggung

dhu’um [dhuʔum] v membagi

dhuwâ [dhuwə] n doa

adhu’umv berbagi

adhuwâv berdoa

adhu’umanv berbagi (kebahagiaan, harta,

adhuwâaghiv mendoakan

dsb.) dengan orang lain

nuwâiv mendoai; berdoa untuk atau pada

nu’umv membagi

nuwâaghiv mendoakan

dhuddhing [dhuddhiŋ] nuddhing v menunjuk d̩hukon

[ɖhukɔn]

ad̩hukonv

n dukun

atamba,

bertambah,

menggunakan

pertolongan

bherkaddhâ

makanan

korang‘doa

berkatnya

kurang’

tugas bertambah upah tetap atau berkurang dhuwâ’ [dhuwəʔ] n

dukun nukonèv bekerja sebagai dukun dhulâng

dhuwâ

[dhulɐŋ]

dhuwâ’ bato pohon atau buah jamblang

nulângv menyuapi

dhuwâ’ butèr pohon atau buah salam

adhulângv menyuapi

dibâsa [dibɐsa] a dewasa

lâng-dhulâng(an)v saling menyuapi

dimma [dimma] pron dimana

dhuli [dhuli] adv segeraTa’ tako’ matè, sapè

dhuli nyalèp. ‘tidak takut mati, sapi segera menyusul/menyalip’

man-dimman (dari) mana-mana dinna’ [dinnaʔ] pron/adv disini; penunjuk dekat

dhulit [dhulIt] nulit 1 v mencuil 2 mencolek,

diyâ [diyɐ] adv di sini dokar [dokar] n dokar

menowel lit-dhulidhânv

1

saling

mencolek

atau

adokar v naik dokar

menowel 2 menowel atau mencolek dengan

du [du] num dua; singkatan dari duwa’ yang

usil Jhâ’ lit-dulidhân, bânnè pettès. Jangan

menjadi inti frasa numeralia seperti du polo

colak-colek, bukan petis.

‘dua puluh’

dhungèng

[dhuŋɛŋ]

n dongeng

du’u [duʔ.u] a bodoh

Halaman 24 dari 97

duccol [duccɔl] v lepas

madumpav menumpahkan

aduccolv melepas (pakaian dsb.)

durdur [durdur] a lembut karena terlalu

nuccolèv melepaskan dugghâ

[dugghɐ]

v

masak atau karena jatuh (ttg buah-buahan) sampai;

terjangkau;

tergapai dumalem [dumalǝm] adv dua hari yang akan

duri [duri] n duri aduriv berduri aduri

pandân/martabhât

durina

datang

pandân‘berduri pandan/ibarat duri pandan’

kadumalemmaadv dua hari yang lalu

mau meminta tidak mau memberi; pelit

dumpa [dumpa] v tumpah

duwâ’ [duwɐʔ] n dua

Halaman 25 dari 97

E è [ɛ] p di

menghilang.’ 2 vt menghilangkan Ustadz

ebbal [əbbal] n bola

adhabu jha’ bato bisa maelang najis.

ebbis [ǝbbis] n bis; bus

ngèlangngaghi

èbhu [ɛbhu] n ibu

bato bisa ngelangngaghi najis.

èbir [ɛbir] a sifat pamer

Èlang tamparra ghi’ karè tembânav ‘hilang

èbo’ [ɛboʔ]n ibu èbhu

tamparnya, masih ada timbanya’ hilang

èbu [ɛbu] ribu

segala

èbuann ribuan

keuntungan

hanya

tersisa

ellap [əllap] n lap; penyeka

ngeccètv mengecat

ngellap v mengelap

eddus [ǝddʊs] n karton pembungkus barang

ellong [ǝllɔŋ] long-ellongann jalan tembus èlmo [ɛlmɔ] n ilmu

produksi; dus

n ijin

aèlmov berilmu; pandai

ngèdhinèv mengijinkan

mara

èding [ɛ.diŋ] dengar

èlmona

tagghuk‘seperti

ilmu

menabrak’ orang yang mau enaknya sendiri

ngèdingvt mendengar

tanpa memikirkan kesusahan orang lain

ngedingngaghiv mendengarkan

èlong [ɛlɔŋ] n hidung

ngèding sakopèngan‘mendengar sekuping’

ta’

mendengar selintas

lesengnga‘tidak

egghung [ǝgguŋ] n gong to’-koto’

dan

Tello’

ella [ǝlla] adv sudah

aeccètv bercat

èdhi

menghilangkan

modalanya

eccèt [ǝccɛt] n cat

[ɛdhi]

vt

amonyè

tao

jhâ’

konco’na

èlongnga

tahu

bahwa

bâdâ ujung

hidungnya belepotan’ orang yang tidak egghung‘berbisik

sadar akan keburukan sendiri

berbunyi gong’ karya besar yang hanya

ollè èlong mènta pèpè‘dapat hidung minta

berasal

pipi’ tidak pernah puas atau cukup; tamak;

dari

kabar

atau

rencana

yang

sayup-sayup èjhâ

[ɛjhɐ]

loba

ngèjhâv mengeja

èman [ɛman] a sayang

èjhâân n ejaan

emanana pelit; terlalu sayang pada sesuatu

èjhin [ɛjhin] a individual, sendiri-sendiri ejjhâm

[ǝjjhɐm]

ngaemanè v menyayangi

n jam

emba [ǝmba] n kakek/nenek

aejjhâmanv memakai jam tangan

embhân [ǝmbhən] ngembhânv menggendong

lo’ tao ngèding monyena ejjhâm ‘tidak

(bayi dsb) di depan

pernah mendengar bunyi jam’ orang yang

bhân-embhânn kain untuk menggendong

dianggap tidak tahu aturan karena berasal

abhân-embhânv

dari desa terpencil. Ungkapan ini digunakan

menggendong

untuk melecehkan



la

memakai

kain

abhân-embhân

untuk ghi’

èker [ɛkər] n kelereng; gundu

âghândhungè‘yang sudah menggendong di

èlang [ɛlaŋ] vi hilang

depan digendongi lagi di punggungnya’

kaèlanganv kehilangan

orang

maèlang 1 vi menghilang: Maleng sakte se

masih diberi tambahan beban lagi

madhibu dhisa bisa maelang. Maling ‘sakti yang

menghebohkan

desa

bisa

yang

sudah

menanggung

beban

embhuk [ǝmbhuk] n saudara perempuan yang lebih tua; kakak perempuan embi’ [ǝmbiʔ] n kambing

Halaman 26 dari 97

embi’

ambhâ

ka

pakacangan‘kambing

terlepas ke kebun kacang’ menghabiskan

ta’

endâ’

katompangan‘tidak

tertumpangi’ tidak mau berhutang budi

semua makanan yang disuguhkan

end̟i [ənɖi] jhâ’ endi adv nanti dulu

embi’

ènep [ɛnəp] ngènep v menginap

kenynyang

ghi’

ngandus‘kambing

mau

kenyang masih menanduk’ tamak; loba;

ngènepaghi v menginapkan; meninggal-kan

tidak pernah merasa cukup

satu malam

mara

embi’

ngantor

ghunong‘seperti

ènga’ [ɛŋaʔ] 1 v ingat 2 p seperti

kambing menanduk gunung’ pekerjaan sia-

makènga’vmaènga’

sia karena tidak mungkin berhasil

maènga’v mengingatkan

èmbu [ɛmbu] n tambahan

nga’-enga’anv ingat sesuatu tapi belum

bu-embun yang ditambahkan

jelas

ngèmbui v menambah

ngenga’èv mengingat sso

ngala’ èmbu ‘mengambil tambahan’ suatu

èngghâ [ɛŋghɐ] v pergi

kondisi

èngghi [ɛŋghi] p (M/R) iya

ketika

seseorang

bertingkah

melebihi yang seharusnya misalnya orang miskin yang suka menghambur-hamburkan uang, orang “jelek” yang sok cantik dsb.

èngghi panèka ialah engghun [ǝŋghun] n tempat engghunna bhândheng epatabâri kènduy

embu’ [ǝmbʊʔ] n ibu

‘tempatnya

bandeng

emma’ [əmmaʔ] n 1 bapak 2ibu

melakukan

pekerjaan

emmas [ǝmmas] n emas ngemmasè

v

memberi

ditawari yang

teri’ sia-sia;

menggarami air laut atau

memasang

engko’ [ǝŋkɔʔ] pron(R) aku, saya

emas

enjâ’ [ǝñjɐʔ] (R) tidak

emmas tabhendem ‘emas terpendam’ orang

ènjhâm [ɛñjhɐm] ngènjhâm v meminjam

yang memiliki kemampuan tetapi tidak

ènjhâmann hasil meminjam; pinjaman ngènjhâmmaghiv meminjamkan

terlihat atau diketahui orang lain emmas towa èsempo‘emas tua disepuh’

ennem [ǝnnǝm] n enam

orang

enneng [ǝnnǝŋ]neng-ennengv diam

yang

sekalipun

keturunan

orang

terpandang tetapi mau berguru kepada

neng-ennengnga

siapa saja

besi berkarat’ diam karena memang tidak

emmas towa ta’ ambhu eseppo ‘emas tua tidak usah disepuh’ orang yang matang kepintaran

dan

kebijaksanaannya

tidak

perlu dinasehati berpandai

pekerjaan

yang

mampu (tahu dsb) èntar [ɛntar] v pergi: Siyani entar ka pasar. ‘Siyani pergi ke pasar’ ngèntarè v mendatangi

ngemmasè ngèras mandhi ‘berpandai emas seraya

bessè tataèn ‘diamnya

besi’

dua

dilakukan

atau

dengan

lebih baik

secara bersamaan

entèk/tèk-entèghân

[ǝntɛk/tɛkǝntɛghɐn]

n

jari kelingking ngentèkaghiv‘mengelingkingkan’ meremehkan

empa’ [ǝmpaʔ] n empat

enten [ǝntǝn] (M) tidak

empo [ǝmpɔ] n empu (pembuat senjata)

ènten [ɛntǝn] n intan

èmpon [ɛmpɔn] a lumpuh

Ènten èbâddhâi kalontongan‘intan diwadahi

èmpor [ɛmpɔr] aèmporvberkubang lumpur

kelongkong’ orang yang mulia (bangsawan

endâ’ [ǝndɐʔ] vi mau

dsb) akan tetap terlihat meskipun bergaul

dâ’-mata’endâ’, di-budina èkala’ ngendâ’

dengan orang kebanyakan

pura-pura tidak hendak, padahal sangat

ènten

berkehendak

orem‘intan yang tenggelam dalam lumpur

nyèllem

ka

cellot

ta’

bhâkal

Halaman 27 dari 97

tidak akan suram’ keluhuran sifat (orang) mulia pasti tampak meski disembunyikan èntèng [ɛntɛŋ] a ringan; enteng

essa [əssa] a sah; abash ngessaaghi v mengesahkan èssè [ɛssɛ] n isi

ngèntèngaghi v menganggap ringan atau

aèssèv berisi

sepele; menyepelekan

ngèssèèv mengisi èsto [ɛstɔ] a tulus; sungguh-sungguh; serius;

èntep [ɛntəp] v tutup pintu aèntep v tertutup (pintu)

ikhlas

ngèntep v menutup pintu

ngèstoaghivt

melakukan

orang

dengan

ènter [ɛntǝr] ènterrann baling-baling aènterv berpusing; berputar ènthok [ɛnʈɔk] n entok; bebek manila enynyor [əññɔr] n kelapa

ngèrèng

ngestoaghi

tulus

undangan

dengan

tulus’ ètèk ècocorè emmas ghi’ bhâkal ècocoraghi

eppa’ [ǝppaʔ] n bapak [ɛrɛŋ]

untuk

ètèk [ɛtɛk] n anak bebek

èpon [ɛpɔn] pron (T) nya èrèng

lain

undangan‘menghadiri

sesuatu

ka pacarrèn kèya‘itik diberi paruh emas

v

1

mengiring;

akan disusupkan ke air limbah juga’ orang

mengarak 2 ikut 3 ayo; mari

yang sudah terbiasa berperilaku buruk sulit

pangèrèngn

dibawa ke dalam kebaikan

pengiringPangerengnga saronen. ‘Pengiringnya alat musik saronen.’ èrèt [ɛrɛt] v seret ngèrètv menyeret èrowan [ɛrɔwan] n tawon (madu) èrok [ɛrɔk] ngèrokv mengganggu; mengacau errat [ərrat] rat-errat/erradhânn geretan/

ètèk sè atellor, ajèm sè ngèrremmè‘itik yang

bertelur,

ayam

yang

mengerami’

seseorang yang melakukan kebaikan, tetapi orang lain yang mendapat pujian sesuai dengan peribahasa ‘kerbau punya susu, sapi dapat nama’

rautan pensil

èter [ɛtǝr] aèter v berputar

ngerradhi v meraut untuk menajamkan

ètong [ɛtɔŋ] ngètongv menghitung

pensil èsak [ɛsak] a baik

ètongan n hitungan ettong [əttoŋ] num satusittong

Halaman 28 dari 97

F faèdâ [faɛdɐ] n faidah; manfaat; kegunaan faham/fahâm

[faham/fahɐm]

mengerti

v

faham;

foto [foto] n foto afotov berfoto ato-fotov berfoto-foto

fardu [fardu] n fardu; kewajiban

motov memfoto

fitna [fitna] n fitnah

to-fotowânv saling berfoto

Halaman 29 dari 97

G gâji [gɐji] n gaji

dsb)’

agâji v memiliki gaji atau penghasilan

barang

yang

menyenangkan

bila

dilihat

ngâji v membayar gaji

ghâdhing [ghɐdhiŋ] n gading (gajah)

gâjiân n gajian

ghâdhu [ghɐdhu] ngâdhuvt memakan lauk

orèng gâjiânn orang gajian; pegawai gâlânon [gɐlɐnɔn] nungkapan permisi; kula nuwun agâlânonv

tanpa nasi ghâdhebbhung

n

[ghɐdhǝbbhuŋ]

batang

pisang; gedebung mengucapkan

permisi;

berpermisi

ghâdhebbhung

ngajhâk

lotţo’‘batang

pisang mengajak busuk’ kejahatan selalu

galbas [galbas] n toples

menarik keterlibatan orang baik-baik

galbas baddhâna dhupa, (blas tadâ’ pa-apa)

ghâgghâr [ghɐgghɐr] v jatuh

‘toples tempat dupa, kosong tidak ada apa-

aghâgghârân v berjatuhan

apa’ omongan yang tidak menghasilkan

kaghâgghârân v keguguran (kandungan)

bukti apa-apa

maghâgghâr

gâlebbâr [gɐləbbɐr] agâlebbârv berkibar

v

bâr-gâlebbârn panji-panji; benderaDâ’iyâ

Ghâgghârâ

kèya bâr-gâlebbâr amacem bârna mossa’è sakobângnga lon-alon. ‘Begitu juga panji-

bhugkana‘daun

panji bermacam warna memenuhi sekeliling [gəlunduŋ]

agâlundungv

[gəlundur]

agâlundurvi

2

dâdâr

ta’

jatuh

kèra

jhâu

dâri

tidak

jauh

dari

pohonnya’ seorang anak tidak akan jauh berbeda dari orang tuanya aghâjâ’v bergurau; bercanda ngâjâèv menghibur (bayi) supaya tenang

menggelinding gâlundur

menjatuhkan

ghâjâ’ [ghɐjɐʔ] n gurauan; canda

alun-alun.’ gâlundung

1

menggugurkan (kandungan)

jâ’-ghâjâ’

patè’‘gurau-gurau

menggelinding

gurauan

magâlundurvt menggelindingkan

menjadi pertengkaran

gândhuru n sejenis santet yang berupa benda terang melayang di udara; sin. pana gânteng [gɐntəŋ] a ganteng; tampan

ghâjâ’ kembang

kecil

yang

sangat

kembhângnga perkelahian’

nasihat

teng-gântenga ganteng-ganteng

ghâlâghâs [ghɐlɐghɐs] ` gelagah

seolah-olah ganteng gend̟eng [gǝndǝŋ] a bodoh deng-magendeng v pura-pura bodoh gessa [gǝssa] agessav berbicara santai asa-gessavberbicara santai (intensitas) ghâbây [ghɐbɐy] v buat

ghâlâghâs katonon‘gelagah terbakar’ cepat naik darah tetapi cepat reda ghâlâta [ghɐlɐta] n kutu busuk martabhât ghâlâta koros‘ibarat kutu busuk kurus’ tuan rumah yang menyajikan oleholeh tamunya sebagai suguhan ghâlijek [ghɐlijǝk] ngâlijekv menggelitik ghâlincap [ghɐliñcap] n ketiak

aghâbây, ngâbây v membuat

ghâliyâ’ [ghɐliyɐʔ] n geli

ghâbâyânn buatan; produksi dari

ghâllu [ghɐllu] adv terlebih dahulu

eghabay bas-abasan ‘dijadikan barang yang dipandang-pandang (karena kebagusannya

untuk

berhati-hati dan menjaga batas gurauan ghâjhâ [ghɐjhɐ] n gajah

gellas [gəllas] n gelas

berpotensi

tokar‘gurauan

magântengv membuat jadi ganteng teng-magânteng v berbuat atau bersikap

anjing’

lu-ghâllua yang paling dhulu; yang pertama ghâltè’ [ghɐltɛʔ] n burung gelatik

Halaman 30 dari 97

akana ghâltè’ nemmo padi‘seperti gelatik

maghânjhil v mengganjilkan

menemukan padi’ menghabiskan semua

ghânta’ [ghəntaʔ] n jangkrik

suguhan yang diberikan; kemaruk

ghântè

ghâludhuk

[ghɐludhuk]

nguntur; geledek

n

[ghɐntɛ]

penggganti:

ghântè‘mencari pengganti’

rajâ ghâludhugghâ ta’ kera rajâ ojhânna/

aghântèv berganti

kabânynya’an

ghântèanadv bergantian

ghâludhuk

korang

ojhân‘besar geledeknya tidak akan besar

ngântèv mengganti

hujannya/kebanyakan

ngântèèv

geledek

kurang

mengganti

(kerusakan,

hujan’ peribahasa yang mirip dengan ‘Tong

yang rusak, kerugian, dsb)

kosong nyaring bunyinya.’

tè-ghântèv berganti-gantian

ghâlunyo'

[ghɐluñɔʔ]

v telan

bagian

tèn-ghântènn pengganti; cadangan

ngâlunyo’ v menelan

ghântong [ghɐntɔŋ] v gantung

ghâmpang [ghɐmpaŋ] a gampang; mudah ghâmparan

nyarè

[ghɐmparan]

aghântongv bergantung ngântongv menggantung

n [T] bakiak

ghân [ghɐn]p sampai batas (jarak, waktu,

tong-ghântongn gantungan (baju, dsb.)

dsb.) tertentu.

èghântong

tadâ' ghân-engghânna tidak ada batasnya

dâlem‘digantung

tèngghi, tinggi,

èbhendem ditanam

dalam’

ghâncang [ghɐñcaŋ] a cepat

hukuman yang setimpal dengan kesalahan

ghâncèras [ghɐncɛras] n nama warangka keris

yang diperbuat

Madura yang serat bagian atasnya tidak melintang

seluruh

bagian

sarung

keris

ghârâp

[ghərəp]

aghârâpv

menggarap;

menyelesaikan suatu pekerjaan ghâris [ghɐris] n garis

tersebut terbuat dari kayu utuh ghândhin [ghɐndhin] n pelimbahan; comberan

agharis v bergaris kalambhi potè aghâris

saghândhinga

celleng ‘baju putih bergaris hitam’ ghârisânn penggaris ngârisv menggaris ris-ghârisn alat menggaris ghârubhek [ghɐrubhǝk] n moyang; kakek dari

[ghɐndhɪŋ]

ghânding sebanding

ghândhu’ [ghɐndhuʔ] aghandhu’/ngandhu’ v mengandung aghandhu’ tae kerreng‘mengandung tahi kering’ mempunyai maksud jahat terhadap

ghârubhuk [ghǝrubhuk] n gharubhek

orang lain ghândhung

aghândhungv

[ghɐndhuŋ]

di-

ghât/egghât [ghɐt/əgghɐt] 1 n batas 2 v

ngândhung v menggendong di punggung ghânep [ghɐnǝp] a genap

v

1

berbatas menggenapkan

2

karena

[ghɐŋghuʔ] tidak

n

perasaan

bosan

sesuatu

untuk

punya

dikerjakan; iseng sambil

lalu;

2

sesuatu

yang

dikerjakan sambil lalu ghânjhâl [ghɐñjhɐl] jhâl-ghânjhila goyang; tidak stabil; berubah-ubah ghânjhil

[ghɐñjhil]

tel-ghâteln gatal-gatal ghâţèng [ghɐʈɛŋ] n kemaluan laki-laki; bagian yang digunakan dalam persetubuhan

ghu’-ghângghu’ n 1 makanan ringan yang dimakan

aegghât v berbatas ghâtel [ghɐtǝl] a gatal

melengkapkan ghângghu’

ghârud̟hu’ [ghɐrudhuʔ] nguntur aghârudhu’v mengguntur

gendong di punggung

maghânep

kakek

a ganjil

gheddhâng [ghǝddhɐŋ] n pisang gheddhâng bhiru 1 pisang hijau 2 fig orang pendiam yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas 1ghella’

[ghəllɐʔ] n tawa

aghellâ’vi tertawa

Halaman 31 dari 97

maaghellâ’ v menjadikan tertawa

pa’-gheppa’ v makanan yang dibuat dari

lâ’-ngellâ’èvt menertawakan

ketela

2ghellâ’

[ghǝllɐʔ] adv tadi

ghellâng [ghǝlləŋ] n gelang ghellem

ghendhâk

jalar

yang

digoreng

gherrâ [ghǝrrɐ] a kaku

aghellâng(an)v memakai gelang; ber-gelang [ghəlləm]

rambat/ubi

kemudin ditusuk seperti satai

v mau a sombong

magherrâv membuat jadi kaku râ-gherrâa kaku seperti

[ghǝndhɐk]

gherrâ atèna ‘kaku hatinya’ mudah merajuk

ghendhâk bârângka, sala ghendhâk tadâ’

atau ngambek

pa-apa‘sombong

sudah

gherrâ montengnga‘kaku tulang ekornya’

sombong tidak ada apa-apanya’ peribahasa

melompong,

orang yang tata tutur dan gerak geriknya

yang mirip dengan ‘Tong kosong nyaring

sangat kaku dan tidak mau berkompromi

bunyinya’

atau keras kepala

ghendhâng [ghǝndhɐŋ] n gendang

râ-gerrâ

pèkolan‘kaku

seperti

pikulan’

aghendhânganv bermain gendang

orang yang peran atau hasil pekerjaannya

gendhâng ètabbhu salajâ‘gendang ditabuh

serba tanggung sehingga tidak memuaskan

sebelah’ berat sebelah atau tidak adil ghendhi

[ghǝndhi]

n kendi

gherrâng

[ghǝrrɐŋ]

n

sejenis

ikan

yang

dikeringkan

ghenna’ [ghənnaʔ] a lengkap

gherrem [ghǝrrǝm] n geraham

maghenna’v melengkapi

gherring [ghǝrriŋ] n sakit parah

na’-ghenna’n pelengkap

ghi’ [ghiʔ] adv 1 masih 2 pada (waktu): ghi’

ghentang [ghǝntaŋ] aghentangvi telentang maghentangvt menelentangkan tang-ghentangan

jhâman lambâ’ ‘pada zaman dahulu’ ghi’ ano.na ‘beberapa waktu yang lalu’

tidur-tiduran

dengan

ghibâ [ghibɐ] v bawa kèbâ ngibâvt membawa:Ca’na Ka’ Morsid lamon

posisi terlentang ghentang nèngngep‘terlentang telungkup’

ta’ ngibâ pèssè ta’ ollè noro’‘Kata Kak

pernikahan antara dua pasang saudara,

Morsid kalau tidak membawa uang tidak

misalnya A dan B saudara, C dan D saudara.

boleh ikut’

A menikah dengan C, B dengan D, atau A

bân-ghibânn 1 barang bawaan 2 oleh-oleh ghighi [ghighi] n gigi

dan D, B dengan C ghentèng [ghǝntɛŋ] n genting

ghilâ [ghilɐ] a gila

ghentong [ghǝntɔŋ] n gentong/tempayan ghentong

ekarobung

canteng‘gentong/tempayan

dirubung

gayung’ orang tua yang tetap disambangi

âkaghilâ v menjadi gila ghili [ghili] n alir(an) aghili v mengalir maghili v mengalirkan li-ghiliân n tempat air mengalir

keturunannya ghentong nyarè canteng‘gentong/tempayan

ghiling [ghiliŋ] aghiling v menggiling

mencari gayung’ meminta pertolongan pada

ghilingan n gilingan

yang lebih lemah

ghilir [ghilir] v satu persatu berdasarkan

tadâ’ ghentong nyello’ ka cantèng ‘tak ada

urutan; bergilir

gentong menciduk gayung’ 1. orang tua

aghilir v bergilir

tidak meminta balasan dari anak 2. yang

ghilirânn giliran

kuat yang bisa membantu yang lemah

ghilir tampar‘gilir tambang/ tali/ tampar’

gheppa’

[ghəppaʔ]

v memukul dengan jari

menyerahkan tanggung jawab diri sendiri

tangan dibuka; menepuk

kepada orang lain sehingga orang lain

ngeppa’ v menepuk

tersebut yang memiliki tanggung jawab

Halaman 32 dari 97

adv masih belum; bentuk singkat dari ghi’ lo’ ghindhung [ghindhuŋ] v gendong ghingsèr [ghiŋsɛr] a bergeser ghir [ghir] n bentuk pendek dari penggjir; sisi; ghilo’

[ghilɔʔ]

ghiring

menjambak;

merenggut

(rambut) ghumo’ [ghumo’] n gundukan tanah angghumo’ dâdâ ‘gundukan dada’ terburuburu, bhângsalan yang berarti soso ‘susu’ yang berarti kasoso ‘kesusu; terburu-buru’

bagian; pinggir [ghiriŋ]

v

ngumbhi’

aghiring v menggiring

ghun [ghun] cuma

ghita’ [ghitaʔ] adv masih belum; bentuk singkat dari ghi’ ta’

ghundul [ghʊndʊl] a gundul aghundulv memotong gundul rambut

ghubâng [ghubəŋ] aghubâng v melubangi atau membuat lubang (ditanah untuk hewan

ghundulânn tuyul ghung [ghuŋ] n gong

pembuat lubang di dinding atau tembok

martabhât ghung tèma‘ibarat gong timah –

bagi orang jahat yang masuk secara paksa);

yang tidak ikut bergema kecuali ditabuh

membobolMaleng aghubang romana Mèlan.

secara khusus’ orang yang diam jika tidak

‘Maling melubangi rumah Melan.’

ditanya

èghubâng v dilubangi ghucè

[ghucɛ]

ghucè

ghungsèng

n guci

èkennèng

n

giring-giring;

kelintingan;

sejenis bel kecil yang dikalungkan pada kodungè‘guci

dapat

binatang peliharaan atau bayi yang mulai

ditutupi’ perkara rahasia sekali pun tidak

bisa berjalan

dapat ditutup-tutupi

agungsengan v memakai giring-giring atau

ghudd̩hu [ghudɖhu] n kue yang terbuat dari pisang, ketela, sukun dsb. yang dicelupkan pada adonan tepung sebelum digoreng. ghud̩hâ

[ghuɖhə]

v ganggu; goda

aghud̩hâv mengganggu; menggoda ghulâ [ghulɐ] n gula ghulâp

[ghulɐp]

n nyala

aghulâp v menyala ghuli [ghuli] n gerak aghuliv 1 bergerak; 2 bertingkah

kelintingan ghunong [ghunɔŋ] n gunung ghunong na’nong bâto klèțtak‘gunung udik berbatu putih kering kerontang’ tempat yang sangat terpencil dan sangat sulit didatangi, pernyataan ini digunakan untuk melecehkan ghuntèng [ghuntɛŋ] n gunting nguntèng v menggunting ghuru [ghuru] n guru

ali-ghuliv bergerak-gerak

aghuruv berguru

maghuliv menggerakkan

ngurui v mengajar

ghuling

[ghuliŋ]

n (bantal) guling

ghulu [ghulu] n (T) leher ghulu’

[ghuluʔ]

aghulu’v berguling-guling di

tanah ghulung [ghuluŋ] v gulung

paghurunn tempat berguru atau bertanya; perguruan ghusè [ghusɛ] n gusi ghutos [ghutɔs] n tali pendek yang terbuat dari belahan bambu diraut tipis biasanya

aghulungvbergulung

sebagai pengikat jalinan daun pohon sagu

ngulungv menggulung

yang dibuat atap.

ngulunggaghiv menggulungkan ghumbhi’ [ghumbhiʔ] v jambak

ghuttè [ghutteɛ] n paman ghuwâ[ghuwɐ] n goa godèk [gɔdɛk] n bulu rambut depan telinga

Halaman 33 dari 97

H Hampèyan [hampɛyan] pronSampèyan

had̟ir [hadir] v datang; hadir; ada ngad̟irè v menghadiri

Hèd̟â [hɛdɐ] pron (R) Sèd̟â

had̟irat [hadirat] n orang-orang perempuan yang hadir

hol [hɔl] n peringatan tahunan kematian seseorang yang diisi dengan membaca doa;

had̟irin [hadirin] n orang-orang laki-laki yang

haul ngeholèv mengadakan haul untuk sso

hadir hadiya [hadiya] v hadiah

hormat[hɔrmat]n hormat

hakim [hakım] n hakim

kahormadhann kehormatan

halwa [halwa] n halwa

ngormatv menghormat

(mara) halwa èkakan kocèng‘ibarat halwa

ngormadhiv menghormati

dimakan kucing’ wanita yang secara sosial

horop [hɔrɔp] n huruf

memiliki

derajat

hotèl [hɔtɛl] n hotel

dengan

laki-laki

lebih yang

tinggi secara

menikah sosial

derajatnya lebih rendah

Halaman 34 dari 97

I ikhtiyar [ikhtiyar] v berusaha sekuat tenaga imam [imam] n 1 pemimpin shalat; imam 2 ulama yang diakui kepintarannya sebagai mujtahid, pemimpin, dsb terutama di masa klasik ngimamè v menjadi imam shalat paimaman n tempat shalat yang disediakan untuk imam shalat iman [iman] n iman Islam [islam] n Islam iyâ [iyɐ] (R) iya

Halaman 35 dari 97

J jâgâ [jɐgɐ] v jaga

jhâjhuluk [jhɐjhuluk] n julukan

ajâgâv menjaga

ajhâjhulukvi

jago [jago] a jago

ajhâjhuluk

go-majagovi sok jago



berjuluk



Ghâmbhu.

pangdâlem ‘yang

kanan

berjuluk Si Ghambhu’

jagowânn jagoan

jhâjjhâlâng [jhǝjjhɐlɐŋ] n laron

jakèt [jakɛt] n jaket

jhâjjhâlâng nyandâr ka apoy/dhâmar ‘laron

jangkung [jaŋkuŋ] pajangkungan n tanah

bersandar

kuburan yang mayatnya sering menjadi

ke

api/lampu’

melakukan

pekerjaan yang membahaya-kan diri sendiri jhâlâ [jhɐlɐh] n jala

hantu jârèya [jɐrɛya] n penunjuk jauh atau dekat; ini

jhâlân [jhɐlɐn] n jalan ajhâlânv berjalan

atau itu jârângkong [jɐrɐŋkɔŋ] n hantu yang menurut

ajhâlânèv menjalani

kepercayaan muncul selama 40 hari sejak

ajhâlânaghiv menjalankan

kematian berbentuk manusia dengan wajah

alân-jhâlân v berjalan-jalan

menyerupai orang yang telah meninggal

lân-jhâlânn tengah jalan

dan mengenakan kain kafan; jembalang jedding [jəddıŋ] n bak tempat air; jeding

jhâlu [jhɐlu] n susuh; tanduk pada kaki ayam ajhalu v bersusuh

jendèla [jǝndɛla] n jendela

jhâman [jhɐman] n zaman

jhâ’ [jhɐʔ] adv jangan

jhâmang [jhɐmaŋ] n jambul

Jhâbâ [jhɐbɐ] n Jawa [jhɐbhɐr]

jhâbhâr

ajhâmangv berjambul Sapèna ajhâmang,

n harakat (fatha) dalam

tulisan Arab

tandu’eng ‘Sapinya

jhâghâ [jhɐghɐ] v1 bangun (tidur) 2bangkit

èbhundhu’ berjambul,

bhludhru

celleng.

tandu’nya

ditutup

beludru hitam.’ jhâmo [jhɐmɔ] n jamu

(berdiri) majhâghâv membantu bangkit berdiri

ajhâmov minum jamu

nyâghâè v membangunkan (tidur)

ajhâmoèv memberi jamu (sapi dsb)

n dunia; jagat jhâghung [jhɐghuŋ] n jagung jhâi [jhɐi] n jahe jhâi’ [jhɐiʔ] ajhâi’/nyâi’v menjahit i’-jhâi’ânv sedang menjahit sesuatu jhâil [jhɐil] n iler ajhâilv mengiler jhâjâ [jhɐjɐ] a jaya; beruntung; sukses; jhâghât

[jhɐghɐt]

berhasil

jhângghâr

[jhɐŋghɐr]

n

jengger;

balung;

daging yang tumbuh di kepala ayam jhângghel [jhɐŋghǝl] n tongkol jagung ajhangghel v bertongkol jhângghirâng [jhɐŋghirɐŋ] n sejenis lele yang ukurannya lebih kecil akantha

jhângghirâng

nemmo

cacemmer‘seperti lele menemukan kotoran’ memperebutkan barang yang tak berharga

jhâjhân [jhɐjhɐn] n jajan

karena ketamakan

ajhâjhânv berjajan

mara jhângghirâng nemmo taè ‘seperti lele

nyâjhânèv memberi (uang) jajan

menemukan

jhâjhâr

[jhɐjhɐr]

n jajar bâjâng‘jajaran

berebut

saling

mendahului untuk mendapatkan sesuatu

ajhâjhârv berjajar jhâjhâr

tahi’

yang tidak layak diperebutkan wayang’

menempatkan sesuai aturan tempatnya

jhangka’ [jhɐŋkaʔ] n dingklik ajhângka’vi memakai dingklik

Halaman 36 dari 97

jhângkèras [jhɐŋkɛras] n nama warangka keris Madura yang serat bagian atasnya tidak melintang

seluruh

bagian

sarung

keris

majhâuv menjauh

ajhângov menggapai; menjangkau jhângsèra

u-majhâuv pura-pura menjauh

n peralatan untuk tempat

tidur yang terdiri atas bantal dan guling yang

berasal

dari

rendah jhâu [jhɐu] a jauh ajhâuiv menjauhi

tersebut terbuat dari kayu utuh jhângo [jhɐŋɔ] v gapai; jangkau [jhɐŋsɛra]

laki yang secara sosial derajatnya lebih

jhâng-dhunjângnga

sera‘penunjang kepala’ jhânjhi [jhɐñjhi] n janji ajhânjhiv berjanji jhin-jhânjhinv saling berjanji parjhânjhiann perjanjian jhânor [jhɐnɔr] n janur jhârâbâ’ [jhɐrɐbɐʔ] n jerawat ajhârâbâ’ânv berjerawat jhârân [jhɐrɐn] n kuda ajhârânanv naik kuda; berkuda

jhebbhing [jhǝbbhɪŋ] n anak perempuan jhekjhek [jhǝkjhǝk] a ajeg; istiqamah jhelli’ [jhǝlliʔ] n klitoris; klentit jhelling [jhǝlliŋ] v lihat ajellingv melihat nyellingngaghiv

memperlihatkan;

pajhellingann penglihatan ling-jhellinganv melihat kesana-kemari jhembhâdhân [jhəmbhɐdhɐn] n jembatan jhembhâr [jhəmbhɐr] n luas atau jembar dalam penghidupan majhembhârv meluaskan

Jhârân celleng ghusè, èsemma’è ngokop,

kajhembhârân n keluasan

èjhauè ngettè’‘kuda bergusi hitam, didekati

jhemmor [jhǝmmɔr] v jemur

menggigit, dijahui menendang’ bercampur

ajhemmorv berjemur

baur dengan orang yang sudah terkenal

nyemmorv menjemur

bermoral bejat dan bertabiat busuk pasti

mor-jhemmor n jemuran

akan

mencelakakan

keseluruhan

pajhemmoran n tempat penjemuran jherruk [jhǝrruk] n jeruk

lingkungannya jhârân

èkalèburè

loranaperib‘kuda

jhijhir [jhijhir] v jejer; berderet teratur

disenangi tuannya’ seorang bawahan yang

ajhijhir v berjejer

karena kecakapannya disenangi majikannya

nyijhir v menjejer

sehingga

meng-

amati

meningkatkan

taraf

hidupnya

karena diperhatikan oleh tuannya tersebut

ajhir-jhijhir v berjejer-jejer jhilâ [jhilɐ] n lidah

Jhârân ngakan bubudhânna ‘kuda memakan

jhilâ

muatannya’ orang (tamu) yang ikut makan

berbicara sangat gampang, tetapi harus

oleh-olehnya sendiri

dipertanggungjawabkan

jhârum

[jhɐrum]

n 1 jarum 2 orang dalam

penunjuk jalan bagi orang luar yang akan mencuri di suatu daerah mara jarum

jhârum

amoso

melawan

ta’

atolang‘lidak

tak

bertulang’

jhilât [jhilɐt] nyilâtv menjilat Jhinmèra [jhinmɛra] n kependekan dari tajhin mera yang artinya bubur merah. Bentuk ini

bâddhung‘seperti

kapak’

pertandingan

dengan lawan yang tidak seimbang jhâruppen [jhâruppǝn] v kelilipan jhâtè [jhətɛ] n (pohon/kayu) jati

digunakan

untuk

bulan

Shafar

dalam

penanggalan Madura karena pada bulan ini dianggap

bulan

penuh

berkah

dan

diperingati dengan bersedekah tajhin mera. Jhinpedd̩his [jhinpǝdɖhis] n kependekan dari

jhâtè kasosobhân lojung‘jati tersusupi kayu

tajhin peddhis yang artinya bubur pedas.

aren’ wanita yang secara sosial memiliki

Bentuk

derajat lebih tinggi menikah dengan laki-

Muharram

ini

digunakan dalam

untuk

penanggalan

bulan Madura

Halaman 37 dari 97

karena pada bulan ini dianggap bulan

ajhuma’adhânv pergi melaksanakan shalat

penuh

Jumat.

berkah

dan

diperingati

dengan

jhumaadhânn shalat Jumat.

bersedekah tajhin peddhis. jhipet

n penjepit (rambut dsb)

[jhipɛt]

jhung [jhuŋ] p berebut atau merasa menjadi

jhu’ [jhuʔ] n bentuk terikat yang berarti jari jhu’ dhuddhing n jari telunjuk

paling: jhung rajâân‘berebut menjadi paling besar’

jhu’ empol n jari jempol

jhungjhung

jhu’ ențèk n jari kelingking

mengacungkan

nyungjhung.

jhu’ tengngan jari tengah

tangan’ 2 menjunjung

jhudhu

ajhuduv berjodoh

acungkan

dorong untuk menjatuhkan menjatuhkan

nyudhuaghi/ajhudhuagiv menjodohkan jhugghlâng [jhugghlɐŋ] n lubang besar di tanah

jhuntrong [jhuntrɔŋ] a mulus tanpa hambatan jhurâng [jhurɐŋ] n jurang jhurâng èkallè, ghunong ètèmbhuk ‘jurang

jhujhur [jhujhur] a jujur

digali, gunung ditimbun’ kegiatan percuma

kajhujhurânn kejujuran

meminta

pajhujhur v berbuatlah jujur nyujjhu

[jhujjhu]

pada

orang

tidak

punya,

menyumbang pada orang kaya

v

menyodok,

jhuwâl [jhu.wɐl] vt jual ajhuwâlvi menjual

menusuk jhujjhu’, nyujjhu’ [jhujhuʔ] memakan umpan

ajhuwâlânvi berjualan nyuwâl vt menjual

(ikan, dsb.) jhuko’

panggil

ka’-jhungka’anv saling mendorong untuk

hidup; jodoh

jhujjhu,

èsebbhut

jhungka’ [jhuŋkaʔ] nyungka’aghi v men-

n takdir tentang pasangan

[jhudhu]

‘yang

1



tangan:

jhu’ manesn jari manis jhubâ’ [jhubəʔ] a jelek; buruk

nyungjhungv

[jhuŋjhuŋ]

[jhukɔʔ]

n 1 ikan: jhuko’ tasè’‘ikan

wâl-jhuwâlvi berjualan

laut’ 2 lauk: jhuko’ ajâm ‘lauk ayam’

wâl-jhuwâlân

vi

ajhuko’v berlauk: Mon tellasân ajuko’ ajâm

(permainan anak)

Kalau hari raya berlauk ayam

ajhuwâl

ko’-jhuko’ann 1 berbentuk seperti ikan

mengedepankan

bermain

jual

bhâghus‘menjual keunggulan

beli bagus’

penampilan

lajângan ko’-jhuko’an ‘layangan berbentuk

atau kemampuan diri

seperti ikan’ 2 ikan mainanko’-jhuko’an

ajhuwâl bibir‘menjual bibir’1 mengada-ada

karèt ikan mainan dari karet

untuk menggunjing 2 memuji-muji dengan

Jhuko’ kènè’ kakanna jhuko’ rajâ‘ikan kecil

menyimpan maksud tertentu

makanan

kebiasaan

Ajhuwâl bujâ ka rèng Ghirpapas ‘menjual

bahwa orang lemah ditindas oleh yang lebih

garam pada orang Ghirpapas—sebuah desa

kuat

temoat

rajâ jhuko’na rajâ ghulina‘besar ikannya,

pekerjaan sia-sia; menggarami air laut

besar

ikan

besar’

gerakannya’

suatu

sesuai

dengan

keadaannya jhulu

[jhulu]

untuk

produksi

garam’

melakukan

jigjig [jigjig] n joging; lari-lari kecil untuk kesehatan

ajhulu v menjulurkan tangan

memberi

atau

menerima;

ajigjigv melakukan joging jijib [jijip] a tertib

menyodorkan

jikar [jikar] n pedati

nyuluaghiv menjulurkan (tangan, dsb)

jiya [jiya] n ini

Jhuma’at [jhumaʔat] n hari keenam dalam penanggalan Madura; Jumat.

jumblâng

[jumblɐŋ]

ajumblâng

v

berat

sebelah atau tidak seimbang; jomplang

Halaman 38 dari 97

jumbleng [jumbləŋ] n kakus atau jamban cara

juta [juta] n juta

lama yang yang tempat buang hajatnya

ata-jutav berjuta-juta Larangaga jiya kanna’

langsung berada di atas lubang galian

sampe’ ata-juta. ‘mahalnya di sini itu

junèl [junɛl] a memiliki keterampilan (dalam kesaktian)

sampai berjuta-juta’ jutaan jutaan

kajunèlan n kesaktian

Halaman 39 dari 97

K ka [ka] prep ke; kepada

kadi’ [kadiʔ] p seperti

Ka’ [kaʔ] n bentuk panggilan untuk kakak

kadung [kaduŋ] adv terlanjur; kadung

laki-laki.

kaè’ [kaɛʔ] bd

ka’dinton ini

ngaè’v mengait

kabâ’ [kabɐʔ] n kawat

makaè’v mengaitkan (pada kait)

kabâbâ [kabɐbɐ] a sanggup mengangkat atau

takaè’v terkait (pada kait)

membawa

endâ’

kabâdanan [kabɐdanan]n kecamatan

ngaè’

mengait

kabâsa [kabɐsa] a kobasa

ta’

tetapi

endâ’

tidak

mau

kaen [kaen] n kain

kabhâr [kabhɐr] n kabar

kaju [kaju] n kayu

akabhârv mengirim kabar

ju-kajuânn pohon-pohonan

ngabhâraghiv mengabarkan

Mon

kabhuru

adv terburu-buru

kaju

dhângnga.

kabinn kawin akabinv

dikait’

mau

meminta, tidak mau dipinta; pelit

kabbhi [kabbhi] num semua

[kabhuru]

èkaè’perib‘mau

rajâ

robbhu,

kabbhi

‘Jika pohon besar

med-

tumbang,

semua akan memotongnya’ Jika seorang

Ana’eng klèbun towa

menikah

berpangkat tinggi jatuh, kehormatan dan

akabin bi’ randhâ. ‘Anak kepala desa-lama

penghargaan

menikah dengan janda’.

dengan cepat menghilang.

kabinann acara akad nikah.

(akibat

pengkatnya)

akan

kaka’ [kakaʔ] n 1 saudara laki-laki yang lebih

makabinv menikahkan Samad makabin Siti

bi’ orèng jhâu. ‘Samad mengawinkan Siti dengan orang jauh’.

tua, 2 orang laki-laki yang lebih tua kakan [kakan] v makan: Kakan, pa tadâ’. ‘Makan, habiskan.’

kabit [kabit] mulai kabit bâri’‘mulai kemarin’ kabidhânadv mula(i)nya

akakanv menggerogoti; memakani kakanann makanan

kabulâ [kabulɐ] n hamba; pelayan

makanèv memberi makan

ngabulâ v menghamba; menjadi pelayan

ngakanvt makan

kabupatèn [kabupatɛn] n kabupaten

ngakan asella arè ‘makan bersela hari’

kaca [kaca] n kaca

kadang makan kadang tidak

akacav berkaca

makanè

kaca kebbhâng cermin besar

entok jantan’ memodali usaha yang tidak

kacang [kacaŋ] n kacang

ènthok

lakè’

‘memberi

makan

bisa diharapkan hasilnya

pakacangann lahan kacang

makanè ètèk lakè’ ‘memberi makan itik

ghilir kacangidm sistem giliran yang tertib

jantan’ memodali usaha yang tidak bisa

berdasarkan aturan

diharapkan hasilnya

kaccol [kaccɔl] n ikan gabus yang masih kecil biasanya seukuran atau lebih kecil dari

kakè [kakɛ] pron(R) kamu kala [kala] a kalah ngalav mengalah

jempol kaki orang dewasa kacèk [kacɛk] n beda; selisih

makala v mengalahkan:Kana’ juwa lakar

kacong [kacɔŋ] n anak laki-laki

kene’, tape bisa makala se raja. ‘Anak itu

kad̟hang

[kaɖhɐŋ]

d̟hâng-kad̟hâng

p ada

kalanya; sekali-sekali; kadang-kadang kadhibi’

[kadhibiʔ]

memang kecil, tetapi bisa mengalahkan yang besar’

pron sendiri

Halaman 40 dari 97

kalaan/kaladhân [kaladhɐn] n selalu kalah atau sering kalah

kalkal

[kalkal]

v

memasak

sampai

(air)

mendidih

kala’ [kalaʔ] v ambil

ngalkal v mendidih; mendidihkan

ngala’vt mengambil Mat Rai ngala’ nangka e

budina roma. ‘Mat Rai mengambil nangka di

kallè [kallɛ] ngallèv menggali le-kalleanv menggali sesuatu

belakang rumah’

kalodu’ [kalɔduʔ] ngalodu’v menelan

ngala’aghi vt mengambilkan

kalong [kalɔŋ] n kalung

ngala’ann suka mencuri

akalongv berkalung Akalong kaen bhludhru,

ngala’ atè mengambil hati

asolam benang emmas. ‘Berkalung kain

ngala’ karebbâ dhibi’ suka menang sendiri;

beludru, bersulam benang emas’

egois

ngalongèv mengalungi kaluwang [kǝluwaŋ] n sejenis kelelawar

kalabân [kalabɐn] p dengan; bersama kalabu [k(a)labu] a kelabu; warna campuran hitam dan putih; abu-abu kalak,

katolak‘kuning-kuning meskipun

kuning

terro

menginginkan

kalak [kalak] n sejenis buah mundu nèng-konèng

kaluwang

dhurin‘kelelawar

durian’

orang

yang

menginginkan sesuatu yang sangat sulit

tekka’a

konèng

buah

kalak,

tertolak’

untuk

kaluwar [kǝluwar] v keluar makaluwarv mengeluarkan kamar [kamar] n kamar

perempuan/laki-laki lajang yang ditampik

ngamar v masuk rumah sakit dirawat inap

karena sikap dan kelakuan yang tidak

kambâng [kambɐŋ] ngambângv mengapung

menyenangkan meskipun berwajah cantik

bâng-kambânganv terapung-apung

atau tampan, tidak dianggap sebagai calon

kamondurân [kamɔndurɐn] n bunglon ngamonduraghivt

menantu yang diinginkan kalampok [kalampɔk] n jambu air

membunglon;

menyesuaikan diri

kalanceng [kalañcǝŋ] n serangga kecil yang

kampowan

[kampɔwan]

perapian

di

luar

mengumpulkan madu dari bunga, biasanya

rumah yang terdiri atas sampah kering

bersarang pada lubang pohon bambu

digunakan untuk menghangatkan hewan

kalaras [klaras] n daun pisang kering

ternak atau hanya mengabukan sampah

kalarè [kǝlarɛ] n daun kelapa kering

mara kampowan sekkem‘seperti api dalam

kalarkar [kalarkar] v serak

sekam’ menyimpan tenaga/ kekuatan agar

ngalarkar v menyerak

bertahan lama

akalarkaran v berserakan

kampong [kampɔŋ] n kampung

kalè [kalɛ] n kali: Jhâ’ sampè’ tello kalè,

kampong mèji [mɛji] kampung yang terdiri

sabbhâr bâdâ bâtessa.‘Jangan sampai tiga

atas beberapa rumah yang penghuninya

kali, sabar ada batasnya.’

masih berkerabat dan letaknya terpisah dari

kalèbun [klɛbun] n pemimpin atau kepala

kana’ [kanaʔ] 1 n anak kecil 2 a masih kecil

desa di Madura kalèlès [kalɛlɛs] n perlengkapan kerapan sapi yang

melekat

kampung (mèji) lain

pada

pangonong

tempat

penunggang sapi memacu sapi karapan kalènțang [k(a)lɛnʈaŋ] n buah pohon kelor atau merunggai kalènèng [k(a)lɛnʈɛŋ] n buah ubi rambat kalèțțèk [kalɛtʈɛk] n bunyi keletik

dan belum dewasa Kana’ kene’ juwa akabin

ghi’ kana’. Anak kecil itu menikah saat masih kecil. na’-kana’1 n anak-anak 2 teman-teman (sepergaulan):

Na’-kana’

kamma

kabbhi?Teman-teman pada ke mana? 3 Sèngko’ marè èntar dâ’ kennengngan sè èjhânjhiaghi tapè tadâ’

orang(-orang):

Halaman 41 dari 97

na’-kana’. Saya telah datang ketempat yang

kapor [kapɔr] n kapur ngaporn mengapur dinding (rumah).

dijanjikan tetapi tidak ada orang. kanca [kañca] n teman

por-kaporv

melakukan

pekerjaan

akanca vi melakukan pertemanan, berteman

pengapuran (rumah).

ngancaèv menemani

Bâ’na ngakan kapor, sèngko’ ta’ noro’a

sakancaan sepertemanan

bâ’âng‘Engkau makan kapur, aku tidak

kancèng [kañcɛŋ] n kancing baju

akan

merasakan

getirnya’

sikap

tidak

ngancèng v mengancing

mencampuri urusan orang lain; individualis

kancèngan n kepancingan; kail-kail; berasa

sakapor

sakit pd tenggorokan kalau menelan

sadhembil

kancot [kañcɔt] n kancut;

kain penutup

kemaluan; calana dalam perempuan

sèrè,

sakacèp

ghâmbir

pènang,

digunakan

bân

sebagai

perumpamaan pengantar atau sambutan sekedarnya.

akancodhân v memakai kancut

kappra [kappra] a kaprah, lumrah

kand̩hâ [kanɖhɐ] vd berbicara

karaddhu [karaddhu] a laku; disukai;cocok

akand̩hâvberbicara

karaksak [karaksak] n bunyi berisik yang

ngand̩hâivmemberi tahu

merupakan tiruan bunyi daun-daun kering

dhâ-kandhân percakapan

yang terinjak(-injak) atau bunyi benda jatuh

kand̩hâng [kanɖhɐŋ] n kandang

di antara daun-daun pohon

kandung [kanduŋ] ngandung v hamil

karaksagghâ

è

diyâ,

tabbhugghânna

è

kandungann kandungan

dissa‘suara

mangandung v menghamili

jatuhnya di sana’ janji yang disebarkan ke

kanna’ [kannaʔ] adv ke sini: Jhâ’ tar-èntar

kanna’ polè. ‘jangan datang-datang ke sini lagi’

berisiknya

mana-mana,

di

sini,

bunyi

namun kenyataannya tidak

terpenuhi karamas [karamas] n keramas

kantok

[kantɔk]

ngantok

v

mengantuk;

perasaan ingin tidur

akaramas v berkeramas akaramas sambi mandi ‘keramas sambil

kantos [kantɔs] v sampai; hingga

mandi’ beberapa pekerjaan yang dilakukan

kanyot [kañɔt] v terbawa arus

secara bersamaan dengan hasil yang baik

kaok

[kaɔk]

n

tiruan

bunyi

ayam

saat

ditangkap

minum air”

akaokv berkeok

karè [karɛ] n sisa

kapa [kapa] pa-kapan pelana sot-ngosot

serupa denga peribahasa “sambil menyelam

pa-kapa

akarèv bersisa lajhu

ètompa’‘mengelus-elus pelana kuda lalu

rè-karèn sisa-sisa kared̟dh ̟ âp [karəɖɖhɐp] n keredep; berkelip-

ditunggangi’ memuji-muji karena memiliki

kelip; berkilau-kilau

maksud tertentu

ngared̟dh ̟ âp v berkelip-kelip; berkilau-kilau

kapal [kapal] n kapal akapalanvi naik kapal kapala [kapala] n kepala; pimpinan kapalang [kapalaŋ] a tanggung; tidak cukup; kurang kapètèng [kapɛtɛŋ] n kepiting kapo’ [kapɔʔ] n buih; busa akapo’ v berbusa; berbuih ngapo’ v berbusa; berbuih

karèna

[karɛna]

v

mempertimbangkan

sebelum melakukan ngarènaaghi v memberikan pertimbangan karep [karǝp] n keinginan; hasrat akarepvi berkehendak ngareppaghivt mengharapkan kareppek [kǝrǝppǝk] n piyut atau canggah; anak dari peyo’ karèt [karɛt] n karet

Halaman 42 dari 97

akarètv diikat, dipasang, dsb. Karet

akantha katkat ngondhu nanggher‘seperti

karèt ghellâng nkaret gelang

cecak terbang menggoyang pohon randu

karobung [karɔbuŋ] ngarobungvt merubung karopok [kǝrɔpɔk] n anak dari kareppek;

kato [katɔ] akatovi memanggil ngatoaghi v memanggilkan

anggas karkar [kar-kar] v 1 mencakar-cakar tanah untuk mendapat makanan (ayam): mengais 2

alas’

membeber

rata

untuk

dijemur/

ngatoevt memanggil to-katoanv memanggil-manggil kațo’ [kaʈɔʔ] n celana pendek

didinginkan (padi/nasi)

akațo’(an)v memakai celana pendek

karkaran n tempat mendinginkan nasi yang

ngațo’èv memakaikan celana pendek

sambil dibolak-balik dikipas

to’-ngațo’ v hanya memakai celana pendek

ngarkar v menyebarkan nyebarkan dengan dicakar

atau

dengan

tangan

seperti

ngaton v memperlihatkan diri kaulâ [kaulɐ] pron(T) saya

mencakar kar-ngarkar

colpè’

menunjukkan

bahwa

kèbâ [kɛbɐ] vd bawa ngèbâvt

untuk makan harus bekerja karsa [karsa] n(T) kehendak

Marlèna

membawa

ngèbâlessong‘Marlena membawa lesung’

karunnu’ [karunnuʔ] n tiruan bunyi ayam jantan

1kèbân

[kɛbɐn] n tempat mandi wanita yang

baru melahirkan

akarunnu’ v berkokok

2kèbân

kasap [kasap] n sumber penghasilan akasapv bekerja; mencari penghasilan [kasɔmbhɐ]

[kɛbɐn] n hewan

kebbi’[kǝbbiʔ] akebbi’v menggerakkan dua bibir membuka dan menutup saat berbicara

kaso [kasɔ] a terburu-buru kasombhâ

katon [katɔn] v kelihatan

kecca’

n kesumba

[kǝccaʔ]

a

suka

memperkatakan

keburukan orang lain seolah-olah dirinya

kasombhâ sarè ka adâ’‘kesumba seri di

tidak memiliki keburukan sama sekali

awal’ orang yang bersenang-senang pada

keccap [kəccap] v kunyah; gerakan bibir akeccap(bhân)v mengunyah

waktu muda, sengsara pada waktu tua kasoso [kasɔsɔ] v terburu-buru

sakeccapadv satu kunyahan; satu ujar

kasta [kasta] 1 v menyesal 2 n sesal

kecceng [kǝccǝŋ] a pekat; kental

kata’ [kataʔ] n katak

kècek [kɛcǝk] a buta (kasar)

kata’ nèddhâ’â kerbhuy/sapèkatak hendak menginjak

kerbau/sapi’

keinginan

yang

tidak mungkin berhasil

kèco’ [kɛcɔʔ] v curi co’-ngeco’v

mencuri-curi

kesempatan, dsb)

katebbhung [kǝtǝbbhung] n batang/pohon pisang

ngèco’ v mencuri ngèco’an a suka mencuri

kat̩èl [kaʈɛl] n usungan jenasah; keranda katèpongan

[katɛpɔŋan]

n

bambu

co’-ngeco’v yang

mencuri-curi

keddhâ’ [kəddhɐʔ] n daki

dibandingkan

kèddhâng [kɛddhɐŋ] n kijang

bembu

biasanya

lain

mudah

dalam patah

satu

karena

angin katès [katɛs] n papaya katès rambây papaya jantan; papaya yang tangkai buahnya memanjang katkat [katkat] n cecak terbang

(waktu,

kesempatan, dsb)

memiliki batang lebih besar dan lebih tipis rumpun

(waktu,

keddhep [kəddhəp] v kedip akeddhep v berkedip ngeddhebbhi v mengedipi adhep-keddhep v berkedip-kedip kèka

[kɛka]

kambing

n

aqiqah;

dengan

memotong

syarat

tertentu

satu untuk

Halaman 43 dari 97

kelahiran anak perempuan dan dua untuk anak

laki-laki

sebagai

tuntunan

dari

akembhârânv

berpakaian

sama

motif, dan warna)

Rasulillah

kembu [kɐmbu] n kembu

akèka v melakukan aqiqah

kembung [kǝmbuŋ] a kembung

kèkèt [kɛkɛt] n gelut

makembungv mengguna-gunai se-seorang

akèkètv bergelut

sehingga

ngèkèdhiv menggeluti; bergulat dengan kèkkè’ [kɛkkɛʔ] ngèkkè’v 1 menggigit 2 membuka

(corak,

mulut

tentang

keterlibatan

perutnya

membesar

dan

menderita. kemèrèn [kmɛrɛn] n mata kaki kemmè [kǝmmɛ] n kencing

seseorang

akemmèv buang air kecil; kencing

kèkkè’ann gigitan: sakèkkè’an‘satu gigitan’

akemmèan 1n beser 2 adv terkencing-

kè’-kèkkè’anv saling menggigit

kencing

kèla [kɛla] akèla v membersihkan dubur atau

Kemmès [kǝmmɛs] n hari kelima dalam

kubul setelah buang air; istinja’ kèlan [kɛlan] n jengkal

penanggalan Madura; kamis

ngelane v menjengkali èberri’

sakèlan

ngemmèèv mengencingi

kènca [kɛñca] n makanan pelengkap untuk

mènta

sadeppa‘diberi

makan nasi ketan yang terbuat dari parutan

sejengkal minta sedepa’ tidak pernah puas

kelapa yang dimasak dengan gula

atau cukup; tamak; loba

(bilâ kènca palotan,) bilâ kanca tarètan‘(jika

kèlap [kɛlap] n halilintar

kenca nasi ketan,) jika teman saudara’

kèlès [kɛlɛs] n sejenis bambu

peribahasa yang berasal dari sejenis pantun

kella [kǝlla] ngellav 1 memasak (dengan) air 2

yang maksudnya bahwa kedekatan seorang

memasak dengan bumbu tertentu: kella

celo’ ‘memasak dengan bumbu asam’, kella paè ‘dimasak dengan santan’ kellar [kǝllar] v mampu:kellar mellè‘mampu kellar

membawa

kenceng [kǝñcǝŋ] a bersemangat kèndâng [kɛndɐŋ] ngèndâng v mengeringkan dengan dianginkan (ttg pakaian) kènduy [kɛnduy]n ikan teri

membeli’ ta’

teman bisa seperti saudara

ngèba

abâ’‘tidak

badan/diri’

tidak

mampu

mempunyai

kènè’ [kɛnɛʔ] a kecil makènè’v membuat jadi kecil nè’-kènè’ a kecil-kecil

kemampuan atau kekuatan sama sekali kellas [kǝllas] n kelas

nè’-kènè’an a 1 paling kecil: Sawani nè’-

akellasv berkelas

kènè’an

kembhâng [kǝmbhɐŋ] n bunga

dari

lèma’

sakancaan.

paling kecil dari lima sekawan’; 2 kecil-

akembhângv berbunga

kecilan

ngembhâng v berbunga

kèngèng [kɛŋɛŋ] adv bisa; dapat

bâng-kembângann bunga-bungaan

kennal [kǝnnal] v kenal

èberri’ kembhâng mâles cacemmer‘diberi

akennalanv berkenalan

kembang

ngennalaghiv mengenalkan

membalas

air

limbah’‘susu

nal-makennalv

dibalas air tuba’ ngembhâng lalang masana kapètèng apèra ‘berbunganya bertelur’

‘Sawani

alang-alang datangnya

saat

kepiting

masa

yang

menyenangkan banyak orang kembhâr [kǝmbhər] a kembar

bersikap

atau

bertindak

seolah-olah kenal kènnè’ [kɛnnɛʔ] a kecil  kènè’ kenneng

n abalanjha.

[kǝnnǝŋ]

kennengnga

tempat: ‘pasar

Pasar tempat

berbelanja’ akennengv ada tempatnya

Halaman 44 dari 97

ngennengngè v menempati

kèrèm

kennengngan n tempat

[kɛrɛm]

akèrèm

v

titip

untuk

membelikan

kennèng [kǝnnɛŋ] v 1 kena 2 dapat

ngèrèmv mengirim

ngennèngv 1 mengenai 2 boleh (tidak

ngèrèmaghiv mengirimkan kèrèng [kɛrɛŋ] n keranjang ikan tempat ikan

bahaya) lo’ ngennèng masa haid yang menyebabkan

kerra’ [kərraʔ] v potong (tali, daging, dsb)

perempuan tidak boleh shalat kennèng

talèè

cacana‘dapat

diikat

akerra’vterpotong ngerra’v memotong

ucapannya’ dapat dipercaya kento’ [kǝntɔʔ] n kentut

ra’-kerra’n ikan laut yang dijual berupa

akento’v berkentut

potongan-potongan

ngento’èv mengentuti to’-kento’

dipindang; besek

sejenis

yang

sudah

dipanggang serangga

yang

mengeluarkan gas sebagai mode pertahana kenynyang [kǝññaŋ] a kenyang

kerrang [kərraŋ] n kerang (hewan laut) kerrap [kǝrrap] n balap; lomba adu cepat ngerrapvmelomba kecepatan

kakenynyangann kekenyangan

kerrabhânn karapan sapi

makenynyangv mengenyangkan

kerras [kǝrras] a watak keras, kerras atèna:

nyangkenynyangana paling kenyang keppay [kǝppay] n kipas

keras hatinya. Mon kerras paakerrès. peribahasa yang

akeppay v berkipas; mengipasi diri sendiri

secara

ngeppayv mengipasi

berkerislah’

harfiah

berarti

yang

‘kalau

ditujukan

keras untuk

keppè’ [kǝppɛʔ] ngeppè’v mengepit

menyatakan bahwa kalau ingin berwibawa

keppel [kəppəl] v kepal; genggam

harus mempersenjatai diri dengan laku

ngeppel v mengepal; menggenggam 1kèra

[kɛra] v kira

utama. kerrèk [kǝrrɛk] v bunyi jangkrik

ngèrav mengira

akerrèkv berbunyi jangkrik

ra-kèraadv kira-kira

ngerrèkv 1 kerik; kerok 2 menghaluskan

ra-ngèrav mengira-ngira

dengan mengikis dengan pisau 3 bunyi

2kèra

[kɛ.ra] adv (biasanya digabung dengan

bentuk

penyangkalan

ta’)

mungkin:ta’

kèra‘tak mungkin’ kerbhuy [kǝrbui] n kerbau

kerik dari jangkrik kerrèng [kǝrrɛŋ] a kering kerrès [kǝrrɛs] n keris: Kerrès Mandirada

kerbhuy koros mènta èsaè’è ‘kerbau kurus

mandhi polana empona mandi sabellunna mandhi. ‘Keris Mandirada ampuh karena

minta ikut membajak’ meminta tanggung

empunya mandi sebelum menempa.’

jawab lebih (karena mengharap pangkat,

Kerrès alompa’ pamorra‘keris melampaui

jabatan, gaji, dsb.) padahal tidak sanggup

pamornya’

menanggung

sekehendak hati tanpa memikirkan akibat

kerbhuy molè ka kandhângnga ‘kerbau pulang ke kandangnya’ pulang kampung kercet [kǝrcǝt] v 1 ciut; mengkerut 2 (keong, siput,

kura-kura,

dsb.) masuk kedalam

tempurung kèrè’ [kɛrɛʔ] rè’-kèrè’ 1 n anak anjing 2

n,aseperti anak kecil; kekanak-kanakan

orang

yang

berbicara

ucapannya kelak kertas [kərtas] n kertas kèsa [kɛsa] n keranjang ayam ketel [ketel] n kelentit; klitoris kețtang [kəʈʈaŋ] n kera kettang makong n kera putih yang menurut kepercayaan

sebagian

orang

Madura

Halaman 45 dari 97

merupakan transformasi hantu orang mati

kocca ajjhi n kopyah haji; penutup kepala

setelah empat puluh hari

dari kain berwarna putih biasanya dipakai

kettè’ [kǝttɛʔ] n kaki belakang serangga seperti

belalang,

digunakan

untuk

jangkrik

dsb

melompat

yang

menendang

orang yang sudah berhaji kocca laken n topi koboi kocca sodâ’n topi kocèng [kɔcɛŋ] n kucing

dsb. ngettè’v menendang kebelakang

cèng-kocènganv kucing-kucingan

ketteng [ketteŋ] n putus (jari)

kocèng calaka’ kucing garong

Tanang ketteng terro asello’a.‘tangan putus

du’-nondu’ kocèng‘tunduk-tunduk kucing’

pun

sikap diam yang mengandung maksud dan

ingin

digunakan

bercincin’ untuk

Peribahasa

menyatakan

ini

bahwa

siapapun pasti ingin yang terbaik.

niat tidak baik kocèng

ketto [kǝttɔ] a keruh

aghâjâ’

moso

dâun

‘kucing

bergurau dengan daun’ pekerjaan yang sia-

makettov mengeruhkan; memperkeruh

sia

kèya [kɛya] adv juga

kocèng

kilo [kilo] n kilo; ukuran berat 1000 gram

berkalung tasbih’ terlihat alim atau suci di

ngiloaghivmengikilokan; menjual perkilo

along-kalong

tasbhi‘kucing

luar, tetapi penuh kemaksiatan di dalamnya

klabu [klabu] a abu-abu

kocèng kala ka tèkos‘kucing kalah dengan

klèbun [klɛbun] n kepala desa

tikus’ ungkapan untuk yang kuat kalah

klemmar [kləmmar] n sejenis ikan air tawar

dengan yang lemah kocek [kɔcǝk] ngocekv mengulek (bumbu

yang berukuran kecil klemmar aghuli koncel ‘ikan kecil bergerak

dsb)

layaknya ikan gabus’ orang kecil bertingkah

cek-kocekn ulekan

seperti orang besar, bertingkah di atas

du’-nondu’

kemampuan wajar.

ulekan’ orang yang bersikap diam dan tidak

ko’ol [kɔʔɔl] n keong sawah

cek-kocek‘tunduk-tunduk

banyak bertingkah tetapi dapat melakukan

mata ko’ol ‘mata keong’ sebutan untuk

sesuatu yang mengejutkan kocèng [kɔcɛŋ] n kucing

orang yang terlalu mudah tertidur kobâl [kɔbɐl] n tampar

cèng-kocènganv kucing-kucingan n ku-

mara kobâl èkemmèè patè’‘seperti tampar

cing mainan

dikencingi anjing’ selalu membantah tidak

mara kocèng bullâ’ ‘seperti kucing terkena

mau kalah

barang panas’ terburu-buru

kobâsa [kɔbɐsa] a kuasa; sanggup sa-makobâsav

bersikap,

Mara kocèng èkalèburi na’-kana’‘seperti

berbicara

atau

bertindak seperti atau seolah-olah berkuasa kobher [kɔbhǝr] v sempat atau ada waktu

kobokan; mencuci

tangan

tempat

sebelum

air

dan

n

untuk sesudah

makan kocca

[kɔcca]

kocèng

èkaèn-maènan

na’-

kana’‘seperti kucing dimain-mainkan anak

[kɔbhuk/kɔbhughɐn]

mangkok

tidak dijaga kebutuhannya Mara

ngobherraghi v menyempatkan kobhuk/kobhughân

kucing disenangi anak-anak’ disenangi tapi

kecil’

disenangi

tapi

tidak

dijaga

kebutuhannya kocor [kɔcɔr] n kue cucur kodhi’ [kɔdhiʔ] n sejenis calo’/cakkong

nkopiah;

penutup

kepala;

ma’

kodhi’

tataèn

berkarat

kolan

rarèngkan‘kok

songkok; peci;

parang

akocca(an) v bersongkok

meremehkan orang yang banyak tingkah

banyak

tingkah’

Halaman 46 dari 97

sebagai

orang

yang

tidak

mempunyai

ngomkomv merendam komkomann air rendaman bunga

kepandaian kodhu [kɔdhu] adv harus

kompoy [kɔmpɔi] n cucu

kodung [kɔduŋ] 1 n kerudung 2 n tudung

kona [kɔna] a kuno

adung-kodungv melakukan sesuatu dengan

koncèl [kɔñcɛl] n ikan gabus

berpakaian kerudung

konci [kɔñci] n kunci

akodung 1 v berkerudung 2 v bertudung

akonciv terkunci

ngodungèv

ngonciv mengunci

menutupi

dengan

tudung;

menudungi

konci enggres kunci inggris

kojhu’ [kɔjhuʔ] n burung kutilang

konco’ [kɔñcɔʔ] n ujung

koko [kɔ`kɔ] n kuku

akonco’ v berujung (tumpul, tajam, dsb.) ngonco’v mencapai ujung

nga’-anga’ koko hangat-hangat kuku koko [kɔkɔ] a kukuh; teguh; kuat

ta’ ètemmo konco’ bhungkana‘tidak ketemu

makoko v menguatkan; mengukuhkan

ujung

kokos [kɔkɔs] n asap

pangkalnya’

pembicaraan

tidak

teratur dan kemana-mana

akokos/ngokosv berasap

konèng [kɔnɛŋ] a kuning

kolè’ [kɔlɛʔ] n1 kulit 2 sampul (buku)

konèng konyè’ jingga

akolè’v berkulit

nèng-konèngnga mondhu maskèa konèng

le’-kole’ n kulit melulu

ta’ karaddhu‘kuning-kuning buah mundu,

ngolè’è

v 1 memberi kulit 2 (rumah)

memberi lapisan dinding dengan adonan

sekalipun kuning tidak laku’ kong-rokongv sejenis serangga kecil yang

mortar, campuran semen, kapur, tanah, dan

terbang

air

menjelang maghrib

Man-èman sayang

kolè’na

kulit

ghedd̩hâng

pisang.’

‘Sayang-

Terlalu

hemat

sehingga menjadi kikir

berkelompok

pada

sore

hari

kontͅol [kɔnʈɔl] n testis, buah dzakar konyè’ [kɔñɛʔ] n kunyit mara konyè’ bân kapor‘seperti kunyit dan

kolek [kɔlǝk] n kolak

kapur’ jodoh yang langgeng

akolekv memasak atau membuat kolak

kopa’ [kɔpaʔ] n tepuk tangan

dem-ngeddem kolek ‘pekat seperti kuah

akopa’v bertepuk tangan

kolak’ orang yang kelihatan diam dan

akopa’

kelihatan tidak banyak berbuat tiba-tiba

menyumbang’ menyumbang saran tetapi

mendapat hasil yang sangat besar

tidak disertai tanggung jawab dukungan

kolèt/kalolèt [kɔlɛt/kalɔlɛt] v menguliti

ta’

nombhuk‘bertepuk

tidak

yang nyata

kombâ [kɔmbâ] v cuci (pakaian, kain, karpet,

kopèng [kɔpɛŋ] n telinga

dsb)

ngopèngv mencuri-curi dengar

akombâ v mencuci

ta’ èkopèngv tidak didengar; diacuhkan

ngombâ v mencuci bâ-kombâ

v

mencuci

kopi [kɔpi] n kopi sesuatu

(tidak

dijelaskan) kombâân n cucian kombi’ [kɔmbiʔ] v kupas; menguliti

akopiv (biasa) minum kopi pi-kopiyân v sedang minum kopi kora

[kɔra]

v membersihkan alat dapur

terutama alat makan setelah dipakai

ngombi’ v mengupas

akora vi mencuci piring, dsb

bi’-kombi’ n alat mengupas; pengupas

ngoraè vt mencuci piring, dsb.

komèrè [kɔmɛrɛ] n kemiri

ra-kora

v

komkom [kɔmkɔm] v rendam

terutama alat makan setelah dipakai

membersihkan

alat

dapur

Halaman 47 dari 97

pakoraan n tempat mencuci piring

makosongv mengosongkan

korang [kɔraŋ] a kurang

kakosongann kekosongan

akorangv berkurang

1kotak

ngorangèv mengurangi 1koras

[kɔtak] akotakv berkotek (ayam)

ngotakv menggigil karena ketakutan

[kɔras] n kuras; rangkaian kertas yang

akotak ta’ atellor‘berkotek tidak bertelur’

disatukan menjadi beberapa halaman dalam

banyak bicara tetapi tidak menghasilkan

penjilidan 2koras

apa-apa

[kɔras] v kuras

2kotak

ngoras v menguras

[kɔtak] n kotak

kotaghânn kamar santri

korbhi [kɔrbhi] n induk

kotang [kɔtaŋ] n pakaian dalam perempuan

pangorbhin indukan

sebagai penutup dada/payudara; kutang.

koro’ [kɔrɔʔ] v gali; membuat lubang

akotangvi memakai kutang

ngoro’ v menggali

akotanganvi memakai kutang

korong [kɔrɔŋ] n kurungan; sangkar

koțem [kɔʈəm] ngotem v menghantam

akorongv bersangkar

koto’ [kɔtɔʔ] ngoto’èv membisiki

ngoronge v memasukkan dalam sangkar koros [kɔrɔs] a kurus

akoto’ v berbisik to’-koto’v berbisik(-bisik)

makorosv menguruskan

kotor [kɔtɔr] a kotor

ngorosaghiv menyebabkan kurus

ator-kotor v berkotor-kotor

ros-korosa kurus-kurus

ngotorè v mengotori

ros-korossa ghâjhâ‘kurusnya gajah’ orang

koțțong [kɔʈʈɔŋ] n putus karena dipotong

yang

krépé’ [krepeʔ] n kripik; emping

memiliki

keagungan

akan

tetap

dihormati meskipun jatuh melarat korsè [kɔrsɛ] n kursi kosok [kɔsɔk] v gosok akosok v berhapus; terhapus (tulisan)

kropo’ [kropoʔ] n kerupuk kulup [kulup] n kulit bagian ujung zakar yang dipotong saat sunat v tertutup kulup kuwa [kuwa] n kuah

ngosok v 1. menghapus 2. menggosok

akuwa v berkuah

sok-kosok n alat menghapus/menggosok

nguwaè v memberi kuah

kosong [kɔsɔŋ] a kosong

kuwa’ [kuwaʔ] n asap

Halaman 48 dari 97

L la [la] adv sudah; bentuk pendek dari ella la’as [laʔas] n bulir-bulir padi yang sudah

lajjân [lajjɐn] n pasangan alajjânèv melayani

v

lepas dari tangkainya dan belum digiling;

jân-lajjân

gabah; antah

sendiri-sendiri;

labân [labɐn] v lawan

tidak

sesuai

misalnya

pasangannya; kanan

dengan

kanan kiri dengan kiri

alabânv melawan

laju [laju] a butut (karena lama disimpan atau

labâng [labɐŋ] n pintu

dipakai)

alabângv berpintu

lakar [lakar] adv memang: Mon lakar abâ’na

bâng-labângn posisi tempat pintu berada

dhikdhâjâ, jârèya seppur soro kasabbhu’.

labâng koarè [kɔarɛ] pintu gerbang yang

‘Kalau dia memang hebat, itu kereta api

terbuat dari kayu dan atau bambu dengan hiasan-hiasan tempat pengantin pria masuk

suruh jadikan ikat pinggang.’ lakè [lakɛ] n suami alakèn 1 melakukan pernikahan dengan

rumah pengantin perempuan labât [labɐt] alabât v melayat

seorang

labu [labu] n labu

mènggu sè bhâkal dâteng) 2 memiliki

labu [labu] v jatuh

suami;

lelaki; bersuami

menikah (Satiya

(sitti sitti

bu-malabuv pura-pura jatuh

Sekarang Siti sudah bersuami.

bu-talabuv terjatuh-jatuh; jatuh bangun

kè-lakèan

labuan v mudah jatuh

sering kawin cerai.

malabuv menjatuhkan

malakèèv

menikahkan

perempuan

dengan

ladd̩hing ladhin

n pisau aladhinè v melayani

[ladɖhiŋ]

[ladhin]

berganti-ganti

alakèya la

suami

alakè) karena

anak/saudara

seorang

lelaki:Mat

Norsam malakèè Nurhayati bulân Rasol.Mat

ngaladhinè v melayani

Norsam menikahkan Nurhayati bulan Rabiul

laèn [laɛn] a lain; beda

Akhir.

alaènvi berpisah

alake

èn-laènana berbeda satu sama lain

perempuan yang menikah dengan laki-laki

laènana berbeda

lakè’ [lakɛʔ] n1 laki-laki 2 jantan

laèp [laɛp] n paceklik cacana‘paceklik

lako [lakɔ] n kerja ucapannya’

tidak

lagghu

alakovi bekerja ngalakonèvt mengerjakan

banyak bicara [lagghu]

patungan’

yang beristri

malaènvt memisahkan laep

matong‘bersuami

n pagi

ghu-lagghu adv pada waktu pagi lajângan [lajɐŋan] n layang-layang alajânganv bermain layang-layang lajâr [lajar] n layar alajârv 1 berlayar; berperahu atau kapal

kalakoann pekerjaan akon-lakonvi (sedang) mengerjakan sesuatu (biasanya hajatan) alako ghâbây ‘bekerja’ laksana

[laksana]

melaksanakan

layar 2 bekerja sebagai pelaut (biasanya di

lalang [lalaŋ] n ilalang

kapal asing sebagai cleaning service, bar

lama’ [lamaʔ] n alas

tender, koki, dsb) lajhu [lajhu] 1p lalu 2 v masuk bertamu malajhuv menyilakan masuk tamu

alaksanaaghiv

alama’v beralas lambâ’ [lambɐ’] adv dulu lambhâ’ [lambhɐʔ] a pemurah; dermawan

Halaman 49 dari 97

lamès [lamɛs] a suka meminta

lanjhâng

lamon [lamɔn] p jika

Landaur’ sangat tinggi

lampa [lampa] n jalan, cara, tuntunan hidup;

lanjhâng ta’ kollè ghâbây talè ‘panjang tak

jejak

mara

landaur‘panjang

seperti

bisa dibuat tali’ sia-sia

ngalampaaghi v

menjalani

hidup

berdasarkan ajaran tertentu; menjalankan

Jhang-lanjhangnga are, jhang-lanjhangnga bulan,

lampat [lampat] n bekas

po’-capo’

nemmo

moso‘bersama

jalannya hari dan jalannya bulan, akhir-

alampatvi berbekas

akhinya

akan

ketemu

musuhnya’

lampu [lampu] n lampu; pelita

pembalasan terhadap ketidakadilan pasti

lanas [lanas] n nanas

datang suatu saat, cepat atau lambat

landaur [landaur] a sangat tinggi berasal dari Lamdaur seorang raja Sri Lanka yang sangat

lantar [lantar] n sebab lantaran n penyebab

tinggi.

lantor [lantɔr] v membiarkan sesuka hati

Landaur mara Bâlândhâ sangat tinggi

lanyo [lañɔ] a (kendaraan) berjalan mulus

land̟hu [lanɖhu] a tumbuh subur (tanaman)

meluncur dengan lancar

landu’ [landuʔ] n cangkul

lanyo’ [lañɔʔ] alanyo’aghiv menghanyutkan

alandu’v mencangkul du-landu’ânv

lao’ [laɔʔ] n selatan

melakukan

pekerjaan

menggunakan cangkul langghâr

[laŋghɐr]

o’-lao’ yang paling selatan

n langgar

lapar [lapar] v lapar

langka [laŋka] a bersikap, berbicara, atau bertindak

tidak

sesuai

dengan

tata

langka’ [laŋkaʔ] n periuk anyar

tutupnya

polo’

baru’

anyar‘periuk

baru

perumpamaan

untuk

rang-malarangv jual mahal laris [larɪs] a laris lastarè [lastarɛ] v selesai

pengantin baru

ngalastarèaghiv menyelesaikan

langlang [laŋlaŋ] v lerai; haling alanglang/ngalanglang

v

1

lè’èr [lɛʔɛr] n leher melerali;

2

alè’èrv berleher lèbât [lɛbɐt] v lewat

menghalangi langngè’ [laŋŋɛʔ] n langit

alèbâdhiv melewati

langngè’ jhâu bi’ somor‘langit jauh dari sumur’ sesuatu yang tidak mungkin

berenang

lebbâs [lǝbbɐs] a terlalu lembek karena telalu masak (pada buah)

langngoy [laŋŋɔy] alangngoyv berenang

untuk

lebbhu [lǝbbhu] n masuk alebbhuvi masuk malebbhuvt memasukkan

bermain

lebbhur [lǝbbhur] lebur

lanjhâng [lañjhəŋ] a panjang

lebbi [lǝbbi] a lebih

malanjhângv memperpanjang

alebbiiv melebihi

jhâng-lanjhânga panjang-panjang lanjhâng colo’‘panjang mulut’ orang yang suka

larang [laraŋ] a mahal malarangv memahalkan

langkong [laŋkɔŋ] a (T) lebih

ngoy-langngoyanv

kalaparan n kelaparan larangana lebih mahal

kesopanan terhadap orang yang lebih tua langka’

ngalao’ agak ke selatan

mengadu

menyampaikan

domba gunjingan

dengan seseorang

kepada orang yang dipergunjingkan

ngalebbiiv memberi lebih lèbur

[lɛbur]

v

menyenangkan;

meng-

gembirakan ngalèburèv menyenangi

Halaman 50 dari 97

lèbur mata‘senang di mata’ menyenangkan

lemma’ [lǝmmaʔ] a enak; lezat

atau

lemmes [lǝmmǝs] a lemas

senang

saat

melihat



karena

penampilan luar – tetapi saat dicoba tidak

malemmesv melemaskan

suka

mes-malemmesv bersikap atau bertindak

lècang [lɛcaŋ] n getah yang sangat lengket,

seolah-olah lemas mes-lemmesa lemas seperti

misalnya getah nangka lecca’ [lǝccaʔ] alecca’v meremas-remas untuk mencampur

mes-lemmes kobâl ‘lemas seperti tali ijuk’ bersikap

leccèng [lǝccɛŋ] aleccèngv berlari meloncat-

seolah

mendengar

dan

patuh

tetapi mengabaikan atau mengacuhkan lempo [lǝmpɔ] a gemuk

loncat karena terkejut, takut, atau jijik lècèk [lɛcɛk] a tidak jujur; bohong; khianat

lempoana lebih gemuk

lèkè ta’ nampèk ka bâ’â‘selokan tidak dapat

menggemukkan: malempo abâ’‘menggemukkan badan sendiri’ po-lempoa gemuk-gemuk po-lempoana paling gemuk lèncak [lɛñcak] n balai-balai; tempat tidur

menolak banjir’ seorang anak remaja tidak

lèncak rajâ, bhârumana rajâ‘ambin besar

dapat

kolongnya besar’ besar pendapatan, besar

leddhu’

[lǝddhuʔ]

malempov

ledak

aleddhu’vi meledak legghâ [lǝgghɐ] a lega lèkè [lɛkɛ] n selokan

menolak

perjodohan yang

diatur

orang tuanya

pengeluaran

lekkas [ləkkas] a cepat; segera

lèngka

lèkko [lǝkkɔ] a keruh malèkkovt mengeruhkan

alengkav

[lɛŋka]

melewati,

melangkahi,

menyeberangi:

tasè’‘menyeberangi laut’

lèlèt [lɛlɛt] alèlètv melilit

ngalèngkaèv melangkahi

lèma’ [lɛmaʔ] num lima

lenglang [leŋlaŋ] v (mata) juling

lèma [lɛma] num lima; perubahan bentuk

lènglèng [lɛŋlɛŋ] alènglèngv berputar

lema’ karena menjadi inti frasa numeralia yang dilekatkan pada bentuk lain misalnya

lèma lembâr.

lengngen [lǝŋŋǝn] n lengan ‘(baju) berlengan pendek’

alembârânnum berlembar-lembar [lɛmbɐy]

ngalènglèngèv memutari; mengelilingi alengngenv berlengan: alengngen pandâ’

lembâr [lǝmbɐr] n lembar lèmbây

alèngka

n

ayunan

lènta [lɛnta] n lintah

tangan

saat

lèntè [lɛntɛ] n lidi

berjalan; lenggang

lèpek [lɛpǝk] a (badan) lemah

alèmbâyv melenggang

leppet [lǝppǝt] n lepat

Lèmbâyyâ meltas penjhâlin (lèmbây tas-

lèrè [lɛrɛ] a lambat

peltasân)‘lenggangnya

lèsan [lɛsan] n(T) mulut

lecutan

seperti

rotan’ ayunan atau lenggang tangan yang

alèsanv bermulut

lentur,

alèsan ghulâ abugghik mèmbhâ‘bermulut

dideskripsikan

untuk

cara

melenggang perempuan yang anggun

gula, berpunggung mimba’ bermanis-manis

lembhâjung [lǝmbhɐjuŋ] n tunas/daun muda kacang panjang yang biasa dijadikan sayur lembu’ [lǝmbuʔ] a lunak lembu’

bun-embunnanna‘lunak

saat

berhadapan,

tenyata

terlihat

keburukannya di belakang lèseng [lɛsǝŋ] n jelaga

ubun-

ubunnya’ orang yang terlihat tenang saat

lesso [lǝssɔ] a lelah; capai; penat lessong [lǝssɔŋ] n lesung

disindir, dikata-katai, atau diganggu, tetapi sebenarnya sangat marah

Halaman 51 dari 97

akanta

lessong

burto’‘seperti

lesung

bolong’ harta yang cepat habis karena

lompa’ [lɔmpaʔ] v terpa alompa’ v menerpa lon-alon [lɔn.a.lɔn] n alun-alun

pemborosan lettèk [ləttɛk] n minyak kelapa

lonca’ [lɔñcaʔ] alonca’v melompat

lo’ [lɔʔ] adv(MB) tidak

ca’-lonca’anv berlompat-lompatan

lobâng [lɔbəŋ] n lubang

lopot [lɔpɔt] v 1 luput; tidak kena

alobangv berlubang

loppa [lɔppa] v lupa

alobângèv melubangi

ekaloppaè v terlupa

lobâng landâ’ liang lahat

loppaan a sering lupa

locèr [lɔcɛr] a loncer

pa-maloppa v pura-pura lupa

loco [lɔcɔ(h)] a lucu

lora

[lɔra]

n 1 tuan; orang terhormat/

aloco v melucu

berpangkat 2 panggilan pada santri 3

con-locon n lelucon

panggilan untuk anak kiyai

loghâbâ

[lɔghɐbɐ]

a, v (ber)besar hati

lorèk [lɔrɛk] a loreng

lojung [lɔjuŋ] n kayu pohon aren dan pohon kelapa

(batuk, nafas, dsb.)

loka [lɔka] n luka

malorghâv melonggarkan (ikatan, dsb.)

alokaè v melukai

lorong [lɔrɔŋ] n jalan yang tinggi kedua

ngalokaè v melukai

sisinya

lomarè [lɔmarɛ] n lemari lombhâr

lorghâ [lɔrghɐ] a1 longgar; 2 mendingan

[lɔmbhɐr]

v

[lɔtɛŋ] n (rumah) loteng‘rumah tingkat’

lotèng membiarkan

lepas

(bebas); umbar

tingkat:

roma

lotto’ [lɔtʈɔʔ] a busuk (daun, buah. dsb)

lombhung [lɔmbhuŋ] n lumbung

luwang

[luwaŋ]

v sudah (bekas) pernah

mara lombhung katoro’‘seperti lumbung

dipakai, dimakan, dinikmati dsb.

bocor’

wang-luwangè abbhâ‘buang-buang nafas’

lekas

(harta, dsb)

habis

karena

pemborosan

nasihat yang percuma karena tidak digubris

Halaman 52 dari 97

M vt

ma’ [maʔ] kok

amakamaghi

ma’lum [maʔlʊm] v maklum

memakamkan; menguburkan

ma’mom [maʔmɔm] n makmum

pamakamann 1 pekuburan; 2 penguburan

ama’momvi bermakmum

mengebumikan;

makhlok [mah.lɔk] n makhluk

ma’na [maʔna] n makna

makro [makrɔ] a makruh

ama’navi 1 memaknai 2 memiliki makna

maksod [maksɔd] n maksud

ma’siyat [maʔsiyat] n maksiyat

malaèkat [malaɛkat] n malaikat

ama’siyat vi bermaksiyat

malang [malaŋ] a melintang

maaf [maaf] n maaf

malar moghâ [malar mɔghɐ] semoga Malar

macan [macan] n macan; harimau seni pertunjukan Madura yang diperankan

moghâ ana’ bhâdhân kaulâ sè kaduâ kèngèngah jhud̩hu salamet molaè dhunnya kantos akhèrèpon. ‘Semoga kedua anak

oleh seorang laki-laki bertopeng macan

saya tersebut menemui jodoh yang selamat

can-macanann peran macan dalam tradisi

macan kala ka embi’‘macan kalah dengan

mulai dunia sampai akhirat.’

kambing’ diungkapkan bila yang kuat kalah

malarat [malarat] a sulit; melarat

dengan yang lemah

malathè [malaʈɛ] n melati

macan ngèkkè’ bunto’na‘macan menggigit ekornya

(sendiri)’

orang

tua

yang

malekko’

mencelakakan anaknya sendiri

tangghiling.

macan

trenggiling.’

ngerrep

menyembunyikan

kokona‘macan

kukunya’

orang

yang

v

[mǝlǝkkɔʔ]

melingkarkan

‘Tidur

tidur

dengan

Malekko’

tubuh

mara

melingkar

seperti

malèng [malɛŋ] n maling

lebih banyak diam, tetapi pada saat yang

Padâ malèng jhâ’ malèngè. ‘sesama maling

tepat dapat bertindak cepat dan jitu

jangan memalingi’ sesame orang pintar

negghu’ bunto’na macan‘memegang ekor

jangan saling memintari

harimau’

malèng

ngako

kepala’

menyatakan

melakukan

sesuatu

yang

mengundang bahaya atau celaka tadâ’

macan ngakan budu’na‘tidak

cèțak‘maling

mengakui

kehadiran

untuk

ada

mengakui kesalahan

macan memakan anaknya’ tidak ada orang

males [maləs] a malas

tua yang tidak sayang pada anaknya

malo [malɔ] a amat sangat malu (menyangkut

macem [macəm] n macam acem-macemv bermacam-macam

martaat, harga diri, dan kehormatan) Man[man] n kependekan dari paman

maddhu [maddhu] n madu

manara [mǝnara] n menara

maèdo [maɛdo] v maido; menyalahkan karena

manca

tidak percaya pada pekerjaan maèn [maɛn] amaèn v 1 bermain (permainan) 2 berkunjung; bertandang èn-maènann (alat) permainan

a luar negeri, daerah, kampung, dsb.: oreng manca ‘orang luar’ amanca v pergi keluar daerah, negara dsb. manco’ [mañcɔʔ] n  tamanco’ amanco’ v  tamanco’ [mañca]

maghi’ [maghiʔ] n biji buah asam

mandhâr-mandhâr

Mahrib[mahrɪb] n maghrib

sin.mogha-mogha mandhi [mandhi] a 1 (senjata) bertuah, 2

majâr [majɐr] v membayar majârraghi v membayarkan makam [makam] n makam; kuburan

[mandhɐr]

semoga;

(nasihat) sia-sia; tidak mempan mandi [mandi] v mandi

Halaman 53 dari 97

mandiiv memandikan

mant̩ong, t̩ong-mant̩ong [ʈoŋ manʈoŋ] n

pamandiann tempat pemandian

angin puting beliung

Mandilahir [man.di.la.hɛr] n bulan keenam penanggalan pengganti

Madura

yang

penyebutan

merupakan

bulan

hijriyah

pamaosânn pembacaan maot [maɔt] n maut; kematian mara [mara] p seperti

Jumadil Akhir. Mandimawwâl

maos [maɔs] v membaca

n

[man.di.maw.wɐl]

bulan

mara [mara] ayo; mari

kelima dalam penanggalan Madura yang

mardâ [mardɐ] n bara api

merupakan pengganti penyebutan bulan

mard̟hika [marɖhika] v merdeka

hijriyah Jumadil Awal.

marè [marɛ] adv sudah

manè’ [manɛʔ] n manik-manik

mamarèv menyelesaikan

manès [manɛs] a manis

ren-marenn makanan pencuci mulut sin.

mamanèsv memaniskan nès-mamanèsv bersikap, atau bertingkah

tambhâ amès samarènap sesudah

seolah-olah manis

lo’ dͅhik kamarèan tidak selesai-selesai

mangkat [maŋkat] v berangkat

marghâ [marghɐ] n sebab

[maŋkana] p oleh karena itu Mangkana arghâna sapè kerrabhân è attas sajuta sampè’ lèma ratos juta. ‘oleh karena

mangkana

itu harga sapi karapan di atas sejuta sampai lima ratus juta’ mangkara’

amarghâvi bersebab: Amarghâ asa-pèsa, robâ messom ta’ kabâbâ‘karena terpisah, wajah

muram

ara’-mengkara’

v

kuasa

menanggung

beban’ marhum

[mǝŋkaraʔ]

tak

[marhʊm]

n

orang

yang

telah

meninggal dunia

berbicara tidak mau kalah dengan nada

marongghi [marɔŋghi] n kelor; merunggai

meninggi,

martabhât

membentak,

dan

menyentak

seperti orang marah

[martabhɐt] 1n martabat 2

p

seperti

n1 sekarang:Baja mangken dung-odung are‘saat sekarang matahari ditutup awan’ 2 nanti Mangken dhimen jha’ ru-kabhuru.‘nanti dulu jangan

Mas [mas] n gelar dari Belanda untuk pejabat

terburu-buru

masa[masa] n masa; waktu

mangkèn

[maŋkɛn]

mangko’ [maŋkɔʔ] n mangkok manjhângan manjheng

[mañjhɐŋan]

[mañ.jhǝŋ]

yang tidak berasal dari keturunan ningrat Mas tuwan panggilan (penghormatan) untuk laki-laki yang telah menunaikan ibadah haji masana katonon bhuru aghâbâyâ somor

n jerapah

‘saat kebakaran baru akan membuat sumur’

v berdiri

pekerjaan yang terlambat dan sia-sia

mamanjhengv memberdirikan

masana mok-amok bhuru nèttèa kerrès

pamanjengnga cara berdirinya

‘saat terjadi kerusuhan baru akan menempa

manjhilân [mañjhilɐn] n biji buah nangka manjhing

[mañjhiŋ]

v tiba waktunya (biasanya

keris’ perkerjaan yang terlambat dan sia-sia masaghi [masaghi] a persegi masèghit [mǝsɛghit] n masjid

untuk shalat) mannè [mannɛ] n air mani; sperma

mashur [mashʊr] a mashur; terkenal

mano’ [manɔʔ] n1 burung 2 zakar; kemaluan

masjid [masjid] n masjid

laki-laki; penis

maskè [mas.kɛ] pmeski, meskipun

no’-mano’anvfig. bercumbu

maso’ [masɔʔ] v masuk

saor

mano’

sahut-menyahut

gaduh manossa [ma.nɔs.sa] n manusia

sehingga

amaso’aghiv memasukkan kamaso’anv kemasukan; dimasuki mamaso’ v memasukkan

Halaman 54 dari 97

so’-maso’an n lubang untuk masuk

mè’-amè’ [mɛʔamɛʔ] adv mungkin; siapa

maso’ akal masuk akal

tahuTalèna pangonong èparèksa mè’-amè’

massa’ [massaʔ] a masak amassa’v memasak

bâdâ sè ram-ram otabâ lorghâ. “Tali pangonong diperiksa mungkin/siapa tahu

massa’an n masakan

ada yang terlalu besar atau longgar.”

sa’-massa’a

masak-masak

(hampir

Mè’rad [mɛʔrad] n Mikraj mègghi' [mɛgghiʔ] n buah: tello megghi’ ‘tiga

semuanya masak) mastèka [mastɛka] n mustika; mestika; batu

buah’

bertuah yang diperoleh dari tubuh hewan

mèjâ [mɛjɐ] n meja

yang dianggap keramat ([raja] ular, [raja]

mèkra’ [mɛkraʔ] n batas beberapa ayat dalam

ikan, kerang, dsb)

al-Quran yang memiliki satu tema biasanya

mata [mata] n 1 mata 2 batu cincin matana

sello’ batu cincin amatav bermata 2 berbatu (zamrud, intan,

ditandai dengan huruf ain (‫)ع‬ mella’ [mǝllaʔ] vi terbuka mata; jaga la’-mella’ 1 adv dalam keadaan sadar,

kecubung, dsb.)

melihat, atau tahu 2 acara malam sebelum

ta-mataanv memaki dengan kata mata.

pesta pernikahan yang dihadiri oleh sanak

ètèmbhâng

saudara

potè

mata,

angoan

apotèa

dan

tetangga

untuk

tolang perib secara harfiah berarti ‘daripada

mempersiapkan acara dan beramah tamah

putih mata lebih baik berputih tulang’ yang

la’-mella’ ètèk v antara tidur dan jaga;

dimaksudkan untuk menyatakan bahwa dari

separuh jaga mellak [mǝllak] a rakus

pada merasa malu lebih baik mati mella’ matana gerrâng sebuah ironi yang

mellak da’ oca’ ‘rakus pada kata-kata’ tidak

ditujukan

mempan nasihat dan teguran

kepada

melihat

seseorang

dan

yang

tak

mempertimbangkan

lingkungan sekitar yang sebenarnya sangat jelas

sehingga

melangkahi

kepentingan

orang lain dan menyebabkan perselisihan

mellèng [mǝllɛŋ] a nakal mèlmèl [mɛlmɛl] amèlmèl v mengulang-ulang perkataan

dengan

cerewet

dan

suara

monoton

ngangghuy mata buta, kopèng tèngel, colo’

mèlo [mɛlɔ] vi kebagian

buwi‘memakai mata but, telinga tuli, mulut

mèmbhâ [mɛmbhɐ] n sejenis pohon yang

bisu’ tidak suka mencampuri urusan orang

daunnya sangat pahit, biasanya digunakan

lain

sebagai jamu; mimba

norotè

mata

kasta,

norotè

atè

matè‘mengikuti mata menyesal, mengikuti

mèmpè [mɛmpɛ] n mimpi amèmpè v bermimpi

kata hati mati’ mencita-citakan yang terlalu

mènangka [mɛnaŋka] p sebagai

muluk-muluk dan berpikiran yang bukan-

mencol [məñcɔl] 1 v benjol 2 n benjolan di

bukan menyebabkan penyesalan dan celaka

kepala karena kejatuhan, terbentur, atau

matè [matɛ] v mati

terlempar benda keras

matèè v mematikan

mendhem [mǝndhǝm] va mabuk

mator [matɔr] v(T) menyampaikan

amendhemaghiv memabukkan

pamatorn penyampaian

mennang [mənnaŋ] v menang

mawar [mawar] n mawar

kamennangann kemenangan

mayyit [mayyit] n mayat; jasad orang mati

mamennangv memenangkan

mè’[mɛʔ] cak mengapa; kenapa Bâ’eng mè’

lo’

dâteng

bâri’?“Mengapa

datang kemarin?”

kamu

tidak

mennem [mǝnnǝm] num enam mental [məntal] v memantul mènynya’ [mɛññaʔ] n minyak

Halaman 55 dari 97

amènynya’v berminyak

mohrèm [mɔhrɛm] n anggota keluarga dan

mènynya’ gas minyak tanah

kerabat yang menurut agama Islam tidak

menynya’ lettèk minyak goreng

boleh dinikahi; muhrim

mara mènnya’ bân aèng ‘seperti minyak dan

mokenna [mɔkǝnna] n mukenna

air’ tidak pernah menyatu; tidak pernah

mola [mɔla] mulai amolaèv memulai

akur mèra [mɛ.ra] a merah

molanaadv mulanya

mamèrav memerahkan

amolaè dâri alip polè ‘mulai dari alif lagi’

mercon [mərcɔn] n mercon amerconanv

berusaha dari awal lagi

memiliki

mercon

(untuk

molè [mɔlɛ] v pulang mamolèv memulangkan

disulut) mercon

srèng

mercon

yang

[srɛŋ] diberi

mercon bubuk

terbang;

pendorong

molèann

1

hewan

yang

selalu

sebelum meledak dan diberi lidi sebagai

liburan

penyeimbang

pamolèann tempat untuk pulang

mercon slorot [slɔrɔt]mercon srèng

pulang

kerumah 2 (santri) pulang ke rumah saat

Molod [mɔ.lɔd] n bentuk ini berasal dari

mèrè [mɛrɛ] n kemiri

Maulid, yaitu Maulid Nabi, yang merupakan

mereng [mɛrǝŋ] v(T) mendengar

pengganti Rabiul Awal dalam penanggalan

merengaghiv mendengarkan

Madura

mèro’ [mɛrɔʔ] n ingus

selamatan

amèro’(an) v beringus (karena pilek/flu)

biasanya

dimeriahkan

memperingati

dengan

kelahiran

nabi

Muhammad Saw.

merrak [mǝrrak] n burung merak

Molodhann ritual peringatan maulid Nabi

merras [mǝrras] a bernas

Muhammad Saw.

mèskèn [mɛskɛn] n orang miskin; a miskin Mèskèn dhâghing,

tona

pèkkèr

‘miskin

Molos [mɔlɔs] a polos; satu warna: celleng

molos‘hitam polos’

daging, tuna pikiran’ selain tidak punya

momo' [mɔmɔʔ] n puki; kelamin perempuan

harta juga tidak punya kepintaran

mon [mɔn] p jika lamon

messin [mǝssɪn] n mesin amessinv

bekerja

monafèk [mɔnafɛk] a munafik

menggunakan

mesin:

amessin padi merontokkan padi dengan

monajât [mɔnajɐt] n permohonan kepada Tuhan dalam ibadah; munajat mondͅhu [mɔn.ɖhu] n mundu

mesin perontok padi messom [mǝssɔm] a (wajah) muram

monteng [mɔntǝŋ] n tulang ekor

mettèr [məttɛr] v tumbuh kecil (tunas, bisul,

monyè [mɔñɛ] n bunyi amonyèvi berbunyi

dsb) mo’mèn [mɔʔmɛn] n orang yang beriman modhin

[mɔdhin]

n

petugas

KUA

yang

bertugas menikahkan sebagai penghulu [mɔghɐ]

semoga

Mogha

sampornana.

‘semoga

menjadi

moghâ-moghâ

dhaddhi

mamonyèvi membunyikan nyè-monyèann bunyi bunyian

kepada Allah

kesempurnaan’

mopakat [mɔpakat] a mufakat morèd [mɔrɛd] n murid; siswa; pelajar mornang [mɔrnaŋ] v bengkak bernanah mortad [mɔrtad] n orang yang keluar dari agama Islam; murtad

mohal [mɔhal] a tidak masuk akal

mosafèr [mɔsafɛr] n musafir

Moharram [mɔharram] n bulan Muharram

mosakkat [mɔsakkat] a yang menyulitkan mosèbâ [mɔsɛbɐ] n musibah moseng [mɔsǝŋ] n musang

Halaman 56 dari 97

mosna [mɔsna] v musnah

mujaèr [mujaɛr] n ikan tawar bersisik abu-

moso [mɔsɔ] 1 n musuh 2 p bersama dengan

abu hitam berbentuk pipih, bertelur dr

Pak Samad dâteng moso binèna. ‘Pak

mulut induk betina dapat hidup di air tawar

Samad datang bersama dengan istrinya.’

dan air payau, termasuk suku Cichlidae;

amoso v 1 (bi’) bertanding melawan:Dâlem

mujair

lomba ghellâ’ SDN Langkap 5 amoso SDN Langkap 3. ‘Dalam lomba tadi SDN Langkap 5 bertanding melawan SDN Langkap 3.’ amosoanv

(saling) bermusuhan:Sebâb sittong dhisa torè jhâ’ amosoan. ‘Karena

satu desa mari jangan bermusuhan.’ mostajhâb

[mɔstajhɐb]

a dikabulkan Tuhan;

mustajab

muslim [mʊslɪm] n orang Islam muslimat

[muslimat]

n

orang

Islam

perempuan muslimin [muslimin] n kaum muslim muwa [muwa] n muka maskèa

muwa,

mon

bâdâ

jhârâbâ’na

ètèndes kèya ‘mskipun muka, jika ada jerawatnya akan dipencet juga’ lebih baik

moțak [mɔʈak] n monyet

melakukan kesalahan tapi berbuat sesuatu

motèk [mɔtɛk] a pelit

daripada tidak salah tapi tidak berbuat apa-

mowa [mɔwa]n muka

apa

mugut [mʊgʊt] n hantu orang yang sudah meninggal dengan wajah asli orang yang meninggal tersebut

Halaman 57 dari 97

N Na’[naʔ] n bentuk singkat dari ana’ yang digunakan dalam panggilan

yang besar

na’-enna’an [naʔǝnnaʔan] n boneka akanța

na’-enna’an

nem [nəm] num enam; perubahan bentuk

kaju‘seperti

boneka

kayu’ ditujukan untuk orang yang tindak tanduknya dalam bergaul terkesan kaku nabbhi [nabbhi] n nabi

digabung

dengan

bentuk

lain,

misalnya nem èbu ‘enam ribu’. nembhârâ’ kembhâr musim kemarau yang

anabbhiv bernabi; memiliki nabi

masih turun hujan sehingga seperti ada dua

naghâ [naghɐ] n naga [nǝghɐrɐ]

musim hujan

n negara

nèmor [nɛmɔr] n musim kemarau

anaghârâv bernegara naghârâ

ennem karena menjadi inti frasa numeralia yang

nembhârâ’ [nǝmbhɐrɐʔ] n musim hujan

dan kasar

naghârâ

dapat merusak tatanan suatu lingkungan

ngèbâ

nèmor kara kemarau berkepanjangan tata,

dhisa

ngèbâ

nènèt [nɛnɛt] a (lampu) redup

cara‘negara membawa tata, desa membawa

neng [nəŋ] p di

cara’ setiap daerah memiliki

nèngkè’ [nɛŋkɛʔ] a dangkal

adat dan

nèyat [nèyat] n niat

kebiasaan sendiri-sendiri nakso [naksɔ] n nafsu amarah

anèyatv berniat

anaksov menuruti nafsu amarah

ngara [ŋara] mungkin

nakto [naktɔ] n titik

ngèrèngè [ŋɛrɛŋɛ] n kecoak

anaktov bertitik

ngodâ [ŋɔdɐ] a muda

anaktoèv memberi titik

dâ-mangodâv bersikap seolah-olah masih

nalèka [nalɛka] p ketika

muda

namong [namɔŋ] p namun

ngorak [ŋɔrak] v meranggas (bulu binatang)

nana [nana] n nanah

niyat [niyat] n niat

anana v bernanah

aniyatv berniat

nangèng [naŋɛŋ] p namun; tetapi; akan tetapi nanggher

[naŋghǝr]

n pohon randu alas

anomerv bernomor

nangka [naŋka] n nangka

anomerrèv memberi nomor

nantè’ [nantɛʔ] v tunggu

norè [nɔrɛ] n sejenis bambu yang berduri

anantè’ v menunggu

nya’ [ñaʔ] n bentuk singkat dari mènynya’

naong [naɔŋ] a teduh

biasanya menjadi D dalam frasa nomina,

anaongv berteduh

misalnya nya’ ro’om ‘minyak harum’.

manaongv membawa ke tempat teduh ong-naongan

n

tempat

berteduh

nya’nya’ (dari

panas, hujan, dsb.) kembhâng

anya’nya’v

membantah

dengan mengulang-ulang perkataan orang nya’nyang [ñaʔñaŋ] anya’nyangv membantah

nyamplong‘nasi

bunga

nyamplung’ nasi putih campur jagung nasè’ satangonan èlettè’è palotan ètem sabutèr‘nasi

[ñaʔñaʔ]

yang dibantah

nasè’ [nasɛʔ] n nasi nasè’

nomer [nɔmər] n nomor

seperiuk

kecipratan

sebutir

ketan hitam’ sumber kejahatan yang kecil

dengan mengulang-ulang perkataan orang yang dibantah nyabâ [ñabɐ] n 1 nyawa 2 nafas anyabâv 1 bernyawa 2 bernafas

v hinggap: Dhârâ cellengngaMan Tofa nyabâ’ è tas ghentèng.

nyabâ’

[ñabɐʔ]

Halaman 58 dari 97

‘Merpati hitam Man Tofa hinggap di atas genting’

nyang-manyang

[ñaŋmañaŋ]

sejenis

serangga terbang dan menyengat

nyalèndhâ [ñalɛndhɐ] v bersikap, berpikiran, dan atau berbeda dari orang kebanyakan nyaman [nyaman] a enak; nyaman; sedap manyamanv membuat enak

nyanyi [ñañi] anyanyiv bernyanyi nyanyiyânn nyanyian nyi-nyanyiyânv bernyanyi-nyanyi nyata [ñata] a nyata

kanyamanann keenakan

anyataaghiv menyatakan

nyaman bâdâ neng orèng‘enak ada di orang lain’ perasaan tidak puas dengan yang

nyèllam

[ñɛllam]

vi masuk Islam (untuk

muallaf)

diperoleh diri sendiri menciptakan perasaan

nyèlo [ñɛlɔ] v linu; ngilu

bahwa orang lain kelihatan lebih beruntung

nyenna [ñənna] n tunas

nyanglè [ñaŋlɛ] n semacam akronim yang bentuk panjangnya mon la kenynyang pas

molè‘kalau sudah kenyang lalu pulang’tamu

anyenna v bertunas nyèor

[ñɛɔr] n kelapa

bhungkana nyèor

‘pohon kelapa’

yang pulang setelah diberi makan seolah-

nyessel [ñəssəl] v menyesal

olah

nyo’nyo’ [ñɔʔñɔʔ] v linu; ngilu

kepulangannya

n

hanya

me-nunggu

suguhan dahulu

Halaman 59 dari 97

O obâ [ɔbɐ] v ubah

odi’ [ɔdiʔ] v hidup

aobâ v berubah

maodi’v menghidupkan

ngobâ v mengubah

ngodiiv menghidupkan

obân [ɔbɐn] n uban

ojhân [ɔjhɐn] n hujan

aobân v beruban

aojhânv berhujan-hujan

obâng [ɔbɐŋ] n (T) uang

kaojhânanv terkena hujan

ngobângèv membeli obbhâr

[ɔbbhɐr]

aobbhâr

ngojhânnaghi

ngobbhârvt membakar

vi

menghujankan;

mem-

biarkan terkena hujan

aobbhâr

terbakar:

konco’eng‘terbakar ujungnya’ bhâr-obbhârv membakar-bakar

v

ojhan tanges v ‘hujan tangis’ kemalangan yang menimpa banyak orang sekali gus’

(sampah

dsb)

mara ojhân dherres‘seperti hujan deras’ suara (gaduh) orang banyak

obhât [ɔbhɐt] n obat

ngojhânnaghi bujâna dhibi’‘menghujankan

aobhât v berobat

garam sendiri’ orang yang membual untuk

ngobhâdhi v mengobati

menunjukkan kebaikan budi pekerti sendiri

obi [ɔbi] n ubi rambat neng-ennengnga

Sasat ojhân ghâgghâr ka tasè’ ‘seperti hujan

obi aèssè‘diamnya

ubi

berisi’ diam yang bermanfaat

jatuh ke laut’ tidak bisa dinasehati atau diajarkan kebaikan

obu [ɔbu] ngobuv memelihara

Ojhung [ɔjhuŋ] n ritual memohon hujan

bu-obuann hewan peliharaan

dengan upacara saling pukul dengan rotan

obuân a peliharaan: macam obuan ‘macan

sampai berdarah di sumur keramat

peliharaan’

okep [ɔkǝp] ngokep v memeram buah dengan

obu’ [ɔbuʔ] n rambut

cara dimasukakan kedalam lubang, diberi

aobu’v berambut

karbit, dsb agar cepat masak

oca’ [ɔcaʔ] n ucap, perkataan

aokepvfig diam di rumah dan jarang keluar

ngoca’v mengatakan

okebbhânnmasak hasil peraman

ca’-ngoca’v berbicara ca’-oca’annsemua

oker [ɔkǝr] ngoker v mengilik-ngilik untuk bentuk

peribahasa

memancing kemarahan (jangkrik dsb) 2

Madura

memancing kemarahan

oca’ pasaran ‘omongan pasaran’ omongan

ker-okerv benda yang digunakan untuk

yang tidak perlu dilayani

mengilik-ngilik

ocol [ɔcɔl] v lepas (terbang atau lari)

okèr [ɔkɛr] ukir

ngocolvt melepas agar bisa terbang atau

aokèr v berukir

lari

ngokèrv mengukir

odâng [ɔdɐŋ] n udang ghâ-raghâ

odâng

okèran n ukiran ‘seperti

meraba-raba

ngoker ‘mengukir geladak tempat tidur’

udang’ mencoba dan menjajaki

melakukan pekerjaan sia-sia (ukiran tidak

kabbhina odâng asongodhân‘semua udang

akan terlihat karena tertutup tikar dan atau

berkumis’ meremehkan yang maksudnya menyatakan bahwa tanpa dijelaskan pun semua orang tahu begitulah sebenarnya;

kasur) [ɔkɔm] p seperti; serupa: Sapa selo’ pegghella mon lo’ eken-reken okom riya?

1okom

kalau cuma begitu semua orang juga tahu

Halaman 60 dari 97

‘Siapa yang tak akan marah kalau tidak

olor [olor] v ulur

dianggap seperti ini?’ 2okom

lok-ologhân v memanggil-manggil

[ɔkɔm] n hukum

oman [ɔman] ngomanv membujuk

aokomv menyerahkan diri untuk dihukum

ombâ’ [ɔmbɐʔ] n ombak

ngokomv menghukum

ombâr [ɔmbɐr] v

okomanv hukuman

1 terbit (matahari) 2

muncul dari ujung jalan dsb

okor [ɔkɔr] v ukur

ngombâr v 1 terbit 2 muncul

kor-okorv alat mengukur misalnya meteran

bâr-ombârân n ujung jalan yang terlihat

dsb.

mata tempat orang kendaraan dsb muncul

ngokorv mengukur

dari arah yang berlawanan

okoran v ukuran

ombhâl [ɔmbhɐl] n upah

kadi’ sè èokor ‘seperti sudah diukur’ tepat

ngombhâl v mengupah seseorang untuk

sekali

melakukan sesuatu

ola [ɔla] aolav mengolah bahan menjadi sst:

bhal-ombhal n uang atau benda yang

aola tajhin ‘mengolah bahan menjadi bubur’ ngolav mengolah bahan: ngola bherrâs

ombhul [ɔmbhul] bhul-ombhul

‘mengolah beras’

ombhut [ɔmbhut] n semak belukar

la-olav mengolah sesuatu (biasanya tidak

omor [ɔmɔr] n umur; usia

dijadikan upah

aomor v berumur

disebutkan) ola’ [ɔlaʔ] n ulat

saomorra adv sepanjang hayat

mara ola’ samennèt‘seperti ulat bulu’ lekas marah

ompa’ [ɔmpaʔ] v memasukkan makanan ke dalam mulut; suap

olar [ɔlar] n ular

ompang

lar-olarann ular-ularan

ngompangv

melakukan

sesuatu

yang

diterima oncor [ɔñcɔr] n obor aoncoran v menerangi memakai obor

membahayakan diri sendiri olar ngontal bunto’na‘ular menelan ekornya

ond̟em [ɔnɖəm] a mendung

sendiri’

ondhâk [ɔndhɐk] n tingkatan; level

orang

tua

yang

mencelakakan

ondhu [ɔndhu] v menggoyang batang atau

anaknya sendiri oleng

[ɔlǝŋ]

olengngan/leng-olengn

kain

panjang yang digunakan sebagai ganjalan

cabang pohon untuk menjatuhkan buahnya ngondhuv

menggoyang

saat membawa sesuatu di kepala dengan

menjatuhkan buahnya

cara dilingkarkan sehingga melingkar dan

ondhur [ɔndhur] v pergi

berbentuk pipih lè-ollèn oleh-oleh; buah tangan pernyataan

yang

yang

keras

untuk

diganti pemimpin yang lebih keras lagi ngaonèngè v mengetahui

meminta

pangaonèngan n pengetahuan

olo [ɔlɔ] n 1 bagian atas tubuh (kepala) saat olok [ɔlɔk] v panggil

kemudian

onèng [ɔnɛŋ] v tahu

menunjukkan orang serakah yang suka

berbaring 2 hulu

untuk

datang cabai’ bawahan yang ditinggalkan pemimpin

ollè ngemmèn èemmèn polè‘dapat dari diminta’

pohon

ondhur sa’ang dâteng cabbhi‘pergi merica

ollè [ɔllɛ] v menerima; memperoleh; dapat

memimta,

membayar

bhubuwan (abhubu) melebihi jumlah yang

olar ngèntarè kol-tokol‘ular mendatangi pemukul’

[ɔmpaŋ]

onga’ [ɔŋaʔ] aonga’v mendongak ongghâ [ɔŋghɐ] vi 1 naik 2 naik kelas lo’

ongghâ‘tidak

naik

kelas’

3

berangkat

ngolok v memanggil

Halaman 61 dari 97

bekerja ke Jawa:Ongghâa bila?‘Kapan mau

menjadi orang’ yang menunjukkan tidak

berangkat?’

begitu berartinya hubungan darah

ngongghâi

v

mendatangi

orang

yang

orèng jhujhur matè ngonjhur ‘orang jujur

berperkara atau musuh untuk meminta

mati

keadilan

tenang dan bahagia sehingga meninggal

dengan

menuntut

(permintaan

membujur’

orang

jujur

hidupnya

maaf, ganti rugi dsb.), membalas, atau

dengan damai

menyelesaikan dengan kekerasan (carok,

orèng kong-rokong orang gembel

dsb)

Orèng madhurâ ta’ tako’ matè, tapè tako’

ongghâ hajji ‘naik haji’ mengerjakan ibadah

kalaparan ‘orang Madura tidak takut mati,

haji

orang madura takut kelaparan’ ungkapan

adv sungguh v undang

ongghu

[ɔŋghu]

onjhâng

[ɔñjhɐŋ]

yang

menunjukkan

perjuangan

orang

Madura dalam bertahan hidup.

ngonjângv mengundang

orèng majâng èjhuwâli pènd̩hâng ‘nelayan

onjhângan n undangan

dijuali pindang’ mealkukan pekerjaan sia-

onjhep [ɔñjhəp] ngonjhepaghiv membanting

sia

onjhur [ɔñjhur] nbagian bawah (kaki) saat

orèng ngakan ghi’ bâdâ butèrra ‘orang

orang terbujur

makan masih menyisakan butir nasinya’

ngonjhurv duduk atau tidur dengan kaki

kesalahan atau kekurangan adalah sifat

lurus; membujur

yang manusiawi

ongkabhan

[ɔŋkabhɐn]

n susunan ungkapan

orèng

ngantok

èjhului

bhântal

‘orang

yang arti unsur-unsurnya tidak jelas terkait

mengantuk disodori bantal’ bantuan yang

yang dimaksudkan, misalnya sa kaddhu’ ra’ra’‘banyak sekali’, nga’-enga’ dhaba’‘lupa-lupa ingat’, dsb.

diberian

pada

ontal [ɔntal] v 1 melempar 2 menelan bulatbulat

pada

orang

yang

benar-benar

membutuhkan orèng sabbhâr nompa’ jikar ‘orang sabar naik cikar’ orang yang menerima takdir Allah akan mendapat kebahagiaan di dunia

ngontal v menelan bulat-bulat; menguntal

dan akhirat

ngontalagiv

orèng sarèyal pa’polo‘orang se-Real empat

melempar

dengan

dilambungkan

puluh’

ngontalv minum

(obat);

menelan tanpa

mengunyah

rakyat

dengan

jelata

jumlah

yang

diberi

kewajibannya

nama

membayar

pajak dalam setahun

onyèn [ɔñɛn] ngonyen v menyetubuhi nyèn-onyèn v bersetubuh

mara oreng akento’‘seperti orang kentut’ orang

yang

hanya

menuruti

kehendak

orem [ɔrǝm] a suram

hatinya tanpa memikirkan orang lain atau

orèng [ɔrɛŋ] n orang

keadaan sekitarnya

ngorèngèv menemui tamu dalam acara

mara orèng nabbhu canang‘seperti orang

hajatan

menabuh

rèng-orèngann 1 orang-orangan sawah 2

memuji-muji dirinya sendiri

mainan atau boneka berbentuk manusia

Mara orèng nabbhu egghung‘Seperti orang

orèng dhumè’ orang atau kelompok orang

menabuh gong.’ Orang yang jika baik

yang

pekerjaannya tidak dipuji karena memang

berada

pada

stratifikasi

terendah

canang’

tugasnya,

orang

sudah

sejenis

dimarahi.

orèng dhâddhi tarètan, tarètan dhâddhi

Mara orèng ngakan rojhâk cengkèr‘seperti

orèng ‘orang menjadi saudara, saudara

orang

rujak

kalau

selalu

terdiriatas petani kecil, nelayan dan yang

makan

tetapi

yang

cengkir

salah

kelapa’

Halaman 62 dari 97

perkataan yang manis tetapi menyakitkan

ngotamaaghiv mengutamakan

kerena mengandung sindiran martabhat orèng èlanyo’ bâ’â‘seperti orang terhanyut

banjir’

digunakan

otama [ɔtama] a utama

untuk

otang [ɔtaŋ] n utang aotang vi berutang

mengumpamakan hakikat manusia dalam

maotangvimengutangkan;

hidup pasti memikirkan kepentingan diri

pembelian dengan cara utang

sendiri sebelum memikirkan kepentingan

ngotangèvi memberi utang

orang lain

parotangann

oser [ɔsər] v kejar; buru

hal-hal

yang

membolehkan

berhubungan

dengan utang biasanya berupa jasa atau

ngoser v mengejar; memburu

utang budi otang dârâ ‘hutang darah’

osom [ɔsɔm] n musim (buah dsb)

hutang nyawa yang harus dibayar dengan

osong [ɔsɔŋ] ngosongvt mengusung

nyawa

aosong (dhibi’)v mengusung dirinya sendiri:

otek [ɔtək] n otak

Cè’ cerrè’eng. Mon matè aosongnga dhibi?’

oteng [ɔtəŋ] n umbi ketela rambat yang kurus

‘Pelit sekali. Kalau mati mau mengusung

memanjang sebesar jari tangan. oto’ [ɔtɔʔ] n kacang panjang

diri sendiri?’ song-osong1 nusungan jenasah, keranda 2

ghilir

v mengusung sst

berdasarkan urutan (dari atas ke bawah,

song-osong

lombhung

‘bersama-sama

mengusung lumbung’ bekerja sama tolongmenolong otabâ [ɔtabɐ] p atau

oto’

sistem

giliran

yang

tertib

dari depan ke belakang, dsb) owan [ɔwan] ngowanv menggembala ngowan

bakto

‘menggembala

waktu’mengelola atau mengatur waktu

Halaman 63 dari 97

P pa' [paʔ] num empat; bentuk singkat dari

pajhânten jhubâ’ ana’na iyâ jhubâ’‘pejantan

empa’ yang berubah karena menjadi inti

jelek anaknya tentu jelek’ seorang anak

frasa

tidak jauh beda dengan orang tuanya

numeralia

yang

dilekatkan

pada

bentuk lain, misalnya lèma ratos ‘lima

pajhât [pajhət] adv [T] memang

ratus’.

paju [paju] a laku mapajuvt membuat laku, melariskan

pa’a’ [paʔaʔ] n pahat ma’a’v memahat pa’a’

mènta

mapaju wâl-juwâllâ dhibi’‘melariskan jualan

ètokol/pa’a’

nyandar

ka

tokol‘pahat minta dipalu/pahat menyandar ke palu’ orang yang betanggung jawab terhadap orang

perbuatan yang

salahnya,

menang

misalnya

dalam

carok

menyerahkan diri dengan suka rela kepada

sendiri’ mengambil menantu dari kerabat dekat pajung [pajuŋ] n payung apajungvst berpayung apajunganvi berpayung; memekai payung majungèvt memayungi paka’ [pakaʔ] a sepat/sepet

pihak yang berwajib pa’po’[paʔpoʔ] n tidak untung tidak rugi

pakan [pakan] n pakan

pacca’ [paccaʔ] n bakiak;terompah kayu

makanèv memberi pakan

apacca’anv memakai bakiak

pakèbu [pakɛbu] a rasa dan sikap yang sulit

pacol [pacol] n cangkul kecil untuk menyiangi tanaman

apa yang harus dikerjakan karena merasa

pad̟â [padɐ] a,adv sama

serba salah berhadapan dengan orang yang

mapadâv menyamakan padd̩hâ

dan membingungkan sehingga tidak thu

[padɖhɐ]

memiliki kelebihan

a(lawan

yang)

setara/

pako [pakɔ] n paku makov memaku

sebanding/ seimbang padi [padi] n padi

mara pako ngennèng ka kaju‘seperti paku

paè’ [paɛʔ] a pahit

kena ke kayu’ orang yang teguh pada

paghâr

[paghər]

n pagar

pendirian

apaghârvi 1 memiliki pagar; berpagar 2 melindungi

diri

dengan

sesuatu

yang

bersifat magis Mon terro hasella kodhu

apaghar.

‘Kalau

ingin

berhasil

harus

ghâr-maghârn melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan pagar.

bâdâ pakon, bâdâ pakan‘ada perintah, ada makan’ ada kerja harus ada imbalan maksa v memaksa pala’ [palaʔ] n batang kemaluan; penis

maghârèvt memagari; memberi pagar alasn rumah yang

makonv memerintah

paksa [paksa] v paksa

‘berpagar’’

paghâr

pakon [pakɔn] n(T) perintah

penghuninya

tidak disukai karena melakukan hal yang tidak baik

la’-pala’ taon angin puting beliung palandây [palandɐy] v meletakkan pakaian di penjemuran untuk dikeringkan palandâyân n penjemuran

paghârrâ orèng èrèksaghi, mon paghèrrè

palappa [palappa/pǝlappa] n rempah-rempah

dhibi’ ta’ èrèksaghi perib ‘pagar orang

malappaèv memberi rempah-rempah atau

diurus, pagar sendiri tidak diurus’ suka

bumbu

mencampuri urusan orang lain pajhânten [pajhəntǝn] n pejantan

Halaman 64 dari 97

malappaè burung

mano’

ngabâng‘membumbui

terbang’

menghayalkan

sesuatu

yang sia-sia

ghâng-mangghâng v memanggang sesuatu (tidak dijelaskan) ghâng-pangghâng

palèng [palɛŋ] adv paling; ter-

n

pemanggang;

alat

untuk memanggang

palotan [palɔtan] n (beras) ketan

panggher

palotan ètem ketan hitam

manggherv

[paŋghǝr]

mengikat

hewan pada pohon, tonggak dsb agar tidak

paman [paman] n paman

lepas pangghi [paŋghi] mangghiv(T) menemukan

pamarènta [pamarɛnta] pana [pana] n1 sejenis santet yang berupa benda terang melayang di udara; sinonim:

mangghiiv menemui (tamu, dsb.) pamangghin pendapat pangghung [paŋghuŋ] n panggung

gandhuru 2 panah panapa [panapa] pron apa

pangkèng [paŋkɛŋ] n kamar

panas [panas] a panas

panglo [paŋlɔ] manglo v menyalahkan pihak

mapanas v memanaskan pancal

mancalv

[pañcal]

lain atas kekeliruan, kesalahan, dsb (binatang)

lari

tunggang-langgang karena terkejut

pangonong [paŋɔnɔŋ] n bagian depan kaleles atau bajak

pancèng [pañcɛŋ] n pancing

berupa kayu panjang yang

menyatukan sepasang sapi

mancèng v memancing

pangpang [paŋpaŋ] n tiang

cèng-pancèng n pancingan; sesuatu yg

panjhâlin [pañjhɐlin] n rotan

dipakai

panjhennengngan [panjhǝnnǝŋan] pron (T)

untuk

memancing

(memikat,

menarik hati, dsb)

anda

pandâ’ [pandɐʔ] a pendek

panjhilân [panjhilɐn] n biji nangka

mapandâ’ v memendekkan

Mara panjhilân èbâddhâi pèrèng‘seperti biji

pandân [pandɐn] n pandan

nangka diwadahi piring’ orang yang tidak

pandhi [pandhi] n pandai (besi)

bisa dipegang perkataannya karena selalu

mandhiv menempa (besi/logam)

berubah-ubah pendiriannya.

panebbhâ [panǝbbhɐ] n seikatan lidi (sekitar

panyakèt [pañakɛt] n penyakit

satu genggam), yang ujungnya dibiarkan

apanyakèdhân v berpenyakit

panjang, digunakan untuk membersihkan

pao [paɔ] n mangga

isi rumah dari kotoran (debu, sarang laba-

papareghân [paparɛghɐn] n peribahasa yang

laba, dsb.)

mirip gurindam, yaitu memiliki satu atau

mara panebbhâ èsèmpay ‘seperti sapu lidi

dua baris dengan rima tengah dan akhir,

diikat’ persatuan menyebabkan kekuatan

misalnya long-polong rombu, bit-abit ollè

pangaro [pǝŋarɔ] n 1 pengaruh 2 tuah atau

sakembu.

hal yang terdapat pada anak, istri, binatang,

papèyar [papɛyar] mapèyarv menempeleng

benda dsb. yang dipercaya dapat membawa

(berasal dari tiruan bunyi atau onomatope)

keberuntungan Bungsona èangghep andi’

pappa [pappa] n pelepah daun pisang

pangaro sebâb molaè laherra usaha eppa’na atamba lancar. ‘Anak bungsunya dianggap

pappa’

mempunyai

pengaruh

karena

sejak

mappa’vt

[pappaʔ]

(makanan

dsb)

untuk

pappa’ann

lancer.’

gunakan untuk susur

pangghâng

v panggang

mangghâng v memanggang

sarinya

kemudian ampasnya dimuntahkan

kelahirannya usaha bapaknya bertambah [paŋghɐŋ]

mengunyah

diambil

(mara) sesudah

sisa

tembakau

pappa’an susur

setelah

takaè’‘sisa

yang

di-

tembakau

dikaitkan’

makian

Halaman 65 dari 97

untuk merendahkan dengan maksud bahwa

paparèngn pemberian; anugerah parènta [parɛnta] n perintah

orang yang dimaksud tidak berguna para’ [paraʔ] adv 1 kurang sedikit; nyaris 2

marèntav memerintah pamarèntan pemerintah

dekat apara’v mendekat

parlo [parlɔ] v perlu; butuh

parabân [prabɐn] 1n perawan; gadis 2a masih

kaparloann keperluan

suci; belum pernah melakukan hubungan

marloagiv

badan

menyempatkan (hadir dsb.)

marabânèv

1

memrawani;

melakukan

paro

menganggap

[parɔ]

paruh

hubungan seksual dengan gadis perawan 2

‘separuh’

memakai pertama kali

marov memaruh

parabânan

n

pengantin

perempuan

seserahan

dari

pihak

paron n system bagi hasil (terutama dalam

pihak

bidang pertanian) dengan masing-masing

pengantin pria sebagai balasan

dari dua pihak mendapat bagian yang sama paro bhatèn paruh laba; bagi laba masing-

aparao(an)vi naik perahu; berperahu parao

saparo

kepada

parao [paraɔ] n perahu mara

(pembagian)

perlu;

sarat‘seperti

perahu

masing separuh sarat

ngala’

paronv

(bagi

pemilik

modal)

muatan’ kekenyangan sehingga tidak bisa

melakukan usaha dengan pihak lain dengan

bergerak

system bagi hasil

parè [parɛ] n (ikan) pari

parocabhân [parɔcabhɐn] n adalah peribahasa

parèbhâsan [parɛbhɐsan] n peribahasa yang tidak menggunakan bahasa kias atau bukan

manggu’ ka karsana Allah, tada’ jhaghung obi dhaddi nase’, dsb. parèkas [parɛkas] a penuh prakarsa parèksa [parɛksa] v periksa marèksa v memeriksa pamarèksaan n pemeriksaan perumpamaan,

misalnya

korang parèksa ‘kurang tahu’ parem [parǝm] n param

yang

langsung

mem-bandingkan

persamaan keadaan, sifat, atau perilaku dengan

sesuatu

pembanding,

dengan

seperti

menggunakan

akanta,

mara,

martabhât, marabhut yang berarti ‘seperti’, mara kettang mèghâ’ bâlâng‘seperti kera menangkap belalang’, martabhât durina pandân‘seperti duri pandan’marabhut buwâna ghâ’saghâân‘seperti buah saga’ parot [parɔt] v parut; n alat memarut; misalnya

aparemv berparam; memakai param

pemarut; parut

aparem samarèna mencol ‘berparam setelah

marot v memarut

hilang benjolannya’ melakukan pekerjaan

rot-parot n alat memarut; parutan parsèko [parsɛkɔ] a merasa tidak enak karena

yang terlambat dan percuma parèmpen [pǝrɛmpǝn] a hemat dan cermat parèng [parɛŋ] v(T) beri

tahu berada pada posisi salah parsemmon [parsǝmmɔn] n peribahasa yang

aparèngvi memberi Beliau ampon bennya’

berisi kiasan yang bersifat menyindir, mirip

aparèng ajhârân-ajhârânèpon bân tuntunan-tuntunanèpon dâ’ bhâdhân kaulâ sareng para Ajunan sadhâjâ. ‘Beliau

bidal, misalnya ta’ tao lèbât è bâbâna

(Rasulillah) ajaran-ajaran

telah

banyak

dan

memberikan

tuntunan-tuntunan

kepada saya dan Anda sekalian.’

bringèn korong‘tak tahu lewat di bawah bringin kurung’ pas [pas] p kemudian; lalu pas/eppas [pas, ǝppas] a pas; cukup; sesuai; cocok

marèngèvt memberikan

Halaman 66 dari 97

ngeppasaghiv

menyesuaikan;

mencocok-

patè’ [patɛʔ] n anjing

kan

patè’ celleng! sejenis makian yang artinya

pas-ngeppasa pas-pasan

anjing hitam

pasa [pasa] n 1. ketam 2. serutan kelapa, es,

Mara patè’ arebbhu’ tolang‘seperti anjing

dsb.

berebut

masa v mengetam; menyerut

makanan

pasa [pasah] n puasa

tulang’

ribut

memperebutkan

Mara patè’ bân kocèng ‘seperti anjing dan

apasavi berpuasa

kucing’ tidak pernah akur

masaèvt berpuasa untuk suatu maksud

Mara patè’ nemmo tolang ‘seperti anjing

masae

menemukan tulang’ serakah

katerbi’eng‘berpuasa

untuk

hari

kelahiran’

Patè’ kaaddhângan tètè ‘anjing terhadang

pasaann bulan (ber)puasa Pasa

[pasa]

n

penanggalan

bulan

titian’ bingung dan tidak tahu apa yang

kesembilan

Madura

sebagai

dalam

pengganti

penyebutan bulan hijriyah Ramadlan. Pasa berarti puasa yang sesuai dengan kewajiban

harus diperbuat karena malu atau takut ketahuan berbuat sesuatu yang tidak tepat patong [patɔŋ] matong v mendapat patungan patongann patungan patung [patoŋ] n patung

puasa bulan ramadlan pasang [pasaŋ] v pasang

paya [paya] a payah

masangv memasang

pè-apè [pɛ-apɛ] v berpura-pura

masangèv memasangi

pè-apè

tangghiling

matè‘pura-pura

sang-masangvi memasang

tenggiling

mati’

yang

pasar [pasar] n pasar.

orang

kelihatan

pendiam, tenang, dan tidak banyak tingkah

pasar patemmonann pasar yang diadakan

di

setiap dua hari sekali, yaitu berjeda satu

dibelakangnya sebaliknya

hadapan

orang

banyak,

tetapi

peccot [pəccɔt] n pecut; cambuk; cemeti

hari sepanjang tahun kadi’ pasar tada’ acannana peribahasa yang

meccot v mencambuk; melecut

arti harfiahnya ‘seperti pasar tak ada terasi’.

cot-peccot n cambuk; alat melecut atau

Peribahasa

mencambuk

ini

digunakan

untuk

menyimbolkan kelompok yang berbicara

pècè’ [pɛcɛʔ] v pencet

sendiri-sendiri di sebuah pertemuan (kelas,

mècè’ v memencet

rapat, musyawarah dsb.)

cè’-pècè’ v sesuatu yang dipencet seperti

pasarèan [pasarɛan] n makam orang(-orang)

pècet [pɛcǝt] mècetv 1 memijat 2 memencet

mulia pasang [pasaŋ] 1 v pasang 2 n pasangan apasangan v berpasangan

peddhâng [pǝddhəŋ] n pedang

pasèr [pasɛr] n pasir

meddhângv menebas dengan pedang

masèr v seperti pasir [pasra]

v

dhâng-peddhângann

pasrah;

menyerahkan

masraaghi v memasrahkan [patar]

pedang-pedangan;

pedang mainan pedd̩hâs,medd̩hâs [pǝddhɐs] v mempan; bisa

sepenuhnya patar

apècetv memijatkan diri (pada tukang pijat) cet-pècetn saling memijat (gantian)

masang v memasang

pasra

tombol dsb.

matar

tanaman patè [patɛ] n  matè pațè [paʈɛ] n santan

v

menyemai

melukai, memotong, dsb.; ampuh benih

lo’ meddhâs lâ-bâlâ ‘tidak mempan nasihat’ tidak bias dinasehati pedd̩his [pǝdɖhis] a pedas Rassana cabbhi

peddhis. ‘rasa cabai pedas’

Halaman 67 dari 97

mapeddhisv menjadikan pedas pegghâ’

[pǝgghɐʔ]

untuk menunjukkan kodrat laki-laki bekerja

v putus

dengan

‘memikul’

dan

permpuan

megghâ’v memutuskan (tali dsb.)

‘menjunjung’

mapegghâ’v memutuskan (tali dsb.)

akanta pèkolan ta’ èrao’‘seperti pikulan

ghâ’-pegghâ’a putus-putus; banyak yang

tidak diserut’ untuk mengibaratkan orang

putus

yang dalam tindak tanduknya kaku dan

pegghel [pəgghəl] a marah

kikuk

mapegghel v menjadikan sso marah

mèkol

a bersifat pemarah; mudah

pegghellân marah

tuwa’

la’jân

rè’-kèrè’,

dumpa rè’-kèrè’na buru ‘ibarat memikul tuak berpengimbang anak anjing, tuaknya

pèghâ’ [pɛghɐʔ] v tangkap

tumpah anak anjingnya lari’ pekerjaan yang

mèghâ’vt menangkap

kurang

èpèghâ’ vp ditangkap

menyebabkan kegagalan

kaoghân‘ditangkap

èpèghâ’

disembelih’

dimintai

untuk

tolong

untuk

melakukan sesuatu secara mendadak dengan tenggat waktu yang sangat singkat

sehingga

tanpa

persiapan

memadai mèghâ’

jhuko’

ta’

buddhâgghâ

cellot‘menangkap ikan tidak ingin terkena lumpur’

menginginkan

sesuatu

dengan

tanpa bersusah payah pèghu [pɛghu] n huruf arab yang digunakan untuk

tuwa’na

menulis

sastra

lama

Madura.

Sekarang masih digunakan dalam pesantren untuk memaknai kitab kuning; pegon pejjhu [pəjjhu] n cairan kemaluan; air mani; sperma pèkang [pɛ.kaŋ] vi mencubit dengan agak besar bagian dalam paha biasanya untuk menghukum kenakalan anak. kang-pèkangann

paha

bagian

dalam

tempat mekang. mèkangvt melakukan pekerjaan pekang pèkkèr [pɛkkɛr] mèkkèr vberpikir

dipertimbangkan

pèlak [pɛlak] a terampil dan cekatan; cakap lak-mapèlakv

bertindak

seolah-olah terampul dan cekatan pèlè [pɛlɛ] v pilih mèlèv memilih lè-pèlèan v suka pilah-pilih pèlèan n pilihan mèlè

dhâghing

memutuskan

‘memilih

dengan

tidak

daging’

adil

karena

uang, kekuasaan, dsb. pele' [peleʔ] a sipit pèlèt [pɛlɛt] mèlèt v memijat pèlèt kandung rangkaian selamatan untuk kandungan

yang

telah

mencapai

tujuh

bulan biasanya dilakukan pada malammalam terang bulan pellèr [pǝllɛr] n zakar; kemaluan laki-laki peltas [pǝltas] n lecutan yang dihasilkan dengan

melengkungkan

kemudian

dilepaskan

benda

panjang

seperti

pada

perangkap burung, rotan dsb. meltas v melecut peltèng [pǝltɛŋ] n gentong

mon

mèkolvt memikul

orèng

pekolan n pikulan

andi’na

secara yang

harfiah

berarti

dimaksudkan

dhibi’

bijjhân/mon

èman/mon

kol-pekoln pikulan sejunjung’

atau

pènang [pɛnaŋ] n (pohon, buah) pinang

pèkol [pɛkɔl] v pikul

‘sepikul,

berbicara

kelapa

mekkere v memikirkan

saso’on

baik

peltong [pǝltɔŋ] n tempat rumput dari daun

kèr-mèkkèrv merenungkan

sapèkol,

dengan

andi’na

pènang/di’-andi’na dunynyana orèng

dhibi’

dhujân‘kalau

miliknya sendiri pinang, milik orang lain wijen, kalau milik sendiri sayang, kalau milik orang doyan’ peribahasa yang berasal

Halaman 68 dari 97

dari pantun yang ditujukan untuk orang

mercajâaghiv mempercayakan

yang pelit pencar [pəncar] mencar v memisah-misah;

apèrèngv

pend̟ha’anadv lebih mendingan [pɛnɖhɐng]

[pɛŋghir]

berpiring:

apereng

emmas

‘berpiring emas’

n ikan pindang

pèrèng bhâsa ta’ èkennèng raghum polè

pendhusa [pǝndhusa] n peti mati pèngghir

kapercajâânn kepercayaan pèrèng [pɛrɛŋ] n piring

memencar pènd̟hâ’ [pɛnɖhɐ’] a mendingan pènd̟hâng

percajâ [pǝrcajɐ] vi percaya

‘piring pecah tidak dapat diutuhkan lagi’

n tepi; sisi; pinggir

wanita yang sudah pernah menikah (janda)

mèngghirv minggir; menepi

akan memiliki nilai sangat kurang menurut

pèngghirânn pinggiran; tepi

laki-laki

pèngkès [pɛŋkɛs] v singsing

perghem

mèngkès v menyingsingkan lengan baju agar tidak kotor, basah, dsb saat bekerja pengko [pǝŋkɔ] a keras kepala (tentang

[pərghəm]

merghem

v

menggenggam perkara [pǝrkara] n perkara permèn [pərmɛn] n permen perrè’ [pǝrrɛʔ] n burung pipit

pendapat dsb) pèngo [pɛngɔ] apèngo v memutar; berbelok; berbalik

perrèng [pǝrrɛŋ] n bambu perrèng norè [nɔrɛ] sejenis bambu yang

pengpeng [pəŋpəŋ] n perasaan tidak nyaman,

bagian bawah rumpunnya dipenuhi duri

sulit bicara karena hidung tersumbat akibat

pada cabang-cabangnya

flu

mara perreng tale ‘seperti bambu tali’

penjhâlin

npanjhâlin

[pǝñjhɐlin]

memiliki banyak kecakapan

pènjhung [pɛñjhuŋ] n kemben

perres [pǝrrǝs] v peras

apènjhunganv memakai kemben

merresvt memeras

pènta [pɛnta] v pinta

merres

mèntav meminta tan-pèntan

v

pello

lamaran

dalam

acara

peluh

hidup perro’ [pǝrrɔʔ] n usus

pertunangan pențèl [penʈɛl] n puting susu; pentil

rajâ perro’ ‘besar usus’ mudah tersinggung

mențèl v memainkan puting susu pada bayi

dan marah

saat menyusu

tadâ’

pènter [pɛntǝr] a pintar

topona‘tidak

ada

usus

diri sendiri

mènterrèv menipu dengan kepintaran sok

perro’

buntunya’ orang yang hanya memikirkan

mapènterv membuat jadi pintar ter-mapènterv

konèng‘memeras

kuning’ memeras keringat untuk bertahan

pintar;

berbicara,

pèsa [pɛsa] n pisah apèsavi berpisah

bersikap, atau bertindak seolah-olah pintar

asa-pèsavi berpisah-pisah

ter-pèntera pintar-pintar: Kancana be’eng

mèsavt 1 memisah 2 membeli Purnomo

ter-penter. ‘teman kamu pintar-pintar’

mesa sapeda montor langsung dari dealer.

ter-pènterrana paling pintar

‘Purnomo membeli sepeda motor langsung

[pɛpɛ] n pipi:Lamon ghun coma abhâkalan gi’ ta’ ollè nyiom pèpè. ‘kalau

pèsè’ [pɛsɛʔ] a pesek (hidung)

hanya tunangan, belum boleh cium pipi’

pèso [pɛsɔ] n makian

pèpè

dari dealer’

pèra [pɛra] apèrav bertelur

apèsoanvi memaki

pèrak [pɛrak] v senang; gembira

mèsoèvt memaki

kapèraghân merasa sangat senang

pèssè [pɛs.sɛ] n uang

Halaman 69 dari 97

mèssèvi membayar

pobu [pɔbu] v pasang

[mɛs.sɛ.ɛ] vt membayar Bhuk Mariam mèssèè bhâko sè èbelli bâri’.‘Buk

mèssèè

Mariam membayar tembakau yang dibeli kemarin

mobuv 1 memasang 2 membubuhi mobuiv memasangi pod̩hâk [pɔɖhɐk] n pudak; bunga pandan yang wangi pojhi [pɔjhi] n puji

pèssè budu’ bunga uang, rente Mon ta’ èman pèssè sa sèn, ta’ kèra tao

jhi-pojhiânn puji-pujian

andi’ sajhâmpel‘kalau tidak sayang pada

mojhiv memuji

uang satu sen, tidak akan pernah punya

pojhiânn pujian

satu rupiah’ orang yang boros tidak punya

pojhur [pɔjhur] a mujur

apa-apa

pokang [pɔkaŋ] n paha

pessen [pǝssǝn] n pesan

pokè [pɔkɛ] n alat kelamin betina atau

apessenv berpesan

kemaluan perempuan; vagina

messenv memesan

pokkong [pokkoŋ] a tak berekor (ayam dsb.);

pessennann pesanan

tokong

pètè’ [pɛtɛʔ] n anak ayam

1pokol

pètè’ sa patarangan ta’ kèra padâ buluna ‘anak ayam sepeteluran tidak akan sama bulunya’ sekalipun saudara kandung tidak akan sama rupa dan kelakuannya

[pɔ.kɔl]v pukul

mokolvt memukul 2pokol

[] n saat yang menyatakan waktu;

pukul: pokol lèma’ ‘pukul lima’ pokpak

[pɔk.pak]apokpakvi1

sibuk

atau

pètodhu [pɛtɔdhu] n petunjuk

cerewet karena hal yang tidak penting 2

pèțok [pɛʈɔk] a bengkok

repot

mapèțokv membengkokkan

a

țok-pèțok

banyak

yang/rata-rata

beberapa

pekerjaan

pola [pɔla] ala-polav bertingkah polah polana [pɔlana] p karena

bengkok petͅta ͅ [pǝtʈha] n (R) perkataan

polè [pɔlɛ] adv lagi

apeṭta ̣ v berkata-kata pettè’

mengerjakan

sekaligus

[pəttɛʔ]

v

polo [pɔlɔ] puluh

menghidupkan

(lampu,

televise, setrika dsb)

polo’ [pɔlɔʔ] n tutup periuk

mettè’ v menghidupkan tè’-pettè’

v

tombol,

polong [pɔ.lɔŋ] kumpul tuas,

dsb

untuk

apolongvi berkumpul long-molongvt mengumpulkan sedikit demi

menghidupkan petteng [pǝttǝŋ] a gelap mapettengv

polowann puluhan

sedikit

membuat

jadi

gelap;

mapolongv mengumpulkan

menggelpakan

molongvt memetik; memanen

pettengngann mati lampu

Apolong bân orèng ngobbhâr dhupa nyoprè

teng-mettengv gelap-gelapan

mèlo ro’omma‘berkumpul dengan orang

pètto’ [pɛttɔʔ] n tujuh pèttong

[pɛttɔŋ]

num

membakar dupa agar kebagian harumnya’ tujuh;

perubahan

bergaul dengan orang baik akan membawa

bentuk pètto’ karena menjadi inti frasa

pengaruh yang baik

numeralia ketika digabung dengan bentuk

Apolong bân orèng ngobbhâr taè tanto

lain, misalnya pèttong polo ‘tujuh puluh’.

mèlo bâcengnga‘berkumpul dengan orang

peyo’ [pɛyɔʔ] n cicit

membakar

piyo’ [piyɔʔ] n  peyo’

busuknya’ berteman dengan orang yang

po’lot [pɔʔlɔt] n pensil

buruk perangainya pasti

tahi

pasti

kebagian

bau

Halaman 70 dari 97

pon [pɔn] adv sudah ampon

poron [pɔrɔn] v (T) mau; bekenan

ponar [pɔnar] n makanan dari beras ketan

porop [pɔ.rɔp] v tukar

berwarna kuning karena dimasak dengan

moropvt menukar

kunyit. Makanan ini sering ditemui pada

taporopvi tertukar

perayaan-perayaan

porop angghuy ‘tukar pakai’ tukar-menukar

hari

besar

agama/selamatan

pemakaian, misalnya A memakai milik B

ponar asekkol makanan yang disajikan pada selamatan karena pasangan yang menikah

dan B memakai milik A. posang [pɔsaŋ] a 1 tersesat jalan; 2 bingung

telah bergaul dengan baik sebagai suami

harus berbuat apa

istri. Makanan ini terdiri atas ponar dan

maposang v membingungkan

sekkol

sang-maposang v pura-pura tersesat

yang

Selamatan

diberi ini

irisan

telur

dadar.

dilakukan

dengan

pondhuk

[pɔndhuk]

n pondok pesantren

potè [pɔtɛ] a putih

mondhukvi belajar dipondok pesantren pongpong [pɔŋpɔŋ] adv senyampang ponjhin

[pɔñjhin]

possa' [pɔssaʔ] a penuh mossa’èv memenuhi

mengundang tetangga sekitar.

mapotèv memutihkan ngapotèv memutih: Ngapotè, wa’ lajârâ

n tempat uang yang terbuat

ètangalè.

‘Memutih,

itu

layarnya

dari kain dengan tutup tali seperti jerat;

terlihat’akantha potèna tellor‘seperti putih

pundi

telur’ baik lahirnya, buruk batinnya

pora-Alla [pɔraalla] ungkapan keterkejutan yang

berasal

dari

lafadh

istighfar

‘astaghfirullah’ untuk dibersihkan [pornama]

a

purnama;

bulan

poro‘kekakuannya

menyakiti

sehingga dibenci

putih nasib bawahan ditentukan kebijakan potong [pɔtɔŋ] v patah motongv menggunting rambut powa [pɔwa] a mudah digigit; lunak

seperti

borok’ orang yang sifat, sikap, dan perilaku kakunya

macellengnga

mapotongv mematahkan

dan 15 penanggalan Kamariyah poro [pɔrɔ] n borok mara

potè,

atasan

nampak bulat sempurna pada tanggal 14

kakona

dângdâng

dhâlko’ celleng‘memutihkan gagak putih, menghitamkan burung kuntul hitam’ hitam

porak [pɔrak] v membelah dada (hewan dsb) pornama

mapotèa

orang

sekitarnya

powasa [pɔwasa] n puasa apowasavi berpuasa pres/eppres [prɛs, ǝpprɛs] n hadiah;juara:

pres sittong ‘juara/hadiah pertama’

Halaman 71 dari 97

Q Qur’an [qurʔan] n al-Quran

Halaman 72 dari 97

R ra’a[raʔa] n kutu air

raji [raji] n (T) istri

râ'-dherrâ’ [rɐʔdhǝrrɐʔ] n burung tekukur

raka [raka] n (T) suami

mara râ’-dherrâ’ bâbinè’‘seperti tekukur betina’ berlagak berani tetapi penakut

rako’ [rakɔʔ]arako’ v mengambil sebanyakbanyaknya dengan dua belah tangan

ra’yat [raʔyat] n rakyat

rakora [rakɔra] n kura-kura

rabâ [rabɐ] n rawa

rambhut [rambhut] n (T) rambut

rabât [rabɐt] v rawat

rambing [ram.biŋ] n kain (terutama kain sisa);

arabât

v

menjaga

tubuh

(kesehatan,

perca.

kecantikan, dsb)

bing-rambingnga

ngarabât v merawat

orang yang selalu dihormati sampai usia

rabeng [rabǝŋ] a rabun

tua, misalnya orang tua, sesepuh, dan guru,

rabet [rabǝt] n liana

yang berhubungan dengan kebijaksanaan

1rabu

[rabu] v (T) datang

bing-rambingnga

[bu-rabuwɐn] n area di

atas kemaluan di bawah perut

tidak

berpenampilan

sebagai

rammè [rammɛ] a ramai

bersikap

seolah-olah/

marammèv meramaikan mèn-rammènn keramaian

seperti orang cantik; sok cantik raè [raɛ] n wajah; muka raghâ

sutra’

bangsawan

raddhin [raddhin] a cantik

[raghɐ]

sotra‘perca

bangsawan sejati yang tetap berwibawa meskipun

rabu’ [rabuʔ] n pupuk; rabuk dhin-maraddhinv

al-Quran’

orang tersebut

ngarabui v datang; mendatangi 2rabu/bu-rabuwân

Kor’an‘perca

ramo’ [ramo’] n akar

v raba

aramo’ v berakar

araghâv meraba

rampa’ [rampaʔ] a rimbun

aghâ-raghâv meraba-raba

rampèt [rampɛt] a dempet; tersusun

aghâ-raghâ odâng ‘meraba-raba udang’

arampèt v 1 berdempet; 2 tersusun lurus

mencoba-coba kemungkinan atau sesuatu

ramram [ramram] a terlalu besar

yang tidak pasti

ranca’ [rañcaʔ] n ranting; cabang pohon yang

rajâ [rajɐ] a besar:dhusa rajâ‘dosa besar’ rajâ

bhâdhuk‘besar

lambung’

banyak

masih kecil aranca’n bercabang

makan sedikit kerja

randhâ [randhɐ] n janda

rajâ karep‘besar hasrat’ angan-angan tinggi

rangrang [raŋraŋ] a jarang

yang biasanya tanpa mempertimbangkan

rao’ [raɔʔ] v serut; raut arao’v meraut; menyerut

kemampuan diri rajâ kamar

pakèbânna,

rajâ

mandinya,

pacarrènna‘besar

besar

pelimbahan

raop [raɔp] araopv cuci muka araobhiv mencucikan muka

comberannya’ besar pemasukan, besar pula

araobhi

pengeluaran

dengan kotoran’ mempermalukan orang

rajâ

cètak,

korang

otek‘besar

taè‘mencuci

muka

(seseorang)

kepala,

lain (orang tua, saudara, kerabat, teman

kurang otak’ bersikap seolah-olah pintar,

dekat, dsb.) dengan perbuatan yang tidak

padahal sebenarnya bodoh

baik dan memalukan

rajhâ [rajhɐ] n raja

raprap [raprap] n rayap

rajhang [rajhɐŋ] n linggis

rasol [rasɔl] n tumpeng

Halaman 73 dari 97

arasol vi mengadakan selamatan dengan

Rejjheb [rǝj.jhǝb] n nama bulan ketujuh dalam

tumpeng muwâng

rasol,

‘membuang nasi’

ngala’

tumpeng,

karena

perib

penanggalan

mengambil

butir

pengganti penyebutan dari bulan Hijriyah

mengejar

yang

Rajab.

serakah

butèr

kecilsedang yang besar yang dimiliki hilang karenanya Rasol

kè-rèjhekkèann untung-untungan

penanggalan

bulan

Madura

keempat sebagai

dalam

pengganti

bulan hijriyah Rabiuts Tsani. ratos [ratɔs] ratus ratosann ratusan rè’-kèrè’ [rɛʔkɛrɛʔ] n 1 anak anjing 2 anakanak rebba [rǝbbɐ] n selamatan berupa makanan yang maksudnya dikirimkan kepada orang yang meninggal biasanya dilakukan pada setiap malam Jumat

ngarèkenv1

menghitung

Madura

memper-

hitungkan (biasanya dalam kalimat negatif)

lo’ arèken ‘tidak mempedulikan’ reksak [rɛksak] v mengurus; memelihara areksaghiv mengurus; memelihara rembhak [rǝmbhək] n musyawarah arembhâkv bermusyawarah bhâk-rembhâkv,n (melakukan) permusyawarahan rèmerrèn serangga yang sangat kecil yang

rèmo [rɛmɔ] nsemacam arisan yang diadakan

yang

menjadi

oleh

bulan

Hijriyah

pembayaran yang tidak sama bergantung

penyebutan

orang-orang

Sya’ban. Nama Rebba berasal dari tradisi

pembayaran

bersedekah

seseorang

makanan

diperuntukkan

mengkalkulasi;

2 mempedulikan;

remrem [rǝmrǝm] aremrem v merendam

Rebba [rǝbbɐ] n nama bulan kedelapan dalam pengganti

menjadi

menyebabkan gatal

arebba vi melakukan rebba penanggalan

yang

rèken [rɛkən] v hitung; kalkulasi areken,

n

[rasɔl]

Madura

bagi

yang orang

pahalanya yang

telah

blater

yang pada

dengan

pernah

diterima

acara-acara,

seperti

pernikahan, sunatan, dan terutama to’-oto’

meninggal dari sebuah keluarga karena

arèmov melakukan remo

dipercaya bahwa pada bulan ini adalah

èrèmoaghiv dirayakan dengan remo

bulan yang penuh berkah karena catatan

rèmo carok remo yang diadakan dengan

amal satu tahun dikumpulkan dan catatan

maksud menggalang dana untuk melakukan

amal baru dimulai.

carok

rebbha [rǝbbhɐ] n rumput

rempa’ [rǝmpaʔ] n ambruk atau sempal

[rǝbbhɐŋ] a berkobar; menyala

rebbhâng

reng [rɛŋ] n bentuk singkat dari oreng

besar Rebbhu

rendem [rəndəm] arendem v merendam

[rǝbbhu]

n

hari

keempat

dalam

oreng rèngkes [rɛŋkǝs] a ringkas; rapi

penanggalan Madura; Rabu. rebbhuan diadakan setiap hari Rabu.

arèngkesv meringkas; merapikan diri untuk

Rebbu Bekkasan hari Rabu terakhir bulan

berangkat

Muharram

yang

dipercaya

sebagai

hari

rengngè’ [rǝŋŋɛʔ] n nyamuk

semua bala atau cobaan diturunkan dalam

Rengngè’ ngalèng ajâgâ kaju. ‘Nyamuk

satu tahun

berlindung

rebbhu’ [rǝbbhuʔ] v rebut arebbhu’vi berebut; merebut arebbhu’

jhuccong‘berebut

mau antre

menjaga

pohon

kayu’

maksudnya naymuk yang berlindung dari tiupan angin merasa dirinya berjasa karena depan’

tidak

menjaga

kayu

agar

tidak

tumbang.

Peribahasa ini meggambarkan orang yang

rèjhekkè [rɛjhǝkkɛ] n rejeki

Halaman 74 dari 97

terlalu

memandang

tinggi

kemampuan

dirinya

C, B dengan D atau A dengan D, B dengan C

rèpot [rɛpɔt] a repot; sibuk

roghâ [rɔghɐ] a salah urat yang dibiarkan

marèpotv merepotkan Rerajah

perempuan bersaudara, A menikah dengan

penanggalan besar’

bulan

Madura

yang

penyebutan

tanpa dipijat dsb. sehingga menjadi parah

n

[rɛrajɐh]

kedua

yang

berarti

merupakan

bulan

belas

Hijriyah

‘hari

pengganti Dzul

Hijjah.

Disebut Reraja karena dalam bulan ini terdapat

hari

besar

Idul

Adha

yang

merupakan tanda selesainya ibadah haji.

dan menyebabkan sakit rogi [rɔgi] a rugi karogiyân n kerugian rojhâkv rujak arojakv membuat rujak rokat [rɔkat] n ruwatan (untuk keselamatan bersama)

rèsè' [rɛsɛʔ] v hujan rintik-rintik

roko [roko] n mukenna

ressek [rǝssɛk] n/a hidup bersih dan rapi

roko’ [rɔkɔʔ] n rokok

paressek vi bersihkan dan rapikan

aroko’v merokok

sèk-ressèk v bersih-bersih

ko’-roko’anv sedang meroko’

Sèk-ressèk

odâng

‘suka

bersih

seperti

udang (kotorannya ada di kepala – menurut awam

Madura)’

terlalu

menghargai

kebersihan sehingga mengganggu orang sekitar.

ngaroko’èv membiayai rokok rokong

[rɔkɔŋ]

kong-rokong

n

sejenis

serangga yang muncul menjelang petang dan terbang bergerombol roma [rɔma] n rumah

rèya [rɛya]pron ini/itu

roman [rɔman] n merang padi

ro’om [rɔʔɔm] a harum

romasa [rɔmasa] aromasav merasa

om-ro’omn sesuatu yang berbau harum

rombu [rɔmbu] a kotor

roba [rɔbɐ] n wajah

long-polong rombu, bit-abit olle sa kembu

arobavi berwajah

mengumpulkan barang sangat sedikit dan

robbâna [rɔbbɐna] n semacam akronim yang penjangnya È dimma bâdâ tatarob abâ’na

bâdâ è bâbana. ‘Di mana pun ada tenda

tidak berarti, lama-lama penuh dan berarti; sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit rompi [rɔmpi] arompi v memakai rompi

pesta dia ada di bawahnya.’ Orang yang

arompi

buluna

selalu hadir pada keramaian meski tidak

merak’

kebagusan

diundang

menyembunyikan kemiskinan

robbhu [rɔbbhu] vi roboh; tumbang karobbhuân

v

terkena

robohan

yang

pohon,

tè’-lettè’

ngèrèt

ronjhângan‘serangga

menarik lesung’ pertengkaran anak kecil

marobbhuvt

1

merobohkan

2

mencari

sandaran untuk masalah yang dihadapi; pertolongan

penuh;

pasrah

sepenuhnya:Lamon ba’eng ta’ sangghup,

yang menyebabkan per-tengkaran orang tua rong-kerrong [roŋ-kǝrroŋ] n kerong-kerong; sejenis hewan laut; therapon

marobbhu ka taretan. Jika kamu tidak

ropa [rɔpa] n rupa

sanggup mintalah tolong pada saudara

aropav berupa

(kerabat).

aropaaghiv berupa

robbhu

penampilan

bulu

ronjhângan [rɔñjhɐŋan] n lesung panjang

tiang, dsb

meminta

merrak‘berrompi

bhâta

perjodohan

dua

orang

saudara laki-laki dengan dua orang saudara perempuan, misalnya A dan B dua orang laki-laki bersaudara dan C dan D dua orang

ropek [rɔpǝk] a sempit ropèya

[rɔpɛya]

n

rupiah

(mata

uang

Indonesia) rosak [rɔsak] a rusak

Halaman 75 dari 97

marosak v merusak

menunjukkan bahwa hanya orang yang

karosaghân n kerusakan

tidak mampu yang melakukan sesuatu yang

roso’ [rɔsɔʔ] n rusuk

memancing perhatian/bertingkah

rotè [rɔtɛ] n roti

rowa [rɔwa] itu

tadâ’ rotè ngala’ èmbu ‘tidak ada beli roti minta

tambahan’

peribahasa

yang

Halaman 76 dari 97

S sa-

[sa] p 1 se-; bentuk terikat yang

diikatkan sudah

pada

kata-kata

saamponna,

yang

saellana,

berarti

samarena

sadepa’eng kobherrâ ‘kapanpun sempatnya’ 3 satu; se: sa lonalon ‘se alun-alun’ sa’ang [saʔaŋ] n merica sa’ar [saʔar] n ijuk pohon aren ‘sesudahnya’ ‘kapan

2 kapan

pun

pun:

sa

sampainya’

sabhun [sabhun] n sabun Sabto

[saptɔ]

n

hari

ketujuh

penanggalan Madura. sabu [sabu] n sawo sabu kecce’ [kǝcceʔ] n sawo kecik sabun [sabon] n sabun sacca [sacca] a tulus setia sada’ [sadɐʔ] n arit; sabit; clurit sadhâjâ [sadhɐjɐ] num semua

akantha sa’ar gherrana ‘seperti ijuk pohon

saduhuna [saduhuna] adv apa adanya

aren

saè [saɛ] a (T) baik

kekakuannya’

orang

yang

dalam

dalam

bergaul kaku dan kasar tutur kata dan

saellana [saəllana] adv sesudah

tindak tanduknya

saghame’ [saghɐmɛʔ] num dua puluh lima

sabâ [sabɐ] n sawah

saghâra [saghɐrɐ] n laut nyagharav sangat luas

sabâ’ [sabɐʔ] v meletakkan bâ’-sabâ’ n sesaji untuk makhluk halus yang diletakkan

pada

mengobati

tempat

tulah

keramat

akibat

untuk

melanggar

nyabâ’vt meletakkan; menaruh; memasang oca’

melamar

angennna‘sangat luas (seperti laut) anganangannya’ sajân [sajɐn] adv makin; semakin sakè [sakɛ] nyakèv (binatang) menjantani

pantangan tempat tersebut nyabâ’

nyaghara ngen-

perempuan

oleh

kè-sakèv (binatang) kawin sakè’ [sakɛʔ] v sakit

keluarga dekat (acara ini dilakukan sebelum

kè’-masakè’v pura-pura sakit

upacara pertunangan)

masakè’v menyakitkan

nyabâ’ songghâ èterjhâk dhibi’‘memasang ranjau diterjang sendiri’ senjata makan tuan sabbhâ

[sabbhɐ]

asabbhâ

v

(ttg

ayam,

kambing, dsb) berangkat mencari makan sabbhân [sabbhɐn] 1 p setiap: sabbhân arè

nyakè’èv menyakiti sakola [sakola] n sekolah asakolav bersekolah masakolav menyekolahkan sakolaann sekolahan

‘setiap hari’ 2 adv dahulu: Sabbhan sengko’

sakonè’ [sakɔnɛʔ] adj sedikit

la messen. ‘dahulu saya sudah memesan’

saktè [saktɛ] a sakti

sabbhâr [sabbhɐr] a sabar

kasaktèann kesaktian

masabbhâr v menyabarkan

tè-saktèana paling sakti

bhâr-masabbhâr v berbuat atau bersikap

sala [sala] 1 a salah: Sè èlakonè bâ’eng jelas

asabbhu’v memakai sabuk/ikat pinggang;

sala. ‘Yang kamu lakukan jelas salah.’ 2 nkesalahan: Jiya lakar tang sala. ‘Itu memang kesalahanku.’ 3 p sudah (untuk menyatakan penegasan dan penguatan) Sala èangghuyè salèmpang èdhândhânè polè.

bersabuk

‘Sudah diberi selempang didandani juga.’

seolah-olah sabar; pura-pura sabar sabbhil

[sabbhil]

asabbhilv berusaha keras

sabbhrâng [sabhrɐŋ] n singkong sabbhu’ [sabbhuʔ] n sabuk; ikat pinggang

asabbhu’

karet‘bersabuk

karet’

makan

kasalaann kesalahan

banyak sekali sabellas [sǝbǝllɐs] num sebelas

Halaman 77 dari 97

manyalav berbuat salah dengan sengaja untuk

mengganggu

atau

membuat

samar [samar] a samar nyamarv menyamar nyamaraghiv menyamarkan

keributan salabât [salabɐt] n uang sedekah dari tuan

sambhel [sambhǝl]n lauk yang dibuat dari

rumah yang punya hajat dalam acara ritual

parutan kelapa tua digoreng dengan bumbu

seperti selamatan, pelet kandung, dsb, yang jumlahnya

tidak

ditentukan,

biasanya

diberikan pada pembaca doa.

masih

muda

dengan

mencangkul

sambhughel [sǝmbhughǝl] n simpul

mengadakan

selamatan;

berkenduri

noccolè

sambhughellânna

atè‘melepas

simpul hati’ membantu orang yang tertimpa

nyalameddhiv

mengadakan

misalnya

selamatan

anggota

keluarga,

salameddhann selamatan

n

sambi [sambi] adv sambil berupa oleh-oleh, dsb)

salang [salaŋ] adv saling [salasa]

kemalangan dengan setulus hati sambi [sambi] nyambiv membawa (barang

keberangkatan, perayaan dsb

Salasa

meng-

seputar akarnya

salamet [s(ǝ)lamǝt] v selamat

untuk,

nyambhenv

[sambhǝn]

gemburkan tanah pada tanaman palawija yang

salaja [sǝlajɐ] n sebelah asalametv

sambhen

lo’ bi-nyambi v tidak membawa sesuatu

hari

ketiga

dalam

sama sekali sampat [sampat] nyampatv melempar untuk

penanggalan Madura. salebbâr [salǝbbɐr] n katok kolor

menjatuhkan (buah dsb)

salèkko [salɛkkɔ] a rikuh

pat-sampadhânvi lempar-lemparan

salèmpang [salɛmpaŋ] n selempang

nyampat

salèn [salɛn] v ganti

sendiri’ tamu yang terpaksa memakan oleh-

asalènv berganti (pakaian dsb) 1

dhibi’‘melempar

buah

olehnya sendiri karena oleh-oleh tersebut

salènanv pakaian ganti nyalènèv

buwâna

menjadi suguhan tuan rumah

mengganti

2

membelikan

sampay [sampai] sampayann penjemuran sampèr [sampɛr] n kain panjang (biasanya

pakaian ganti dalam pertunangan salèp [salɛp] nyalèpv menyusul

batik) yang dipakai dengan dililitkan bagian

lèp-salèbhânv susul-menyusul; saling susul

di

salèp

langsung jatuh ke arah bawah

ghuntèng/tarjhâ’‘selisipan

atas

pinggang

dan

bagian

bawah

gunting/tendang’ pernikahan antara dua

asampèrv memakai samper

pasang saudara, misalnya A dan B saudara,

ngobâ sampèr ghi’ jhâghââ, malè’ oca’

C dan D saudara. A menikah dengan C, B

tadâ’ nemmo‘mengubah kain panjang harus

dengan D, atau A dan D, B dengan C

berdiri, membalik lidak tak ada yang tahu’

pernikahan

gampangnya orang untuk berbohong

ini

dipercaya

dapat

menyebabkan salah satu dari pasangan ada

sampèr

yang meninggal

menjadi butut di penjemuran’ pekerja cakap

salessa [salǝssa] n ketombe saloka [sa.lɔ.ka] n peribahasa yang bersifat misalnya temon amoso dhurin‘timun melawan durian’tada’ kerbhuy kaberraan tandu’‘tak ada kerbau keberatan

personifikasi,

tanduk’.

laju

è

sampayan‘kain

panjang

yang tidak berkembang kedudukannya sampeyan [sampɛyan] pron(T) Anda samporna [sampɔrna] a sempurna Mogha

dhaddhi sampornana ka se nanggha’ sareng se nengghu. ‘semoga menjadi kesempurnaan

bagi

yang

samangka [samaŋka] n semangka

dengan yang menonton’

samangkèn [sa.maŋ.kɛn] n [T] sekarang

kasampornaann kesempurnaan

menanggap

Halaman 78 dari 97

nyampornaaghiv menyempurnakan sanajjhân

asapoanv menyapu

p meskipun

[sanajjhɐn]

po-sapon alat menyapu; sapu

sanaos [sanaɔs] p meskipun

po-sapo èsèmpay‘sapu diikat’ peribahasa

sanat [sanat] a siap: Sapè nomer sittong bân

untuk

mengumpamakan

nomer duwâ’ la padâ sanat è ghâris palèng adâ’. ‘Sapi nomor satu dan nomor dua telah

kesetiakawanan atau persatuan

sama-sama siap di garis paling depan.

ikatannya’1

sandal [sandal] n sandal

po-sapo pegghâ’ sèmpayya‘sapu lidi lepas karena

asandal(an) v memakai sandal; bersandal sandar [sandɐr] v sandar

sebuah

anak

yang

perpisahan

/

bercerai-berai

perceraian

kedua

orang tuanya 2 runtuhnya persatuan sapo’ [sapɔʔ] n selimut Sapo’eng bhludhru

dar-sandarn sandaran: dar-sandarra korse

asolam emmas kèya, possa’ bi’ ghungsèng.

‘sandaran kursi’

Selimutnya beludru bersulam emas juga,

nyandarv bersandar

penuh dengan giring-giring.

sang [saŋ] a milikku: sang ana’‘anakku’

asapo’ v berselimut

sanga’ [saŋaʔ] num sembilan

nyapo’èv menyelimuti

sangaja [saŋaja] a sengaja

po’-sapo’

sangang [saŋaŋ] num Sembilan; perubahan

n

sesuatu

yang

sebagai selimut

bentuk sanga’ karena menjadi inti frasa

sapolo [sǝpɔlɔ] num sepuluh

numeralia yang digabung dengan bentuk

sapora [sǝpɔra] n maaf

lain

misalnya

sangang

polo

‘sembilan

puluh’ sangghâp

asaporav meminta maaf nyapora v memaafkan

[saŋghɐp]

a tanggap

sarat [sarat] n 1 syarat Saraddhâ, bâ’eng

sangghu [saŋghu] v sangka; kira

kodhu ghellem apasa lèma arè. ‘Syaratnya,

nyangghu v menyangka sangghup

digunakan

[saŋghup]

kamu harus bersedia berpuasa selama lima

a sanggup

hari’

nyangghubhiv menyanggupi

2

berobat

(biasanya

pengobatan

alternatif) 3 pelindung atau kemampuan

sangka [saŋka] v sangka; duga; kira

terutama kesaktian yang diperoleh dari hal-

nyangka v menyangka

hal yang bersifat magis atau barang barang

panyangka n persangkaan

klenik

sangsang [saŋsaŋ] nyangsangv tersangkut di

asarat v 1 berobat 2 berusaha secara magis

atas pohon, atap dsb.

untuk

nyangsangaghiv menyangkutkan

dengan bantuan dukun atau barang-barang

santa’ [santaʔ]a 1 nyaring 2 cepat: Sapena

berka’

ce’

santa’eng.

‘sapinya

berlari

dengan sangat cepatnya’

keberhasilan

sesuatu

misalanya

bertuah sarbhu

asarbhu/nyarbhuv

[sarbhu]

menggemburkan

tanah

pada

tanaman

muda

dengan

palawija

santre [santrɛ] n santri

mencangkul seputar akarnya dan menyiangi

nyantrevi menjadi santri pasantrenn asrama tempat santri belajar sapè [sa.pɛ] n sapi

yang

masih

santap [santap] nyantap v menempeleng

rumput yang tumbuh disekitarnya. sarè [sarɛ] cari nyarèvt mencari: Lakona rèng majâng nyarè

pè-sapèann sapi-sapian

jhuko’ sabbhân arè. ‘pekerjaan nelayan

kerrabhan sapen karapan sapi

mencari ikan setiap hari

sapeda [sǝpɛda] n sepeda asapedaanv bersepeda sapo [sapɔ] n sapu

rè-sarèanv mencari-cari sarè’at [sarɛat] n syariat sareng [sarǝŋ] p(T) dengan

Halaman 79 dari 97

areng-sarengv bersama-sama

sèka’ [sɛkaʔ] n burung elang

asarengvi bersama

sèkep [sɛkǝp] n senjata yang dibawa untuk

asarengèv menemani

menjaga kemungkinan terjadi perkelahian

sarkajâ [sarkajɐ] n serikaya; Anona squamosa

asèkep/nyèkepv membawa senjata

sarok [sarɔk] tasarokvtertusuk duri kecil dan

sèkep bingkèng bertolak pinggang sèket [sɛkǝt] num lima puluh

potongannya tertinggal dalam daging sarombân [sarɔmbɐn] sembarang

sekkem [sǝkkǝm] n sekam

saronèn [sarɔnɛn] n alat musik tiup khas

sekken [sǝkkǝn] a kuat; erat (ikatan, dsb.) masekkenv

Madura sarong [sarɔŋ] n sarung asarong(an)v bersarung

buru sasat angèn. ‘tidak takut mati sapi lari seperti angin’

hubungan, dsb) sekkèn [sǝkkɛn] n senjata sejenis keris yang tidak berlekuk dan lebih kecil

sassa [sassa] v cuci (pakaian, dsb.)

sekkol [sǝkkɔl] n lauk yang dibuat dari

asassa vi mencuci

parutan kelapa tua digoreng dengan bumbu

nyassa vt mencuci

vi

memperkuat

panyekken n penguat (ikatan, pertalian,

sasat [sasat] p seperti Ta’ tako’ matè, sapè

sa-sassa

mempererat;

(ikatan, pertalian, hubungan, dsb)

mencuci

sèkot sesuatu

(tidak

[sɛkɔt]

nyèkotv

1

(jahit-menjahit)

memotong pola 2 membentuk

dijelaskan)

èsèkot ka abâ’na dhibi’‘dibentuk pada diri

sassaan n cucian; (pakaian, dsb.) yang

sendiri’ diumpamakan pada diri sendiri,

(hendak) dicuci

berempati, tepa selira

satiya [sǝtiya] adv sekarang satos [satɔs] num seratus Satto [sattɔ] nSabto

sèksèk [sɛksɛk] nyèksèk memotong dengan pisau (ttg daging, sayur, dsb) selbhi’ [səlbhiʔ] n kuncup tunas yang masih

sattoann diadakan atau terjadi setiap hari

kecil dan belum berdaun

Sabtu:pasar sattoan‘pasar yang ada setiap

nyelbhi’ v bertunas kuncup sèlèn [sɛlɛn] v tuang (ttg benda cair)

hati Sabtu’ sè [sɛ] p yang sèbâ’ [sɛbɐʔ] nyèbâ’ v membelah dengan memotong atau memecahkan sebbhit [sǝb.bhit] sobek asebbhitv tersobek nyebbhitvt merobek; menyobek sebbhut [sǝbbhut] vi sebut nyebbhutvt menyebut sebbhudhânn sebutan seda [sɛdɐ] pron (R) kamu sed̩ha

[sɛɖhɐ]

v (T) meninggal dunia

seggher [səgghər] a segar; bugar

nyèlèn v menuangkan sèlèp [sɛlɛp] v menyerang dari belakang saat musuh tidak siap atau lengah nyèlèpv

menyerang

dari

belakang

musuh tidak siap atau lengah sella’ [sǝllaʔ] a sesak karena berjejal la’-sella’è hanya bikin sesak sèllem

[sɛllǝm] nyèllemv 1 menyelam

sellip [sǝllɪp] nyellipv menggiling sellibhân n mesin penggiling sello’ [sǝllɔʔ] n cincin asello’(an)v memakai cincin; bercincin

asèghi’ v terbelah

sembhajang [sǝmbhɐjɐŋ] n sembahyang nyembhajangaghi vt menyolati (jenasah)

sèhat [sɛhat] a sehat

sembhur [sǝbhur] v sembur

sèhèr [sɛhɛr] n sihir

nyembhurv menyembur

nyeherv menyihir

2

tenggelam

sèghi’ [sɛghiʔ] v belah nyèghi’ v membelah

saat

nyembhurraghiv menyemburkan

Halaman 80 dari 97

sembhuruk

[səmbhuruk]

sembhurughân

a

busuk karena sudah rusak (tentang telur)

sereng

[sɛrɛŋ]

n pertemuan lautan dan

daratan; pantai pengghir sereng ‘tepi laut’

semmo [sǝmmɔ] adv agak

serrang [sərraŋ] v serang

sèmpak [sɛmpak] n celana dalam laki-laki

serrep [sərrəp] v serap

asèmpaghân v memakai celana dalam (laki-

nyerrep v menyerap serrop [sǝrrɔp] nyerropv meniup

laki) sèmpen

nyèmpenv

[sɛmpǝn]

menyimpan,

sèmpennann simpana; tabungan sempo

nyempov

[sǝmpɔ]

akadi’/mara seset la-kela ‘seperti capung menyepuh

(perhiasan)

sèndo’ [sɛndɔʔ] n sendok

nyèssè’

ta’ abau sendu’ ta’ abau centong‘tidak berbau senduk tidak berbau centong’ yang menyatakan

tidak

berartinya persaudaraan

memijit

salah

v

membersihkan

n sesumbar

settep [sǝttep] n ketapel nyettepv mengetapel seyam [sɛyɐm] n puasa

sèngkor [sɛŋkɔr] nyèngkor v menaruh tangan menyembunyikan

sesuatu (yang dipegang, dsb)

n

dengan

tan-nyètanè v membujuk atau menghasut

sengko’ [sɛŋkɔʔ] pron [R] saya untuk

ikan

sètan [sɛtan] n setan

settong [sɛttɔŋ] n satu

[sǝnnɛn]

hidung;

membuang sisiknya.

sengka [sǝŋka] a segan; sungkan

Sennèn

satu

untuk melakukan perbuatan yang tidak baik

asengghak v bersumbar

belakang

melakukan

sèssè’ [sɛssɛʔ] n sisik

sendu’ [sǝnduʔ] n senduk sayur

ke

2

mengesang

nyendo’ v menyendok

[seŋghɐk]

singkat

sesuatu tidak sepenuh hati dan pikiran dengan

asendo’ v bersendok

untuk

sangat

sèssè [sɛssɛ] asèssè v membuang ingus

atau mata uang lain

sengghâk

cewok’ 1 membersihkan tubuh (mandi) dengan

sen [sɛn] n uang yang nilainya 1/100 rupiah

ditujukan

serser [sərsər] nyerser v mengejar; memburu sèsèt [sɛsɛt/seset] n capung

menabung

hari

aseyam vi berpuasa Singke’ [siŋkɛʔ] n sebutan untuk orang Cina. Mara

kedua

dalam

harfiah

Singke’

kaelangan

berarti

dhacen

secara

Cina

totok

‘seperti

penanggalan Madura.

kehilangan dacin’ yang dimaksudkan untuk

sennenann diadakan atau terjadi setiap hari

menggambarkan

Senin:Pasar sennenan‘pasar yang diadakan

keributan karena hal kecil.

tiap hari Senin’ senneng [sənnəŋ] a senang; gembira

orang

yang

sittong [sittoŋ] num satu siyang [siyaŋ] n siang

masennengv membuat sso senang

kasiyangann kesiangan

neng-sennengv bersenang-senang

yang-siyangadvpada siang hari

seppat [sǝppat] n ikan sepat

siyong [siyɔŋ] n taring

seppo [sǝppɔ] a (T) tua

asiyongv bertaring

seppo [sǝppɔ] nyeppov menyepuh; menuakan

siyongann ikan lele

emas dengan campuran sendawa, tawas dsb seppur [sǝppʊr] n kereta api serbèt [sərbɛt] n serbet serbu [sərbu] nyerbu v menyerbu

membuat

slorot [slɔrɔt] n tiruan bunyi semprotan bubuk mercon yang tidak meledak. nylorotv tidak meledak (mercon) so’on [sɔʔɔn] v 1 menjunjung barang di kepala 2 (T) memohon; meminta

Halaman 81 dari 97

nyo’onv 1 menjunjung barang di kepala 2

somor èèssèè ètèmbâ‘sumur diisi ditimba’

memohon; meminta

meminta

panyo’onn permohonan

tersebut sangat dibutuhkan oleh orang

sobbhluk [sɔbbhluk] sobbhlughân n dandang soca [sɔca] n (T) mata. soddhu’

sedangkan

sesuatu

yang diminta tersebut sompet

sodâ' [sɔdɐʔ] n atap serambi luar [sɔddhuʔ]

sesuatu

v/n sumbat; sumpal;

[sɔmpət]

menutup liang dengan gabus, dsb

v tusuk

asompet v tersumbat

nyoddhu’ v menusuk

nyompet v menyumbat; menyumpal

sodu [sɔdu] n sendok bubur dari sobekan daun pisang yang dibuat dengan melipat kedua ujung dan langsung dibuang sesudah

pet-sompet

n

penyumbat;

penyumpal;

benda yang dijadikan sumpal sonar [sɔnar] n sinar matahari dsb

dipakai

nyonar v bersinar Pajjhâr lagghu arèna pon

nyoduv menyendok dengan sodu

nyonara. ‘Fajar pagi hari matahari akan

du-soduanv menyedok berkali-kali dengan sodu

lebbi

korang

tajhin‘lebih

sendok

kurang bubur’ orang yang lebih banyak mengumbar janji daripada yang ditepati

bersinar.’ songay [sɔ.ŋay] n sungai Songennep [sɔŋǝnnǝp] n kabupaten paling timur pulau Madura; Sumenep.

soghi [sɔghi] a kaya

Songennep

sokkla [sɔkkla] a 1 (untuk tanaman) berbuah

berbingkai’ tidak adanya batas bagi orang

semua dengan sempurna 2 berkeagamaan sokklat [sɔk.klat] a warna coklat

Madura

ta’

abingker‘Sumenep

dalam

gerak

tidak

pencarian

penghidupan, tempat bermukim, dan jodoh

sokkor [sɔkkɔr] n syukur

songka'

soko [sɔkɔ] n kaki nyoko v mengaki

nyongka’v

[sɔŋkaʔ]

membuka

dengan

menarik

menyingkap; dari

bagian

bawah

nyoko ajâm‘mengaki ayam’ meski terlihat buruk di luar, tetapi baik di dalam

songkèl

nyongkèlv

[sɔŋkɛl]

menyelipkan

senjata dibalik pakaian untuk berjaga-jaga,

solak [sɔlak] nyolakv memberi lebih banyak dengan maksud tidak suka atau tidak baik solam [sɔlam] n sulam

bersiap-siap, atau untuk pembelaan diri ngal-mangngal nyongkèl kerrès, nangèng ètapok

ta’

alabân

‘bergagah-gagah

asolamv bersulam

menyelipkan keris tetapi ditampar tidak

nyolamv menyulam

melawan’

solamann sulaman; hasil menyulam

penakut

solap [sɔlap] a silau

berani

sebenarnya

songot [sɔŋɔt] n kumis

somajâ [sɔmajɐ] n janji yang ditentukan [sɔmbhɐŋ]

asongot/asongodhân v berkumis songsang [sɔŋsaŋ] nyongsangv terbalik

waktu dan atau tempat sombhâng

berlagak

nyombhangv

sopajâ [sɔpajɐ] p supaya

menyumbang

soprè [sɔprɛ] nyoprèv mencari; mengharap

sombhânganv sumbangan

Sora [sɔra] n bulan Muharram

sombong [sɔmbɔŋ] a sombong

sorak [sɔrak] n sorak

bong-masombongv menyombong bong-sombonga penanda

(biasanya

negatif

sombong somor [sɔmɔr] n sumur

jha’‘jangan’)

arak-sorakv bersorak-sorak didahului terlalu

asorakv bersorak sorat [sɔrat] n surat asoradhânv berkirim surat Sorbhâjâ [sɔrbhɐjɐ] n Surabaya soro [sɔrɔ] nyorov menyuruh

Halaman 82 dari 97

sorot [sɔrɔt] nyorot v mundur

nyosonv menyusun

manyorot v memundurkan

sossa [sɔssa] a susah; sedih

rot-sorodhân v saling mundur; berebut

nyossaèv menyusahkan

mundur

kasossaan 1 n kesusahan 2 v mengalami

soroy [sɔrɔy] n sisir

atau tertimpa kesusahan

asoroy v bersisir

sotra [sɔtra] n sutra

nyoroy v menyisir

asotraanv memakai pakaian dari sutra

soso [sɔsɔ] n payudara

sowar [sɔwar] n ono bunyi jatuhan air (saat

nyosovt menyusu; menetek

mandi, dsb.)

nyosoèvt menyusui

sowara [sɔwara] n suara

sosoann hasil pekerjaan menyusui taretan sosoan,

saudara

susuan

atau

karena

nyuâl v menyoal; menanyakan

soson [sɔsɔn] susun tiga’

bersusun:asoson

sowarghâ [sɔwarghɐ] n surga suâl [suɐl] n soal; pertanyaan

menyusu pada satu orang asosonv

asowarav bersuara

tello’‘bersusun

suâlân n ujian lisan suwarghâ [suwarghɐ] n surga

Halaman 83 dari 97

T ta’ [taʔ] adv (MT) tidak

tadâ’ attas bâbâna‘tidak ada atas bawahnya’

ta’ tao abhâlik cobiggha ‘cobeknya tidak

memperlakukan secara adil

pernah berbalik (berputar)’ selalu miskin.

tadâ’ bâbâ èrèna‘tidak ada bawah irinya’

Perputaran cobek sebagai perumpamaan

memperlakukan secara adil

perputaran nasib

tadâ’

bherrâs

jhâghung

ètana’,

tadâ’

taat [taʔat] v taat

jhâghung sabbhrâng èkanasè’ ‘tidak ada

tabâng [tabɐŋ] v kejar

beras jagung ditanak, tidak ada jagung

nabângv 1 mengejar 2 mengejar perkara

singkong dijadikan nasi’ sikap menerima

hukum, misalnya dengan menyuap dsb.

rizki apa adanya

bâng-tabângan v kejar-kejaran

tadâ’ jhur bâlina ‘tidak ada pergi pulangnya’

1tabâr

[tabɐr] a tawar

orang yang melakukan pekerjaan dengan

bâr-tabârrâ birâ sapakand̩hângan tadâ’ ta’

tidak bertanggung jawab misalnya selesai

bâdâna

atau

ghâtella

tumbuhan gatalnya’

birah

‘setawar-tawarnya

sekandang

perdamaian

pasti

dalam

ada

pertikaian

tidaknya

sedangkan

tidak

orang

ada

tersebut

keterangan tidak

bisa

ditemui

antar keluarga pasti menyisakan sakit hati

Tadâ’ orèng jhâruppen èserrop dhibi’. ‘tidak

meski sekecil apapun

ada orang kelilipan ditiup sendiri’ semua

2tabâr

[tabɐr] v tawar

orang pasti membutuhkan pertolongan atau

matabârv menawarkan

bantuan orang lain

nabârv menawar

tadâ' omor meninggal

nabâraghi v menawarkan

taè [taɛ] n tahi; kotoran (manusia)

bâr-tabârânv saling tawar; tawar-menawar tabbhu [tabbhu] v tabuh

ataèvi buang air besar tae(na)

jha’

bâdââ

oto’na

ècongkè’

nabbhuv menabuh

polè‘andai saja tahinya ada kacangnya akan

tabbhuânn tetabuhan (musik, dsb.)

dicungkil lagi’ sangat pelit; kikir

tabbhuan

ella

èontalè

‘gamelan

sudah

etolong,

atangdhang

diangkat,

menari’

pekerjaan yang terlambat dan percuma tabbhuk [tabbhuk] n bunyi jatuh/gedebuk tabbhughânadv berbunyi gedebuk

ngantep

melempar

taè‘dilambungi

tahi’‘susu

dibalas

air

tuba’ tagher [taghǝr] a yang mengguncangkan matagherv

tabbra’ [tabraʔ] nabra’ vt menabrak

mengguncangkan:

Soragghâ

orèng sè nègghu aghâruִ◌dhu’ matagher

bra’-nabra’vi menabrak-nabrak; menabrak

bhumè. taghi [taghi] v tagih

kesana-kemari ba’-tabra’anv saling menabrak

naghi v menagih

tabra’ann tabrakan

kataghiân n ketagihan

tabu’ [tabuʔ] n perut

tajhâ’ [tajhɐʔ] v tarik

atabu’v berperut bu’-tabu’ân

melati,

malatè

suka

najhâ’ v menarik meminta

makanan

terutama bagi seorang guru tabu’ karèt‘perut karet’ banyak makan tadâ’ [tadɐʔ] v tidak ada matadâ’v menghabiskan

ètajhâ’ èèrèt‘menarik menyeret’ sangat irit tajhem [tajhǝm] a tajam matajhemv menajamkan tajhem mara bellât‘tajam seperti sembilu’ sangat tajam

Halaman 84 dari 97

ker-takern alat untuk menakar

tajhi [tajhi] n susuh èkennèng tajhina dhibi’‘terkena susuhnya

naker

sendiri’ senjata makan tuan

menyeimbangkan antara pendapatan dan

tajhin [tajhin] n bubur tajhin

sanapora ini

berwarna

hijau,

disediakan

dalam

selamatan

takèr [takɛr] n takir, pincuk tako’ [takɔʔ] a takut nako’èv menakutkan ko’-nako’èv menakut-nakuti

perjalanan tajhin

makan’

belanja

bubur

ditaburi gula merah, dan di beri santan. Bubur

kakan‘menakar

sappar/mèra

bubur

yang

ko’-matako’ v 1 menakut-takuti 2 pura-

dimaksudkan untuk menetralkan pengaruh

pura takut

tidak baik bulan shafar. Bubur ini terdiri

tako’ ka matana oreng‘takut pada mata

atas dua bagian, bagian pertama bubur

orang lain’ tidak berani tampil di depan

merah

umum.

manis

(coklat

gula

Jawa)

berisi

gumpalan tepung kenyal yang memanjang

talè [talɛ] n tali

(disebut bai’‘isi’) dan bubur putih asin yang

atalèv bertali; terikat

dimasak dengan santan berisi bai’ yang

atalèanv memakai tali

bulat lebih besar dari bai’ bubur merah

lè-talèn pengikat perjodohan seperti cincin,

tajhin somsom bubur tepung beras putih

kalung, dsb

dikuahi kaldu sumsum sapi, gajih, dan

nalèèv mengikat

daging dibumbui merica, bawang putih,

mara talèna salebbâr‘seperti tali katok kolor

pala, dan jahe. Bubur ini diberikan untuk

– panjang pendeknya tidak jelas’ orang

pemulihan tenaga sapi setelah melahirkan,

yang perkataannya berubah-ubah

membajak, atau sebelum dikerap. Pemilik

nalèè tabu’‘mengikat perut’ menahan lapar

sapi makan bubur ini jika ada sisa

talè kangkang‘tali kekang’

tajhin

sora/peddhis

bubur

beras

putih

lanjhângnga

talè

ta’

kèra

nyapo’

ka

dengan cincangan opor daging sapi, pelas

colo’‘sepanjang-panjangnya tali tidak akan

udang, dan cincangan kelapa muda yang

mengejar

disediakan untuk merayakan 10 Muharram

biasanya merebak dengan cepat

ada juga yang disediakan untuk kematian

talè kangkang talè tèmbâ, karèna èkakan

Husain (cucu Nabi) dalam perang di Karbala

pas

tajhu [tajhu] najhu v membuat lubang di tanah dengan kayu lancip kurang lebih seukuran tangan untuk ditanami jagung, kacang tanah dsb pada lahan kering jhu-tajhun alat untuk najhu

èkèbâ‘tali

dimakan membawa

berita

kekang

terus

tali

dibawa’

pulang

sensasional

sisa

timba, tamu

suguhan.

sisa yang Ini

merupakan satu hal yang memalukan. talekkèn [tǝlǝkkɛn] n mengajari orang mati menjawab pertanyaan malaikat dalam kubur

takbir [takbɪr] n lafadh bahasa arab ‘Allaahu

setelah mayat dikubur; talkin tales [talǝs] n talas; keladi

Akbar’; takbir Takepe’ [takɛpɛʔ] n bulan kesebelas dalam penanggalan

mulut’

Madura

sebagai

pengganti

tama’ [tamaʔ] a tamak; loba tamba [tamba] nambav menambah

penyebutan bulan Hijriyah Dzul Qa’dah.

atambav bertambah

Bulan ini disebut takepe’‘terjepit’ karena

ba-tamban tambahan

berada di antara dua bulan mulia Syawal

nambaèv menambahi

dan Dzul Hijjah.

tambaann tambahan

taker [takǝr] v takar

tambhâ [tambhɐ] n obat

nakerv menakar

atambhâvi berobat

Halaman 85 dari 97

nambhaivt mengobati

namparè v memberi tali; mengikatkan pada

tambhâ amès‘obat amis’ makanan pencuci

tali

mulut

tampar

bi’

talena,

lamon

entar

bi’

tambhâna malo matè‘obat malu/kehilangan

molena‘tampar dengan talinya, berangkat

harga

dengan

diri

mati’

menyatakan

bahwa

peribahasa harga

yang

diri

adalah

segalanya sehingga untuk menebus rasa malu mati dengan carok itu lebih baik

sampai tuntas ditolak

karena

tidak

nambhângè v mengongkosi Sè ngajhâk sè

nambhângè.

perempuan tana [tana] n tanah

tambu’ [tambuʔ] nambu’v melempar

tana’ [tanaʔ] v tanak

bu’-tambu’ânv lempar-lemparan

atana’ v memasak nasi

cellot ‘lempar-lempar

tanah

tanang [tanaŋ] n tangan

liat’ berangkat untuk satu pekerjaan tetapi

atanangv bertangan

di jalan mengerjakan hal lain yang tidak ada

ta’

kaitannya

menyembah’ tidak tahu tata krama

dengan

pekerjaan

tersebut

tao

ajhungjhung

tanang‘tidak

sehingga ditunggu oleh orang lain

tandâ’ [tandɐʔ] n tandak (penari)

nambu’ kalabân kembhâng èbâles acan

tand̩ha [tanɖhɐ] n tanda

‘melempar dengan bunga dibalas terasi’

atanḍhâv bertanda

‘susu dibalas air tuba’

nanḍhaèv menandai

tambur [tambur] n genderang

tandhu [tandhu] n tandu

tamone [tǝmɔnɛ] n ari-ari

tandu’ [tanduʔ] n tanduk

tamoy [tamɔi] n tamu

nandu’v menanduk

katamoyanv 1 kedatangan tamu 2 fig.

tanè [tanɛ] n tani atanèv bertani

mendapat anak bayi tampa [tampa] v menerima dengan satu melebar

tahu

atandu’v bertanduk

matamoy v bertamu

tangan

sesuai

dengan pilihan tampo’ [tampɔʔ] n puki; vagina; kelamin

kendaraan

bu’-tambu’

yang

menyatakan bahwa sekali berbuat harus

ètampekvp

[tambhɐŋan]nongkos

2tambhâng(an)

ungkapan

tampèk [tampɛk] nampek terlalu pilah-pilih

[tambhɐŋ] n tambang

1tambhâng

pulangnya’

dan

telapak

tangan

se atanè atana’‘yang bertani menanak’ yang berusaha akan memetik hasil usahanya

menengadah; menopang

tanen [tanǝn] n perangkap hewan

nampanèv menerima

tanèyan [tanɛyan] n halaman

atampa cangkèm ‘bertopang dagu’ 1 diam

tanèyan lanjhâng pola pemukiman keluarga

bermalas-malasan 2 melamun

yang

tampan

[tampan]

nampanèv

menyambut;

memanjang

Komposisinya

dari

terdiri

barat

atas

ke

paling

timur. barat

menerima

sebuah langgar dengan tempat wudhu’

nampanè (pasa) 1 vmenyambut puasa 2 n

berupa sumur dan kamar mandi sebelah

hari pertama bulan Ramadhan yang dimulai

timur memanjang berurutan rumah orang

sejak maghrib tanggal satu

tua dan anak-anak perempuan. Di depan

pan-tampan

saling-menerima

dalam

pertukaran (cindera mata, dsb.) tampar [tampar] n tali; tambang; tampar atamparv bertali: atampar mera ‘bertali

masing

rumah

terdapat

dapur

dengan

kandang ternak di belakangnya. tang

[taŋ]

a milikku: tang buku ‘buku

milikku’

warna merah’

Halaman 86 dari 97

tangdhâng [taŋdhɐŋ] n tarian untuk laki-laki

tapa [tapa] atapav bertapa

dengan tandak yang dilakukan dalam remo

napaè v melakukan tapa untuk sesuatu:

dan diiringi dengan gemelan atau sandur

napae ana’eng se nyare elmo ‘melakukan

atangdhângv menari dengan tandak dalam

tapa untuk anaknya yang mencari ilmu’

remo

patapaan v tempat bertapa; pertapaan

tanges [ta.ŋɛs] n tangis

tapa’ [tapaʔ] n tapak, telapak

nanges vi menangis

napa’ v sampai: Tapè napa’ dâ’ finis sapè sè

nangèsèv menangisi

nomer sittong. ‘tapi yang sampai ke finis

atangesanvi bertangisan

sapi nomor satu’

tangghâ’ [taŋghɐʔ] v nanggha’v menanggap (hiburan)

tapa’

dangdang

secara

harfiah

berarti

‘tapak burung gagak’ yang dilambangkan

tangghâ’ jhâ’ opaè‘biarkan manggung tapi

kepada

jangan

berhubungan hal-hal yang berbau klenik

diberi

upah’

anjuran

untuk

mengabaikan kabar yang belum tentu benar tangghiling [tǝŋghiliŋ] n trenggiling tangghung

[taŋghuŋ]

a

1

2

empat.

Hal

[tapɔk]

napokvt

menempeleng;

menampar

tanggung

napok

nangghungv menanggung

tanang‘menampar/menempeleng

tangkep [taŋkəp] v tangkap

ini

dan mistis tapok

tanggung

simpang

ngènjhâm

meminjam tangan’ sama dengan ‘lempar

nangkep v menangkap

batu sembunyi tangan’

tangtang [taŋtaŋ] nangtangv menantang

tappor [tappɔr] v memukul dengan benda

atangtangan mengucapkan atau mengirim

keras untuk menghancurkan, membelah,

tantangan

dsb

tanto [tantɔ] a tentu; pasti

napporv memukul dengan benda keras

nantoaghiv menentukan

etappor kelapidm disambar petir

tanya [taña]v tanya

tarabhâs [tarabhɐs] narabhâsv menerabas

atanyav bertanya

tarang

nanyaaghivmenanyakan

[taraŋ]

sarang/tempat

tao [taɔ] v (R) 1 tahu: Sengko’ ta’ tao lamon

patarangan

[ptaraŋan]

unggas

(biasanya

peliharaan) mengerami telur.

kodhu ka romana.Saya tidak tahu kalau

tarata [tǝrata] n ayam hutan

harus ke rumahnya.2 pernah:Samot lakar

taratas [taratas] naratas v menerabas

penter,

tareddhep [tarǝddhǝp] vi tertidur

memang

tape

ta’

pintar,

tao

abhajang‘Samot

tetapi

tidak

pernah

mataov memperlihatkan; memberi-tahukan dengan memperlihatkan olah tahu; sok tahu kèra‘tahu

[tarñaŋ]

atarnyangv

membantah

dengan mengulang-ulang perkataan orang yang dibantah

pangataoann pengetahuan dhughâ

satarètanann sesaudara tarnyang

o-mataov bersikap atau bertindak seolah-

tao

tarètan [tarɛtan] n saudara atarètanv 1 bersaudara 2 berkerabat

sembahyang.’

duga

tarongghu [tarɔŋghu] sungguh-sungguh kira’

tahu

narongghui v melakukan dengan sungguh-

mengukur diri

sungguh

tao nyekot ta’ tao ajhai’‘bisa memotong

ètarongghuiv dilakukan dengan sungguh-

pola tidak bisa menjahit’ bisa menasihati

sungguh

tetapi tidak bisa melaksanakan nasihatnya taon [taɔn] n tahun

Halaman 87 dari 97

tas [tas] n singakatan dari attas ‘atas’ Mano’

tellasân [tǝllasɐn] n hari raya

perrè’ nyabâ’ è tas pao. ‘burung pipit

Tellasân AjjhiHari Raya Idul Adha

hinggap di atas pohon mangga’

Tellasân Aghung hari raya Idul Fitri

tasbhi

[tasbhi]

n tasbih; rosario

Tellasân Pètra hari raya Idul Fitri

tasè’ [tasɛʔ] n laut

Tellasân Rèrajâ/Rèyajâ [rɛrajɐ/rɛyajɐ] hari

taskatès [taskatɛs] adv ceplas-ceplos dalam

raya Idul Adha Tellasân Topa’ [tɔpaʔ] n lebaran ketupat,

berbicara tasmak [tasmak] n kaca mata

yaitu hari ketujuh setelah idul fitri atau

atasmaghânv memakai kaca mata; ber-kaca

tanggal

mata

dianalogikan

tataèn/tatayyèn [tataɛn/tatayyɛn] a berkarat nebbhâsv

[tǝbbhəs]

Syawal.

dengan

Lebaran

Idul

Fitri,

ini yaitu

merayakan puasa enam hari pada bulan

tatak [tatak] a penuh tekat tebbhâs

delapan

Syawal pembelian

tello’ [tǝllɔʔ] num tiga

seluruh hasil panen sebelum dipetik dari

tello [tǝllɔ] num tiga; perubahan bentuk tello’

pohonnya. Dalam hal ini pembeli yang

ketika dilekatkan sebagai inti frasa pada

memetik atau memanen

bentuk lain, misalnya tello polo ‘tiga puluh’.

tebbhasann system pembelian dengan cara

n tebu tèddhâ’ v injak nèddhâ’v menginjak:Nèddhâ’ teppong ta’ alampat. ‘menginjak tepung tak berbekas’ teddhâs [tǝddhɐs] v menetas; pecah tègghu [tɛgghu] nègghuv menonton tegghu’ [tǝgghuʔ] negghu’v memegang ghu’-negghu’v memegang sesuatu ghu’-tegghu’anv saling berpegangan tebbhu

tellor [tǝllɔr] n telur atellorv bertelur

tebbhâs; tebasan; borongan [tǝbbhu]

lor-tellorann telur-teluran; telur mainan

[tɛddhɐʔ]

nyabâ’ tellor è bâtton‘menaruh telur di pinggir balai-balai’ melakukan pekerjaan sia-sia yang hanya merugikan diri sendiri tèma [tɛma] n timah tèmbâ [tɛmbɐ] n timba nèmbâv menimba tèmba’ [tɛmbaʔ] 1 v tembak 2 n senapan nèmba’vt1 menembak 2 meniru ba’-tèmba’annsenapan mainan

(tangan) negghu’ dârâ (perempuan yang) masih bisa hamil karena masih mengalami menstruasi

[tɛmbhɐŋ]

atèmbhângv

nekketv menekan

menimbang

1

menekan-nekan

2

2

p

berat

badan

nèmbhângv menimbang tèmbhângann timbangan

tekkor [tǝkkɔr] n tekor

tèmbhâng

èkettè’

tèkos [tɛkɔs] n tikus

ditendang

kuda’

katon

timbang

sendiri

saling tekan

tèkos

v

1

(ètèmbhâng) daripada

tekket [tǝkkǝt] n tekan ket-tekkeddhânv

tèmbhâng

bunto’na‘tikus

kelihatan

jhârân

‘daripada

pasrah

menerima

penghasilan yang sedikit daripada tidak

ekornya’ hukuman hanya diberikan kepada

mendapat apa-apa

orang yang wajib menanggungnya

Tadâ’ tèmbângan berrâ’ salajâ‘tidak ada

tèla [tɛla] n ketela rambat

timbangan berat sebelah’ keadilan harus

tèla’ [tɛlaʔ] nèla’èv melihat

menempatkan semua orang dalam posisi

ngatela’ v melihat

seimbang

èkatèla’v terlihat

pentingnya

tèlas [tèlas]a terlihat jelas karena tidak ada penghalang

merupakan rasa

implementasi

keadilan

bagi

orang

Madura tèmbo’ [tɛmbɔʔ] n tembok; dinding

Halaman 88 dari 97

atèmbo’ v berdinding

tèngghi bhâu ‘tinggi bahu’ sombong

nèmbo’ v memberi dinding

tèngghu [tɛŋghu] vi tonton

tembus [tǝm.bus] a tembus

nèngghuvt

Moghâ dhâddhi sampornana ka sè nangghâ’ sareng sè nèngghu. ‘semoga menjadi kesempurna-an

nembusivt memastikan temmo [tǝmmɔ] atemmov bertemu

menonton:

nemmov menemukan

bagi

patemmonn pasar yang adanya dua hari

menonton’

sekali

ghun-tengghunn tontonan

mon-temmonv

berjanji

untuk

bertemu

yang

menanggap

atèngkav bertingkah

nemmo angèn nyaman ‘menemukan angin

aka-tengkav banyak tingkah tèngka’ [tɛŋkaʔ] n langkah

nemmo bhuta matè ‘menemukan raksasa

atèngka’v melangkah

mati’ mendapatkan keuntungan yang besar

tengnga [tǝŋŋa] n tengah

ta’ nemmo bujâ è batton‘tidak menemukan

tèngngep

garam di pinggir balai-balai’ selalu salah

tennar [tǝnnar] a retak tèpès [tɛpɛs] a tipis

tèmon

amoso

matèpèsv menipiskan dhurin

‘seperti

mentimun melawan durian’ meng-ibaratkan lawan yang tidak seimbang atau sebanding tèmor [tɛ.mɔr] n timur tènd̩hâk sapèna

sasat

n

noro’

pès-tèpèsv tipis-tipis teppong [tǝppɔŋ] n tepung teppong

bi’

ghuddhuna,

buddhuna‘tepung

ngatemor agak ke timur [tɛnɖhɐk]

bergabung

sama

apolong

padâ

dengan

kuenya,

rusaknya’

bergabung

langkahTèndhâgghâ

sama-sama rusaknya. Ket. Peribahasa ini

monyèna

berasal dari pantun pendek.

saronèn.

“Langkah sapi tersebut seperti menyertai

tèra’ [tɛraʔ] a terang

bunyi saronen.”

terbhâng [tǝrbhɐŋ] n rebana; terbang

satend̩hak

(ter)-

telungkup

salah mara

nèngngepv

[tɛŋŋǝp]

ta’ nemmo èra‘tidak bisa bergerak’; selalu tèmon [tɛmɔn] n mentimun

yang

tèngka [tɛŋka] n tingkah

disuatu tempat dan waktu tertentu nyaman’ mendapat berita menyenangkan

dengan

sapeccak

arti

harfiahnya

aterbhânganv bermain rebana

‘selangkah sekaki’ selangkah adalah sepupu

martabhat

sekaki adalah saudara kandung yang artinya

rebana Pangelen – Para pemain rebana dari

saudara dan bukan sama-sama jauh, sama-

desa Pangelen selain tangan mereka sibuk

sama dekat

menabuh

tèngal [tɛŋal] n (T) mata

terbhang

rebana,

Pangèlèn

mulut

mereka

‘seperti

sibuk

bernyanyi bersiul atau bersorak sedangkan

nèngalèv melihat

kaki mereka yang bergiring-giring sibuk

panengaln penglihatan

menari sehingga menghsilkan suara musik

tengel [tɛŋǝl] a tuli matengelv

acuh,

dan nyanyian yang padu’ mengumpamakan pura-pura

tidak

mendengar

bersamaan dengan baik.

ngel-matengelv pura-pura tuli tèngel

montengnga‘tuli

tulang

terro [tǝrrɔ] v ingin ekornya’

tidak mau mendengar nasihat dan selalu melawan tèngghi [tɛŋghi] a tinggi matèngghi v meninggikan

beberapa pekerjaan berbeda yang dilakukan

tèta [tɛta] n titah tètè [tɛtɛ] n titi nètèv meniti sasat nètè obu’ salembâr‘seperti meniti rambut selembar’ 1 melakukan pekerjaan

Halaman 89 dari 97

sia-sia yang hanya menyebabkan celaka

nokarev mengajak berkelahi/bertengkar

sendiri

kar-tokaranv

2

selalu

salah

dan

menerima

hukuman tètè [tɛtɛ] a teliti

toko [toko] n toko

[tɛttɛ] n benalu

2tèttè

tokol [tɔkɔl] 1 v pukul 2 n palu:Sengko’

nèttèv

[tɛttɛ]

untuk

permainan

siladhân ‘silat-silatan’

patètè adv dengan teliti 1tèttè

kelahi-kelahian;

perkelahian antar anak laki-laki sin lat-

menempa;

memipihkan

memukul

seperti

dalam

kol-tokol n alat untuk memukul; pemukul

pembuatan emping, keris, dsb. tèttèann 1 landasan yang dipukul saat menempa

2

hasil

anִ◌di’ tokol ‘akupunya palu’ nokolv memukul

tempaan

(emping)

misalnya tettean sapolo ‘hasil tempaan dari sepuluh biji’

kol-tokolanv saling pukul [tɔktɔk] noktokv memukul barang

1toktok

keras dengan barang keras yang lain mis palu dsb; mengetuk

tè-tèttèn alat untuk menempa

2toktok[tɔktɔk]

to’ot [tɔʔɔt] n lutut

n lomba adu binatang kepala

dengan kepala

no’otv memukul atau menyerang dengan lutut

atoktokv mengadu kepala tolak [tɔlak] nolakvt menolak

leng-ngaleng ka to’ot‘bersembunyi di balik

tolak (bâli) bolak balik untuk satu keperluan

lutut’

singkat

rahasia

yang

terkuak

karena

pertanyaan yang menelisik

tanpa

berhenti

setelah

menyelesaikan pekerjaan tersebut

to’-oto’v sejenis arisan yang digunakan oleh

tolang [tɔlaŋ] n tulang

blater untuk menarik dana dari bhubuwan

ngangkès tolang acalathaghân‘mengangkis

yang pernah dibayarkannya pada anggota-

tulang

anggota remo

menunjang kebutuhan keluarga, kerabat,

tobi’ [tɔbiʔ] nobi’v mencubit

berserakan’

atau orang

bi’-tobi’anv cubit-cubitan

membantu

lain sehingga

atau

mendekatkan

hubungan

todus [tɔdus] a malu

tolè [tɔlɛ] v toleh

toghu [tɔghu] tunggu

atolèv menoleh

atoghuvi menunggui

alè-tolè v bertolah toleh

noghuivt menunggui

ta’

patoghun(makhluk halus) penunggu

atolè

bângkong

‘tidak

menoleh

pinggang’ berjalan laju tanpa menoleh

toju’ [tɔjuʔ] v duduk

1tolong

[tɔlɔŋ] nolongv mengangkat untuk

ju’-toju’v duduk-duduk

dipindah

katoju’ânn tempat duduk

penyimpanannya

matoju’v mendudukkan

nolongngaghiv

ngatojuiv menduduki (tempat duduk)

dan

diletakkan

pada

tempat

mengambilkan

untuk

diletakkan pada tempat penyimpannya

matoju’ tandha memberikan tanda lamaran

2tolong

[tɔlɔŋ] nolongv membantu

berupa oleh-oleh (biasanya dilakukan saat

long-nolongèv membantu hajat tetangga,

nyaba’ oca’ berupa topa’ toju’)

kerabat dsb

tokang [tɔkaŋ] n tukang

long-tolonganv berteriak minta tolong

tokar [tɔkar] n pertengkaran; perkelahian

pertolongann pertolongan

atokarv bertengkar; berkelahi atokaranv saling

bertengkar

long-tolong satu

sama

saroso’

‘bertolong-tolongan

serusuk’ bekerja sama tolong-menolong

lain:Jhâ’ atokar sakancaan. ‘Sesama teman

tomang [tɔmaŋ] n tungku

jangan saling bertengkar.’

tombhâk [tɔmbhɐk] n tombak

Halaman 90 dari 97

nombhâkv menombak ètombhâk

nongka’vi melakukan dengan tumit

èosong‘ditombak

diusung’

pembunuhan oleh anggota keluarga sendiri tompa’ [tɔmpaʔ] v naik

tada’ tongka’ tada’ dai peribahasa yang arti asalnya adalah tak peduli tumit, tak peduli dahi

yang

dimaksudkan

untuk

tidak

nompa’ vmengendarai

membeda-bedakan tinggi-rendah jabatan

pa’-tompa’ 1 n tempat naik 2 v bersetubuh

seseorang.

saling tindih

bada e tongka’ bada e dai‘ada di tungkai

tompa’ann kendaraan

ada di dahi’ segala sesuatu ada tempatnya

tompeng [tɔmpǝŋ] n tumpeng Muwâng

sesuai kodrat

tompeng,

nabâng

butèr‘membuang tumpeng, mengejar butir

tongkeng [tɔŋkɛŋ] n pantat tongko’ [tɔŋkɔʔ] nongko’vi 1 bertengger 2

nasi’ karena serakah mengejar yang kecil

bertumpu; berpijak

sedang yang besar yang dimiliki hilang

ko’-nongko’v bertengger

karenanya

ko’-tongko’n

tompo' [tɔmpɔʔ] v tumpuk atompo’vi bertumpuk

untuk

nongko’ bhâsa ‘bertumpu bahasa’ bertata

nompo’vt menumpuk

krama pada waktu berbicara

apo’-tompo’v bertumpuk-tumpuk

tongkol [tɔŋkɔl] n calon buah pisang; tongkol

po’nompo’v menumpuk-numpuk

pisang

tompo’ann tumpukan

nongkolv

tona [tɔna] a rugi

sudah

bertongkol

jhâ’

kol-

nongkol jangan lalai, lebih baik hati-hati

tond̩hing [tɔnɖhiŋ] n tonding

tongo [tongo] v kutu yang sangat kecil

tonding [tɔndiŋ] n bagian punggung pisau, celurit dsb. yang tidak tajam nondingv

tempat/sesuatu

berpijak, bertumpu

memukul

dengan

berwarna merah pada kulit ayam, lepitan kulit manusia, dsb; tungu; tungau; tengu

punggung

pisau, celurit, dsb

tongtong [tɔŋtɔŋ] n kentongan tonjhâng

[tɔñjhɐŋ]

tondu’ [tɔnduʔ] nondu’v menunduk

(menahan

tongar [tɔŋar]n tali kekang pada sapi dan

(condong dsb.)

kerbau yang dimasukkan melalui hidung nongarèv memberi atau memasangtongar Tongare [tɔngarɛ] n bulan kesepuluh dalam penaggalan

Madura

sebagai

pengganti

penyebutan

bulan

hijriyah

tono

dsb.)

[tɔnɔ]

nonjhângv supaya

nonov

menopang

tidak

memasak

roboh dengan

membakar katononv terbakar; kebakaran topa’ [topaʔ] n ketupat

Syawwal.

topa’ toju’ sejenis ketupat yang alasnya

Tongare berarti tujuh hari yaitu hari raya

berbentuk segi enam dengan atas runcing

yang diperingati hari ketujuh Syawal setelah

seperti kerucut

puasa enam hari pada bulan tersebut.

nyarè topa’, kaèlangan teppang ‘mencari

tongga’ [tɔŋgɐʔ] n tonggak [tɔŋghɐʔɐn]

tonggha’an

ketupat,

n batang bambu

bagian bawah yang berbuku pendek dan

kehilangan

sesajian’

karena serakah mengejar yang kecil sedang yang besar yang dimiliki hilang karenanya topèng [tɔpɛŋ] n topeng

paling keras dunynya‘tonggak

tor [tɔr] p juga

melintang di muka bumi’ masalah yang

tore [tɔrɛ] mari

samar-samar

toro’ [tɔrɔʔ] v ikut

tonggha’

sewadah

ngalang

ka

tiba-tiba

umum tongka’ [tɔŋ.kaʔ] n tumit

muncul

kepada

atoro’v patuh; taat noro’ v ikut

Halaman 91 dari 97

noro’aghiv

mengikutkan;

membiarkan

torot [tɔrɔt] biar norodhi/norotev menuruti kehendak

kehendak noro’èv mengikuti dari belakang

toto [tɔtɔ] v tumbuk

ro’-noro’ v 1 ikut campur 2 ikut-ikutan

notov menumbuk

noro’ bunte’‘ikut di belakang’ mengikuti

to-toton alat penumbuk

orang yang lebih tahu (kadang-kadang

to-totoan v sedang menumbuk sst towa [tɔwa] a tua

tanpa alasan) noro’ elmona raprap ‘ikut ilmunya rayap’

matowa v menuakan; mengawinkan agar

melakukan

menjadi

pekerjaan

yang

sepertinya

orang

tua:

matowa

ana’

sangat lambat tetapi menghasilkan sesuatu

mengawinkan

yang jelas dan cepat karena dikerjakan

wa-matowav

bersama-sama

seolah-olah sudah tua

ro’-noro’ bhâbâng ‘ikut-ikut bawang’ ikut

wa-towa

mengerjakan suatu pekerjaan tetapi tidak

kenceng ‘tua-tua kalanceng, makin tua

diperhitungkan, seperti anak kecil yang ikut

makin bersemangat’ 1 semakin tua semakin

belajar pekerjaan orang dewasa dsb.

bersemangat kerja 2 semakin tua semakin

toron [tɔrɔn] v 1 turun Dari Sorbhaja, ali

toron e Tangkel. ‘dari Surabaya, ali turun di Tangkel’ 2 mudik dari Jawa Hasan bhuru toron dari Sorbhaja. ‘hasan baru mudik dari surabaya’ toronann keturunan toron tana selamatan

bersikap

kalanceng,

atau

sajân

bertindak towa

sajân

suka kawin towat [tɔwat] atowatv berteriak wat-towadhânv berteriak-teriak trakat [trakat] n tirakat atrakatv bertirakat tuwa’ [tuwaʔ] n tuak

untuk anak yang baru pertama menginjak tanah sejak dilahirkan

Halaman 92 dari 97

U uwan [uwan] nguwanv menggembala

auwayanv menguap berkali-kali

uway [uway] n uap

uwes [uwes] adv sudah

auway v menguap; membuka mulut dengan lebar

dan

mengeluarkan

udara

karena

mengantuk, dsb.

Halaman 93 dari 97

W wâjib [wɐjip] v wajib; harus

memperebutkan

awâjibaghiv mewajibkan kawâjibhann kewajiban wâng-ghuwâng

[wɐŋghuwɐŋ]

sesuatu

yang

tidak

berharga karena terpengaruh ketamakan wawancara [wawañcara] n wawancara n

kumbang

wangwung/tahi

wè-rowè [wɛrɔwɛ] n tonggeret wortel [wɔrtəl] n wortel

mara wâng-ghuwâng nemmo taè‘seperti kumbang wangwung/tahi menemukan tahi’

Halaman 94 dari 97

Y yâkèn [yɐkɛn] v yakin

yatim [yatim] n yatim

Halaman 95 dari 97

Z Zabur [zɐbur] n kitab Zabur

zamzam [sɐmsɐm] n air zamzam

zakat [sɐkat] n zakat

Halaman 96 dari 97

DAFTAR PUSTAKA Ashadi, Moh. Makhfud. 1992. Kosa Kata Basa Madura. Sumenep: Tanpa Nama Penerbit Bastari dan Yoesi Ika Fiandarti. 2009. Kosa Kata Bahasa Madura Lengkap. Surabaya: Karya Simpati Mandiri Chaer, Abdul. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta Davies, William D. 2010. A Grammar of Madurese. Berlin: De Gruyter Mouton Iyubenu, Edi A.H. 2003. Ojung. Yogyakarta: LKiS Jonge, Huub de. 1989. Madura dalam Empat Zaman: Pedagang, Perkembangan Ekonomi, dan Islam

Suatu Studi Antropologi Ekonomi. Jakarta: KITLV, LIPI, Gramedia Moeliono, M. Anton. 1997. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Muslich, Masnur. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia: Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara Pawitra, Adrian. 2009. Kamus Lengkap Bahasa Madura-Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat Rahayu, Timbul [et. al]. 2010. Pangajhârân Bhâsa Madhurâ Malathè Potè: Kaangghuy SMP Kellas VIII. Bangkalan: Amanah Rifai, Mien Ahmad. 2007. Manusia Madura: Pembawaan, Perilaku, Etos Kerja, Penampilan, dan Pandangan Hidupnya seperti Dicitrakan Peribahasanya. Yogyakarta: Pilar Media Sudikan, Setya Yuwana [et.al]. 1993. Nilai Budaya dalam Sastra Nusantara di Madura. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tim Penyusun Kamus Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1999. Kamus Besar Bahasa

Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Tim Redaksi Kamus Bahasa Indonesia. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa

Halaman 97 dari 97